Killer Queen

Killer Queen
Episode 7


__ADS_3


Xiao Nuan berdiri di pagi hari ini, kelompok bulan kembar heran karena melihat Xiao Nuan bangun pagi sekali. "Lily merah, kami masih ada perkejaan jika anda butuh kamu panggil saja."


Xiao Nuan mengangguk lalu menyuruh mereka pergi, bahkan Xiao Nuan tidak melihat kebelakang sampai kelompok bulan kembar pergi.


Ia menatap ibukota negri merah, ternyata setiap ujung genteng mereka memiliki sebuah tanda cat berwarna merah darah namun Xiao Nuan melihat dengan jelas.


"Cat ini memiliki titik simbol." Setelah dengan teliti ia memerhatikan ia teringat dengan lingkaran pemanggilan setan. Xiao Nuan melotot tak percaya.


"Zaman ini mereka sudah tahu zona pemanggilan setan." Xiao Nuan langsung melepaskan Leng dan Yan. Ia memerintahkan dua binatang tersebut untuk melihat kalau cat tersebut sama seperti dugaannya tidak.


Beberapa saat kemudian keduanya kembali. Mereka mengatakan kalau titik besar tersebut sama seperti lingkaran yang di gambar oleh Xiao Nuan.


"Kalian tahu ini lingkaran apa?!" Leng dan Yan menggeleng mereka hanya tahu lingkaran Yin dan Yang namun itu juga mereka lupa karena lingkaran itu sangat sulit di bentuk.


"Ini adalah lingkaran setan, ratu siluman rubah ingin memanggil raja iblis kuat dari neraka." gumam Xiao Nuan.


"Apa? Raja iblis terkuat dari neraka tidak bisa dipanggil oleh sembarang orang." ucap Yan.


Xiao Nuan merasa dengan kekuatan sekarang sangat sulit untuk siluman rubah memanggil raja iblis. "Hanya Lien Hua yang bisa menebak ini."


Xiao Nuan merasa kalau membuat kekacauan sulit apalagi lingkaran setan sudah terbentuk, lebih baik membuat peringatan dan mengirim pesan pada Lien Hua.


"Kita harus kembali ke sungai itu."


Xiao Nuan langsung bergegas ke sana, sekarang hanya bisa memperkuat Leng dan Yan untuk menjadi senjata. Ia tidak tahu siapa di balik siluman rubah itu.


Sampai di sungai tersebut Xiao Nuan langsung kultivasi, Leng dan Yan keluar terbang tinggi. Benar saja uap roh kembali muncul namun kali ini lebih banyak.


Xiao Nuan membuat uap tersebut menjadi makanan kedua makhluk itu. Ini adalah racun bagi para kultivator namun makanan sehat bagi binatang dewa legendaris seperti Leng dan Yan.


Selama beberapa jam mereka melakukan kultivasi dan membuat Xiao Nuan muntah darah karena terlalu besar kekuatan Leng dan Yan. "Kalian sudah sangat kuat bahkan aku kesakitan untuk mengendalikannya."


Yan dan Leng langsung turun mendengar ucapan Xiao Nuan. Mereka sedikit bersimpati saat melihat Xiao Nuan mengeluarkan darah dari mulutnya.


"Lihatlah air sungai itu,"


Air sungai yang awalnya jernih seperti roh sekarang berubah menjadi aliran darah. "Ini adalah bentuk trik mereka untuk membuat makanan raja iblis dari neraka."


Xiao Nuan langsung menyuruh mereka bersembunyi. Tidak di sangka mereka bersembunyi tepat di samping pangeran Cheng Fengyin.


"Pangeran, anda ..."


Sebelum terjadi itu, pangeran Cheng Fengyin berada di kamarnya namun karena tidak ada perkejaan dan sangat malas untuk bertemu dengan ratu.


Cheng Fengyin sengaja bermain di sekitar taman paviliun namun ia melihat awan mendung saat ingin memetik bunga. Tidak di sangka ujung awan mendung itu ila melihat seekor naga besar.


Karena penasaran pangeran Cheng Fengyin mengikuti kemana arah naga tersebut tidak di sangka ia melihat Xiao Nuan berada di pinggir sungai.


Aura yang indah keluar dari tubuh Xiao Nuan, pangeran Cheng Fengyin yang ingin pergi pun tertarik dan menyaksikan apa yang terjadi.


