
"Aroma tubuhmu seperti bunga lili ini. Berbahaya namun sangat membuat banyak orang penasaran." ucap pria yang masih berdiri di tengah padang bunga.
Xiao Nuan menatap pria tersebut, ia malas untuk berurusan dengan tikus kecil. Ketika melihat Xiao Nuan ingin pergi pria tersebut memanggil.
"Siapa namamu, nona?"
Xiao Nuan berhenti ia melirik kebelakang dengan tatapan dingin.
"Semua orang tahu tanda spide lili itu milik siapa." ucap Xiao Nuan langsung pergi begitu saja.
Pria itu berlari dari kebun bunga karena Xiao Nuan mengaktifkan sebuah energi membatas jika terkena mahluk hidup maka seperti pisau mengiris daging.
"Spider lili? Baju merah? Aku pernah mendengar tapi bukannya master itu sudah lama menghilang." lirih pria tersebut.
Ketika ingin mengejar Xiao Nuan, pria itu kebingungan karena ada beberapa arah yang memiliki aroma tubuh Xiao Nuan. "Sepertinya dia benar master itu, dia sengaja membuatku bingung."
Di lain tempat Xiao Nuan terkekeh karena bertemu dengan pemuda yang menarik. "Berani sekali dia masuk ke ladang ku!" gumam Xiao Nuan.
Ia juga mencium bau ramuan khusus terlihat dari ketrampilannya pemuda itu adalah seorang murid dari suatu perguruan. "Sihir itu pasti membuatnya terkejut."
Xiao Nuan sengaja mengaktifkan jurus tersebut hanya untuk mempermainkan pemuda itu. "Liu Xingsheng, pasti dia sudah bersiap-siap."
Xiao Nuan langsung terbang menuju ke mansion. Beberapa menit kemudian ia sudah sampai. Namun tidak ada apapun di sana, "Liu Xingsheng kemana?" tanya Xiao Nuan.
Leng menunjuk ke arah kamat Xiao Nuan. Dengan mengerutkan dahi Xiao Nuan masuk ke kamarnya. "Sedang apa kamu di kamarku?" tanya Xiao Nuan.
Liu Xingsheng menoleh, "Darimana? Aku mencarimu dari tadi!". Wajah Liu Xingsheng terlihat pucat dan bibirnya sangat gemetar. Xiao Nuan langsung mendudukkan Liu Xingsheng. Ia mengecek nadi Liu Xingsheng.
Xiao Nuan langsung menidurkan Liu Xingsheng, ia mengeluarkan mangkuk yang berisi tanaman herbal. Xiao Nuan juga mengeluarkan sebutir obat dan menghancurkanny bersama ramuan yang di mangkuk.
Setelah di aduk rata Xiao Nuan melukai pergelangan tangannya. "Kenapa kamu lukai?" tanya Liu Xingsheng memegang tangan Xiao Nuan yang mengeluarkan darah.
Xiao Nuan melepaskan tangan Liu Xingsheng, tetesan darah di kumpulkan ke dalam mangkuk yang berisi ramuan tadi. Xiao Nuan mengeluarkan sihirnya dan semangkuk obat pun jadi.
"Minumlah," Xiao Nuan membantu Liu Xingsheng untuk meminumnya. Setelah melihat isi mangkuk tersebut habis Xiao Nuan mengelap bibir Liu Xingsheng ya h ada sisa ramuannya.
"Kenapa memberiku darahmu?"
Xiao Nuan menegakkan badannya, ia menaruh lap di samping tempat tidur. "Lalu selama ini yang kamu minum itu apa?", Liu Xingsheng memang selalu meminum obat dari istrinya, Xiao Nuan.
Namun ia tidak tahu kalau obat yang selama ini ia konsumsi mengandung darah Xiao Nuan. "Maaf, karena ku aku harus melukaimu." ucap Liu Xingsheng.
