Khadijah Sang Bidadari Surga-ku

Khadijah Sang Bidadari Surga-ku
Bab 14. Keseruan


__ADS_3

Alia yang menyadari jika tak sengaja memeluk suaminya, sontak melepaskan pelukannya.


"Maaf kak, aku cuma terlalu senang aja." ucap Alia merasa tak enak.


"Hm, tak masalah!" Azril pun berpura-pura sibuk melihat laptopnya lagi untuk menyembunyikan wajahnya yang merona karena menahan ga1r4h yang muncul tiba-tiba.


Dia memang tidak pernah menyentuh wanita sebelumnya tapi dia adalah pria dewasa yang juga memiliki n4fsu, apalagi didepannya adalah bidadari halal miliknya, dia hanya berusaha mati-matian agar tidak menyentuh sang bidadari, karena dia telah berjanji pada dirinya sendiri jika akan menyentuhnya disaat yang tepat.


"Kalau begitu persiapkan semua, tenda dan keperluan yang lain kamu bisa cari di lemari besar dekat kamar kita, disana ada semua keperluan untuk mendaki." ucap Azril pada istrinya.


"Baiklah kak, aku akan siapkan semuanya."


Alia berjalan keluar kamar dan menyiapkan segala keperluan yang akan mereka bawa.


**


Keesokan paginya, Alia dan Azril pun bersiap untuk pergi ke basecamp tempat berkumpulnya Azril bersama para sahabatnya, dan keduanya pun telah ditunggu keempat sahabatnya bersama pasangan mereka masing-masing. Jadi 5 pasang sejoli itu akan melakukan pendakian gunung.


Azril mengenalkan Alia pada keempat sahabatnya, Ferdy, Irfan, Gilang dan Zul juga keempat wanita pasangan sahabatnya. Ferdy dan Irfan saja yang masih berstatus pacaran dengan pasangan mereka, sedangkan Gilang dan Zul telah berkeluarga dan membawa istri mereka masing-masing.


Alia yang aslinya supel dan ceria pun dengan mudah berbaur bersama keempat wanita itu.


Mereka akan mendaki di salah satu gunung yang lokasinya dekat dari Ibu Kota Jakarta. Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, dengan luas 24.270,80 hektar, yang meliputi Kabupaten Cianjur, Sukabumi dan Bogor. Gunung ini memiliki 3 Jalur resmi, yaitu via Gunung Putri, Cibodas, dan Salabintana.


Ini pengalaman pertama Alia mendaki


gunung, dia sangat bahagia sekaligus bersemangat, sedangkan Azril dan keempat sahabatnya sudah biasa mendaki dikala senggang maupun sama-sama cuti dari pekerjaan mereka.


Sampai akhirnya tibalah mereka di basecamp Gunung Pangrango via cibodas, setelah menyelesaikan sholat Jum'at di salah satu masjid yang ada di daerah sana.


Di Pos I, setelah cek kesehatan dan mendapatkan pengarahan berupa hal yang boleh atau tidak boleh dilakukan dan dibawa, dan lain-lain.


Perjalanan dimulai, mereka sangat bersemangat dengan satu tujuan puncak. Cuaca di saat itupun sangat mendukung langit berawan dan sejuk. Setelah melewati Pos II, tibalah di jalur pendakian yang sesungguhnya, tangga berbatu tiada henti.


Sambil tidak hanya membawa diri untuk mendaki, Azril dan keempat sahabatnya juga menggendong tas carrier 60L bermuatan penuh, sedangkan para perempuan membawa keperluan pribadi mereka saja.


"Apa kau lelah Al?" tanya Azril saat melihat sang istri yang terlihat bercucuran keringat.


"Tidak kak," ucap Alia tersenyum manis.


"Katakan padaku jika kau lelah, kita bisa berhenti nanti,"


"Baiklah kak,"


Mereka pun terus mendaki dengan sesekali berbincang dan bercanda dengan seru, banyak kali mereka berpapasan dengan pendaki-pendaki lainnya yang mengarah turun sambil menyemangati mereka, hingga lumayan memberikan semangat untuk mereka, mereka semua adalah orang-orang yang bertujuan untuk menang dalam proses menuju puncak, dan saling bekerjasama sebagai satu tim.


