Killer Queen

Killer Queen
Episode 14


__ADS_3


Di Yuoyui, Liu Xingsheng gelisah karena kehilangan Xiao Nuan. Ia menemukan jepit rambut milik Xiao Nuan di dekat jalan pulang. Terlihat jelas jepit itu hancur menjadi beberapa bagian.


Setelah meminta prajurit elit ia langsung memandu pasukan untuk mencari istrinya. Feng shui mencari Xiao Nuan di sekitar tempat terakhir berada.


Liu Xingsheng berkeliling siapa tahu Xiao Nuan berada di sana. Hari sudah mau pagi namun tidak ada sedikit tanda-tanda dari Xiao Nuan.


"Hentikan pencarian."


"Kenapa?"


"Xiao Nuan tidak berada di sini, lanjutkan besok."


"Yan, istriku di culik."


"Xiao Nuan bukanlah wanita manja, dia master Dewi langit. Kepergiannya pasti ada alasan ia akan kembali secepatnya."


Liu Xingsheng mendengar ucapan Yan, lagipula Yan jauh lebih lama mengenal Xiao Nuan daripada dirinya. Dari keahliannya juga Xiao Nuan lebih unggul.


Tempat lain


Pada akhirnya, Xiao Nuan pergi bersama pria misterius itu. Ia di bawa ke rumahnya yang berada di atas bukit. Xiao Nuan melihat seluruh kota Xili dari sini.


"Rumahku hanya memiliki satu kamar, kamu pakai saja untuk istirahat."


Xiao Nuan mengangguk ia masuk ke dalam sedangkan pria misterius itu pergi entah kemana. Di dalam Xiao Nuan menatap pakaian yang sudah tercompang-camping.


"Kerusakan bajuku sudah parah." gumam Xiao Nuan.


Ia sejak tadi menggunakan telepati untuk berkomunikasi dengan Leng, tapi tidak bisa malah menguras kembali energi yang telah ia kumpulkan.


Xiao Nuan membuka cadarnya, ia melihat ada luka di samping pipinya. "Ck, ranting sialan." gumam Xiao Nuan. Pria itu kembali ia masuk tanpa mengetuk.


"Maaf," pria itu langsung membelakangi Xiao Nuan.


Melihat hal itu Xiao Nuan berkata. "Pakaianku masih lengkap kenapa kamu membalikkan badan?" Pria itu hanya menjawab kalau ia merasa tidak sopan.


Tangannya menyodorkan pakaian yang di bungkus.


"Ini punya adikku, kamu pakailah dulu." ucapnya setelah itu ia kembali ke luar.


Xiao Nuan menatap sebentar lalu ia segera berganti pakaian.


Karena ini sudah hampir subuh tubuhnya sangat lelah Xiao Nuan memilih untuk tidur.


***


Xiao Nuan terbangun karena matahari masuk ke celah kamarnya. Udara di sini sangat dingin jauh berbeda dengan tempat-tempat yang ia pernah kunjungi.


Xiao Nuan keluar dari kamar lalu menuju halaman rumah. Terlihat pria semalam sedang duduk memainkan alat musik, "Sudah bangun?"


Xiao Nuan mengangguk.


"Terimakasih karena sudah memberikan tempat beristirahat."


Pria itu tersenyum manis dan berkata tidak apa. "Lagipula saya tidak sengaja melihatmu terluka parah." Saat itu dirinya akan berburu malam untuk makanan pagi.


Tidak di sangka yang ia tunggu bukanlah hewan melainkan wanita anggun turun dari atas. Terlihat jelas tangannya terikat tapi aura keagungan masih terpancar.


Di bawah sinar bulan pria itu melihat seorang wanita sedang berusaha untuk membuka tali bahkan ia melihat wanita itu menggunakan energi roh.


Namun karena terluka dan beberapa alasan energi tersebut malah tidak terkendali. Karena kasihan pria ini memberikan belati miliknya.