Ia sadar kalau wanita yang kemarin ia temui adalah seorang master kultivator yang kuat bahkan mengendalikan aliran sungai menjadi uap.


Lebih terkejutnya lagi saat melihat aliran sungai yang semakin lama semakin berubah menjadi merah. Ia merasa kalau Xiao Nuan adalah orang yang ada dalam ramalan guru Qi.


"Maafkan kelancangan saya." Terlihat pangeran Cheng Fengyin sangat ketakutan apalagi melihat tatapan Xiao Nuan yang tajam.


"Lebih baik kau bungkam saja." ucap Xiao Nuan.


Pangeran Cheng ingin berkata namun Xiao Nuan membungkamnya dengan. "Diam ada yang datang.", Jarak mereka sangatlah dekat.


Wajah pangeran Cheng Fengyin bersemu merah, ia sangat malu apalagi di hadapannya wanita yang begitu cantik. "Dia siapa?" tanya Xiao Nuan saat melihat ke arah sungai.


"Yang mulia ratu agung." Jawab pangeran Cheng Fengyin. Xiao Nuan ingin bertanya lagi namun mata mereka bertemu di titik yang sama.


Cukup lama mereka bertatapan sampai Xiao Nuan merasa geli karena wajah pangeran Cheng Fengyin memarah. "Pangeran, apa anda belum pernah bertemu dengan wanita?"


Seketika itu pangeran Cheng Fengyin melepaskan tangan Xiao Nuan yang berada di pundaknya. "Apa yang ratu lakukan di sana." kata pangeran Cheng Fengyin.


"Apa semua pria ketika malu sama seperti pangeran Cheng Fengyin, mengalihkan pembicaraan."


Sama seperti dugaan Xiao Nuan, ratu siluman rubah itu akan datang ketika mengetahui tempat yang ia siapkan sudah hancur oleh seseorang.


"Raja iblis dari neraka menyukai kolam roh, Leng dan Yun juga bisa menyerap air itu. Apa dua makhluk ini sama?!" Sekarang ia malah melamun dan tidak memerhatikan ratu siluman rubah.


"Nona, aku sedang bertanya kenapa kamu melamun!" ucap pangeran Cheng Fengyin. Xiao Nuan langsung sadar dan menatap pangeran.


"Kau bertanya apa?"


"Kenapa ratu sangat marah melihat air sungai berubah.", Xiao Nuan melihat kembali ke arah sungai memang sangat jelas ratu siluman rubah marah sekali.


"Apa yang pangeran Cheng Fengyin lihat?" tanya Xiao Nuan.


"Ratu agung sedang marah." jawab pangeran Cheng Fengyin polos. Xiao Nuan langsung memegang pelipis karena pangeran Cheng Fengyin sangat polos.


"Wajah ratu agung seperti apa?" tanya Xiao Nuan lagi.


"Sama seperti wanita, namun ratu agung sangat cantik dan setiap ucapannya mampu menghipnotis." jawab pangeran Cheng Fengyin.


Xiao Nuan langsung merinding. "Pangeran Cheng Fengyin, anda yakin dia sangat cantik dan mempesona?", Pangeran Cheng Fengyin mengangguk memang seperti itu.


Bukan hanya dia tapi seluruh penduduk negri ini mengakui kecantikan yang di miliki oleh yang mulai ratu agung. "*Yan, apa kau melihat ratu itu sangat cantik?"


^^^"Walaupun aku jantan tapi rubah tetap rubah!"jawab Yan.^^^


"Bagaimana denganmu, Leng?"


^^^"Rubah adalah makananmu tapi untuk yang satu di sana aku tak selera*."^^^


Xiao Nuan terkekeh geli mendengar ucapan Leng, sepertinya makhluk terbang ini merasa nafsu makannya berkurang. "Nona, kenapa kamu tertawa?"


Xiao Nuan sadar kalau ada orang lain di sini. "Tidak, hanya saja aku melihat ratu agung berbeda seperti kalian." jawab Xiao Nuan.


Pangeran penasaran bagaimana penglihatan Xiao Nuan pada ratu agung. "Bisa katakan bagaimana penampilan ratu agung dari penglihatanmu? Kenapa sampai tertawa?"


Xiao Nuan menoleh ke arah pangeran, "Serius? Pangeran ingin melihatnya? Takutnya nafsu makanmu akan hilang." kata Xiao Nuan terkekeh.

