
Ini adalah hari ke 39 Xiao Nuan, tubuhnya sudah benar-benar pulih. Menurut perkiraannya Lien Hua juga pasti sudah membaik apalagi tubuhnya yang penuh energi roh.
"An'Er, kamu jangan menemuinya lagi."
Xiao Nuan hanya diam dan terus makan, seolah dia tidak mendengar ucapan Liu Xingsheng. "Aku tahu kamu mendengarkan ku. Tolong jangan berontak lagi.".
Xiao Nuan menaruh sumpitnya kesal. "Berhenti? Dengan keadaan sekarang kamu yang membutuhkan pertolongan kamu minta aku berhenti?"
Liu Xingsheng memang 3 hari ke belakang mengalami kesulitan bernafas hingga jantungnya seperti terbakar oleh api. "Liu Xingsheng, aku menghargaimu sebagai seorang istri. Tapi apa kamu akan diam melihat pasanganmu sendiri di ujung kematian."
Liu Xingsheng terdiam memang benar ucapan Xiao Nuan, tapi mungkin saja ada bahaya di luar sana yang mereka tidak ketahui. "Aku tahu, kita obati saja di Yuoyui."
Xiao Nuan berdiri kesal.
"Lien Hua memang monster kuat, tapi kamu harus ingat obat dari tubuhmu bukanlah pil atau terapi biasa."
Xiao Nuan meninggalkan tempat makan, beberapa hari terakhir mereka bertengkar karena masalah ini. Liu Xingsheng hanya ingin Xiao Nuan kembali pulang.
Sedangkan Xiao Nuan sendiri kekeh ingin mengobati Liu Xingsheng, ya termasuk mengeluarkan Yan yang masih proses penyatuan.
"Yang aku takutkan adalah, tubuh Liu Xingsheng menolak penyatuan." pikir Xiao Nuan.
Ia meraih sebuah peta, ternyata Xiao Nuan mencuri peta dari kediaman Lien Hua dulu. Jadi ia mengetahui letak suatu tempat yang tersembunyi.
"Cara satu-satunya adalah mengurung Liu Xingsheng dan melatih pengendalian roh dari energi Yan."
Xiao Nuan melihat lagi peta lalu mencari tempat yang paling an untuk di jadikan rumah tersembunyi. Beberapa saat kemudian Xiao Nuan menulis surat lalu memanggil merpati untuk mengantarkannya.
Xiao Nuan hanya di berikan waktu tiga hari, ia sudah memiliki rencana untuk Liu Xingsheng. Suaminya ini sangat tampan tentu saja ia tidak rela jika sesuatu terjadi.
"An'Er." panggil Liu Xingsheng.
Xiao Nuan menghela nafas panjang. "Sheng'Er, aku tahu kekhawatiranmu apalagi nama baik yang telah tercemar." ucap Xiao Nuan.
"Bukan itu yang aku takutkan, tapi kita adalah keluarga kerajaan."
Xiao Nuan berbalik ia meraih tangan Liu Xingsheng.
"Aku bukanlah seorang yang lahir dari bangsawan ataupun kerajaan, itulah yang harus kamu mengerti."
Liu Xingsheng tidak tega melihat Xiao Nuan seperti ini, ia meraih pundaknya lalu membawanya untuk duduk. "Katakan apa tujuanmu, kita selesaikan bersama-sama."
Xiao Nuan ingin sekali menceritakan semuanya namun, mana mungkin orang di dunia ini percaya kalau jiwanya melakukan perjalanan waktu.
Apalagi posisi sekarang sangat tidak masuk akal, itu pasti akan membuat Liu Xingsheng mengira kalau Xiao Nuan sudah gila.
"Yan, dia tidak bisa bekerjasama dengan orang lain. Kamu harus lebih bersabar."
Liu Xingsheng mengerutkan dahi ia bertanya apa Xiao Nuan menjawab apa. Namun ucapan Xiao Nuan benar adanya, selama satu bulan lebih mereka tidak komunikasi padahal dalam raga yang sama.
