Ketika Mama Salah Pilih Menantu

Ketika Mama Salah Pilih Menantu
Karma Brian


__ADS_3

ingin sekali Pak Saka mengutarakan isi hatinya kepada Kirana, tetapi tak Saka mengurungkan niatnya itu karena mengingat segala wanita yang ada di hadapannya masih istri dan laki-laki lain.


"Kirana Aku tidak pernah suka melihat ada lelaki yang mencoba menyakiti istrinya sendiri," kata Pak Saka kepada Kirana.


Kirana menatap ke arah Pak Saka dengan wajah datar, sesungguhnya di dalam hati Kirana merasa kecewa karena lelaki itu tidak mengatakan apa yang ada di dalam pikirannya.


"Tadinya aku sempat berpikir jikalau kamu melakukan semua itu karena mencintaiku, tetapi ternyata semua itu salah," batin Kirana tersenyum miris di dalam hatinya.


"Jangan ikut campur urusan saya Pak Saka, saya merasa tidak nyaman apalagi jika sampai banyak orang yang membicarakan tentang kita," kata Kirana kepada Pak Saka.


"Mereka mengatakan apa?" tanya Pak Saka kepada Kirana dengan tatapan penuh selidik.


"Semua orang mengira jika kita memiliki hubungan spesial dan saya mohon mulai dari hari ini dan juga detik ini jika tidak ada keperluan penting maka jangan pernah memanggil saya datang ke dalam ruangan Pak Saka, saya merasa tidak nyaman," jelas Kirana. "sekarang saya pamit keluar terlebih dulu karena masih banyak pekerjaan yang belum saya selesaikan." Tanpa menunggu sahutan dari Pak Saka, Kirana langsung melangkahkan kakinya keluar dari ruangan ini. Kirana tidak peduli jikalau dia akan dipecat yang terpenting bisa menjauhi Pak Saka karena berada di dekat lelaki itu membuat hatinya merasa bimbang.


***


perusahaan Brian.


"Pak Brian anda tidak bisa melakukan hal seperti itu bersama dengan para wanita ini di dalam ruangan meeting, kurang dari satu jam lagi semua orang akan memasuki ruangan meeting," kata Asisten Brian mencoba mengingatkan majikan mesumnya itu.


"Kamu jangan ikut campur! Aku ingin bermain dengan mereka berdua di dalam ruangan meeting, kamu berjaga di depan pintu dan pastikan tidak ada yang masuk sebelum saya selesai bersenang-senang dengan mereka," kata Brian sembari mengecup pipi kedua wanita itu secara bergantian. Tangan Brian bahkan dengan tidak tahu malu langsung menggenggam gunung kembar kedua wanita itu di depan asisten pribadinya sendiri.


"Tapi ...." Perkataan asisten pribadi Brian menggantung di udara setelah mendengarkan bentakan dari majikannya.


"Apakah, kamu sedang mencoba untuk memberikan perintah padaku! Jika tidak mematuhi perintahku maka keluar saja dari pekerjaanmu." Setelah bicara Brian langsung mengajak kedua wanita itu masuk ke dalam ruangan meeting.

__ADS_1


"Jika saja aku tidak membutuhkan pekerjaan ini maka sudah sejak lama aku meninggalkan pekerjaan menjijikkan ini, aku benar-benar sangat tidak beruntung sekali karena memiliki majikan yang begitu gila wanita sepertimu," umpat Asisten Brian setelah melihat pintu ruangan meeting itu tertutup dengan rapat.


Hampir setiap hari Brian akan membawa para wanita malam datang ke perusahaan untuk menyenangkannya, bahkan hampir semua pekerja wanita yang ada di perusahaan ini sudah pernah bermain dengan Brian. Pantas saja jika Kirana semakin membenci suaminya, bahkan Kirana hampir depresi ketika mengetahui semua itu di awal-awal pernikahan.


"Pak Bakti, Kenapa berdiri di depan ruangan meeting?" tanya seorang lelaki yang merupakan salah satu investor di perusahaan Brian.


"Sa-saya sedang memastikan jikalau tidak ada orang yang masuk ke dalam ruangan ini, ruangan ini sedang dibersihkan," dusta sengaja Pak Bakti katakan untuk menutupi sikap bejat majikannya di dalam sana.


"Astaga! Jadi kita disuruh menunggu sampai seseorang yang ada di dalam sana membersihkan ruangan meeting?" tanya investor yang lain dengan wajah masamnya.