__ADS_1


Pangeran terlihat serius bahkan Xiao Nuan yang bercanda pun ia tidak bereaksi apapun. "Kamu yakin pangeran Cheng Fengyin?", Dengan tegas ia mengangguk.


Xiao Nuan menutup mata pangeran Cheng Fengyin lalu merapalkan Matra. Dengan perlahan ia melepaskan tangannya, "Jangan langsung di buka perlahan saja."


Xiao Nuan mau pangeran Cheng Fengyin menikmati pemandangan yang sesungguhnya. Pangeran Cheng Fengyin perlahan membuka mata semua nya sama namun ketika melihat ratu.


Seketika pangeran Cheng Fengyin langsung bersembunyi di balik tubuh Xiao Nuan. "Siapa dia? Kenapa memakai baju ratu agung.", nada suara pangeran sangat ketakutan.


Xiao Nuan langsung tergelak tawa saat melihat wajah ketakutan pangeran Cheng Fengyin. "Sudah ku bilang apa, ratumu jauh berbeda dengan wujud aslinya."


"Melihat wajah ini aku mengingat sesuatu." ucap pangeran Cheng Fengyin.


"Apa?"


"Dulu ketika ayahanda belum wafat ia bertemu dengan wanita cantik namun yang aku lihat adalah wajah sama seperti dia." kata pangeran Cheng Fengyin menunjuk ratu yang sedang memberi perintah.


"Oh jadi pangeran Cheng Fengyin pernah melihat wujud asli dia, tapi itu dulu ya?", pangeran Cheng Fengyin mengangguk ia juga masih remaja dan bahkan tidak peduli tentang selir yang di miliki ayahnya.


"Aku punya ide untuk membuat jebakan." Pangeran Cheng Fengyin kebingungan kenapa Xiao Nuan sangat ingin ikut campur masalah negara.


****


Pangeran membawa Xiao Nuan ke tempatnya, ia juga sebenarnya tertarik dengan ide Xiao Nuan untuk mengerjai ratu agung. "Pangeran Cheng Fengyin, kenapa keluarga anda seperti ini?"


Pangeran Cheng Fengyin bercerita semenjak ratu agung di angkat menjadi selir perlahan satu persatu selir lain wafat, entah itu karena penyakit atau tiba-tiba meninggal.


Sampai pangeran Cheng Fengyin menyaksikan sendiri ibunya ratu sebelumnya meninggalkan dunia. Ia tahu kalau ibunya meninggal karena penyakit serius.


Posisi ratu kosong selama beberapa bulan, karena raja sangat mencintai selir ia pun mengangkatnya menjadi ratu. Perlahan negri ini di selimuti oleh aura merah.


Beberapa tahun setelah ratu baru, raja wafat tiba-tiba menurut tabib raja meninggal karena penyakit jantung. Pangeran Cheng Fengyin hanya tahu itu semua.


"Ini terjadi dalam berapa tahun?"


"15 tahun," Xiao Nuan akhirnya tahu kenapa lingkaran iblis sudah terbentuk sempurna. Ternyata karena ratu siluman rubah telah mengerjakannya selama 15 tahun.


Di istana yang luas dan megah ini kenapa merasa begitu sunyi, pangeran Cheng Fengyin menjawab. "Karena ratu agung mempunyai tempat lain untuk rapat negara."


Xiao Nuan heran kenapa istana besar ini tidak terpakai semua sedangkan untuk aula rapat ia membangun lagi. "Mungkin karena mengurus negara bukan hal mudah."


Xiao Nuan melihat ke atas, ternyata pusat dari lingkaran setan adalah istana. Pantas saja ratu siluman rubah menginginkan tempat ini sepi.


"Nona, ini sudah mau malam. Aku akan pergi dari sini." Pangeran Cheng Fengyin keluar dari paviliun.


"Apa pangeran terkena sihirnya juga?" Ia bingung karena pangeran Cheng Fengyin sama sekali seperti orang yang tidak menyadari apapun.


Esok hari


Xiao Nuan bangun pagi ia sengaja masuk ke dapur sembunyi-sembunyi. Entah apa yang di lakukannya tapi Xiao Nuan tidak lama keluar lagi.


Ia kembali ke kediaman paviliun untuk melihat hasilnya. "Nona, aku kira kau sudah pergi." kata pangeran Cheng Fengyin.