Xiao Nuan menatap mata Liu Xingsheng dalam. "Itu adalah salah satu mengabdikan diri pada suami." jawab Xiao Nuan datar. Liu Xingsheng terkadang bingung harus bagaimana mana.
Xiao Nuan seperti seekor bunglon, suasana hatinya berubah seperti bunglon yang bersembunyi. "Kenapa kamu gak mengeluarkan Yan?" tanya Liu Xingsheng.
"Jangan banyak tanya, reaksi obatnya masih ada 1 menit lagi. Lebih baik istirahat."
Liu Xingsheng mengangguk, ia tidak bisa membantah istrinya, entah sejak kapan Liu Xingsheng sangat penurut pada Xiao Nuan. Lambat laun ia bisa menerima keadaan Xiao Nuan yang berstatus istrinya.
Namun tidak bagi Xiao Nuan, baginya Liu Xingsheng adalah pihak lain yang tidak bisa ia libatkan dalam misi sekarang. Xiao Nuan terjatuh saat setelah keluar dari kamar.
Liu Xingsheng berlari ke arah Xiao Nuan, "Kamu kenapa?" tanya Liu Xingsheng merasa khawatir.
Xiao Nuan menggeleng.
Rambut Xiao Nuan berubah menjadi violet, matanya juga berubah menjadi biru. Sebuah tanda merah muncul di keningnya. "Kau .... "
Liu Xingsheng terpana melihat Xiao Nuan berubah di pelukannya. Xiao Nuan tidak bisa bicara karena seperti ada beban berat menimpa dadanya.
"Ini adalah meningkatan kemampuan, Xiao Nuan sudah berhasil menembus batasan langit dan sekarang dia berada jauh unggul." kata Yan tiba-tiba.
Xiao Nuan melemah karena berada di luar Liu Xingsheng membawa Xiao Nuan kembali ke dalam. "Kenapa bisa seperti ini?"
"Itu karena darah yang dia berikan padamu bukan sekedar darah." kata Leng menghampiri.
Xiao Nuan tidak sadarkan diri, perlahan rambut dan tubuhnya berubah kembali semula. "Sejak kapan dia mengendalikan energi roh."
"Sekitar 1 tahun terakhir." balas Leng.
Liu Xingsheng tidak percaya istrinya bisa menembus batasan langit dalam satu tahun, banyak kultivator yang melakukannya bertahun-tahun tapi hanya mampu mencapai langit itupun kalau cerdas.
Di tanah carta ini hanya beberapa orang yang mampu menembus langit, usia mereka pun tidak muda. "Kau juga bisa menembus batas langit." celetuk Leng.
"Maksudmu?"
"Ayahmu adalah penjinak makhluk roh, tentu saja kamu berpotensi besar."
"Tapi aku tidak memiliki kekuatan seperti ayahku."
"Tidak memiliki atau belum mencoba." balas Leng memohok. Liu Xingsheng memang tidak tertarik dengan sihir baginya energi yang ideal adalah tenaga dari diri sendiri.
"Berlatihlah, kedepannya kamu bisa membantu Xiao Nuan."
***
Xiao Nuan membereskan barang-barang untuk di masukkan ke dalam kereta kuda. Perjalan menuju pusat kota Yuoyui sangat jauh tentu saja harus membawa perlengkapan cukup.
"Jika badanmu tidak sehat, kita undur saja." kata Liu Xingsheng berdiri di belakang Xiao Nuan.
Namun Xiao Nuan tidak mengatakan apapun, ia terus menaruh pelengkapan setelah itu ia masuk ke dalam untuk melihat apalagi yang belum ia kemas.
Mansion ini ia akan tutup menggunakan sihir agar orang lain tidak tahu. "Jangan banyak bicara, aku selalu menepati janji." kata Xiao Nuan saat melihat Liu Xingsheng.
Liu Xingsheng memang ingin mereka pulang tapi dalam keadaan baik-baik saja. Ia juga masih terkejut dengan perubahan kemarin. Apalagi Leng mengatakan kalau Xiao Nuan tubuhnya lemah karena setengah darahnya sudah di minum oleh Liu Xingsheng.
