Ketika Mama Salah Pilih Menantu

Ketika Mama Salah Pilih Menantu
Ingin Segera Cerai


__ADS_3

Seperti apa yang Pak Saka katakan sebelumnya, Rossa menunggu di dalam ruangan Kirana sampai lelaki itu datang. Rossa dan juga Kirana bercerita banyak hal terutama mengenai kedekatan Pak Saka dengan Kirana. Dan seperti biasa juga Kirana akan selalu menghindari pertanyaan Rossa yang menurutnya tidak menguntungkan dirinya.


Rossa yang merasa lelah menanyakan hal apapun mengenai Pak Saka akhirnya memilih mengalah dan mulai mengambil topik lainnya. Tidak terasa perbincangan itu sudah berlangsung beberapa jam lamanya hingga terdengar suara seseorang yang membuka pintu ruangan ini.


Rossa dan juga Kirana melihat ke arah salah satu pengawal yang kini sudah berdiri di hadapan mereka, lelaki dengan tubuh tegap itu membungkukkan sedikit tubuhnya memberi hormat dihadapan Kirana dan juga Rossa kemudian mulai membuka suara dan menyampaikan niatnya masuk ke dalam ruangan ini.


"Siang ini Nona ingin makan apa? Biar saya pesankan terlebih dahulu," kata pengawal itu dengan kepala yang tertunduk.


Kirana hendak buka suara dan menikah tapi Rossa yang bar-bar ini langsung mendahuluinya berbicara.


"Aku ingin makan kepiting asam manis dan juga ayam bakar dan satu lagi, cumi goreng tepung," kata Rossa tanpa ada rasa malu. Dan sepertinya rasa malu dari sahabat Kirana ini memang sudah musnah sejak lama.

__ADS_1


"Astaga, Rossa kamu pesan makanan banyak sekali, nanti siapa yang mau habiskan," kata Kirana dengan membulatkan mata pada sahabatnya.


"Apakah Nona Kirana masih menginginkan sesuatu?" tanya pengawal itu.


"Tidak, itu sudah cukup," jawab Kirana yang tidak memiliki jawaban lain. Kirana tidak tega jika harus meralat semua pesanan yang telah Rossa katakan tadi.


"Baiklah jika begitu saya pamit untuk undur diri," kata sang pengawal. Dan Kirana langsung menjawab dengan anggukan kepala.


"Kirana, kapan kamu akan menggugat cerai Brian?" tanya Rossa. Air muka Rossa yang tadinya cengengesan kini mulai berubah menjadi serius. Darah Rossa seakan berdesir setiap kali mengingat apa yang telah Brian lakukan pada sahabat baiknya sebelum Kirana menginap di rumah sakit sampai beberapa hari.


"Setelah keluar dari rumah sakit aku akan langsung mengajukan gugatan padanya, tapi aku belum ada 1 bulan pisah ranjang dengannya," kata Kirana pada Rossa. Kirana ingin mengakhiri hubungan tidak sehatnya dengan Brian bukan karena ia ingin bersama dengan Pak Saka, melainkan karena sikap Brian sudah membuat Kirana merasa jengah dah hubungan yang memang sudah hancur sejak dari awal tak akan pernah bisa di perbaiki lagi. Ibaratkan kaca yang sudah pecah, maka tak akan bisa terlihat sempurna sebelumnya.

__ADS_1


"Mintalah bantuan pada Pak Saka, dia memiliki begitu besar kuasa di negara ini, dia akan bisa membuat kamu cerai dengan begitu mudah apalagi kamu memiliki begitu banyak bukti," jelas Rossa pada sahabatnya itu.


"Aku tak ingin merepotkan nya lebih jauh lagi," jelas Kirana dengan kepala yang yang tertunduk sedih.


"Hahaha ... sekarang saatnya kita menghilangkan kesedihan itu," kata Rossa dengan tiba-tiba dan itu membuat Kirana mengangkat kepalanya, melihat ke arah Rossa dengan kening yang berkerut. Kirana tidak tahu ke arah mana Rossa bicara sekarang.


"apa maksud kamu Rossa?" tanya Kirana.


"Makan, lihatlah itu pengawal sudah membawa makanan kita," jawab Rossa dengan air muka menyebalkan di mata Kirana.


Astaga! Kirana lagi serius bicara malah sahabat gila nya ini membahas makanan, pantas saja kok nggak nyambung perbincangan mereka berdua tadi.

__ADS_1


__ADS_2