Killer Queen

Killer Queen
Episode 4


__ADS_3

...Pangeran Yun Akash dan putri Yun Lan Hai...



Xiao Nuan berada di tengah kota namun dengan sekejap ia berganti pakaian. Ia menyelinap ke sebuah tempat, "Seharusnya kita pasti mendapatkan info."


Keluar dari tempat tersebut Xiao Nuan langsung kembali ke kediaman. "Aku harus memberikan obat ini pada pangeran kaisar."


Xiao Nuan membawa semangkok obat, ia berjalan menuju ruang baca. "Pangeran kaisar, aku sudah membawakan obat untukmu." namun di sana sudah ada putri Cia Yin.


"Obat? Paman kaisar apa kamu terluka?" putri Cia Yin sepertinya sangat mengkhawatirkannya namun Liu langsung mengatakan ia tidak kenapa-kenapa.


"Semalam dia mimisan, jangan bersikap seolah dia sekarat dari Medan perang." ucap Xiao Nuan.


Tiba-tiba ia merasa jengkel melihat putri Cia Yin, entah karena apa ia tidak suka. Mengingat dari memori Alcie tidak memiliki hubungan apapun dengan mereka berdua dulu.


"Kamu mau kemana?" tanya Liu Xingsheng melihat Xiao Nuan ingin pergi.


"Tuanku, karena di sini ada tamu aku pamit undur diri.", Sebenarnya Xiao Nuan kesal jika selalu di sini apalagi melihat bagaimana putri Cia Yin mencari perhatian.


Xiao Nuan berada di kediamannya. "Sangat kesal.", Xiao Nuan menutup matanya ia bisa gila jika memikirkan hal lain. Sekarang ia akan melakukan meditasi untuk meningkatkan kultivasi.


****


...Selesai kultivasi Xiao Nuan mendapatkan kabar kalau putri Cia masih berada di ruang baca bersama pangeran kaisar. Daripada membuat dirinya mati kesal Xiao Nuan memilih untuk keluar dari kediaman pangeran kaisar....


Ia mencari angin segar, di tambah suasana sore ini sangat cerah dan awan jingga menghiasi langit. Lelah berjalan Xiao Nuan duduk di bawah pohon besar.


"Kita bertemu kembali, sangat berjodoh." ujar seseorang.


Xiao Nuan melihat ke sumber suara, ternyata Haocun. "Tuan Haocun, ada apa anda menghampiri saya?" Haocun hanya diam lalu menatap hamparan Padang bunga.


"Hanya betulan lewat, nona aku belum tahu namamu siapa?"


"Tuan Haocun sungguh aneh, hanya demi sebuah nama rela seperti ini."


Haocun terkekeh ucapan Xiao Nuan sangatlah mengintimidasi namun ia suka wanita seperti ini. "Liu Qiaohui.", Haocun terdiam sesaat sebelum bereaksi.


"Liu? Hanya ada satu nama Liu di seluruh negri Yuoyui dia adalah Singa perang." pikir Haocun.


"Nama yang bagus. semoga sepanjang tahun ini seperti arti namamu." ujar Haocun. Xiao Nuan hanya mengangguk. Dalam hati ia tertawa puas karena berhasil membuat Alchemist ini percaya.


"Nona Liu, ini sudah hampir malam. Saya antar pulang." Xiao Nuan mengangguk setuju lagipula ia lupa jalan pulang karena sedari tadi ia mengikuti arah angin.


Mereka berjalan melewati keramaian dan banyak orang yang sedang berkencan. "Tahun ini banyak pemuda bangsawan dari negri sebrang mencari calon istri."


"Kenapa tuan Haocun."


"Tidak, hanya saja mereka mencari wanita di negri Yuoyui." Xiao Nuan melihat-lihat memang banyak orang asing tentunya bukan kalangan biasa.


Tahun ini negri Yuoyui mendapat julukan sebagai kerajaan cantik. Itu bukan berkat keluarga kerajaan tapi banyak wanita cantik di negri ini. "Nona Liu, ini adalah arah ke kediaman Kaisar perang."


Xiao Nuan mengangguk. "Ini tempat tinggalku." Haocun tertegun ia tidak menyangka bisa berkenalan dengan keluarga Liu. Xiao Nuan pamit dan masuk ke dalam.


