Ketika Mama Salah Pilih Menantu

Ketika Mama Salah Pilih Menantu
Meninggalkan Semuanya Demi Kiran


__ADS_3

Rossa bersendawa setelah wanita itu menghabiskan makanan yang ada di atas meja, Kiran hanya bisa menggelengkan kepalanya ketika melihat ke arah sahabat baiknya itu. Rossa hampir saja menghabiskan semua hidangan yang ada di atas meja makan ini. Rossa menaruh minumannya ke atas meja, mengambil selembar tissue untuk mengusap bibirnya yang basah dan juga terdapat sisa makanan di kedua sudut bibirnya.


“Rossa, kamu gunakan untuk apa gajimu disetiap bukan?” tanya Kirana dengan wajah datarnya.


“Apa maksud ucapan kamu itu Kirana?” tanya Rossa balik. Wanita itu kini sedang membersihkan piring-piring kotor yang ada di atas meja kemudian berjalan menuju wastafel dan mencuci satu persatu peralatan makan yang habis mereka gunakan tadi.


“Kamu bisa menghabiskan begitu banyak makanan dalam waktu yang sama, aku baru mengetahui hal ini,” kata Kirana pada Rossa. Kirana melihat ke arah Rossa yang kini sedang sibuk membersihkan piring-piring kotor di wastafel itu.


“Aku sih jarang banyak makan, tapi jika ada makanan yang seenak tadi maka tak akan aku sia-siakan, nih sisanya mau aku bungku dan aku bawa pulang,” kata Rossa sembari mengangkat satu piring yang masih penuh dengan kepiting. Ya, tadi pengawal Pak Saka meemsan 5 klo kepiting asam manis dan pantas saja sampai Kiran dan juga Rossa tak bisa menghabiskan semuanya.


“Astaga! Bikin malu saja, buruan masukin ke plastik sebelum Pak Saka datang, jangan sampai membuat aku kehilangan wajah di hadapan lelaki itu,” kata Kirana pada Rossa.

__ADS_1


“Ya ... ya ... ya, ini akan aku masukkan sekarang juga biar mulut kamu itu nggak bawel Kirana,” jawab Rossa  yang beru saja selesai mencuci semua piring kotor yang ada di dalam wastafel tadi. Rossa mengusap tangannya yang basah ke bajunya kemudian tangannya membuka kresek berwarna putih transparan dan memasukkan smeua kepiting dengan ukuran besar itu ke dalamnya.


“Masukkan ke dalam tas kamu, jangan sampai Pak Saka lihat, itu kepitingnya masih bisa terlihat jejas lah kreseknya transparan gitu,” oceh Kirana. Sungguh Kirana akan kehilangan wajah jika sampai Pak Saka melihat kelakuan sahabatnya ini.


“Masukkin ke dalam kresek, malas ah. Nanti tasku akan basah jika sampai capit kepiting yang tajam ini menembus kresek, aku nggak mau tasku bau dan juga kotor,” gerutu Rossa menolak apa yang Kirana katakan.


“Rossa, kalau begitu sebaiknya kamu lekas keluar dari ruangan ini dan biarkan aku beristirahat,” kata Kirana dengan mendeguskan nafasnya di udara.


“Aku tidak mau pergi dari ruangan ini, apakah kamu tidak ingat apa yang Pak Saka katakan sebelum meninggalkan ruangan ini?” tanya Rossa. Wanita ini masih ingat betul jika Pak Saka memintanya untuk tetap berada di dalam ruangan ini sampai ia kembali.


“Aku akan pulang sekarang, kamu harus membantu aku untuk mencari alasan pada Pak Saka agar lelaki itu tak marah,” kata Rossa mengalah. Lebih baik ia pulang lebih awal dari pada harus kehilangan kepiting yang mungkin masih sekitar 3 klo ini.

__ADS_1


“Iya bawel,” jawab Kirana sembari cipika-cipiki pada Rossa.


Di sisi lain.


Saat ini Pak Saka sedang sibuk melakukan meeting dengan kliennya di dalam perusahaan. Netra lelaki itu memperhatikan satu persatu orang yang sedang berbicara.


Asisten Jodi melihat ponselnya yang ada di atas meja bergetar sesaat, itu adalah pertanda jika ada pesan singkat yang masuk ke dalam ponselnya. Pak Saka melirik sekilas ke arah Asisten Jodi yang kini sedang sibuk memusatkan pandangannya ke arah layar ponsel.


Jodi mulai mnggeser posisi duduknya ke ara Pak Saka kemudian berkata, “Pak Saka, barusan orang yang kita tugaskan untuk berjaga di depan ruangan Nona Kirana dirawat mengatakan jika Nona Kirana meminta Nona Rossa untuk pulang lebih awal,” lapor Asisten Jodi dengan suara yang lirih agar tak menggangu semua orang yang ada di dalam ruangan ini.


“Selesaikan meeting ini!” titah Pak Saka kemudian segera beranja berdiri dari posisi duduknya.

__ADS_1


Pak Saka membungkukkan tubuhnya di hadapan semua orang. Semua orang yang sedang duduk pun segera ikut beranjak berdiri dan membungkukkan tubuhnya.


“Asisten Jodi yang akan melanjutkan meeting ini,” kata Pak Saka. Lelaki itu membungkukkan tubuhnya satu kali kemudian melangkah keluar dari ruangan ini.


__ADS_2