Rasa bersalah membuat Liu Xingsheng enggan pergi. Hanya saja Xiao Nuan selalu menepati janji dan pada akhirnya mereka pergi di saat mentari akan tenggelam.
Perjalanan mereka di mulai dari menjelang malam. Perkiraan Xiao Nuan mereka akan tiba di pinggiran kota pagi hari. Jadi semalaman ini mereka akan terus berjalan.
Selama melewati hutan yang lebat tidak ada pembicaraan dari dua orang tersebut. Leng hanya menatap mereka dari dalam kereta.
"*Ternyata begini sikap keras kepala Xiao Nuan."
^^^"Wanita ini sangat lemah makanya diam aja."^^^
"Tapi aku rasa Xiao Nuan seperti menyayangi pria ini."
^^^"Jika ia memang kenapa, mereka suami-istri."^^^
"Aku tidak rela. Jatah makanku akan berkurang."
^^^"Kau beruntung masih bisa terbang mencari makanan, sedangkan aku tergantung pada darah Xiao Nuan."^^^
"Yan, sepertinya Xiao Nuan sengaja memberikan darahnya agar kau bisa keluar tanpa di tarik paksa."
^^^"Entahlah, tubuh pria ini semakin lemah karena energinya terserap olehku*."^^^
Kedua binatang ini berbicara lewat kontak batin, Xiao Nuan mendengarkan namun enggan berbicara lagipula mereka membicarakan fakta.
Beberapa jam kemudian.
__ADS_1
Mereka sampai di pinggiran kota tepat pagi buta, melihat banyak orang yang menyiapkan dagangan dan barang lainnya. Mereka ikut rombongan pedagang agar lebih mudah.
Setelah beberapa jam mereka kembali sampai di pintu masuk ibukota negri Yuoyui. Xiao Nuan menarik nafas dengan panjang, menginjakan kaki di sini rasanya ia ingin membalaskan dendam.
Setelah perjalanan 1 hari 1 malam.
Xiao Nuan dan Liu Xingsheng sampai di kediaman pangeran kaisar, mereka masuk langsung mendapat sambutan dari banyak pelayan.
"Tuan, akhirnya anda kembali. Kami sangat khawatir." ucap kepala pelayan Ding.
Liu Xingsheng terlihat pucat, Xiao Nuan meminta pelayan Ding untuk mengambil air hangat. "Nona, ini siapa?" Xiao Nuan menatap tajam.
Pelayan Ding ketakutan karena tatapan Xiao Nuan. "Cepat laksanakan!" perintah Xiao Nuan.
Ia membawa Liu Xingsheng ke dalam kamar miliknya. "Sudah ku beritahu untuk istirahat." ucap Xiao Nuan membaringkan Liu Xingsheng.
"Aku ingin istirahat di rumah."
Xiao Nuan tidak mengerti pikiran Liu Xingsheng, kemarin ia melarang pergi karena kondisi badannya. "Kemarin. Kamu takut kondisi ku memburuk tapi lihat siapa yang terjatuh duluan."
Liu Xingsheng terkekeh, kemarin memang ia khawatir pada Xiao Nuan tapi ia tidak tahu kalau dirinya sendiri yang akan tumbang. "Aku gak tahu kenapa bisa seperti ini, biasanya perjalanan berhari-hari dapat ku lewati."
"Kau lupa, Leng hidup dengan memakan energimu."
Liu Xingsheng ingat kalau dalam tubuhnya ini ada naga kuno. "Kapan kami bersatu agar tidak merugikan satu sama lain?" tanya Liu Xingsheng.
Xiao Nuan terdiam, jawabannya pasti tidak ada caranya. "Tubuhmu terlalu lemah untuk bersatu sekarang." balas Xiao Nuan.
Xiao Nuan keluar meninggalkan Liu Xingsheng di dalam kamar. "Sampai kapan kamu membohongi Liu Xingsheng?" tanya Leng keluar dari balik jubah.