Haocun berdiri menatap kediaman yang terkenal dengan singa perang. Pertama kali lihat kata yang keluar adalah Mewah, "Tunggu, bukannya Singa gila itu tidak punya saudara bermarga Liu atau aku yang tidak tahu?"


Haocun kembali pulang dengan pikiran bingung, sedangkan Xiao Nuan duduk termangu sesampainya di kamar. "Hari ini lelah sekali." gumamnya.


Pelayan datang mengabari kalau pangeran kaisar pergi ke istana karena sebuah panggilan. "Huh, sekarang tempat ini hanya ada aku sebagai tuan rumah."


"Nyonya, tuan putri Cia Yin ingin bertemu."


Xiao Nuan mengerutkan kening. "Gadis itu belum pergi?!" , Xiao Nuan meminta untuk menunggu sebentar karena ia ingin membersihkan diri.


"Terserah dia." Xiao Nuan sengaja santai agar memberi sebuah pelajaran untuk gadis lancang. Menurut Xiao Nuan putri Cia Yin tidak tahu malu karena berani menggoda suami orang.


Selesai berganti pakaian ia langsung menemui tuan putri Cia Yin yang sudah menunggunya di dekat jembatan. "Maaf tuan putri." ucap Xiao Nuan.


"Beraninya kamu membuat tuan putri menunggu lama."


Xiao Nuan menatap sinis pelayan lalu menatap putri Cia Yin. "Ada hal apa yang membuat putri ingin bertemu saya di malam seperti ini."


"Langsung saja, tinggalkan paman kaisar!"


Xiao Nuan mengerutkan keningnya, ucapan gadis di hadapannya tidak masuk akal. "Tuan putri, apa kamu mendengar kabar dengan benar?"


"Tentu, kamu hanya di nikahi sebagai selir jadi untuk apa bertahan di sini."


"Tuan putri, selir atau permaisuri aku tetap istri paman kaisarmu." ucapan itu membuat putri Cia murka.


"Tinggalkan sebelum kau sama dengan wanita-wanita yang menjadi calon suami paman kaisar." Xiao Nuan akhirnya tahu rumor mengatakan kalau pangeran kaisar tidak bisa menikah karena kutukan.


Iya kutukan, banyak pengantin calon istrinya mati sebelum pernikahan. Liu Xingsheng pun berbohong saat banyak masyarakat membungkuk dan bersyukur atas pernikahan mereka.


Pada nyatanya mereka bersyukur karena kemalangan pangeran kaisar menghilang, mereka menganggap kalau pangeran kaisar juga penyebab beberapa tahun ini sangat sulit melakukan kontrak dengan negri sebrang.


"Tuan putri, apa kamu tidak takut korban selanjutnya adalah kamu?!" tanya Xiao Nuan.


Putri Cia Yin tertawa. "Akulah yang membunuh mereka untuk apa takut." Xiao Nuan langsung mendorong tubuh putri Cia Yin membentur pagar.


"Hei, kau ... " Xiao Nuan melempar jepit rambut membuat pelayan itu pingsan.


"Siapa kau? Mau apa?"


"Tuan putri, dimana sombongmu? Barusan kau mengancamku."


"Kau melakukan pergerakan dengan tiba-tiba aku hanya kaget." Xiao Nuan mendorong tubuh putri Cia Yin ke tanah. Ia melirik dengan tajam membuat tekanan besar.


"Jangan sampai kau berbuat ulah."


Setelah mengatakan itu ia meninggalkan putri Cia Yin yang terduduk di tanah. Tekanan barusan belum ada apa-apa karena dari sifat putri Cia Yin tidak akan menyerah begitu saja.


Liu Xingsheng menatap dari kejauhan ia menyaksikan semuanya dengan matanya sendiri. "Tuan, tenaga dalam permaisuri semakin besar sepertinya dia bukan Alcie Wang."


"Tentu, dia bukanlah Alcie Wang namun Keturunan asli Xiao. Ini pasti ada hubungannya dengan ibuku." Liu melangkah menuju kamar dia dan Xiao Nuan.


Di dalam kamar Xiao Nuan puas membuat putri Cia Yin ketakutan. Ia bermeditasi lagi untuk mencapai level selanjutan. "Xiao Nuan, 1 level lagi agar mencapai level langit."


Xiao Nuan mengangguk lalu meditasi lagi ia menggunakan exelir yang di buat langsung dari tungku tadi pagi. "Dengan exelir ini aku bisa menembus satu level dengan cepat."