Dia kira hanya bertemu sampai situ, tapi ia melihat wanita ini juga di bawah pohon memegang tangannya mungkin lukanya semakin parah.


Karena merasa tidak baik seorang wanita di tengah hutan dengan keadaan terluka. Pria itu membawa wanita tersebut ke rumah kecil miliknya.


Xiao Nuan duduk di samping pria itu. "Maaf sebelumnya, namaku Xiao Nuan." Setelah mengatakan itu Xiao Nuan menatap ke arah alat musik.


"Alat musikmu bukan hanya mengeluarkan nada indah tapi juga racun." ucap Xiao Nuan tanpa sadar.


Pria itu terlihat sangat terkejut mendengarnya.


"Kamu mengenali alat ini?" Xiao Nuan mengangguk tangannya menyentuh senar dari alat musik.


"Ada bubuk besi dan senar ini terbuat dari besi tajam yang di rancang menjadi senar. Alat seperti ini hanya berlaku untuk pembunuh bayaran yang menyamar menjadi para menghibur."


Pria itu menatap takjub karena ucapan Xiao Nuan memang benar adanya. "Menebak sangat akurat,". Xiao Nuan terkekeh alat seperti ini sudah tidak layak pakai di dunianya.


"Namaku Niu Mayleen, seperti tebakanmu aku seorang pembunuh bayaran yang telah pensiun." ucapnya.


Xiao Nuan tertawa pelan karena kejujuran pria bernama Niu Mayleen ini. "Setahuku seorang pembunuh tidak akan mengungkap identitas secara cuma-cuma."


"Nona Xiao Nuan, anda memang sangat cerdas."


Xiao Nuan bangun dari duduknya ia mengintari beberapa tempat. "Pensiun? Pantas saja bangunannya hanya untuk tempat istirahat. Bisa di simpulkan ini di buat untuk tempat persembunyian atau istirahat."


Niu Mayleen mengangguk, wanita di hadapannya sungguh mengagumkan. Beberapa jam lalu ia memberikan obat untuk Xiao Nuan karena dia terus meracau.


Ketika bangun apa yang di keluarkan oleh mulutnya sangat akurat membuat dirinya menjadi takjub dan kagum. "Nona Xiao Nuan, apakah anda seorang bangsawan?"


Xiao Nuan menghela nafas.


"Jangan pikir karena pakai ku kemarin, kau menganggapnya sebagai wanita kelas atas." kata Xiao Nuan.


"Tapi memang seperti itu, pakaianmu terbuat dari sutra tentunya kamu adalah putri bangsawan."


Xiao Nuan tersenyum ia berjalan beberapa langkah langsung menemui sungai. Ternyata Niu Mayleen sengaja mencari tempat strategis untuk peristirahatan.


Xiao Nuan duduk di atas batu di pinggir sungai. "Wanita begitu cantik bahkan dengan pakaian sederhana aura yang anggun tetap menyelimutinya." pikir Niu Mayleen.


Niu Mayleen berjalan ke arahnya.


"Nona Xiao Nuan, anda menikmati gubuk kecilku." , Xiao Nuan mengangguk ia memang menyukai tempat seperti ini.


"Tuan Niu Mayleen, apa di sini jauh ke kota?" Niu Mayleen mengangguk. Dan mengatakan beberapa dari sini akan sampai ke ibukota Xili.


"Aku mau minta tolong, tuan Niu Mayleen."


Niu Mayleen menatap Xiao Nuan.


"Aku harus membeli beberapa barang karena Xili dan Yuoyui lumayan jauh."


Niu Mayleen mengangguk menyetujui. Karena Xiao Nuan baru bangun ia beranjak ke dapur untuk menyiapkan sesuatu. Selagi Niu Mayleen pergi Xiao Nuan mendekati alat musik.


"Aku pernah memainkan ini," tangannya memetik senar dengan lembut lalu perlahan ia hanyut dalam permainan lagu dari alat musik tersebut.


