
"Bagaimana sayang lancar kerjanya?" tanya Alia yang menyambut kedatangan suaminya di rumah.
Sejak dua bulan belakangan, Alia hanya berada di Cafe sampai sore hari saja, selebihnya Cafe dia percayakan pada satu penjaga keamanan, kasir dan Chef yang merupakan orang-orang kepercayaannya di Cafe sampai waktu tutup.
"Alhamdulillah lancar sayang, sepertinya aku nyaman di tempat baru." jawab Azril tersenyum lembut pada istrinya.
"Alhamdulillah sayang, mau makan malam apa suamiku?" tawar Alia.
"Apa aja sayang, semua makanan buatan kamu aku suka kok.
"Ah kebiasaan bikin orang senang aja sih!" Alia memukul bahu suaminya dengan manja.
"Mana Umi sayang?" tanya Azril.
"Ada sayang, sedang di dapur sama Bi Eni."
"Kalau begitu aku mandi dulu, baru menemui umi."
"Iya sayang,"
Alia pun ke dapur memasak untuk suaminya sedangan Bi Eni hanya membantunya mengupas bumbu-bumbu juga membangun memotong sayur yang akan di masak Alia.
Beberapa saat kemudian Azril pun bergabung di meja makan bersama uminya sembari menunggu masakan sang istri matang.
"Umi hari ini terapi?" tanya Azril memegang lembut tangan sang ibu.
"Iya nak."
"Maaf ya Azril tidak bisa lagi menemani umi terapi, karena Azril harus bekerja."
"Nggak apa-apa nak, umi ditemani menantu kesayangan umi juga Bi Eni saja sudah cukup, kamu fokus kerja saja. Umi doakan pekerjaan kamu lancar." ucap Umi Fatimah memandang lembut menantunya yang tengah sibuk memasak.
Umi Fatimah sekarang sudah tak begitu susah untuk bicara dan semakin lama keadaannya semakin pulih, bahkan Umi Fatimah sudah bisa berdiri sendiri walau belum bisa berdiri dalam jangka waktu yang lama, dia juga sudah bisa berjalan 2-3 langkah.
"Amin Ya Robbala'laminn.. Terimakasih doanya umi. Azril juga bersyukur sekarang keadaan umi juga semakin lebih baik."
"Iya nak, Alhamdulillah. Ini juga berkat doa kalian semua.
Setelah masakan Alia telah siap, akhirnya semua pun makan malam bersama.
***
Selama dua minggu Azril bekerja di perusahaan, semua pekerjaannya berjalan dengan baik dan lancar.
Keysha atasannya juga sangat puas dengan kinerja Azril. Diam-diam Keysha tertarik pada Azril, walau dia tahu Azril sudah memiliki istri.
Hari itu asisten Keysha sedang cuti kerja untuk beberapa hari kedepan, sedangkan Keysha harus meeting dengan kliennya di sebuah hotel bintang lima.
Keysha yang tak biasa menemui kliennya sendiri pun akhirnya memilih mengajak Azril untuk menemaninya.
Dan Azril pun tidak bisa menolak permintaan Bossnya.
Azril mengendarai mobil sport milik Keysha, dan Keysha duduk di kursi penumpang disebelah Azril. Keduanya hanya berbincang singkat mengenai materi meeting yang akan dibahas di hotel nanti.
Saat mereka telah sampai di tempat meeting, Keysha dan Azril masuk ke dalam hotel dengan berjalan beriringan dan menunju restoran mewah yang ada di dalam hotel itu.
Keysha melihat ternyata kliennya pun telah ada disana.
"Maaf, membuat anda menunggu." ucap Keysha kepada kliennya.
__ADS_1
"Ah sama sekali tidak Bu Keysha, kami juga baru saja datang."
Keysha pun mengangguk tersenyum.
Terlihat kliennya memandang Keysha penuh damba, Keysha begitu sangat cantik dan se**si, sehingga siapapun yang melihatnya pasti akan tergoda, tapi berbeda dengan Azril yang sama sekali tidak tertarik pada Keysha.
"Oia kenalkan ini kepala divisi produksi di perusahaan saya, Pak Azril, untuk beberapa hari kedepan dia yang akan menggantikan tugas asisten saya jika ada pertemuan dengan klien di luar perusahaan." Keysha mengenalkan Azril pada relasi bisnisnya.