Beberapa menit kemudian angin berputar di sekitar tubuh Xiao Nuan. Cahaya seperti kumbang mengintari tubuh Xiao Nuan dan seketika menghilang.

__ADS_1


"Aku sudah menembusnya."


Xiao Nuan menatap tangannya, kulitnya sangat bagus karena exelir tadi di tambah dengan meditasi yang cukup membuatnya bertambah kuat.


^^^"Xiao Nuan, di negri ini hanya suamimu yang mampu menembus langit. Aku ucapkan selamat untukmu!"^^^


Xiao Nuan hanya mengangguk ia tahu kalau suaminya sangat kuat namun cepat atau lambat ia akan mengalahkan pria misterius itu. "kekuatanku sudah cukup, nanti kupikirkan cara mengeluarkanmu."


"An'Er, kamu berbicara dengan siapa?" tanya Liu Xingsheng.


Xiao Nuan melihat ke arah pintu. Tenyata ada Liu Xingsheng, "Hah? Aku sedang berbicara dengan diriku sendiri." jawab Xiao Nuan dengan gugup.


Liu Xingsheng duduk di atas ranjang ia memerintahkan Xiao Nuan untuk duduk di sampingnya. "Ada apa?" tanya Xiao Nuan penasaran.


"Besok aku akan pergi ke hutan terlarang."


Xiao Nuan berpikir sejenak sebelum akhirnya menjawab. "Untuk apa kamu ke sana?", Liu hanya mengatakan kalau ada pekerjaan yang mendesak.


"Kalo gitu aku ikut."


"Jangan, kamu di sini hutan terlarang sangat berbahaya untukmu."


"Kemanapun kamu pergi berarti aku ada di sana." Timpal Xiao Nuan meninggalkan Liu Xingsheng. Ia tidak suka di larang apalagi hutan terlarang ia merasa kalau hutan itu seperti ada hubungannya dengan dirinya.


^^^"Xiao Nuan, keputusanmu memang benar tapi hutan terlarang sangat sulit untuk di masuki orang." kata Yan^^^


"Bukannya aku menentang alam, tapi aku merasa kalau di sana akan ada petunjuk tentang kedatanganku." jawab Xiao Nuan.


^^^"Tadi aku merasa seperti itu, tapi aku khawatir apa yang di katakan oleh suamimu adalah fakta."^^^


"Jangan menyimpulkan, kita belum ke sana."


^^^"Keras kepala!"^^^


Xiao Nuan kesal karena Yan dan Liu Xingsheng melarang dirinya untuk ikut ke sana. Tapi bukan Xiao Nuan kalau tidak nekat, ia kembali ke kamarnya sangat larut malam.


Keesokkan paginya, kediaman paman kaisar gempar dengan surat Xiao Nuan yang di tulis oleh Xiao Nuan. Liu Xingsheng pergi ke hutan terlarang dengan tergesa-gesa.


Istri kecilnya membuat masalah hingga dirinya harus segera pergi. Tidak lupa istri kecilnya memberi kata-kata indah.


"Paman kaisar, sepertinya istri kecilmu akan pergi duluan. Jangan lupa untuk membawa bekal baju siapa tau kita bertemu di sana!"


Sekarang Liu Xingsheng sangatlah tidak baik-baik saja penurut penjaga semalam hanya ada penjaga yang keluar masuk, bisa jadi Xiao Nuan menyamar menjadi penjaga untuk mengelabuhi penjaga lain.


"Xiao Nuan, lihat saja jika kita bertemu akan kubuat kamu berteriak memohon!" batin Liu Xingsheng.


***


Dirinya sampai di hutan terlarang pagi buta, sekarang sekitar tengah hari pastinya sudah berada di tengah hutan tersebut. "Yan, bahkan aku belum menemukan binatang dewa."


^^^"Ck, kamu kira binatang dewa sama seperti binatang yang kamu lihat di zoo."^^^


"Hahaah, siapa tau mereka sama."


^^^"Xiao Nuan, aku merasa ada binatang suci dekat sini."^^^


Xiao Nuan langsung mencari namun ia tidak menemukan apapun, tapi hawa dingin membuat tubuhnya terhempas. "Ini adalah hawa phoenix es."


Phoenix melihat ke arah Xiao Nuan, tatapannya tajam ia langsung terbang menghampiri nya. "Hai manusia sedang apa kau di sini."