Saking hanyutnya Xiao Nuan tidak sadar kalau Niu Mayleen berada di hadapannya dengan nampan di tangannya. "Maaf tuan Niu Mayleen."


"Tidak apa, permainanmu sangat bagus sekali." puji Niu Mayleen.


Dalam hati Niu Mayleen heran kenapa Xiao Nuan bisa memainkan alat musiknya tanpa terluka. Kalau orang biasa alat musik itu sudah memotong jari yang menyentuhnya.


"Apa dia gadis spesial yang menurut ramalan?" pikir Niu Mayleen.

__ADS_1


Xiao Nuan menaruh alat musik, Niu Mayleen menyodorkan makanan untuk Xiao Nuan. Namun Xiao Nuan menolak karena alasan lain.


"Pergi ke kota memerlukan waktu, nanti kamu bisa pingsan lagi." Xiao Nuan terdiam berpikir sampai akhirnya menerima makanan dari Niu Mayleen.


****


Beberapa jam kemudian.


Mereka sampai di kota, sekarang di sini sangatlah ramai karena banyak orang dari kampung berbelanja atau menjual hasil mereka.


Tidak sedikit Xiao Nuan melihat wanita yang di jual sebagai pelayan. "Anda aku bisa percaya dengan orang." ucap Xiao Nuan lirih saat melihat wanita yang akan di perbudak.


"Nona Xiao Nuan, anda ingin berbelanja apa?" tanya Niu Mayleen.


Xiao Nuan hanya menatap sebentar lalu kembali fokus berjalan. Ia mampir ke beberapa toko mulai dari pakaian, obat, dan lainnya. Niu Mayleen terdiam karena Xiao Nuan terlihat tidak memiliki apapun tapi mampu membeli semua barang ini.


Xiao Nuan tertarik dengan kasino yang ia lewati, ide nakalnya membuat Niu Mayleen mengerutkan dahi. "Nona Xiao Nuan, saya akan beli beberapa obat untuk stok."


Xiao Nuan mengatakan beli saja, ia kan menunggu di restoran depan kasino. Setelah itu Niu Mayleen meninggalkan Xiao Nuan menuju ke toko herbal.


Xiao Nuan mengeluarkan koin perak.


"Ayolah, kali ini beruntung." ucap Xiao Nuan masuk ke kasino.


Jangan berpikir kalau Xiao Nuan selalu menang bermain judi. Ia beberapa kali kalah bermain judi, bukan sengaja tapi ia sangat bosan hingga membiarkan mereka menang.


perjudian di zaman ini sangat kuno tentu Xiao Nuan bisa menebak apa yang akan mereka lakukan jika Xiao Nuan punya jackpot.


Xiao Nuan masuk ke dalam seketika menjadi perhatian karena jarang sekali seorang wanita masuk ke tempat perjudian apalagi tanpa penyamaran seperti Xiao Nuan.


Karena dianggap remeh Xiao mengeluarkan keahlian untuk memenangkan beberapa pertandingan yang menguras uang. "Wanita yang hebat," gumam Niu Mayleen.


Ia hanya berbohong membeli obat, sebenarnya ia ingin menyelidiki apa yang ingin di lakukan Xiao Nuan. "Pantas saja dia tidak terlihat miskin, sangat mahir berjudi."


Xiao Nuan bosan, ia meninggalkan kasino begitu saja. Padahal sedikit lagi ia menang banyak. Baginya uang bukan hal utama sekarang keperluan sudah terpenuhi.


Saatnya kembali dan buat ramuan untuk segera menyembuhkan tubuhnya. Ia ingin segera pulang karena sudah pasti suaminya Liu Xingsheng akan sangat khawatir.


Xiao Nuan menunggu di restoran depan kasino tidak lama Niu Mayleen datang, ia membawa beberapa bungkus obat. Karena urusan mereka selesai jadi segera pulang.


Tepat sore hari mereka sampai di kediaman Niu Mayleen kembali. Xiao Nuan meminjam tungku lalu mengeluarkan bahan obat, Liu Xingsheng masuk ke dalam untuk melakukan sesuatu yang tidak di ketahui oleh Xiao Nuan.