"Sheng'Er, apapun yang terjadi kamu jangan mengambil kesimpulan yang tidak benar."
"Apa yang sedang kamu bicarakan, An'Er?" tanya Liu Xingsheng.
Xiao Nuan hanya menunduk dan mengatakan dengan pelan.
"Akan ada waktunya kamu tahu." Liu Xingsheng sangat bingung dengan yang terjadi pada Xiao Nuan. Apakah ini hanya sebuah trik Xiao Nuan agar bisa pergi?
...****...
Liu Xingsheng terbangun dengan kepalanya yang begitu sakit dan pening. "Perasaan tadi ada di kamar An'Er." ucap Liu Xingsheng perlahan mengingat.
Liu Xingsheng ingat ia sedang membicarakan kepulangan mereka ke Yuoyui, namun ia menghirup aroma dupa yang begitu kuat sampai tidak mengingat apapun.
"Sekarang kamu berada di Xili," ucap Yan.
Liu Xingsheng mengerutkan dahi. "Dimana Xili aku baru mendengarnya." Yan mengatakan kalau mereka telah melakukan perjalanan selama lebih dari 14 hari dan sekarang mereka sudah sampai.
"14 hari? Selama itu juga aku gak ingat?" tanya Liu Xingsheng.
"Xiao Nuan, dia yang melakukannya demi kebaikanmu."
Liu Xingsheng keluar dari kamar, ia melihat seluruh tempat dan terkejut saat menyadari mereka berada di antara pegunungan. "Xili, adalah tempat uang Xiao Nuan buat untuk menenangkan diri."
Liu Xingsheng berjalan untuk mencari Xiao Nuan namun tidak ada, di sini sangat sunyi walaupun begitu tempat ini sangat nyaman.
"Kau pasti mencariku?!"
Liu Xingsheng membalikkan badan ternyata Xiao Nuan yang berdiri di belakangnya. "Sudah ku katakan untuk kembali ke Yuoyui, kenapa ke sini?"
"Kamu pikir akan kembali dengan penampilanmu yang seperti itu? Pasti mereka akan mengusirmu dan mengatakan kau siluman."
Xiao Nuan melempar cermin ke arah Liu Xingsheng. Di atas kepalanya ada tanduk naga milik Yan tentu saja karena mereka proses penyatuan.
"Bagaimana cara menghilangkan ini?" Xiao Nuan mengambil kaca itu dan mengatakan hal yang. tidak masuk akal.
"Cabut aja kalo bisa."
Yan yang berada dalam tubuh Liu Xingsheng langsung kesal mendengar ucapan Xiao Nuan. "Dasar perempuan gila," maki Yan. Liu Xingsheng memang merasakan kalau Xiao Nuan tidak alur dengan binatang peliharaannya.
"Di sini aku akan mengajarimu untuk mengendalikan energi milik Yan." ucap Xiao Nuan.
"Cepat atau lambat kamu harus mengendalikannya, sekarang Yan sudah ada di dalam tubuhmu otomatis makanan Yan adalah energimu."
Liu Xingsheng mendengarkan apa yang di katakan oleh Xiao Nuan. "Aku sudah meringkasnya dalam buku ini, kau pelajari saja. Nanti akan ku lihat hasilnya."
Xiao Nuan membalikkan badan dan meninggalkan Liu Xingsheng dengan kebingungan yang melandanya. "Xiao Nuan, aku tahu kamu tidak punya cara agar kita bersatu tapi kamu mencoba untuk mempertahankan Liu Xingsheng." ucap Yan.
Kepedulian Xiao Nuan memanglah tidak terlihat namun bisa di rasakan apalagi sifatnya yang sulit di tebak dan sering berubah-ubah.
"Ok, kita harus berlatih agar cepat kembali."
Liu Xingsheng mulai mengendalikan pikiran dan mencoba beberapa jurus yang tertulis di buku Xiao Nuan. Dari atas Xiao Nuan melihat untuk berjaga-jaga.
"Dewi master, anda tahu betul kalau sampai kapanpun Yan tidak akan bersatu dengan Liu Xingsheng." kata Leng.