"Aku tidak bisa bicara dengan hewan kecil dan lemah seperti dirimu." jawab Xiao Nuan ingin meninggalkan tempat itu.


"Sombong sekali, manusia hanyalah makhluk nista."


"Ck, kau juga sama namamu saja burung suci." timpal Xiao Nuan.


"Lancang sekali kau!"


^^^"Xiao Nuan, jangan membuatnya marah. Kau tidak tahu kekuatan dia seperti apa."^^^


"Aku tidak peduli, dia hanya hewan yang di pelihara oleh dewa. Untuk apa takut." Phoenix merasa marah ia ingin menyerang Xiao Nuan namun sebelum cakarnya menangkap Xiao Nuan sudah melempar pisau racun.


"Sialan,"


Xiao Nuan berjalan mundur. "Dalam 1 jam racun itu menyedot semua kekuatanmu, dalam satu jam juga kau akan berubah menjadi burung biasa."


Phoenix tidak percaya, namun lima menit berlalu tubuhnya semakin lemah bahkan sayap berkilau mulai meredup. "Manusia, bantu aku."


Xiao Nuan pura-pura tidak mendengar, bahkan terdengar jelas suara permohonan burung Phoenix. Xiao Nuan melempar sebuah bubuk tepat di atas pisau.


Seketika itu asap hitam muncul, Xiao Nuan memberikan penawaran racun tersebut. Sekarang kilaunya kembali Phoenix yang terjatuh pun bangkit.


"Maafkan aku master, aku telah melakukan kesalahan dengan membuatmu marah."


Burung Phoenix memberi tanda kalau ia siap melakuyoan kontrak darah. "Hei burung, aku tidak memerlukan kontrak darah untuk membuat dirimu selalu bersamaku."


Phoenix terkejut ribuan manusia datang untuk membuatnya tunduk dan melakukan kontrak darah, namun wanita di hadapannya malah menolak.


"Master, aku bawahanmu sekarang. Kapanpun kamu butuh aku selalu ada di atas kepalamu "


Xiao Nuan menunjukan sebuah Giok. Seketika itu Phoenix langsung berlutut patuh. "Master, anda adalah seorang dewi maafkan aku."


Xiao Nuan heran, ia menemukan giok ini saat bangun dari pingsan. Kata Xi Sara giok ini pemberian almarhum ibunya dulu. "Sekarang bukan waktunya berbicara. Bawa aku ke titik puncak hutan terlarang."


Phoenix berubah menjadi besar, Xiao Nuan melompat dan naik ke atas burung tersebut. "Xiao Nuan, aku tidak menyangka kamu menundukkan dia dengan pikiran."


Xiao Nuan hanya tersenyum, baginya hewan adalah makhluk hidup yang harus di hargai. Mereka juga tidak akan lupa cara berterima kasih setelah di selamatkan.


"Master Dewi, kita berada di titik puncak hutan terlarang." , Xiao Nuan turun dari atas Phoenix. Seketika itu juga Phoenix mengecil.


"Siapa namamu?" tanya Xiao Nuan saat Phoenix berdiri di atas pundaknya.


"Nama hamba adalah Leng. " Xiao Nuan langsung terkekeh. Namanya saja Leng sudah pasti dingin. Mereka berjalan beberapa meter lalu duduk dibawah salah satu pohon besar.


"Leng, jaga sekiranya aku akan melepaskan sesuatu." Xiao Nuan langsung fokus dan secara ajaib lingkaran hitam muncul. Angin bertiup kencang.


"Master, sedang apa ini seperti ... "


Beberapa menit kemudian asap putih keluar, asap tersebut menggumpal dan berubah menjadi seekor naga. "Akhirnya aku keluar dari tubuh wanita ini."


Leng si Phoenix terkejut melihat Yun yang keluar dari tubuh Xiao Nuan. "Kau!", Phoenix menatap marah naga tersebut. Mereka berubah menjadi beras.

__ADS_1


"Sialan, ternyata kau bersembunyi selama ini." Melihatnya keadaan tersebut bisa di pastikan kedua hewan ini saling berhubungan.


"*Aku tidak pernah bersembunyi, apalagi untuk melawan burung jelek seperti mu!"


"Sialan, karena kecerobohanmu aku kehilangan dua orang sekaligus." Phoenix memberikan serangan*.