Xiao Nuan bermeditasi mengumpulkan semua titik fokus, lalu perlahan ia mengeluarkan tanaman herbal untuk di olah menjadi obat atau pil.


Dengan bermeditasi tidak hanya obat tapi Xiao Nuan dapat memperbaiki energinya yang sempat kacau. Beberapa saat kemudian Xiao Nuan mengambil salah satu pil dan memakannya.


Ia menarik nafas panjang selama beberapa saat, lalu mengeluarkannya dengan terburu-buru. "Uhkuk ... uhkuk ... Sialan, ternyata tabib itu memberikan racun dosis kecil." maki Xiao Nuan.


Liu Xingsheng pasti tidak tahu kalau obat yang di siapkan tabib sudah ada racunnya. "Pantas saja saat bertarung aku merasakan dada sakit dan terbakar. Energiku sengaja di buat kacau."


Xiao Nuan kembali memakan pil tersebut, ia memejamkan matanya menetralkan kembali racun-racun yang berada di aliran darahnya.


Setelah beberapa saat tangan Xiao Nuan mengeluarkan asap hitam dan beberapa tetes darah hitam. "Sepertinya menjadi tabib istana membosankan."


Jika Xiao Nuan sudah mengatakan itu maka cepat atau lambat istana Yuoyui akan mendengar kabar kematian tabib tersebut. "Nebak secara akurat, Alchemist, lalu apa lagi yang dapat nona Xiao Nuan lakukan. Aku benar-benar kagum."


Xiao Nuan mendongakkan kepala, ia melihat Niu Mayleen berada beberapa langkah darinya. Terlihat dia sangat berbeda dari sebelumnya, "Hanya keterampilan menjaga diri."


Niu Mayleen tahu kalau Xiao Nuan sengaja merendahkan diri, wanita seperti ini yang selalu menggoyahkan iman. "Jika keahlian seperti ini, kenapa kamu terluka?"


"Ada beberapa orang yang tidak menyukaiku." ucapan itu langsung di pahami oleh Niu Mayleen. Sebagai sesama pembunuh bayaran tentunya kata singkat namun mengandung arti.


"Tuan Niu Mayleen, maaf karena aku akan menumpang beberapa hari." ucap Xiao Nuan.


"Ucapanmu seperti seorang psikopat."


Niu Mayleen tertawa terbahak-bahak.


"Nona Xiao Nuan, anda terlalu blak-blakan. Tapi sebagai wanita sangat jarang memiliki kepribadian seperti anda, kecuali anda sama pembunuh bayaran."


Xiao Nuan terkekeh. "Aku pembunuh bayaran? Itu hanyalah masalalu lagipula aku mempunyai misi baru."


"Masa lalu? Misi baru? Sepertinya anda belum pensiun." Xiao Nuan mengatakan kalau dirinya sudah pensiun sejak lama namun misi kali ini bukan dari profesi.


"Misi apa? Kalau boleh tahu."


Xiao Nuan menggeleng. "Ini adalah misi pribadi.", Niu Mayleen langsung tahu maksud Xiao Nuan. Tentunya nama misi pribadi adalah sebuah samaran untuk kata balas dendam.


"Huh, aku memiliki banyak misi pribadi. Tapi semuanya tidak berarti lagi."


"Maksudmu tuan Niu Mayleen?"


Niu Mayleen menatap Xiao Nuan lalu mengatakan sesuatu. "Panggil aku Niu Mayleen jangan memakai tuan. Aku serasa menjadi pembunuh bayaran lagi."


Xiao Nuan tertawa mendengar ucapan Niu Mayleen. "Memang kenapa? Itu adalah dirimu walaupun dulu." Niu Mayleen mengatakan kalau sekarang berbeda.


"Masalalu tetap masalalu dan tidak akan terjadi lagi di masa depan." gumam Niu Mayleen.


