Khadijah Sang Bidadari Surga-ku

Khadijah Sang Bidadari Surga-ku
Bab 31. Rencana Jahat


__ADS_3

"Tidak apa-apa sayang kalau harus dipecat, kita bisa bersama-sama memajukan cafe kita lagi." ucap Alia mencoba menghibur suaminya.


"Iya sayang, apa kamu nggak ingin tanya kenapa aku dipecat?" ucap Azril memandang istrinya sendu.


"Sebenarnya aku juga heran dengan kemampuan Abang yang luar biasa, kenapa tiba-tiba Abang harus dipecat? Tapi aku takut Abang tersinggung kalau aku menanyakan itu." jujur Alia.


Lalu Azril mulai menceritakan kejadian buruk yang menimpanya tadi sore dengan detail pada istrinya, tanpa melewatkan apapun.


Sedangkan Alia terus menahan amarahnya, selama sang suami bercerita. Dia juga merasa rasa sakit luar biasa yang sama seperti suaminya. Dia ingin sekali membalas wanita tak tahu malu itu, tapi dia hanya gadis miskin yang tak memiliki apapun, wanita seperti Keysha bisa dengan mudah membalikkan kenyataan yang ada.


Tak disangka airmatanya tiba-tiba jatuh, dia sangat bersyukur memiliki suami yang tampan dan setia seperti Azril. Belum tentu pria lain bisa seperti suaminya yang begitu kuat menghadapi godaan besar seperti itu.


"Kenapa menangis sayang?" tanya Azril menghapus airmata istrinya.


Sedangkan Alia tak bisa berkata-kata, dia hanya bisa terisak untuk menumpahkan segala sakit hati yang ada di dadanya.


Azril segera membawa istrinya ke dalam pelukannya dan berusaha menenangkan wanita yang paling dicintainya itu.


"Jangan pernah khawatir sayang, aku tidak akan pernah tergoda dengan wanita m*rahan seperti itu. Bagiku hanya kamulah wanita yang aku cintai, Alia Khadijahku bidadari surgaku."


Sontak Alia merasa semakin terharu mendengar ucapan manis suaminya.


"Aku juga sangat mencintaimu suamiku, Nazril Mohammad, suami dunia akhiratku." ucap Alia yang melepas pelukan suaminya dan memandang suaminya penuh cinta.


Dan keduanya pun berciuman sangat lama, sampai rasa sakit keduanya pun lama-lama terkikis oleh perasaan cinta mereka.


Semakin lama, ciuman itu menuntut untuk bertindak lebih jauh, dan malam itu mereka pun akhirnya melakukan ritual favorit mereka.


Semalaman Azril menyentuh istrinya penuh intens seolah ingin menghapus jejak wanita lain di tubuhnya, dia sangat mencintai istrinya dan tak pernah terbesit dipikiran untuk bersama wanita lain selain istrinya.


***


Keesokan paginya, seperti biasa mereka sarapan bersama.


Azril masih belum bisa jujur ke uminya jika dia sudah dipecat dari pekerjaannya.


Dia tetap memakai setelah jas dan terpaksa berbohong pada sang ibu untuk pergi bekerja, padahal dia hanya ikut bersama istrinya ke cafe lagi.


"Jangan sedih ya sayang! Kita bisa memajukan cafe kita sama-sama." Alia menyemangati suaminya.


"Aku nggak sedih kok sayang, lebih baik kita memulai dari nol daripada memiliki gaji besar tapi akunya nggak nyaman." Azril tersenyum pada istrinya lalu menggenggam tangan istrinya dengan erat.


"Iya sayang."


Beberapa menit kemudian pun keduanya telah sampai di cafe milik mereka. Seperti biasa Alia sibuk di dapur dan dibantu oleh sang suami, melayani pesanan para pelanggan yang datang silih berganti.


Sementara di tempat lain, Keysha sedang berbincang dengan orang kepercayaannya, dia masih sangat kesal dengan Azril dan telah menyuruh anak buahnya untuk menyelidiki semua latar belakang Azril.