"Hal seperti ini tidak pernah terjadi sebelumnya, biasanya Pak Bakti akan selalu bekerja dengan profesional, tetapi kenapa tidak dengan sekarang?" tanya investor yang lain mempertanyakan sikap Pak Bakti yang tidak seperti biasanya.


"Sa-saya ...." perkataan Pak Bakti menggantung di udara setelah mendengarkan suara ******* dari dalam ruangan meeting.


"Brian ... sayang ... lakukan lagi di bagian itu," kata salah satu wanita yang ada di dalam ruangan meeting dengan begitu kencang.


Pak Bakti langsung membulatkan kedua matanya kemudian menatap ke arah pintu ruangan meeting yang sedikit terbuka, pantas saja suara mereka sampai terdengar keluar dari ruangan itu. Pak Bakti buru-buru menutup ruangan meeting tersebut dan disaksikan oleh semua investor.


"Suara apa itu?" tanya salah satu investor sembari menaikkan salah satu alisnya. Mereka semua adalah lelaki dewasa yang sudah bisa memikirkan apa yang terjadi di dalam sana setelah mendengar suara-suara itu.


"Kalian pasti salah dengar tidak ada suara apapun," kata Pak Bakti masih mencoba untuk menutupi kelakuan tak bermoral majikannya itu.


Salah satu investor langsung menarik tangan Pak Bakti tanpa menyakiti lelaki itu, sedangkan dua investor yang lain segera membuka lebar-lebar pintu ruangan meeting tersebut.


Semua lelaki langsung membulatkan kedua matanya ketika melihat Pak Brian bermain dengan dua orang wanita dan dengan posisi yang begitu memalukan sekali. Mereka bertiga sudah tidak menggunakan satu helai benang pun dan mencoba untuk memuaskan satu sama lain benar-benar hal yang begitu menjijikkan sekali.

__ADS_1


Brian dan juga dua wanita lain langsung menarik tubuh mereka dari atas meja ruangan meeting ini, duduk bersembunyi di balik kursi-kursi yang mereka buat untuk menutupi tubuh polos mereka.


"Asisten bodoh! Kenapa membiarkan mereka masuk ke dalam ruangan ini sebelum aku memberikan perintah." Bentak Pak Brian dengan suara yang lantang dan juga melengking hingga semua investor bisa mendengarnya dengan begitu jelas.


"Pak Bakti, bagaimana mungkin kamu bisa bekerja dengan lelaki seperti itu!" kata salah satu investor yang mulai merasa iba dengan Asisten malang itu.


"Pak Bakti, berhentilah dari tempat terkutuk ini dan masuklah ke dalam perusahaanku, betulan sekali kemarin asisten pribadiku mengundurkan diri karena ia mengikuti istrinya untuk pergi ke desa dan memulai bisnis kecil-kecilan di sana," sambung investor yang lain sembari menepuk bahu Pak Bakti dua kali.


Brian juga kedua wanita itu sekarang sudah mengenakan setiap helai kain yang sempat terlepas dari tubuh mereka. Dua wanita itu menerima sekelompok uang dari Pak Brian kemudian melangkah keluar dari ruangan ini dengan kepala tertunduk malu.


"Mari kita lakukan meeting itu sekarang," kata Brian dengan tersenyum canggung.


"Tidak perlu melakukan meeting apapun! Kembalikan saja semua investasi yang pernah kami berikan secepatnya atau kami akan mengambil jalan hukum jikalau Pak Brian mempersulitnya," salah satu investor yang langsung dijawab anggukan kepala oleh investor-investor yang lain.


"Pak, jangan seperti itu," kata Brian dengan wajah yang memucat.


"Keputusan kami semua sudah bulat dan tidak bisa diganggu gugat," salah satu investor.


"Asisten bodoh! Ini semua salah kamu, aku akan memecat kamu mulai sekarang dan detik ini juga," teriak Brian kepada Asistennya.


Pak Bakti mengulas senyuman tipis kemudian melirik ke arah lelaki yang ada di sampingnya. "Sekarang saya sudah tidak memiliki pekerjaan apakah Bapak bisa mempekerjakan saya?" tanya Asisten Bakti kepada investor yang tadi sempat menawarinya pekerjaan.


"Tentu saja, besok kamu sudah mulai bekerja," kata lelaki itu dengan mengulang senyumannya.


"Saya pamit undur diri, mulai sekarang saya bukan Asisten pribadi Pak Brian lagi." Pak Bakti bicara dengan begitu tegas.

__ADS_1


Pak Bakti dan juga semua investor melangkah keluar dari ruangan ini meninggalkan Brian sendirian di dalam ruangan meeting.


__ADS_2