Xiao Nuan menaruh beberapa pil di meja. "Masa lalu? perkataanmu seperti sudah melupakan. Tapi Niu Mayleen, kamu harus ingat sekuat apapun kamu. Ia akan kembali karena ingatanmu."


Niu Mayleen tersenyum tipis, Xiao Nuan memanglah seorang pembunuh bayaran karena ucapannya yang masuk akal. Sosok Xiao Nuan yang masih asing dan begitu menarik bagi Niu Mayleen.


"Aku ingin bertanya, sebagai pembunuh bayaran apa kamu pernah mendengar tuan agung Lien Hua dari kerajaan hitam." Niu Mayleen mengerutkan dahi.


"Untuk apa kamu menanyakan kerajaan iblis?" Xiao Nuan mengatakan hanya tertarik dengan seseorang yang berasal dari sana.


"Kerajaan iblis sangat berbahaya, dulu aku ke sana untuk mengambil nyawa seseorang."


"Tapi, aku tidak bisa membunuhnya karena ternyata dia iblis mutasi." lanjut Niu Mayleen.


Xiao Nuan tahu apa yang di ucapkan oleh Niu Mayleen.


"Lien Hua memang iblis mutasi sangat sulit melawannya." balas Xiao Nuan.


"Lien Hua? Nama iblis itu Lien Hua? Kenapa namanya bisa secantik itu."


"Lien Hua memiliki arti bunga teratai, untuk seorang iblis mutasi ribuan tahun memang pantas."


"Karena percobaan pembunuhan itu, aku harus kehilangan adikku." ujar Niu Mayleen merenung.


Raut wajah Xiao Nuan berubah, jadi pakaian yang ia pakai sekarang bekas adiknya yang meninggal. "Jika adikku masih ada mungkin ia seusia dirimu, sangat cantik."


"Kenapa bisa mati?"


"Lien Hua tahu aku ingin membunuhnya, ketika sampai ke rumah aku sudah menemukan adikku tewas dengan dada berlubang."


Xiao Nuan berpikir, Lien Hua tidak memakan jantung manusia apalagi ini seorang gadis. Bagi iblis sepertinya sangat tidak mungkin.


"Bukan Lien Hua yang membunuh adikmu." ucap Xiao Nuan. Niu Mayleen langsung menoleh ke arah Xiao Nuan. Ia mengatakan kalau Lien Hua yang menyebabkan adiknya mati.


"Lien Hua adalah iblis mutasi, memakan jantung manusia hanya akan memperpendek umurnya." kata Xiao Nuan.


"Lalu siapa yang membunuh adikku?"


"Rumahmu berada di atas bukit dengan sekeliling hutan." Xiao Nuan melihat ke arah barat. Dan merasakan energi tidak asing, sejak ia tinggal di sini bagian barat selalu menarik perhatiannya.

__ADS_1


"Sebelah sana, pasti ada perkampungan siluman rubah." Kata Xiao Nuan menunjuk arah barat.


"Siluman rubah?"


Xiao Nuan mengangguk. Ia menceritakan kalau hanya siluman rubah yang hidup bergantung pada hati dan jantung manusia. Apalagi seorang gadis itu akan membuat mereka tetap muda.


"Siluman rubah sudah musnah puluhan tahun lalu!" bantah Niu Mayleen. Namun Xiao Nuan malah memintanya untuk membuktikan bahwa ucapannya tidak bohong.


"Menjelang malam, kita pergi ke sana dari sini hanya beberapa kilo meter."


Karena tidak percaya Niu Mayleen menyetujui ucapan Xiao Nuan, ia ingin tahu apa siluman rubah sudah musnah apa tidak.


...****...


Sekarang ini Xiao Nuan dan Niu Mayleen berkuda menuju arah barat. Dalam perjalanan Xiao Nuan mengoleskan sesuatu ke tubuhnya dan Niu Mayleen.


"Ini menyembunyikan status manusia." kata Xiao Nuan.


