
Xiao Nuan berada di aula besar ia tadi menolak ajakan Lien Hua untuk menemui pemimpin besar. Lagipula ia hanya berada di sini karena sesuatu tidak ingin melibatkan masalah ebih besar lagi.
Lien Hua menghampiri Xiao Nuan. "Ini adalah nona Xiao." Xiao Nuan mendongakkan kepala ia melihat pria yang sama dengan pria yang ia lihat di hutan persik.
"Ini adalah kaisar Hou,"
Xiao Nuan memberi salam. Lalu menatap acuh tak acuh, "Tuan agung, kaki tanganmu sangat menarik." ucap kaisar Hou. Xiao Nuan menulikan telinganya karena malas.
Lien Hua melirik ke arah Xiao Nuan memang terlihat jelas Xiao Nuan tidak terlihat patuh dan hormat. "Memang seperti ini kepribadiannya."
"Seorang wanita dengan ilmu tinggi dan sangat misterius. Tuan agung, anda benar-benar beruntung sekali.", Xiao Nuan melihat tatapan kaisar yang tajam seolah menemukan mangsa.
"Kaisar Hou, maafkan saya tapi saya bukan selera anda." Setelah mengatakan itu ia pergi meninggalkan Lien Hua. Karena tidak nyaman Lien Hua undur diri untuk mengejar Xiao Nuan.
Xiao Nuan seolah tidak mendengar panggilan dari Lien Hua. Duak, Xiao Nuan mendapat serangan sari belakang oleh Lien Hua. Karena kesal di serang Xiao Nuan juga membalasnya.
Mereka terlibat pertarungan yang membuat kaisar Hou tertarik. Pertarungan itu sangat sengit setiap serangan Lien Hua yang sangat cepat dan besar Xiao Nuan mampu menangkis dan membalas.
"Wanita ini sangat kuat ternyata." batin Lien Hua.
Xiao Nuan melihat cela ia mengeluarkan pedang suci lalu memberikan tebasan kuat membuat Lien Hua tidak bisa menahan serangan dan mundur ke belakang
Prok ... Prok ... Prok
Kaisar Hou bertepuk tangan ia menyaksikan pertarungan yang indah di depan matanya. "Ternyata kalian berdua memiliki kekuatan roh yang sama. Pantas saja nona Xiao tidak mau di kendalikan."
Xiao Nuan memasukan kembali pedang lalu berjalan menghampiri kaisar Hou. "Anda salah, saya bukan tidak ingin di kendalikan tapi memang saya hanya menepati janji sebagai pemenang sayembara."
"Wah, nona Xiao sangat pandai bersilat lidah. Tapi negri hitam bukan negri biasa di sini ada aturan ketat tentang semua ini."
"Jikalau ada yang harus di hukum hanyalah dia." Xiao Nuan menunjukan Lien Hua.
"Kenapa aku?"
"Kamu yang membuat sayembara jadi yang salah dirimu."
Kaisar Hou menyimpulkan sesuatu.
"Nona Xiao, kamu hanya main-main tentang sayembara bukan seperti itu?!" Xiao Nuan mengangguk.
Kaisar Hou dan Lien Hua mendengar info dari penyelidik Xiao Nuan telah melewati beberapa negara asing. Ia terkenal dengan Peony merah/lily merah (Spider lily).
Belum pernah ada yang melihat wajah asli dari wanita ini. Namun menurut rumor negara Peony merah ini memilki wajah yang ada luka bakar.
"Jika berkenan, nona Xiao apakah saya boleh melihat wajah anda." ucap kaisar Hou. Saat ini mereka berada di paviliun kediaman besar milik kaisar Hou.
Xiao Nuan menolak. "Maaf, wajah saya tidak terlalu bagus. Sengaja menutupinya." Nada suara Xiao Nuan sangat dingin membuktikan kalau ia tidak ingin di paksa.
"Maaf nona Xiao,"
Lien Hua tidak bicara apapun ia sibuk dengan pikirannya tentang pertandingan tadi bagaimana bisa Xiao Nuan yang terlihat lemah bisa menangkis serangannya dan membalas telak.