"Aku hanya berjalan-jalan!" Xiao Nuan berjalan menghampiri pangeran Cheng Fengyin. Ternyata pangeran mencarinya untuk memperkenalkan pada ratu agung.


"Sihirku sudah menghilang pantas saja dia mau mengenalkanku." batin Xiao Nuan.


Ratu sedang sarapan, Xiao Nuan memberi salam bersama pangeran Cheng Fengyin. Mata Xiao Nuan melihat makanan di meja tiba-tiba seulas senyum keluar.


"Siapa dia?" tanya ratu agung pada pangeran Cheng Fengyin.


Xiao Nuan maju,


"Perkenalkan saya Xiao, teman pangeran Cheng Fengyin." Xiao Nuan kembali salam dan mundur lagi.


"Teman? Sejak kapan pangeran mempunyai teman?" tanya ratu agung seperti tidak suka jika pangeran memiliki teman. "Yang mulia, aku teman lama pangeran saat ini aku berkunjung."


Ratu mengangguk ia menyuapkan makanan ke mulutnya. "Kau putri bangsawan?", Xiao Nuan mendongkrak kepala menatap ratu.


Tatapan mereka saling bertemu, seketika ratu agung langsung tertarik dengan Xiao Nuan. "Saya bukan putri bangsawan. Keluarga saya hanya pebisnis kecil."


"Wah, sangat di sayangkan. Tapi jika kamu mau menikah dengan pangeran bisa jadi martabat keluarga kalian di angkat jauh." ucap ratu agung.


Xiao Nuan menunduk namun seulas senyuman puas kembali terlihat. "Niat anda sangat baik, tapi saya sudah memilki tunangan."


Ratu agung terlihat tidak puas, ia menginginkan Xiao Nuan sebagai wanita dari kerajaan ini. "Pangeran, kenapa kamu tidak membujuk gadis cantik ini."


Pangeran Cheng Fengyin bingung, karena Xiao Nuan berbohong dan secara kebetulan ratu agung menginginkan Xiao Nuan. "Maaf ibu, tapi aku tidak bisa memaksanya."


Ratu agung hanya tersenyum manis lalu mengatakan hal memgejutkan. "Nona Xiao, hanya bertunangan pangeran masih ada cela untuk mengejar nona Xiao. Bukan begitu?"


Pangeran mengerti, namun ia memang pada nyatanya tidak memiliki perasaan apapun. "Baik ibu, aku akan berusaha." balas Pangeran Cheng Fengyin.


Xiao Nuan menunduk ia sengaja menghindari tatapan dengan ratu agung. "Berapa lama nona Xiao tinggal?" tanya ratu agung.


"Tidak tahu yang mulia. Mungkin beberapa waktu."


Ratu agung menatap Xiao dengan aneh. Entah itu perasaan pangeran atau memang nyata. Setelah bertemu pangeran Cheng Fengyin pamit untuk mengajak Xiao Nuan jalan-jalan.


Mereka keluar dari aula, Xiao Nuan merasakan udara nyaman. Pangeran Cheng Fengyin mengerutkan keningnya. "Kamu kenapa? Apa sesak nafas?"


Xiao Nuan menggeleng, ia memang sesak nafas karena sejak tadi menahan agar tidak menghirup sihir yang di keluarkan oleh ratu agung.


Sepertinya sihir itu yang membuat semua orang tunduk padanya. "Pangeran, apa kamu tidak aneh dengan kematian selir hingga raja?" tanya Xiao Nuan.


Pangeran Cheng Fengyin menjawab. "Lagipula tabib mengatakan dengan jelas mereka terserang penyakit." Xiao Nuan menggeleng tidak percaya.


"Pangeran, apa kamu sepolos ini?" tanya Xiao Nuan berjalan mendahului pangeran Cheng Fengyin. Mendengar ucapan Xiao Nuan pangeran Cheng Fengyin tersenyum miring lalu mengejar Xiao Nuan.


...****...


Beberapa hari ia tinggal di istana ini, semakin malam semakin sesak karena ratu agung mengeluarkan banyak sihir untuk di hirup dan menghipnotis.


"Rubah sialan, bisa-bisa aku mati kehabisan udara." maki Xiao Nuan bangun dari tempat tidurnya.


"Di sini sangat kental sihir, tentu saja sangat baik untuk ratu." timpal Leng terbang ke meja.


Xiao Nuan membuka jendela, ini sangat kental tapi sungguh keterlaluan jika berlangsung selama beberapa hari. "Seharian ini aku tidak bertemu dengan pangeran."