Xiao Nuan mengangguk.
"Aku tahu, tapi aku tidak bisa membiarkan dia mati." Leng tahu kalau tubuh yang tidak bisa menyatu dengan Yan mereka akan menjadi hancur dan berubah menjadi energi baru Yan.
Ternyata Xiao Nuan tidak ingin itu terjadi, satu sisi Yan petunjuk tentang kedatangannya. Lalu Liu Xingsheng adalah pria yang ikut dalam perang dunia ini Xiao Nuan tidak bisa membuatnya mati begitu saja.
"Kenapa tidak mengambil paksa Yan?"
"Itu yang akan aku lakukan, tapi Liu Xingsheng sangat lemah jika aku mengambil paksa maka dia akan cacat." balas Xiao Nuan.
Tujuannya buat Liu Xingsheng mengendalikan Yan adalah pertahan untuk suatu saat nanti saat Yan di keluarkan paksa oleh Xiao Nuan.
Sulit untuk menjelaskan namun ini bisa menjadi petaka jika terus di lanjutkan. "Leng, apa kedatanganku ke sini adalah bencana?" tanya Xiao Nuan.
__ADS_1
"Tidak, bencana terjadi banyak sebelum kau ke sini."
"Aku takut Lien Hua akan mengincar Liu Xingsheng karena dia sudah melihat naga suci yang menghilang dulu." Leng terdiam ia bingung harus apa.
"Jangan bertindak gegabah, Liu Xingsheng bukan seorang jenderal biasa." lirih Leng.
Xiao Nuan menoleh. "Aku tahu, dia adalah keturunan seorang raja yang memiliki binatang roh kuat dulu." Leng terkejut ternyata Xiao Nuan sudah tahu hal ini.
"Ini adalah rahasia namun aku selalu penasaran." lanjutnya dengan senyuman yang sulit di artikan. Leng terlalu meremehkan Xiao Nuan.
Xiao Nuan seperti tidak peduli dengan orang di sekitarnya tapi dalam dirinya selalu memperhatikan sekecil apapun itu. "Leng, awasi mereka."
...****...
Xiao Nuan mengambil sebuah benda dari balik bajunya. "Ini pasti sangat berharga bagi Liu Xingsheng." Benda tersebut terlihat sebuah Giok tanda pengenal.
Sebagai jendral pasukan khusus dari kerajaan Yuoyui tentu saja Liu Xingsheng mempunyai tanda giok beragam untuk kegunaan perintah.
Namun kali ini Xiao Nuan melihat giok ini bukan giok pada umumnya. "Dari desain sepertinya giok ini di pahat oleh orang modern."
Karena struktur dari pahatannya seperti hasil mesin dan pada zaman sekarang ini mana mungkin ada tukang pahat seperti itu. "Apa ini peninggalan ibunya selir Xiao?"
Terlalu banyak misteri dari balik Liu Xingsheng, dan karena hal itu Xiao Nuan menjadi tertarik ia juga berpikir kalau Liu Xingsheng mungkin ada hubungannya dengan portal dunia kembali.
Xiao Nuan sedang memandangi giok lalu di kejutkan oleh Leng yang mengatakan kalau Liu Xingsheng terluka karena salah menggunakan jurus.
Xiao Nuan langsung berlari menuju tempat Liu Xingsheng berada, benar Liu Xingsheng terkapar dengan luka di lengannya. Xiao Nuan mengeluarkan obat lalu menaburkan perlahan.
Tidak serius namun namanya luka pasti sakit.
"Kau ini jendral yang pernah memimpin banyak peperangan kenapa merapalkan jurus ringan sampai terluka?!" omel Xiao Nuan.
Liu Xingsheng mengernyitkan dahi lalu menjawab. "Pedang di kendalikan oleh orang lain, sangat mudah untuk mengenali taktik itu tapi untuk sihir apalagi rapalan mantra aku belum terbiasa."
Xiao Nuan hanya menghela nafas lalu mengatakan kalau Liu Xingsheng harus bisa bagaimana pun caranya. "Hanya ini jalan yang kamu miliki."