"Ini laporan tentang pria itu boss!" ucap anak buah Keysha menyerahkan sebuah map padanya.

__ADS_1


"Waah menarik sekali! Tadinya dia seorang pewaris perusahaan ternama tapi sayangnya perusahaannya sudah direbut oleh adik-adik ayahnya. Pantas saja kinerjanya begitu sempurna," ucap Keysha yang masih membaca semua identitas Azril.


"Liat saja Ril, aku akan buat kamu datang dan mengemis padaku!" Keysha menyeringai.


***


Di suatu siang sebelum jam makan siang tiba, Azril sedang sibuk di depan laptopnya di salah satu meja cafenya. Dia akan mendesain sendiri tempat baru yang akan dijadikannya usaha bengkel otomotifnya.


Rencananya bengkel itu akan dibuka lusa disebelah ruko kosong sebelah cafe miliknya, dia menyewa ruko yang tidak terlalu besar itu untuk usaha barunya.


Sedangkan Alia, sang istri masih sibuk di dapur dengan beberapa karyawannya.


Tiba-tiba dua orang yang dikenalnya datang menyapanya.


"Hallo keponakanku yang miskin! Bagaimana kabarmu!" ucap Tante Farah yang datang bersama Paman Fadil.


"Untuk apalagi kalian masih kesini?" tanya Azril dengan ketus.


"Duhh kamu ini sudah miskin masih aja sombong dan menyebalkan! Kami hanya ingin menengokmu, kami kira kamu sudah bunuh diri karena tidak mendapatkan harta sepeserpun dari Abahmu tapi ternyata kamu memiliki usaha sendiri. Yaahh.. lumayanlah!" ucap Tante Fara sembari menyapukan pandangannya ke semua arah.


"Aku tidak sepicik itu! Aku bukan kalian yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang!"


"Tau apa kamu anak kecil! Kamu hanya anak kemarin sore yang sok-sokan menggurui kami! Nyatanya kamu bukan apa-apa tanpa Abahmu, usaha kamu saja sepi begini!" ejek Paman Fadil.


"Tidak masalah Paman kalau usahaku masih sepi, namanya orang dagang ada ramai dan sepinya! Yang penting modal saya halal bukan uang rampasan!" ucap Azril memprovokasi.


"Dasar kamu anak kurang ajar! Kamu menyindir kami!" seru Paman Fadil yang mulai tersulut emosi.


"Sudah-sudah ayo kita pergi Dil! Berhadapan sama bocah kurang ajar itu hanya membuat kita semakin tua saja! Yang penting kan kita udah tahu, si bocah sombong ini masih saja miskin dan usahanya juga terancam bangkrut!" ejek Bibi Fara.


"Ah bener ucapan kamu Mbak! Itulah karmanya kalau nggak pernah menghormati kita sebagai keluarga! Hahaha." Paman Fadil pun menertawakan Azril.


"Cihh! Nggak sudi aku menghormati orang seperti kalian! Pergi kalian dari cafeku! Bikin sial aja!" usir Azril.


"Dasar bre***sek!"


Saat Paman Fadil akan memukul Azril, Bibi Fara menariknya menjauh dari Azril.


"Sudah Dil! Ayo kita pulang! Jangan sampai kamu termakan ucapannya! Kalau kamu tidak bisa mengendalikan amarahmu dan memukulnya, bisa saja dia membuatmu dipenjara." Bibi Fara memperingatkan adiknya.


"Awas kamu! Aku bakal buat hidupmu makin susah dan terpuruk!" ancam Paman Fadil sembari menunjuk wajah Azril.


"Silahkan paman! Aku juga nggak sabar nunggu hari itu tiba!" Azril tersenyum dengan tenang.


Sedangkan Paman dan bibinya pun pergi meninggalkan cafenya dengan perasaan dongkol.


Tak disangka dari luar cafe, Keysha mendengar semua pertengkaran itu, dia memikirkan hal licik yang akan dilakukan pada Azril tanpa dia harus turun tangan sendiri.


"Sayang apa kau tidak apa-apa?" tanya Alia menghampiri suaminya.