__ADS_1


"Dia di kurung oleh ratu agung." jawab Yan.


"Yan, kau baik-baik saja?" tanya Xiao Nuan karena Yan meringkuk seperti sakit.


"Ini karena sihir hipnotis. Kami mencoba menahan untuk tidak menyerap sihir ini." jawab Leng.


"Maksudnya?"


"Siluman rubah adalah makanan kami, tentu saja sihir yang di keluarkan oleh energi roh nya sangat mengundang kami untuk makan."


"Jadi kalian selama beberapa hari menahan diri?" Mereka berdua mengangguk lemas. Xiao Nuan baru tahu kalau dua hewan ini sangat kelaparan.


"Keluarlah, tapi hati-hati jangan sampai ada yang lihat." Mereka berdua tiba-tiba semangat dan langsung melesat menembus atap. Xiao Nuan merasa jika sihir ini di serap akan menguntungkan dirinya.


"Nona Xiao." panggil seseorang, Xiao Nuan pun keluar kamar ia melihat pangeran yang pucat ada di luar. Ia segera menghampiri dan membawanya masuk ke dalam.


"Pangeran, kenapa bisa seperti ini?".


"Aku tidak tau, tiba-tiba sesak dan sangat lemas." Xiao Nuan melihat dari urat leher. Pangeran sudah keracunan mungkin karena udara yang tercampur sihir hipnotis.


Xiao Nuan membekukan daerah leher, pangeran Cheng Fengyin terlihat kesakitan dan mengerang. "Lepaskan sakit sekali!", Xiao Nuan tidak mendengarkan ia lalu mengambil pisau kecil.


Dengan hati-hati Xiao Nuan mengiris leher pangeran Cheng Fengyin. Darah segar keluar namun darah tersebut sudah tercampur banyak racun.


"Diam jika tidak ingin urat nadi terpotong." Pangeran lalu diam ia hanya meringis menahan perih dan sakit karena sayatan Xiao Nuan.


Xiao Nuan memasukan exelir pada luka lalu menutup kembali. "Bangun, jangan tiduran." Xiao Nuan membantu pangeran Cheng Fengyin bersandar.


Agar exelir yang ada di urat itu berjalan ke arah jantung. Kenapa tidak di minum? Aliran darah sangat cepat ia sengaja memasukannya pada urat agar cepat sampai ke jantung.


Dalam beberapa saat kulit tubuh pangeran membiru, ia mengerang keras. Xiao Nuan langsung menggunakan sihir pelindung agar suara pangeran Cheng Fengyin tidak sampai terdengar ke luar.


"Aaarrrrrrggggggghhhhh, hentikan!"


Xiao Nuan memberikan serangan pada dada pangeran Cheng Fengyin dengan keras. "Uhuk!" Pangeran Cheng Fengyin mengeluarkan segumpal darah.


"Bagaimana?" Pangeran Cheng Fengyin terlihat kelelahan dan berkeringat. Xiao Nuan mengambilkan lap dan air ke dalam wadah.


Ia membersihkan wajah pangeran Cheng Fengyin. Sangat terampil, bahkan aku lebih suka melihat orang mati tapi kenapa sekarang aku tidak tega pikir Xiao Nuan.


Pangeran Cheng Fengyin melihat setiap gerakan Xiao Nuan dari pertama kali mengiris lehernya. "Jangan bicara. Pangeran masih lemah." ucap Xiao Nuan.


Pangeran mengangguk lemah. Ia sangat lemas apalagi saat Xiao Nuan memberi serangan keras ke dadanya, yang ia rasakan seperti tertimpa reruntuhan batu.


Beberapa jam kemudian pangeran bangun dari tidurnya. Ia tidak menyangka akan terlelap di sini. Ia melihat ternyata Xiao Nuan tidur di bawah.


Lengan baju Xiao Nuan banyak darah, sepertinya ia membersihkan setiap darah yang berceceran. Sekarang pangeran hanya menggunakan baju dalaman karena tadi banyak darah hingga mengenai baju luar.


"Hoammm.", Xiao Nuan mengerang ia bangun dari tidurnya. Ini sudah pagi, tapi kenapa rasanya mengantuk sekali batin Xiao Nuan.