Liu Xingsheng terdiam, ia memang tidak pandai dalam urusan sihir dan energi roh di tambah belajar di usianya yang sekarang sangatlah sulit
"Aku tahu kondisimu, tapi otakmu pintar pasti bisa melakukan hal kecil seperti ini."
Liu Xingsheng pernah mencari tahu Xiao Nuan tapi yang ia tahu Xiao Nuan adalah gadis biasa yang memiliki hobi membaca bukan gadis yang mahir dalam hal kayak gini.
Melihat sekarang Xiao Nuan bahkan jauh lebih unggul daripada dirinya, Liu Xingsheng merasa sangat malu. "Aku gak peduli apapun lagi, pokoknya dalam 3 hari mantra ini harus kamu hapal."
Xiao Nuan membawa Leng pergi dari sana. Sekarang ia hanya punya burung Phoenix yang bisa Xiao Nuan ajak bicara. Yan memang belum sepenuhnya bersatu tapi komunikasi mereka terganggu.
"Leng, apa aku terlalu egois memaksa mereka lebih keras." kata Xiao Nuan menatap beberapa tumpuk buku.
"Menurutku, Yan sudah terbiasa dengan ini tapi Liu Xingsheng dia hanya berlatih pedang dan bela diri fisik tentunya sangat sulit beradaptasi." balas Leng.
Xiao Nuan mengangguk ucapan Leng memang masuk akal. "Apa aku berhentikan saja?" Leng menyela ucapan Xiao Nuan.
"Takutnya, makhluk lain seperti Lien Hua akan datang menyerang. Setidaknya Liu Xingsheng punya pertahanan diri dan tidak mengandalkan Yan."
"Pikiran kita memang sama."
"Wahh, tentu saja tidak!"
"Kenapa?"
"Kau terlalu licik dan penuh kepalsuan." balas Leng, Xiao Nuan langsung kesal dan melempar salah satu gulungan buku.
"Burung gila, dunia ini maju bukan mundur. sahut Xiao Nuan.
"Aku bilang andai, kenapa kamu yang sewot."
Xiao Nuan menatap sinis burung Phoenix yang berwarna indah itu. "Seperti orang gila saja aku berbicara dengan burung sialan." kata Xiao Nuan.
Leng paham kenapa Yan selalu mengatakan sangat sulit berteman dengan Xiao Nuan, ternyata benar biasanya manusia yang miliki binatang roh akan selalu hidup damai.
Namun hal itu tidak terjadi pada Xiao Nuan. Mungkin karena binatang roh yang di dapatkan oleh Xiao Nuan tanpa perjanjian darah.
"Apa di dunia ini tidak ada buku yang sangat berharga." keluh Xiao Nuan melemparkan buku yang baru ia baca.
"Ada, tapi buku itu di jaga ketat oleh banyak biksu." Xiao Nuan langsung mendongakkan kepala karena tertarik.
"Sudahlah, aku bilang gak bilang juga Xiao Nuan pasti tahu!" batin Leng
"Buku itu ada di perguruan purnama, tepatnya di kuil iblis suci." Xiao Nuan berpikir sejenak tubuh ini mengingat sesuatu tentang kuil tersebut.
"Alcie dulu dia pernah sekolah di perguruan purnama, namun karena suatu alasan dia keluar. " ucap Leng.
Selain tua Leng juga selalu mendapatkan info tentang perguruan purnama. "Aku curiga, kau mengincar buku itu juga. Leng?". Leng mengangguk ia dulu mengincar buku tersebut.
"Dulu aku ingin seperti Lien Hua, tapi Yan menyadarkanku karena tubuh seperti itu bukan kuat melainkan lemah seiring waktu."
Xiao Nuan mengerti ucapan Leng, memang pada dasarnya manusia akan tua dan melemah. Kalau takut hal seperti itu ya jangan sekali-kali ingin berubah.
***
Liu Xingsheng duduk menatap tangannya, ia hanya seorang jendral keturunan penjinak binatang roh. Kekuatan ayahnya tidak turun tapi kenapa sekarang ia harus bersatu dengan binatang roh suci.