"Entahlah, aku gak bisa lihat dia mati."
"Dia sudah bisa mengendalikan Yan, kenapa kau tidak ambil sekarang?" tanya Leng.
"Kondisi Liu Xingsheng sangat lemah, aku mengambil Yan sama saja aku mengambil nyawanya. Tujuanku membuat dia bisa mengendalikan energi Yan adalah agar ketika aku mengambilnya tidak akan terluka parah."
Leng berpikir Xiao Nuan terlalu berperasaan untuk seorang mantan pembunuh. "Aku pembunuh itu mempunyai alasan, sedangkan Liu Xingsheng mati alasanku apa? Mengambil Yan?"
Leng mengangguk tentu saja alasannya Yan. "Kau tahu sendiri kalau Liu Xingsheng adalah putra penjinak makhluk roh." Leng mengatakan hal itu karena tahu Liu Xingsheng anak penjinak makhluk roh.
"Tetap saja, penjinak makhluk roh sangat berbakat tapi di kemampuan Liu Xingsheng belum menempuh sampai sejauh itu."
Xiao Nuan melihat kepala pelayan Ding, "Bersihkam Liu Xingsheng, aku akan kembali ke kediamanku." kata Xiao Nuan melepaskan cadarnya.
Pelayan Ding terkejut melihat wanita yang tadi menatapnua dengan tajam adalah permaisuri kediaman ini. "Nyonya, maafkan kelancangan saya tadi."
"Lupakan, tolong jaga Liu Xingsheng selagi aku membersihkan diri."
Xiao Nuan meninggalkan tempat itu, ia berjalan menuju kediaman permaisuri. Ketika berjalan Xiao Nuan mendengar beberapa pelayan bergosip.
"Tuan kembali dengan wanita, siapa kira-kira?"
"Tidak tahu, tapi sepertinya dia akan menjadi wanita baru di sini."
"Apa menampilkannya terlalu mencolok."
"Bukan mencolok tapi misterius. Dia memakai cadar.
"Semoga saja wanita itu bukan siluman."
Xiao Nuan berdiri tepat di belakang mereka. "Bagus sekali ya, kalian bekerja di sini bukan bergosip." kata Xiao Nuan membuat mereka terkejut dan langsung menunduk.
"Nyonya? Anda kembali?" tanya mereka gugup.
"Kalian menuduhku siluman, hmm?"
Xiao Nuan membuka pintu kediaman miliknya. Masih sama hanya beberapa rumput sudah menutupi tempat ini. "Mereka pikir aku kabur sampai bercerai."
Xiao Nuan mengeluarkan sihir yang menggerakkan alat pembersih rumput. Setelah itu ia masuk ke dalam tubuhnya langsung lemas saat melihat isi dari kediamannya.
"Sialan, mereka tidak merawatnya dengan baik."
beberapa saat kemudian.
Puluhan pembantu dan tukang kebun berlari ke arah kediaman Xiao Nuan. Ya, tadi Xiao Nuan marah besar menghukum beberapa pelayan yang tidak merawat kediamannya.
Xiao Nuan keluar dengan tubuh bersih dan harum. "Harus selesai ketika aku kembali." kata Xiao Nuan pada pelayan yang sedang membersihkan tempat ini.
Setelah memarahi banyak pelayan ia pergi ke kediaman Liu Xingsheng. Ia ingin melihat bagaimana keadaannya sekarang, Sebelum sampai ke sana mereka bertemu dengan pelayan Ding.
"Sudah di lakukan, nyonya."
Xiao Nuan mengangguk lalu meninggalkan pelayan Ding. "Semakin ke sini, nyonya sama seperti tuan." ucapnya pelan. Tidak banyak bicara namun mampu mengintimidasi dengan kuat.
...****...
Pintu terbuka Xiao Nuan masuk ke dalam, Liu Xingsheng sedang duduk menikmati teh yang di sajikan oleh kepala pelayan Ding. "Sudah mendingan?" tanya Xiao Nuan.