***
Xiao Nuan berada di kediaman Lien Hua untuk sementara. Ia juga berpikir lebih baik sementara di sini, "Hutan memang menyenangkan tapi aku sudah lupa rasanya nyaman di kamar."
Xiao Nuan di tempatkan di paviliun paling dekat dengan kamar Lien Hua. Entah untuk tujuan apa tapi Xiao Nuan tidak masalah dengan hal tersebut.
"Kira-kira kapan aku bisa mengalahkan dia?"
^^^"Kemarin itu hanya serangan ringan, jangan sampai dia tahu dan menyerang dengan sekala besar."^^^
"Begitu, tapi harusnya dia tertarik dong."
^^^"Sudah pasti, sekarang tinggal langkah selanjutnya."^^^
"Untuk iblis seperti dia kita hanya perlu mengikuti dari belakang menunggu waktu tepat." lirih Xiao Nuan.
Xiao Nuan tidak ingin menyerang langsung karena itu akan membuatnya kalah telak. Apalagi ia belum tahu kekuatan kaisar Hou.
Sudah di pastikan jika Lien Hua mengalami penyerangan kaisar Hou tidak akan tinggal diam.
"Kita harus merebut kepercayaan kaisar Hou terlebih dahulu."
^^^"Itu mudah, terlihat jelas kaisar Hou menyukaimu."^^^
"Maksudmu aku harus berkorban misi ini?" tanya Xiao Nuan.
Leng dan Yan mengangguk. Itu kesempatan bagus untuk merebut kepercayaan kaisar Hou sedikit demi sedikit kita buat kaisar Hou membenci Lien Hua.
"Tidak bisa, itu hanya akan membuat Lien Hua mencari tujuan sebenarnya kita. Aku tidak bisa menempatkan posisi ekstrim seperti itu."
^^^"Lalu bagaimana rencana?"^^^
"Aku punya rencana lain untuk di terapkan."
Xiao Nuan selalu memakai gaun merah lengkap dengan aksesoris yang sama dengan warna bajunya. Ia sengaja memakai pakaian mencolok.
Hal tersebut secara langsung menjadi ciri khas dari Peony merah. Selama menempuh jalan menuju negri hitam tidak sedikit Xiao Nuan mendapatkan masalah.
Namun karena masalah, entah itu pertikaian atau perampokan. Beruntung dengan kondisi saat ini Xiao Nuan bisa melewati semuanya.
^^^"Kelompok bulan kembar, dia mempunyai janji dengan kita."kata Leng.^^^
"Janji mereka hanya masalah kecil.
^^^"Tapi dengan bantuan dari kelompok itu kita akan cepat menuju keberhasilan." timpal Yan.^^^
Xiao Nuan ingin tahu dulu kekuatan sebenarnya Lien Hua. Ia tidak bisa langsung menyerang tanpa tahu bagaimana kekuatan Lien Hua. Monster mutasi selama ribuan tahun tentu saja sangat kuat.
"Dia terlalu tampan jika harus menjadi musuhku." gumam Xiao Nuan. Ia memikirkan wajah dan cara bicara Lien Hua memang sangatlah menarik apalagi ketampanan di balik mata tajamnya.
^^^"Hanya kau yang jatuh hati pada monster."^^^
Xiao Nuan melirik Yan sinis.
"Dibuku novel banyak yang seperti aku, bahkan mereka rela menjadi makanan vampir." balas Xiao Nuan.
^^^"Buku novel? Apa benda itu?"^^^
Xiao Nuan hanya mengangkat bahu, ia menjelaskan juga percuma apalagi mereka tidak ada ketertarikan seperti manusia. "Aku ingin tahu negri kalian."
Leng menatap bingung ke arah Yan.
"Negri kita adalah tempat paling damai di antara bumi dan langit." jawab Leng.
"Kapan-kapan kita main ke sana!" ajak Xiao Nuan.
"Tidak bisa." sahut Yan tegas.
__ADS_1
"Kenapa?"
"Negri kita hanya para dewa kuat yang bisa bertahan di sana." tutur Yan.