Melihat Xiao Nuan bangun pangeran kembali pura-pura tidur. Entah kenapa ia merasa malu melihat Xiao Nuan. "Masih belum bangun?" gumam Xiao Nuan.


Ia mendekat pangeran lalu mengecek nadi di tangannya. "Sudah normal, mungkin masih kelelahan." pikir Xiao Nuan. Ia langsung bangun dan membereskan tempatnya tadi.


Melihat Xiao Nuan pergi pangeran membuka matanya. "Kami siapa? Kenapa sampai melakukannya sampai sejauh ini? Apa tujuanmu? Apa kau sama seperti wanita iblis itu hanya ingin tahta?" lirih pangeran.


****


Siangnya Xiao Nuan membantu pangeran Cheng Fengyin keluar dari kamar. "Pangeran yakin?" tanya Xiao Nuan.


"Nona Xiao, aku merasa lebih baik. Tidak sopan juga kalau ada pelayan yang melihat aku selalu di sini." jawab pangeran Cheng Fengyin.


Xiao Nuan keluar setelah malam semakin larut. Ia berjalan ke tengah istana, melihat sekeliling. Ia berputar sebanyak 3 kali. "Siapa yang berani menggangguku!" bentak ratu agung keluar dari kediaman.


Dari orang biasa lihat Xiao Nuan hanya berputar seperti anak kecil namun bagi orang yang bersemedi Xiao Nuan telah menganggu ketenangannya dengan menggunakan Matra.


"Aku hanya berputar untuk melihat keajaiban." jawab Xiao Nuan.


"Ini sudah malam kenapa tidak kembali ke kamarmu." bentak ratu marah.


"Maaf tapi aku bukan pelayan." Ratu melihat dengan jelas memang bukan pelayan istana namun ia langsung tahu siapa Xiao Nuan.


"Master tingkat tinggi, untuk apa kau datang ke istanaku malam-malam."


Xiao Nuan tersenyum tipis, ia melirik ke arah ratu agung. "Ratu, aku di sini hanya menggunakan sihir baru untuk mengetahui siluman. Namun sangat aneh yang merasa terganggu adalah kamu."


Ratu siluman rubah terlihat gugup, ia berpikir Xiao Nuan hanya mengetahuinya sebagai wanita yang berstatus tinggi. "Maaf ratu membuatmu terganggu."


"Ada urusan apa kau mendatangiku?"


Xiao Nuan perlahan maju, ia berdiri tepat di depan ratu siluman rubah. "Kau sangat cantik, namun sayang keinginanmu menjadi manusia telah pupus."


"Apa maksudmu!"


Xiao Nuan di dorong kasar.


"Yang mulia ratu, kamu sendiri tahu kondisi sekarang mulai melemah." Xiao Nuan menepuk dadanya bekas dorongan ratu siluman.


"Ini perbuatanmu! Kenapa kamu mengganggu ku? Kita bahkan tidak saling mengenal." terlihat ratu siluman marah.


"Sungai jernih itu membuatku tertarik, tentu saja aku harus mencari asal-usulnya dari mana."


"Sialan, jadi itu kamu juga yang menghancurkannya!"


Xiao Nuan menggeleng kepala dan mengatakan jika bukan dirinya yang merusak.


"Air roh itu sangat menggoda peliharaanku,". Xiao Nuan mengeluarkan sebuah batu. Lalu ia menunjukan kondisi saat ini ratu siluman.


"Selama seminggu, kau memakan jantung dan hati rusa. Sungguh di sayangkan pengorbananmu selama 800 tahun ini."


Wajah ratu siluman tiba-tiba memucat, selama ini yang menyiapkan makanannya adalah orang kepercayaannya selama ratusan tahun.


Karena marah ratu siluman meninggalkan Xiao Nuan yang berdiri di sana, ratu menyalakan semuanya pada orang kepercayaannya. Xiao Nuan tersenyum manis ia telah membuat scenario yang indah untuk mereka.


"Ini baru permulaan."


Xiao Nuan kembali ke kediamannya, ia mengganti baju lalu keluar dari kediaman pangeran Cheng Fengyin. Arah yang di ambil adalah ibukota, entah untuk apa namun tujuan kali ini pasti sangat merugikan ratu siluman.

__ADS_1


"Kita lihat, siapa yang akan kau salahkan selanjutnya." Gumam Xiao Nuan menatap ke arah istana yang menjulang tinggi. Sangat sulit menebak pikiran Xiao Nuan.


__ADS_2