__ADS_1


"Nggak apa-apa sayang! Sudah biasa juga kan menghadapi mereka! Apapun yang mereka ucapkan nggak ngaruh juga buatku." ucap Azril melanjutkan aktivitasnya di depan laptop.


"Ini aku buatin kopi kesukaanmu sayang! Biar mood kamu kembali membaik lagi." Alia menyodorkan secangkir kopi kesukaan suaminya.


"Sebenarnya nggak perlu kopi ini agar moodku kembali membaik sayang, cukup liat kamu yang tersenyum aja udah buat aku lupa isi dunia!"


"Dasar tukang gombal!" Alia pun tersenyum lalu tersipu malu.


"Tapi cinta kan sama tukang gombal ini?" goda Azril menaik-turunkan alisnya.


"Apaan sih bang! Dah ah mau masak lagi! Bentar lagi udah jam makan siang, jangan sampai pelanggan nunggu lama." Alia pun segera pergi ke dapur daripada dia tak bisa menahan untuk tidak menyerang suaminya.


Sedangkan karyawan mereka hanya bisa senyum-senyum melihat keromantisan pasangan Bossnya itu.


***


Di tempat lain, di perusahaan milik Azril yang lama, Keysha datang kesana khusus ingin bertemu dengan Fara dan Fadil.


Farhan, Fara dan Fadil awalnya bertanya-tanya, untuk apa pengusaha sukses seperti Keysha mau berkunjung ke perusahaan mereka, yang kenyataannya terancam gulung tikar.


Sejak perusahaan Pak Faruq dikelola oleh adik-adiknya, pengeluaran perusahaan semakin banyak sedangkan profitnya semakin menurun.


Farhan kewalahan mengaturnya sendiri sedangkan kedua adiknya hanya bisa menghabiskan uang perusahaan. Bahkan beberapa investor juga menarik dana mereka saat grafik profit sudah menunjukkan penurunan.


"Permisi Pak Presdir! Nona Keysha sudah datang," ucap sekretaris pribadi Farhan.


"Hm, langsung suruh masuk aja!"


"Baik Pak Presdir."


"Selamat siang Tuan Farhan!" sapa Keysha yang muncul bersama asistennya.


"Selamat siang juga Nona Keysha, mari silahkan duduk!" Farhan mengajak Keysha untuk duduk bersamanya di sofa besar yang ada di ruang kerjanya.


Sedangkan Fara dan Fadil pun ikut duduk bersama Keysha dan Farhan.


"Maaf kalau boleh tahu, ada perlu apa anda datang kemari Nona? Kami sangat tersanjung anda mau datang ke perusahaan kecil kami." ucap Farhan basa-basi.


"Saya dengar perusahaan anda sedang membutuhkan dana yang besar untuk memajukan perusahaan anda. Jadi saya ingin berinvestasi dan bekerjasama dengan perusahaan anda, karena saya yakin dengan kerjasama ini perusahaan anda bisa bangkit kembali." Keysha menjelaskan maksud kedatangannya.


"Wahh.. Apakah anda serius nona? Kami sangat senang jika anda bersedia bekerjasama dengan perusahaan kami." Farhan berbinar bahagia begitu pula dengan kedua adiknya.


"Saya serius, tapi saya memiliki dua syarat untuk kalian penuhi. Yang pertama, jika selama satu bulan ini profit perusahaan tidak juga naik, saya akan menarik semua dana investasi saya dari perusahaan kalian. Kedua saya ingin kalian membantu saya menghancurkan keponakan kalian sendiri yang bernama Nazril, si pria sombong dan sok alim itu." ucap Keysha dengan kilatan dendam.


Ketiganya pun terkejut saat nama keponakannya disebutkan.


"Anda mengenal Nazril keponakan kami?" tanya Fara menatap intens pada Keysha.


"Hm, dia mantan karyawan saya." jawab Keysha.

__ADS_1


"Apa yang membuat anda ingin menghancurkannya? Apa dia telah membuat masalah di perusahaan anda?" kini ganti Fadil yang bertanya dengan penasaran.


__ADS_2