Liu Xingsheng mengangguk, Xiao Nuan tersenyum tipis sembuhlah bagaimana ngga ada darah Xiao Nuan di teh tersebut pikir Leng yang sudah nangkring di atas tempat tidur.
Xiao Nuan duduk di hadapan Liu Xingsheng. "Aku ke sini untuk membicarakan sesuatu denganmu!" kata Xiao Nuan.
Liu Xingsheng meminta Xiao Nuan untuk mengatakan apa yang ia ingin katakan. "Aku tidak akan lama di sini." ucapan tersebut langsung membuat Liu Xingsheng merubah raut wajah.
"Kau istriku, kepergianmu tergantung pada izinku!"
Xiao Nuan sesaat terdiam, "Mari bercerai." ajak Xiao Nuan dengan lantang. Berbeda dengan Liu Xingsheng yang menatap istrinya dengan datar.
"Cerai?"
Xiao Nuan mengangguk, "Aku masih mempunyai misi, jika tergantung pada izinmu takutnya hanya menjadi hambatan."
"Jadi aku penghambat misi mu?"
"Bisa di bilang seperti itu."
Liu Xingsheng menghela nafas, hanya wanita ini yang menganggapnya sebagai penghalang menuju keberhasilannya. Banyak orang yang mengangungkan dirinya tapi tidak seperti Xiao Nuan.
"Aku bisa membiarkanmu untuk melakukan apapun tapi aku punya syarat tersendiri."
"Kenapa?"
"Kamu bekerja untuk siapa? Apa kamu bersekutu dengan negara lain?", Xiao Nuan terbengong saat Liu Xingsheng menuduhnya sebagai pengkhianat.
"Maaf, maaf nih. Emang siapa yang mau bersekutu? Lagian aku berkerja untuk diriku sendiri."
"Lalu dengan misi?"
"Duh, gimana ya jelasin nya. Walaupun aku ngomong kamu gak akan percaya." kata Xiao Nuan.
Rasanya ingin memberi tahu Liu Xingsheng kalau dirinya bukan Alcie dan jiwanya ini berasal dari dunia lain. "Liu Xingsheng, kamu percaya dengan dunia lain?"
Tentu saja Liu Xingsheng menggeleng kepala, bagaimana bisa Xiao Nuan menanyakan hal konyol saat serius. "Makanya aku jelaskan kamu gak akan percaya."
__ADS_1
"Katakan yang sebenarnya."
Xiao Nuan memejamkan matanya. "Aku bukan Alcie, Alcie yang asli sudah mati saat tertimpa tanah longsor."
"Lalu kami siapa? Kenapa kalian mirip?" tanya Liu Xingsheng.
"Lebih tepatnya, aku menempati tubuh Alcie Wang. Agar bisa kembali ke duniaku aku harus membunuh Lien Hua." kata Xiao Nuan.
Liu Xingsheng tidak percaya dengan ucapan Xiao Nuan. "Kamu terlalu banyak sihir hingga membuatmu menjadi berhalusinasi." ucap Liu Xingsheng.
"Bajingan, aku serius makanya ayo kita bercerai. Karena setelah semuanya selesai aku gak akan ada di dunia ini lagi." ujar Xiao Nuan.
Tatapan mata Xiao Nuan yang jujur membuat Liu Xingsheng di lema. "Kalau benar, aku akan membantumu untuk membunuh Lien Hua."
"Tapi sebelum itu aku harus membalaskan dendam."
"Dendam siapa?"
Xiao Nuan tidak menjawab malah tersenyum devil. Yang bisa membuat orang mengidik ngeri saat melihatnya. Sejujurnya Liu Xingsheng hanya ingin melihat Xiao Nuan sampai kapan berhalusinasi.
Jadi, Liu Xingsheng tetap tidak percaya Xiao Nuan berasal dari dunia lain. "Kamu kira aku bodoh?!" pikir Liu Xingsheng. Ia berpikir kalau Xiao Nuan mengatakan itu agar bisa bercerai.