Niu Mayleen diam, ia heran kenapa ada perempuan yang begitu pintar dan cerdas seperti Xiao Nuan. Pemikirannya yang maju dan semua tindakannya memiliki penyebab.


Beberapa saat mereka sampai di gerbang sebuah desa yang begitu asri dan ramai. "Ini hanya perkampungan biasa." kata Niu Mayleen.


"Niu arti dari wanita muda dan ceria, Mayleen arti dari keindahan. Namamu seperti sifatmu sekarang." cemooh Xiao Nuan dengan nada mengejek.


"Niu Mayleen adalah nama adikku, karena aku tidak bisa melindunginya dengan baik maka namanya akan hidup." balas Niu Mayleen.


Xiao Nuan terkekeh geli, karena pria misterius seperti Niu Mayleen bisa memiliki arti nama yang gemulai. Mereka masuk ke pedesaan.


Di sana banyak rakyat yang menyapa dengan ramah. Lagi-lagi Niu Mayleen mengatakan kalau Xiao Nuan telah salah sangka ini hanya perkampungan biasa dari kerajaan Xili.


"Bodoh, siluman rubah bisa berkamuflase menjadi manusia." gumam Xiao Nuan.


"Lihatlah, mereka ramah."


Xiao Nuan mengeluarkan tangannya dan menggores mata Niu Mayleen dengan sebuah pil. "Apa yang kau lakukan!" kata Niu Mayleen mengusap matanya.


"Lihat pria tampan itu." ujar Xiao Nuan menunjuk seorang pria yang sedang berbicara dengan orang lain.


Niu Mayleen membelalakkan matanya.


"Apa yang kau sebut tampan? Dia jelek sejak dengan telinga runcing."


"Tadi kau bilang tidak percaya dengan siluman rubah." Ternyata Xiao Nuan membuka matanya agar bisa melihat seseorang dengan wujud asli.


Ketika Niu Mayleen melihat ke arah Xiao Nuan ia terkejut. "Kenapa rambutmu ungu? Mata dan tanda itu?" Ia terpaku karena melihat wujud asli Xiao Nuan.


"Jangan melihatku, tapi lihat mereka. Dengan jantung dan hati manusia mereka bisa menjelma menjadi siapapun."


Niu Mayleen terkejut sampai tidak bisa berkata apapun. Xiao Nuan membawanya ke restoran yang ada di sana. Mereka melihat makanan asli dari restoran itu.


"Mereka memakan daging mentah?" Niu Mayleen hampir histeris namun Xiao Nuan membungkamnya agar tidak menarik perhatian banyak orang di sini.


"Jangan terlalu heboh!"


Niu Mayleen mengangguk, ia melepaskan tangan Xiao Nuan dan meminta untuk segera pergi dari sini. "Tunggu dulu, ini bukan sebuah pedesaan tapi juga kerajaan baru siluman rubah."


Mereka menatap sebuah gerbang besar berada tidak jauh. Ternyata beberapa ratus tahun lalu sekelompok siluman rubah pindah ke sini mendirikan tempat baru bagi mereka.


"Sebaiknya cari yang membunuh adikmu lalu kembali."


"Tempat ini banyak siluman rubah, aku tidak tahu siapa yang membunuh adikku!", Xiao Nuan menepuk kepalanya. Bahkan pembunuh bayaran akan terlihat bodoh.


"Kamu masih ingat aroma tubuh adikmu?", Niu Mayleen mengangguk. Ia sangat hafal aroma tubuh adiknya bahkan beberapa tahun terakhir ia selalu merasa aroma tubuh adiknya berada di sekitar rumah.


"Kalau seperti itu, ikut aku." Xiao Nuan membawa Niu Mayleen ke sebuah tempat yang begitu ramai sekali. Di sana banyak siluman rubah yang beragam dari jelek sampai enak di pandang.


Beberapa saat kemudian, Xiao Nuan terdiam di tengah-tengah. "Di sini adalah tempat paling pas, apa kamu bisa mencium aroma tubuh adikmu?"


