
Setelah mendengarkan teriakan seorang lelaki Brian menghentikan langkahnya kemudian menatap ke asal suara itu. Tangan Brian yang masih menjambah ke rambut Kirana langsung terlepas dengan kedua bola mata yang sudah membulat penuh hampir keluar dari kodratnya.
Kirana menoleh ke arah belakang dan ia melihat Pak Saka berjalan menghampirinya. Kirana mengusap air mata yang sudah membasahi kedua pipinya, netranya bisa menangkap dengan sangat jelas jikalau wajah Pak Saka memerah, mungkinkah lelaki itu marah karena melihatnya disiksa oleh Brian atau mungkin lagi-lagi Pak Saka merasa kasihan padanya? Apapun yang ada di dalam pikiran Pak Saka tetapi Kirana tetap merasa senang karena lelaki itu benar-benar sosok yang selama ini selalu ingin Kirana miliki.
"Tuhan, jika memang hubunganku dengan Brian berakhir maka percepatlah dan biarkanlah aku bersama dengan Pak Saka," batin Kirana berdoa di dalam hati.
"Pak Saka, Kenapa Anda ada di sini?" tanya Brian. Brian melirik ke arah Kirana yang masih terduduk di tanah kemudian lelaki itu langsung menarik kasar tubuh Kirana dan membenarkan posisi rambut istrinya yang nampak acak-acakan karena ulahnya sendiri.
Brian pasti tidak menyadari jikalau orang yang tadi berada di dalam mobil dengan istrinya adalah Pak Saka. Brian dan juga Pak Saka saling mengenal satu sama lain karena tak Saka merupakan investor terbesar di dalam perusahaan Brian. Brian tidak pernah peduli di mana Kirana akan bekerja Jadi ia tidak tahu jikalau istrinya bekerja di perusahaan terbesar yang ada di negara ini yaitu perusahaan mirip Pak Saka.
"Saya tadi mengantarkan Kirana pulang karena semalam ada dua orang penjahat yang hampir melecehkannya," kata Pak Saka. Pak Saka melihat ke arah Kirana yang saat ini sedang menundukkan kepalanya, kondisi wanita itu nampak acak-acakan sekali membuat Pak Saka ingin langsung meraih tubuh Kirana dan mendekatnya di dalam pelukan hangat.
Dengan mata kepalanya sendiri Pak Saka bisa melihat bagaimana kejamnya Brian kepada Kirana, pantas saja jikalau selama ini Kirana selalu lebih suka berada di dalam perusahaan hingga pulang larut malam daripada ia harus pulang ke rumah dan melihat sikap kasar suaminya.
"Kirana Kenapa kamu tidak mengatakan hal itu padaku, aku salah paham dan berpikir jika kamu pergi bersama lelaki lain untuk bersenang-senang," tata Brian mencoba bersikap baik kepada Kirana ketika ada rekan bisnisnya di hadapannya.
"Brian aku tidak mungkin melakukan hal yang kamu lakukan dengan para ... Auch," rintih Kirana ketika Brian langsung mencengkeram kuat lengan tangannya.
Pak Saka menggertakan giginya ketika melihat akan hal itu. Pak Saka hendak mengarahkan tangannya untuk menarik Kirana tetapi wanita itu langsung menjauhkan tangannya dengan menggelengkan kepala.
__ADS_1
"Aku tidak ingin kamu terlibat dalam masalahku Pak Saka," batin Kirana.
"Istri Pak Saka bekerja di perusahaan saya, sebenarnya saya berniat untuk mengantarkannya pulang karena sakitnya sakit tetapi Baru saja saya mendapatkan telepon dari orang kepercayaan saya bahwa Kirana harus menyelesaikan laporannya di kantor, apakah saya bisa membawanya pergi ke perusahaan atau anda ingin mengantar Kirana ke perusahaan sendiri?" Dusta sengaja Pak Saka katakan demi untuk menjauhkan Kirana dari lelaki tidak bermoral itu.
"Sebenarnya saya sudah meminta kepada Kirana untuk berhenti bekerja, di luar rumah daripada menjalankan tugasnya sebagai seorang istri." Brian sungguh lelaki bermuka dua, iya sedang memerankan drama seorang lelaki yang teraniaya.