Liu Xingsheng seperti ibunya, ia sangat lemah dan tidak bisa menguasai energi roh kalau untuk beberapa alasan mungkin Liu Xingsheng mampu menjelaskan.
Tapi untuk ini dirinya sangat bingung, Xiao Nuan juga hanya memberikan petunjuk untuk mengendalikan energi roh kalau suatu saat nanti kembali bangun.
Ketika bertarung dengan Lien Hua juga kekuatan itu bangun, menjadikan Liu Xingsheng sebagai media untuk mencari makanan baru.
Yan pemilik energi roh itu juga tidak bisa mengendalikannya apalagi ini Liu Xingsheng yang hanya bisa beladiri tenaga dalam juga tidak sekuat Xiao Nuan.
"Jangan melamun, apapun yang kamu pikirkan lambat laun akan terjadi." kata Xiao Nuan menaruh semangkuk obat herbal.
Liu Xingsheng tersenyum tipis, nada suara Xiao Nuan memang tidak menyenangkan apalagi Xiao Nuan sering bertindak semaunya sendiri.
"Sampai kapan kita di sini?" tanya Liu Xingsheng.
Xiao Nuan melirik sebentar.
"Hanya beberapa minggu, setelah kamu menguasai jurus pengendalian." jawab Xiao Nuan lalu menyentuh bunga yang ada di ruangan itu.
"Nanti apapun yang aku lakuin kamu jangan ikut campur." Liu Xingsheng menanyakan kenapa.
"Setelah ini, kita memiliki jalan masing-masing. Setelah Yan dan kalian bersatu atau mungkin Yan keluar lagi."
"Aku suamimu, aku berhak tahu kenapa kamu ingin berpisah?"
Xiao Nuan memetik bunga ia menikmati keindahan bunga di tangannya. "Takdir memang selalu bermain, kita seharusnya tidak bersama. Wanita yang ingin mendampingi mu sangatlah banyak tentu kamu bisa memilihnya."
"Tapi, kamu adalah ratu di kediamanku. Hanya kamu yang bisa memilih wanita lain untukku." Xiao Nuan terkekeh lalu membalikkan badan.
"Kalau semuanya sudah berakhir aku akan mencarikan pengganti di kediamanmu itu." ucap Xiao Nuan dengan senyuman.
__ADS_1
Liu Xingsheng tertegun melihat senyuman Xiao Nuan, sangat jarang wanita di hadapannya tersenyum tanpa beban seperti sekarang. "Kamu gak bisa pergi karena aku belum menyerahkan surat cerai."
Xiao Nuan mengangguk ia tahu hal itu. "Kamu ceraikan aku atau tidak itu bukan masalah. Aku tetap pergi walaupun statusku masih istrimu."
Ucapan Xiao Nuan membuat Liu Xingsheng menjadi kesal. "Kenapa kamu tidak tertarik padaku?" tanya Liu Xingsheng mendekati Xiao Nuan.
Refleks Xiao Nuan mundur. "Apa kamu terpikat pria lain?" Langkah Liu Xingsheng terus membuat Xiao Nuan mundur hingga tidak bisa lari.
"Bukan, aku hanya memilih jalan sendiri."
"Aku gak puas dengan jawaban itu." kata Liu Xingsheng menaruh tangannya di samping wajah Xiao Nuan. Mereka sangat dekat karena Liu Xingsheng memojokkan Xiao Nuan di dinding."
"Liu Xingsheng, aku tahu wanita yang kau sukai bukan aku jadi berhenti seolah kamu mencintai istrimu ini." ketus Xiao Nuan mendorong Liu Xingsheng.
"Memang siapa yang aku sukai?"
Xiao Nuan melipat tangannya di dada. "Aku tahu kamu mencintai putri Cia Yin.", Xiao Nuan menjauhkan diri dari Liu Xingsheng. Barusan Liu Xingsheng membuatnya terkejut dan jantungnya sangat berdegup kencang.