Niu Mayleen melihat perlahan ke sekeliling, tatapan matanya tertuju pada seorang wanita yang berdiri membelakangi mereka. "Aroma adikku berasal darinya!"


Xiao Nuan menghampiri wanita yang di tunjuk, ia membalikkan badannya. Benar saja Niu Mayleen terkejut karena wajahnya sama persis seperti adiknya.


"Mayleen,"


Xiao Nuan memukul tangan Niu Mayleen. "Dia hanya berubah menjadi adikmu,". Xiao Nuan membawa wanita itu pergi dari sana menggunakan kekuatan.


Mereka berhenti di tengah hutan.


"Siapa kalian, kenapa membawaku ke sini?" bentak wanita rubah itu.


"Niu Mayleen, apa dia?"


Niu Mayleen mendekatinya, ia menyentuh wajah wanita rubah. "Benar, bahkan kulitnya sama persis.", Xiao Nuan menyerang wanita rubah.


Namun ternyata wanita rubah itu memiliki keahlian yang cukup kuat. Mereka terlibat pertarungan, karena ada Niu Mayleen wanita rubah itu berhasil di tangkap.


"Kau tahu, kecantikanmu ini telah mengorbankan satu gadis tidak bersalah!" kata Xiao Nuan.


"Maksudmu?" bentak wanita rubah.


"Kamu pasti yang membunuh adikku, dan memakan jantungnya." bentak Niu Mayleen.


"Apa yang sebenarnya kalian katakan, aku tidak tahu apapun."


"Siluman rubah memang pandai bersandiwara, mereka sangat cerdik dalam taktik mulut." kata Xiao Nuan.


"Kenapa kau tega membunuh seorang gadis yang tinggal sendirian? Siluman sialan!" Niu Mayleen siap membunuh namun Xiao Nuan melarangnya.


"Jangan membuat peperangan antara manusia dan siluman rubah." Xiao Nuan berjongkok lalu menanyakan sesuatu.


"Kenapa kau mengambil jantung adiknya?" tanya Xiao Nuan.


Wanita rubah itu terlihat kebingungan.


"Apa yang kalian katakan? Mengambil jantung adiknya? Aku tidak pernah melakukan apapun."


"Banyak bicara, wajahmu sama seperti adikku. Sekali lagi kau bicara omong kosong akan ku habisi!"


"Jangan, aku benar-benar jujur. Aku belum pernah bertemu dengan gadis yang kalian katakan!" ucap wanita rubah itu ketakutan karena melihat wujud Xiao Nuan.


"Lalu kenapa kamu memiliki wajah yang sama dengan adiknya?" tanya Xiao Nuan dengan tatapan dingin.


Wanita rubah itu mulai bercerita.


Dia adalah Ho Hien seorang putri dari pemimpin perkampungan siluman rubah, karena dirinya terlahir dengan hidup malang dan buruk rupa.


Banyak warga desa yang tidak bisa menerima Ho Hien bahkan dia sering di kucilkan walaupun ras mereka sama. Karena hal itu ibu Ho Hien tidak terima dan meminta suaminya untuk mencarikan obat untuk putri mereka.


Namun tidak ada obat bagi Ho Hien hingga pada akhirnya ayah dan ibunya bertemu dengan peramal yang bisa mengobati Ho Hien.


Mereka membutuhkan jantung dan hati binatang roh. Berbulan-bulan mereka mencari-cari sampai akhirnya mereka mendapatkannya.


Ho Hien tidak tahu kalau dia memakan jantung manusia, karena waktu itu ibunya berkata kalau ini adalah hati dari hewan roh yang mempunyai kekuatan penyembuhan dengan baik.


Beberapa menit setelah memakan hati dan jantung tersebut, tubuh Ho Hien berubah menjadi gadis cantik dan sangat anggun. Wajah buruk rupanya menghilang.

__ADS_1


__ADS_2