Kirana yang mendengarkan ucapan Brian hanya bisa berdecih di dalam hati. Kirana menarik tangannya yang masih dipegang oleh Brian, iya sungguh tidak sedih berada dekat dengan lelaki itu.
"Saya tidak bisa ikut campur tentang kehidupan anda tetapi saya hanya memerlukan Kirana untuk menyelesaikan laporannya," kata Pak Saka yang begitu malas menanggapi dusta Brian.
Pak Saka memasukkan kedua tangannya di dalam saku celana kemudian mengepalkan kedua tangannya di dalam sana, iya sungguh mencoba untuk menahan dirinya agar tidak menghajar lelaki sialan yang ada di hadapannya ini. Bisanya lelaki itu memperlakukan Kirana dengan kejam bahkan dia juga dengan tega memfitnah Kirana.
"Kirana bisakah kamu ikut saya sekarang?" tanya Pak Saka kepada Kirana.
"Baik Pak," jawab Kirana dengan kepala yang tertunduk.
"Pak Brian kalau begitu saya dan juga Kirana berangkat sekarang," kata Pak Saka.
Jikalau tidak mengingat lelaki yang ada di hadapannya ini adalah suami Kirana sudah bisa dipastikan Pak Brian tidak akan pernah sudi berbicara sopan kepadanya. Pak Saka terpaksa berbicara sopan kepada Brian karena ia ingin menjauhkan Kirana dari lelaki busuk itu.
__ADS_1
"Kirana aku akan mengantarkanmu sampai ke mobil," kata Brian sembari mencengkram lengan tangan Kirana dengan begitu kuat.
Jika saja tidak ada Pak Saka maka sudah bisa dipastikan kalau Brian akan menghajar istrinya ini sampai habis-habisan. Kenapa Brian sangat bodoh sekali dan tidak menyelidiki di mana tempat Kirana bekerja, jika saja karena masalah ini Pak Saka akan menarik investasinya dari perusahaan miliknya maka semuanya akan hancur total dan dirinya akan jatuh bangkrut, tapi jika sampai hal itu terjadi maka Brian akan menghancurkan Kirana bersama dengannya.
Pak Saka menatap ke arah wajah Kirana, lihat saat ini wanita itu sedang menggigit bibir bagian bawahnya mencoba untuk menekan rasa sakit di bagian lengan tangannya yang sekarang dicengkram kuat oleh sang suami. Pak Saka memegang tangan Brian hingga membuat tangan lelaki itu terlepas dari lengan Kirana.
"Pak Brian tidak perlu mengantarkan Kirana, dia bisa berjalan sendiri, jangan biarkan wanita menjadi manja." Pak Saka sengaja berbicara seperti itu supaya Brian tidak mengikuti Kirana.
Brian langsung tertawa dan menganggukkan kepalanya. "Pak Saka benar juga." Dengan bodoh Brian percaya begitu saja.
"Apakah Pak Saka berbicara seperti ini karena ingin menjauhkan aku dari Brian?" tanya Kinara pada dirinya sendiri. Lagi dan lagi pertanyaan Kirana tidak memiliki jawaban.
"Kalau begitu Pak Saka berangkatnya hati-hati dan untuk kamu Kirana, nanti jika sudah sampai di perusahaan maka kabari aku," pinta Brian dan langsung dijawab anggukan kepala oleh Kirana.
Brian melihat ke arah Pak Saka dan juga Kirana yang sekarang sudah masuk ke dalam mobil. Brian melambaikan tangannya dari posisinya berdiri dengan mengulas senyuman manis, iya tak boleh membuat Pak Saka mengetahui jika dirinya ternyata sering melakukan hal buruk kepada Kirana.
"Awas aja kamu setelah pulang ke rumah nanti Kirana! Aku akan mengajarmu." Umpat Brian sembari terus menatap ke arah mobil Pak Saka yang kini semakin menjauh dari gerbang rumahnya.
Sungguh malang sekali nasib Kirana memiliki seorang lelaki yang tidak mencintainya dan juga selalu memperlakukannya dengan sangat buruk.
__ADS_1