Xiao Nuan terjatuh, ia mengeluarkan banyak tenaga agar bisa membebaskan Yan dari dalam hatinya. "Hentikan, lihat master!" Leng melihat Xiao Nuan tergeletak.


Dua hewan legendaris itu pun langsung menghampiri Xiao Nuan. "Master!"


"*Master mengalami penurunan karena telah mengeluarkanku."


"Aku akan menjaga sekitar, sekarang kamu kembalikan tenaganya*." Mereka berdua bekerja sama untuk membuat Xiao Nuan pulih. Beberapa saat kemudian mereka berada di hadapan Xiao Nuan.


"*Luka master tidak dalam dan syok."


"Kenapa kamu bisa di sana, Yan?"


"Wang'Er, dia yang telah mengunciku di dalam hati dan pikiran master."


"Apa? Dia anak Wang'Er*?!" Yan mengangguk, selama hidup dalam tubuh Alcie ia tidak dapat berkomunikasi namun saat Alcie lain masuk ia berkonsentrasi dan berkomunikasi dengan baik.


"Alcie jiwa mereka bertukar dengan Xiao Nuan."


"Cucu si tua itu?" lagi-lagi Yan mengangguk. Hanya keturunan kakek Alcie yang akan bisa menunjukan jalan.


"*Kalau saja si tua itu masih kuat seperti dulu."


"Manusia akan berkurang energi setelah bertambah umur. Tidak seperti kita*."


Mereka tertawa. Menertawakan diri mereka yang telah hidup ribuan tahun bahkan mereka lupa kapan mereka lahir. Xiao Nuan bangun karena tubuhnya terasa hangat.


"Kalian?"


"Master sudah sadar." Xiao Nuan terkejut karena dua hewan besar melindungi dirinya bahkan tubuhnya bertambah energi setelah bangun.


...***...


Liu Xingsheng menelusuri hutan terlarang, ia belum menyelesaikan masalahnya karena ingin menemui permaisurinya dulu. "Tuanku, di sini tidak ada jejak nyonya sepertinya dia mengambil jalan lain."


"Fei Hung, kita seharusnya sudah berada di tengah hutan bukan." Fei Hung mengangguk setuju. Sekarang mereka sedang berada di tengah-tengah hutan.


Di sisi lain hutan Xiao Nuan sudah menembus level baru bahkan kekuatannya meningkat pesat. "Rambutku berubah menjadi emas."


"*Master, tubuh anda sekarang di aliri oleh kekuatan besar."


"Benar Dewi master, Leng sangat beruntung bertemu dengan anda*."


"Kalian, sekarang aku sudah kuat harusnya kalian memberi tahu tujuan apa membawaku ke negri ini." kata Xiao Nuan.


Yan melempar semua pertanyaan ini pada Leng yang berada di luar selama bertahun-tahun. "Kejadiannya 21 tahun lalu, saat ibumu meninggalkan dunia. Seperti rumor yang beredar kalau keluarga Wu menikahi wanita dari negri luar. Namun kenyataannya keluarga Wu hanya menampung ibu Xiao Nuan yaitu Wang Shi. Saat itu Wang Shi sedang hamil 2 bulan, tuan Wu menerima nya karena paras yang cantik. Namun setelah kelahiran master tuan Wang mengetahui kalau selama ini Wang Shi berbohong. Ayah kandung Xiao Nuan sudah meninggal saat menyegel hewan legendaris level langit."


"Jadi ibuku dari dunia sana mati bukan karena kecelakaan tapi terjebak di sini dan sampai akhir hayatnya." Mereka mengangguk tanda itu benar adanya.


"Aku tidak bisa menerima ini semua."


"Dewi master, yang membunuh ibumu bukanlah tuan Wu tapi kaisar negri Yuoyui. Ia terobsesi karena tidak bisa memilikinya." kata Leng.


"Sekarang kamu mengetahuinya, aku selalu menunggu mu kuat agar bisa membalaskan dendam pada keluarga kerajaan."


Sekarang Xiao Nuan tahu kenapa Yan selalu memberinya perintah tentang kekuatan besar, yaitu untuk membalaskan dendam ibu dan ayahnya.


Sekarang ia mempunyai musuh yang nyata di negri Yuoyui ada dua orang, "Raja dari negri seberang ikut andil membunuh ayahmu. Mereka sengaja membuat ayahmu melawan monster itu sendirian agar bisa membunuhnya."