Singkat cerita, tibalah mereka di salah satu Pos setelah menempuh waktu perjalanan kurang lebih 5 jam mendaki, mereka membangun tenda disana saat waktu telah menunjukkan pukul 6 petang, terlihat awan juga mendung tanda akan hujan.


Sembari para pria membangun tenda masing-masing, para wanita sibuk menyalakan api dan memasak untuk makan malam mereka.


Setelah semua pekerjaan para laki-laki dan perempuan telah selesai, akhirnya mereka pun makan malam bersama, di atas tikar yang mereka bentangkan di atas tanah.


Selepas makan, mereka menyalakan musik, bernyanyi dan bercanda bersama.


Alia dan Azril saling melirik dan salah tingkah, saat melihat salah satu pasangan temannya saling berpelukan dan berc**man mesra dengan pasangannya.

__ADS_1


Shinta mendekati Irfan kekasihnya, dia ingin minta diantarkan untuk membuang air, saat itu ternyata Irfan yang sedang berbaring telah tertidur di atas tikar.


"Beb, bangun! Anterin aku bentar," Shinta menggoyangkan tubuh kekasihnya untuk membangunkannya tapi Irfan tak bergeming karena badannya kelelahan.


Setelah dua kali membangunkan Irfan tapi ternyata tidak berhasil, Alia mendekati Shinta.


"Kakak mau kemana?" tanya Alia.


"Aku mau buang air, tapi aku takut sendiri soalnya gelap." bisik Shinta.


"Apa mau aku temenin Kak?" tawar Alia.


"Kamu mau temenin aku?" Shinta memastikan.


"Mau kok, ayo aku anterin!" Alia pun menggandeng tangan Shinta.


"Makasih ya Al!" Shinta berbinar bahagia dan Alia pun mengangguk.


Kedua wanita itu pun masuk ke dalam hutan yang gelap, mencari tempat yang tepat.


Tiba-tiba hujan mulai turun rintik-rintik.


Saat Shinta telah menyelesaikan hajatnya, dan akan berjalan ke arah Alia, tak disangka seekor babi hutan mendekat ke arahnya.


Shinta belum menyadari tapi Alia yang melihat babi itu berjalan mendekat sontak memperingatkannya.


"Kak Shinta lari ada babi!" teriak Alia dan Shinta pun berlari kencang ke arah Alia.


Kedua wanita itu pun berlari kencang sembari berteriak meminta tolong, hujan pun juga semakin deras.


Azril dan Irfan pun tak lupa membawa pisau tajam yang selalu mereka bawa saat mendaki.


"Bruuukk!"


Shinta tersandung dan jatuh ke tanah.


"Al!" Shinta menangis karena kesakitan dan takut luar biasa.


"Kak Shinta!" teriak Alia saat menyadari pegangan tangan Shinta pada tangannya terlepas.


Dia mengangkat Shinta yang terjatuh tapi kaki Shinta susah digerakkan dan berdarah karena tersandung batu yang lumayan besar dan kasar.


Babi hutan itu semakin lama semakin dekat dengan mereka.


Saat Babi itu bersiap akan menerjang mereka berdua, tiba-tiba Irfan muncul dan dengan cepat menendang babi hutan itu hingga babi itu jatuh tersungkur.


Azril segera melemparkan pisaunya pada tubuh babi hutan itu.


Terdengar raungan pilu dari sang babi hutan, tapi babi itu masih bisa bangkit dan akan menerjang Azril, tapi dengan cepat dan kuat Azril menendang babi hutan itu dengan di bantu teman-temannya yang lain.


Irfan menghujam tubuh babi itu bertubi-tubi hingga babi hutan itu pun akhirnya tewas.


Dan semuanya pun bisa bernafas dengan lega.


Azril dan yang lainnya mendekati Alia dan Shinta, Alia terlihat mengigil kedinginan tapi masih memegangi Shinta yang masih terduduk di tanah.

__ADS_1


Irfan segera mengambil alih kekasihnya lalu menggendongnya.


Shinta kedinginan hingga tak mampu mengucapkan terimakasih pada Alia.


"Terimakasih Al," ucap Irfan dan Alia pun hanya bisa mengangguk.