Mereka pun berkenalan lalu memulai membahas meeting hari ini dengan serius. Azril terlihat sangat luar biasa, mempresentasikan materi dengan baik dan lancar, sehingga membuat klien terlihat sangat puas dengan penjelasan Azril.
Sedangkan Keysha semakin jatuh cinta pada pria berparas blasteran timur tengah itu, dia tidak menyangka kemampuan Azril begitu sangat mumpuni, dia bahkan sudah membayangkan Azril menjadi suaminya dan mendampinginya mengurus perusahaan papanya yang akan diwariskan padanya. Dia semakin yakin jika Azril adalah pria yang selama ini dicarinya.
Selama hampir dua jam berlalu, akhirnya meeting mereka telah selesai dan waktu sudah menunjukkan pukul setengah 4 sore.
Klien Keysha pun pamit undur diri.
Dan Keysha terlihat masih menikmati beberapa desert yang baru saja dia pesan.
Sedangkan Azril hanya bertukar chat dengan istrinya dan menanyakan perkembangan kondisi Uminya setelah terapi hari ini.
"Pak Azril" panggil Keysha dengan suara yang lembut.
"Iya Bu." Azril mengangkat kepalanya memandang Bossnya.
"Bisa antarkan saya ke lantai atas? Saya ingin beristirahat ke atas," pinta Keysha.
"Baik Bu, mari saya antarkan!" ucap Azril dengan sopan.
Keduanya pun masuk ke dalam lift dan menuju ke lantai 7 hotel mewah itu.
Setelah beberapa menit berlalu, akhirnya Keysha dan Azril telah sampai Di lantai 7, Keysha terlihat masuk di kamar nomor 205.
"Masuklah Ril!" ajak Keysha.
Kini Keysha memanggil Azril tanpa embel-embel "Pak" lagi.
"Tapi Bu maaf saya menunggu di luar saja, anda silahkan beristirahat saja." tolak Azril dengan halus.
Tanpa menjawab kata-kata Azril, Keysha pun menarik Jas Azril dengan kuat dan menarik pria itu agar masuk ke kamar yang telah dia pesan, lalu menyandarkan Azril di tembok kamar itu.
"Hei! Apa-apaan ini?" teriak Azril mulai emosi dengan perlakuan Keysha, dia merasa dilecehkan oleh Bossnya.
Azril mendorong Keysha sedikit kencang, hingga Keysha mundur ke belakang.
"Jangan munafik sayang! Aku tahu kamu juga menginginkan ini kan?" ucap Keysha yang mulai membuka Blazernya dan memperlihatkan tubuhnya yang hanya di balut dengan kamisol berwarna hitam. Terlihat dadanya yang sintal menggembul keatas dan begitu menggoda.
Tapi sayangnya Azril benar-benar tak tergoda pada wanita itu, dia malah merasa illfeel pada atasannya.
"Kamu salah mengira nona! Aku tidak tertarik sama sekali denganmu!" ucap Azril membuang mukanya.
Ini kali pertamanya dia bersama wanita asing yang berpakaian terbuka di dalam kamar.
"Kamu jangan membohongi dirimu sendiri Ril, semua pria di kantorku begitu sangat menginginkanku, mereka selalu berlomba-lomba mendapatkan perhatian dariku, bahkan mereka menjadikanku obyek fantasi mereka." ucap Keysha dengan bangganya.
"Astaghfirullah Hal'adzim.." Azril hanya bisa beristighfar dalam hati.
"Tapi kamu adalah orang yang beruntung, aku sendiri yang menyerahkan diriku padamu dan kita bisa mulai bersenang-senang sekarang." ucap Keysha memandang Azril dengan tatapan menggoda.
"Maaf kamu sudah salah orang nona, aku bukan pria seperti yang kamu pikirkan! Aku sudah memiliki istri dan sangat mencintai istriku." ucap Azril dengan tegas.
__ADS_1
"Kamu berani menolakku? Hah!"
"Aku tidak menyukaimu nona, kamu hanya atasanku! Jadi buat apa aku melayani keinginan kotormu itu!"
"Jika kamu berani menolakku pria miskin!" teriak Keysha tak terima.