Melihat Xiao Nuan berdiri dan meninggalkan kamarnya tanpa sepatah katapun lagi Liu Xingsheng langsung meminta pelayan pribadinya untuk melaporkan setiap pergerakan Xiao Nuan.
Di luar Xiao Nuan bingung harus berbuat apa. Sekarang ibukota Yuoyui sedang baik-baik saja, Xiao Nuan akhirnya memilih untuk ke sebuah toko obat.
Di perjalanan ia melewati banyak tempat baru, ternyata selama dirinya berada di luar negri ini banyak berubah. "Ah, kita bertemu kembali." ucap seseorang.
Xiao Nuan menautkan alisnya bingung,
"Apa kita saling mengenal?" tanya Xiao Nuan.
Pria di hadapannya terkekeh. "Setelah pergi cukup lama, kamu melupakan banyak orang."
"Aku lupa siapa kamu, tapi aku gak pernah lupa suamiku siapa."U ucap Xiao Nuan.
Pria di hadapannya tersenyum kecewa. "Ternyata di pertemuan kita yang ke 3 kalinya, nona. Sudah menjadi milik orang lain." katanya dengan sedih.
Xiao Nuan melihat sebuah tangkai obat liar, setelah berpikir singkat akhirnya Xiao Nuan mengenali pria di hadapannya. "Tuan Haocun." kata Xiao Nuan.
Haocun menatap Xiao Nuan dengan penuh arti. "Banyak orang yang aku temui di luar sana. Maaf, tidak mengenalimu lebih awal." kata Xiao Nuan.
Haocun mengangguk pelan.
"Tentu, hampir 1 tahun kita tidak bertemu."
"Tuan Haocun terlalu sungkan."
Xiao Nuan berjalan mendekat. "Sepertinya nona sedang mencari sesuatu?" tanya Haocun.
"Iya, aku mencari beberapa tanaman obat untuk simpanan." Xiao Nuan berjalan beberapa langkah karena toko Haocun berada dekat di sekitar itu.
Haocun mengikuti Xiao Nuan dari belakang, ia memerhatikan Xiao Nuan yang sedang memilah obat-obatan. "Wanita ini sudah memiliki ilmu pengobatan yang tinggi. Sangat singkat dari awal kita bertemu."
"Tuan Haocun, sampai kapan anda akan memerhatikan saya?" tanya Xiao Nuan yang masih memilih obat-obatan.
Haocun yang sadar kalau Xiao Nuan sedang ia perhatikan pun hanya tersenyum malu. "Maaf, tapi aku merasa sedikit menyesal karena bertemu setelah nona menikah."
"Tapi aku belum mendengar kediaman pangeran kaisar mengadakan acara pernikahan bahkan tandu pengiring pun tidak ada."
Xiao Nuan berhenti, dulu ia memang mengatakan nama yang hampir sama dengan Liu Xingsheng. Sekarang Haocun perpikir sama. "Pernikahan kami terjadi hampir dua tahun lalu." balas Xiao Nuan.
Haocun berpikir sejenak, "Kalau waktu itu yang mengadakan pernikahan adalah tuan Liu Xingsheng bukan. Ahh atau kalian mengadakan pernikahan bersama."
Xiao Nuan terkekeh geli, bisa-bisanya seorang pria terpelajar dan di hargai oleh beberapa negara dan masyarakat berpikiran sempit seperti ini.
"Tidak ada pernikahan bersama, yang kau ajak mengobrol adalah istriku." ucap Liu Xingsheng berada tepat di belakang mereka. Xiao Nuan menoleh ia tidak terlalu kaget.
Haocun memberi salam karena Liu Xingsheng berada di belakangnya. "Jadi, nona ini istrimu?" tanya Haocun terkejut.
Liu Xingsheng diam menandakan kalau ucapannya tidak ada yang bercanda. "Aku hanya membeli obat, kenapa kamu keluar?" tanya Xiao Nuan.