Kenyataan pahit di terima oleh Xiao Nuan. Ia tidak percaya kalau ayah dan ibunya terjebak di dunia ini. Lalu siapa yang menempati tubuhnya selagi dia berada di dunia asli.


"Tubuh asliku adalah ini, lalu di dunia ku?"


^^^"Si tua itu mengerahkan semua kekuatan untuk membawa jiwamu keluar, namun sayang tidak bisa jadi si tua menukar jiwamu dengan jiwa anak lain dari dunia itu."^^^


Xiao Nuan terjatuh ia memegangi kepalanya, sakit harus menerima kenyataan pedih ini. "Bagaimana bisa aku menerima semua ini, kenapa? Kenapa kakek tidak terus terang dari dulu."


Leng dan Yan hanya menatap dengan iba, mereka hanyalah monster suci dan terkadang tidak memiliki emosi seperti manusia.


Leng dan Yan terpisah karena saat itu Yan menjaga Wang Shi sedangkan Leng ikut bertempur dengan ayah Xiao Nuan. "Leng, apa kau tahu namaku bisa sama dengan ibu Liu Xingsheng."


^^^"Yan, sekarang kamu jelaskan kenapa kamu memberikan nama ratu Xiao padanya."^^^


^^^Yan menghela nafas ia berat mengatakan ini. "*Xiao Nuan adalah nama asli ibu Liu Xingsheng, ratu dari kerajaan putih. Karena suatu masalah yang kami juga tidak tahu ratu Xiao di antarkan ke sini sebagai sandera."^^^


^^^"Semasa hidupnya ratu Xiao sangat dekat dengan Wang Shi. Mereka sepakat menjodohkan kalian padahal waktu itu kamu baru 5 bulan dalam perut sedangkan Liu Xingsheng berusia 8 tahun."^^^


^^^"Ratu Xiao, berharap suatu saat nanti keturunan Wang dapat memberikan keadilan bagi dirinya dan Liu Xingsheng*."^^^


Xiao Nuan mendengarkan cerita Yan secara seksama. Kerajaan putih berada di mana?" pernyataan Xiao Nuan membuat Leng mendesah kecewa.


^^^"Dewi master, saat ini sudah terlambat kerajaan putih sudah musnah. Fakta mengatakan kalau kerajaan itu sudah berganti menjadi kerajaan merah atau kerajaan iblis." tutur Leng.^^^


"Tidak ada yang mustahil. Sekarang aku tahu siapa musuhku. Kita harus perhitungan dari negri Yuoyui dulu." Xiao Nuan bangun dari duduknya.


Rambut emasnya membawa kesan bijaksana dan karismatik. Tatapannya sangat tajam dan siap membalikkan perbuatan setimpal untuk musuhnya.


^^^"Selagi kau balas dendam, harusnya melakukan kultivasi lagi karena kerajaan iblis bukan tempat biasa untuk di jadikan destinasi."^^^


Xiao Nuan paham, ia akan menggunakan Alchemist sebagai tunjangan lain agar cepat mencapai level baru lagi. "Leng, bawa kita ke istana."


Leng langsung mengepakkan sayapnya. Mereka menuju istana kerajaan Yuoyui. Namun Xiao Nuan melihat Liu Xingsheng berada di tengah hutan terlarang.


"Yan, kirimkan ini." Xiao Nuan memberikan kertas sihir.


Ia berharap Liu Xingsheng tidak mencari dirinya di sana. Setelah itu ia meninggalkan hutan tersebut. Perjalan dari sini ke ibukota sangatlah jauh memerlukan waktu.


Liu Xingsheng terkejut karena ada naga yang menghampirinya. Pengawal langsung melindungi Liu Xingsheng. "Tenanglah, aku hanya menyampaikan surat dari Xiao Nuan."


Setelah mengatakan itu Yan langsung meninggalkan Liu Xingsheng. Melihat naga dan surat Liu Xingsheng segera membuka isi surat tersebut.


Di sana tertulis "Sheng'Er, Jangan mencariku aku dalam perjalanan pulang menuju kediaman. Hati-hati hutan terlarang banyak binatang roh dan suci."


"Tuan, apa itu surat dari nyonya?", Liu Xingsheng menganggu ia memerintahkan seluruh pengawal untuk melaksanakan urusannya yang tertunda.


"Xiao Nuan, aku harap kamu benar sudah di kediaman ketika aku pulang."

__ADS_1


__ADS_2