Keysha mendesakkan tubuhnya ke arah Azril, memeluknya dengan erat lalu berusaha mencium bi**r pria itu. Tapi dia tidak berhasil menciumnya dan hanya mengenai sedikit pipi pria itu saja.
Sedangkan Azril yang merasa risih sontak menjauhkan tubuh Keysha dari tubuhnya dan melempar wanita itu hingga wanita itu jatuh di lantai.
"Dasar bre***sek! Pria miskin sok-sokan menolakku kamu! Berani kamu keluar dari kamar ini, KAMU AKU PECAT!" teriak Keysha penuh amarah dengan posisinya yang masih terduduk di lantai.
Dia sangat sakit hati, baru kali ini dia ditolak seorang pria, apalagi pria itu adalah bawahannya sendiri. Padahal biasanya dia selalu dikejar-kejar oleh para pengusaha kaya.
"Baiklah pecat saja! Aku tidak takut, aku akan dengan senang hati pergi dari perusahaanmu!" Azril membuang kunci mobil Keysha di depannya lalu pergi meninggalkannya Keysha yang kini benar-benar sangat marah.
"Dasar Bre****sek! Awas kamu! Akan aku hancurkan kamu! Akan aku buat kamu bertekuk lutut dihadapanku!"
Sementara Azril yang sudah keluar dari hotel segera memberhentikan taksi dan menuju ke perusahaan Keysha hanya untuk mengambil mobilnya.
Dia benar-benar merasa muak dan sangat kesal dengan wanita itu. Jika saat ini dia memiliki banyak uang dan kekuasaan seperti dulu, mungkin dia bisa dengan mudah memberi pelajaran pada wanita itu tapi sayangnya dia tak memiliki apapun sekarang. Jika dia melawan wanita itu bisa jadi orang-orang yang dicintainya malah ada dalam bahaya.
***
Pukul 5 sore Azril telah sampai di rumah nya.
Sedangkan Alia menyambut kedatangan suaminya dengan senyuman manisnya seperti biasa.
"Assalamualaikum.."
"Wa'alaikumsalam suamiku.. Tumben pulang lebih cepat? Apa jalanan tidak macet?" tanya Alia basa-basi.
"Hm, begitulah!" jawab Azril dengan malas.
Dia masih sangat kesal dengan hal buruk yang menimpanya satu jam lalu.
"Ada apa sayang? Apa ada masalah?" tanya Alia yang menyadari raut wajah suaminya yang tak biasa
Dia mengikuti suaminya yang berjalan cepat ke kamar mereka. Bahkan suaminya itu tidak menanyakan keberadaan uminya.
"Nggak apa-apa sayang, aku mau mandi dulu! Aku kotor sekali!" ucap Azril sarkas.
"Baik sayang," Alia pun hanya bisa mengangguk tanpa banyak bertanya lagi.
"Hah Kotor? Kotor yang mana? Apanya yang kotor? Bang Azril masih wangi dan bersih kok, sebenarnya apa yang terjadi pada suamiku?" ucap Alia bertanya-tanya dalam hati.
Alia bisa merasakan jika suaminya sedang memiliki masalah, tapi dia tidak berani bertanya, dia akan menunggu sampai suaminya mau bercerita sendiri padanya.
Sedangkan Azril yang berada di kamar mandi sontak terus memukul-mukulkan tangannya ke tembok untuk meluapkan segala amarahnya, selama hidupnya dia tidak pernah dilecehkan oleh seorang wanita. Dia sangat kesal dan merasa kotor karena telah disentuh oleh wanita yang bukan mahramnya itu.
Azril masih saja terdiam saat dia makan malam bersama Umi dan istrinya, hanya sekali-kali menanyakan kabar uminya hari ini.
Alia semakin yakin jika memang terjadi sesuatu pada suaminya, sedangkan umi tidak begitu memperhatikan Azril yang banyak diam malam itu, karena mengira Azril hanya lelah saja.
Saat malam tiba, Alia dan Azril pun berbaring di kamar mereka dengan posisi Azril yang masih diam dan membelakangi istrinya.
Alia hanya bisa diam menatap punggung suaminya tanpa berani bertanya, dia yakin jika suaminya mencintainya pasti suaminya akan membagi susah dan senang bersamanya.
"Hari ini aku dipecat sayang." ucap Azril yang mulai membuka suaranya.
__ADS_1
Alia sedikit terkejut dan menelan salivannya perlahan.