"Cia Yin? Dia adalah sepupu ratu, Kami sudah bersama sejak kecil."
"'Aku tau, karna itu putri Cia Yin jatuh hati. Kenapa sih kamu gak jadiin dia permaisuri di kediaman pangeran kaisar aja."
Liu Xingsheng memutar katanya jengah. "Kami adalah sepupu, memang pernikahan satu keluarga sudah hal biasa tapi aku gak bisa nikah sama Cia Yin."
"Kenapa?"
Liu Xingsheng menggeleng, "Tentunya, aku punya alasan sendiri kenapa menolak lamaran keluarga Cia Yin.", Xiao Nuan menyimpulkan kalau Liu Xingsheng mencintai Cia Yin namun terhalang sesuatu.
"Kalau kamu beneran suka, aku bantu deh." kata Xiao Nuan.
Liu Xingsheng mengerutkan dahi, "Bantu? Kamu kira aku tidak bisa dapatkan wanita?". Terlihat jelas wajah kesal Liu Xingsheng.
Xiao Nuan mengajak ke suatu tempat, akhirnya Liu Xingsheng menyetujui dan ikut dengan Xiao Nuan untuk pergi. Beberapa jam mereka berjalan kaki dan sampai ke pusat kota.
"Ini adalah kota di pinggiran Yuoyui." Liu Xingsheng merasa tempat ini familiar ternyata ini adalah tempat pertama ia turun sebagai prajurit dulu.
"Aku ke sini untuk belanja dan mengambil keperluan untuk beberapa hari di rumah." ujar Xiao Nuan memilih barang. Liu Xingsheng hanya mengikuti dari belakang.
Karena rambut Liu Xingsheng yang mencolok Xiao Nuan memberikan cadar lain untuknya. "Aku gak biasa." tolak Liu Xingsheng.
"Cepat pakai!" bentak Xiao Nuan.
Liu Xingsheng diam tidak mengambilnya, Xiao Nuan langsung memakainya cadar tersebut. "Jangan di lepas!" peringat Xiao Nuan.
Setelah itu, Xiao Nuan membeli barang lain untuk keperluan. "Tenyata sama saja dengan masa lain." gumam Xiao Nuan saat melihat uang yang ia punya.
Mereka selesai belanja dan beristirahat di sebuah kasino, "Untuk apa ke sini? Kamu butuh info?" tanya Liu Xingsheng. Xiao Nuan hanya menoleh lalu masuk ke dalam.
Seperti yang dulu di lakukan, Xiao Nuan membuat isi Kasino gempar dengan hanya modal satu koin emas ia memenangkan banyak permainan.
Liu Xingsheng hanya memegang pelipis, ternyata tujuan Xiao Nuan ke sini hanya untuk mendapatkan uang seperti orang kebanyakan.
"Sudah dapat ayo pergi." ajak Xiao Nuan.
"Hey, mau kemana kau pergi?!" teriak seseorang membuat mereka menoleh. Ternyata direktur yang di kalahkan oleh Xiao Nuan.
"Tuan, kau sudah kalah. Apa lagi?"
Tuan direktur terlihat marah, ia memaki Xiao Nuan dengan berbagai ucapan. "Jangan sampai saya membuat kasino ini milik saya."
Liu Xingsheng menghela nafas kenapa setiap keberadaan Xiao Nuan selalu membuat ricuh dan keramaian. Sekarang ia membuat masalah dengan salah satu kasino.
"Setelah kau membuat bangkrut tempat ini, kau akan pergi?" tanya tuan direktur.
Xiao Nuan mengangguk polos, "Tentu, aku sedang membutuhkan uang." Balas Xiao Nuan lalu ingin pergi.
Tangan Xiao Nuan di tahan untuk tidak pergi. Xiao Nuan menggunakan tenaga dalam untuk membuat tangan pria itu lepas.
Namun tenaga dalam Xiao Nuan terlalu kuat alhasil tuan direktur terpental jauh. "Sudah ku bilang, aku menang dan kau kalah.", tidak terima tuan direktur langsung meminta anak buahnya menangkap Xiao Nuan.