Mereka semua pun segera kembali ke tenda mereka masing-masing dan tersisa hanya Alia dan Azril.


Azril pun memapah tubuh istrinya yang menggigil.


"Apa kau tidak apa-apa Al?" tanya Azril dengan wajah cemasnya.


Dia melihat wajah Alia sudah sangat pucat, bibirnya hampir membiru dan terlihat tangannya pun sudah memutih karena kedinginan.


Alia tidak menjawab, tapi tiba-tiba kakinya terasa kaku dan tiba-tiba lututnya terjatuh ke tanah.


"Astaghfirullah Hal'adzim.. Al!"


Azril panik saat melihat Alia jatuh dan segera menggendongnya masuk ke tenda.


Malam itu tidak hanya hujan deras tapi juga begitu dingin, karena semakin malam temperatur berubah menjadi semakin dingin.


Tubuh dan baju Alia basah, awalnya dia ragu dan gugup untuk membuka baju istrinya tapi saat melihat kesadaran Alia semakin menipis, keraguan dan kegugupannya berubah menjadi rasa cemas yang luar biasa.


Dia takut terjadi apa-apa pada istrinya, gadis itu yang telah menemaninya sebulan lebih, memiliki tempat tersendiri di hatinya. Dia tidak bisa membayangkan kehilangan gadis cantik dan ceria itu. Dan disaat itulah dia pun menyadari jika dia telah jatuh cinta pada istri cantiknya.


Dengan cepat dia menanggalkan pakaian istrinya hingga tak tersisa, dia yang baru melihat tubuh polos seorang wanita hanya bisa melotot sembari menelan salivanya dengan kasar, lalu dia segera menyelimuti tubuh istrinya dengan selimut tebal yang dia bawa.


Alia masih terus menggigil kedinginan, tubuhnya sedingin es dan bibirnya pun semakin lama semakin memburu.


Alia terserang Hipotermia. Hipotermia merupakan kondisi saat temperatur tubuh menurun drastis di bawah suhu normal yang dibutuhkan oleh metabolisme dan fungsi tubuh, yaitu di bawah 35°C.


Azril tak punya pilihan lain, dia akan melakukan metode skin to skin, dia pun segera menanggalkan semua pakaiannya dan masuk kedalam selimut yang sama dengan istrinya.


Alia yang masih memiliki kesadarannya pun kaget, saat merasakan t*buh polosnya bersentuhan langsung dengan t*buh polos sang suami.


"Kak!" rintih Alia yang masih memejamkan mata.


"Nggak apa-apa Al, kamu akan baik-baik saja. Ingat kita sudah halal jadi jangan takut,"


Alia pun mengangguk lemah, dia lega disaat dia tak berdaya seperti ini, dia bersama kekasih halalnya.


Azril membawa tubuh sang istri masuk dalam pelukannya, kulitnya bersentuhan langsung dengan kulit istrinya, sungguh membuat sesuatu yang ada disana tiba-tiba on seketika.


Tanpa sadar dia mendekatkan bibirnya pada bibir sang istri dan menc**mi perlahan, ini adalah ciuman pertama bagi keduanya. Dada Azril dan Alia bergemuruh, Alia pun tanpa sadar membalas c**man sang suami.


Keduanya begitu amatiran, dan masih malu-malu tapi mereka sangat menikmatinya. Mata keduanya pun sama-sama terpejam karena tak biasa memandang dengan waktu yang lama.


Semakin lama ciuman itu semakin panas dan menuntut untuk bertindak lebih jauh lagi.


Sensasi panas yang mendadak muncul, menjalar keseluruhan tubuh dan aliran darah mereka, benar-benar hal baru yang sangat menyenangkan untuk keduanya.


Azril tak melewatkan se-inci pun dari t*buh istrinya, dia memberikan beberapa tanda cintanya pada permukaan kulit putih istrinya.


Suara-suara indah keduanya pun saling bersautan, hingga pada akhirnya Azril meminta ijin pada istrinya untuk menjalankan kewajibannya sebagai suami sepenuhnya.

__ADS_1


"Bolehkan Al?" tanyanya sembari memandang mata sang istri.


__ADS_2