Haocun berpikir lagi, beberapa bulan lalu sempat menghebohkan banyak negara yaitu istri atau permaisuri Liu Xingsheng melarikan diri karena suatu masalah.
Banyak yang berspekulasi salah satunya perselingkuhan, karena Liu Xingsheng jarang di rumah mereka menduga kalau istrinya selingkuh karena kekurangan kasih sayang.
Melihat yang terjadi sekarang Haocun perpikiran lain. "Tentu saja dua orang ini sangat sama dan terpandang pasti ada sedikit kesalahpahaman." pikir Haocun.
Xiao Nuan dan Liu Xingsheng mengobrol sedangkan Haocun sibuk dengan pikirannya sendiri. "Tuan, kami sudah selesai. Sampai jumpa lagi." kata Xiao Nuan.
"Jangan, jangan sampai berjumpa lagi." ralat Liu Xingsheng.
"Tuan pangeran, anda terlalu posesif." sahut Haocun. Sempat di kabarkan kalau Liu Xingsheng tidak peduli kemana pun Xiao Nuan pergi.
Melihat keakraban mereka berdua Haocun berpikir kalau Liu Xingsheng tidak pergi ke perbatasan tapi memang mencari Xiao Nuan. "Keluarga Wu, mereka memang ahli dalam memanipulasi situasi dan menyalahkan pihak asing."
...****...
Selama mereka berjalan tidak ada satu katapun keluar.
"Sejak kapan kalian kenal?" tanya Liu Xingsheng memulai pembicaraan.
Xiao Nuan menoleh ke arah Liu Xingsheng. "Sejak kapan kamu ingin tahu kebiasaanku?" tanya balik Xiao Nuan.
Liu Xingsheng berhenti ia menatap kesal istrinya. "Aku bertanya, jangan biasakan bertanya balik!" kata Liu Xingsheng menahan marah.
Xiao Nuan memutar tubuhnya ke arah Liu Xingsheng yang berada di belakang. "Kamu kenapa? Biasanya juga gak peduli." sungut Xiao Nuan merasa kesal.
"Aku gak suka ya kamu bersikap kayak gini!" ujar Liu Xingsheng memegang tangan Xiao Nuan dengan kasar.
"Liu Xingsheng, asal kamu tahu aku juga gak suka sama pria yang bersikap kasar!" Xiao Nuan menghempaskan tangan Liu Xingsheng.
Merasa heran karena tiba-tiba Liu Xingsheng bersikap seperti ini. Xiao Nuan memilih pergi meninggalkan Liu Xingsheng yang sedang di landa amarah.
Hatinya sangat tidak menyukai kedekatan Haocun dan Xiao Nuan. Namun berbeda dengan Xiao Nuan yang selalu welcome walaupun ia pemilih.
Xiao Nuan berhenti di sebuah kebun persik, saat ini musimnya buah. Xiao Nuan menghela nafasnya panjang. "Aku gak bisa nahan lagi."
"Tujuanmu bukan hanya balas dendam." kata Leng muncul dari balik bajunya.
Xiao Nuan mengelus kepala Leng. "Aku tau, tapi semakin ke sini Liu Xingsheng berbeda. Aku gak tau apa yang terjadi padanya."
"Bisa jadi dia menyukaimu seperti Haocun."
"Haocun bukan menyukaiku tapi dia ingin tahu kenapa aku lebih kuat darinya."
"Benar, Haocun termasuk pada master Alchemist tentunya dia bisa mengetahui tenaga dalam seseorang dari aroma tubuh atau nafas yang keluar."
Xiao Nuan duduk di bawah pohon.
"Pastinya dia sangat penasaran kenapa energimu meningkat tinggi."
Leng terbang ke pundak Xiao Nuan. "Ada yang bisa di lakukan agar tujuan kita segera tercapai."
__ADS_1
"Apa itu?" tanya Xiao Nuan.
"Menggabungkan kekuatan kita."