Liu Xingsheng melindungi Xiao Nuan, sebelum Liu Xingsheng menyerang Xiao Nuan langsung membawa Liu Xingsheng lari dari sana.
Setelah cukup jauh Xiao Nuan melepaskan tangannya. "Kenapa membawaku pergi?"
Xiao Nuan menatap malas.
"Jangan melawan mereka hanya manusia biasa." jawab Xiao Nuan.
"Kamu mencoba hidup sendiri di luar, dengan keadaan semiskin ini?!" Xiao Nuan melotot saat Liu Xingsheng mengatakan dirinya miskin.
"Bukan miskin, tapi tidak ada niat berdagang."
"Berhenti mengelak, kita kembali ke rumah. Kebutuhanmu pasti tercukupi." Liu Xingsheng menarik tangan Xiao Nuan untuk pergi. Xiao Nuan melepaskan tangan Liu Xingsheng.
"Maaf, tapi ini dunia ku yang sebenarnya." Xiao Nuan malah membawa Liu Xingsheng untuk kembali ke rumah.
***
Liu Xingsheng marah dan mengatakan kalau mempelajari semuanya bisa di kediaman nanti. Xiao Nuan juga tidak mau kalah ia ingin Liu Xingsheng belajar di sini.
"Ok, kalau kamu bisa kuasai beberapa jurus di sana maka kita pulang." kata Xiao Nuan.
Liu Xingsheng menatapnya dengan begitu marah, ia segera meninggalkan Xiao Nuan. Melihat kemarahan Liu Xingsheng Xiao Nuan hanya bisa diam.
beberapa minggu kemudian.
Xiao Nuan sedang mengetest ilmu yang telah ia berikan pada Liu Xingsheng. Kemajuan yang sangat pesat pikir Xiao Nuan, Liu Xingsheng tidak pernah bercanda dengan suatu hal.
Ia tersadar dengan ucapannya dulu, Kita akan kembali jika kamu sudah menguasai beberapa jurus. Xiao Nuan tahu kenapa perkembangan Liu Xingsheng sangat cepat.
"Lusa kita kembali ke Yuoyui." ucap Xiao Nuan sebelum keluar dari kamar Liu Xingsheng.
Xiao Nuan melihat ke luar, sekeliling mansion ini sangatlah bagus apalagi ia sengaja menanam bunga spider lili karena warnanya sangat indah namun memiliki arti yang kejam.
Rasanya sangat berat meninggalkan tempat ini, apalagi mereka berada di sini sudah 4 bulan. "Kenapa harus pergi di tengah bunga lili sedang bermekaran." gumam Xiao Nuan.
Dari taman lili spider miliknya memang cukup jauh ke mansion. "Pembunuh, ini adalah lambangku saat menjadi pembunuh.", Xiao Nuan memetik satu bunga lalu menghirup aromanya.
"Wanita seanggun ini memiliki masa menjadi membunuh?" tanya seseorang yang membuat Xiao Nuan terkejut.
Ternyata Xiao Nuan tidak sendirian, sejak tadi ada orang lain di taman bunga miliknya. "Siapa kamu? Kenapa bisa ada di taman bungaku?" tanya Xiao Nuan.
Pria itu mengambil bunga Xiao Nuan lalu tersenyum nakal. "Ternyata seorang wanita anggun yang memiliki ladang bunga beracun." kata pria itu tidak menghiraukan pertanyaan Xiao Nuan.
Dalam hati pria ini sangat terkejut saat melihat Xiao Nuan menghirup aroma bunga spider lili. Bunga ini sangat mematikan dan tidak bisa sembarang di tanam.
Makanya saat melihat kebun ini, sangat tertarik dan ingin tahu. Setelah berjalan-jalan sebentar pria itu melihat Xiao Nuan ya g mengambil salah satu bunga dan mengatakan hal yang membuatnya terkejut lagi.
"Nona, anda terlihat spesial. Mungkin jika berkenan anda bisa memberi tahu bagaimana bisa tanaman langka ini bisa menjadi kebun milikmu?!"
__ADS_1