"Hah?", Bukannya dia sudah cukup kuat.
"Akan sangat sulit bertahan di sana, karena energi roh kuat sekali bahkan ada tempat yang bisa menyedot semua energi roh yang ada dalam tubuh." sambung Leng.
Mereka menjelaskan kalau negri mereka berada jauh di atas langit, tidak ada yang bisa menembus kecuali ada panggilan dari atas.
"Cerita kalian mengingatkan aku."
"Apa?"
"Jangan-jangan monster mutasi ingin menembus negri langit!" Yan langsung menggeleng tidak mungkin monster mutasi ingin menembus langit.
"Tempat itu terlalu suci, iblis seperti mereka akan hancur ketika menginjakkan kaki di sana." Leng mengangguk membenarkan ucapan Yan.
Xiao Nuan terpikir jika iblis monster mutasi tidak bisa maka kenapa dua makhluk ini berada di daratan manusia. "Kami adalah utusan dari dewa dan terjebak di sini menjadi para tetua hewan."
Xiao Nuan mengerutkan dahi.
"Kalian terlalu berhalusinasi." Sebenernya ia tidak percaya ada negri langit yang mampu menyerap energi roh manusia.
...***...
Pengawal Lien Hua memberikan kabar, setelah mendengarkan Lien Hua terlihat marah. "Siapa Peony merah itu, Xiao Xiao tidak mungkin dia."
Kabar mengatakan jika Peony merah menuju kediaman tuan agung. Ia akan balas dendam untuk suatu hal besar, Lien Hua bingung ia telah melakukan apa.
"Selidiki nona Xiao Xiao." perintah Lien Hua.
Ia jadi teringat kejadian kemarin memang ilmu Xiao Nuan sangatlah tinggi tapi menurut penilaian Xiao Nuan tepikal wanita yang tidak peduli.
Seharusnya bukan Xiao Nuan, ia juga memerintahkan prajuritnya untuk membunuh siapapun yang memiliki hubungan dengan Peony merah.
Di sisi lain Xiao Nuan berjalan menuju paviliun Lien Hua. Ia ingin memberi kabar, "Ternyata kamu di sini, jadi aku tidak perlu datang ke kamarmu."
Lien Hua menoleh ia melihat Xiao Nuan. Pakaiannya sama seperti ciri-ciri Peony merah, namun dari kabar Peony merah memiliki rambut emas.
Xiao Nuan berambut hitam dan beberapa aksesoris merah tentu jauh dengan Peony merah. "Ada apa kamu mencariku?" tanya Lien Hua.
Xiao Nuan tertegun barusaja Lien Hua bertanya dengan dingin padanya. "Aku ke sini untuk berpamitan.", Lien Hua langsung berbalik.
"Mau kemana?"
Xiao Nuan melangkah ia berjalan ke dekat bunga mawar merah yang sedang merekah. "Aku terlalu sulit untuk tinggal lama di suatu tempat."
"Apa tempatku ini tidak nyaman?"
"Sangat nyaman, namun urusanku di sini terlihat sudah selesai. Jika ada sesuatu kamu kabari saja." ucap Xiao Nuan.
Lien Hua terheran-heran ia memiliki bawahan tapi rasa atasan sangat sulit untuk bernegosiasi. "Kamu terlalu keras kepala, sebagai tanda aku membiarkanmu pergi. Buat kehancuran di negri merah."
Xiao Nuan meremas mawar dengan kuat. "Tuan agung, anda lihat bunga ini." Lien Hua menatap bunga yang sudah di remas oleh Xiao Nuan.
"Meskipun sudah hancur, tapi masih bisa melukai tanganku. Seperti itulah negri merah."
Lien Hua mengerti ia tidak bisa membuat kekacauan di negri merah. "Anggap saja kau menerima tugas pertamamu." Xiao Nuan berbalik dan beranjak pergi.
Sebelum pergi Xiao Nuan berhenti. "Diam dan kamu akan mendengar kabar buruk." Setelah mengatakan itu Xiao Nuan melangkah keluar dari kediaman tuan agung.
Lien Hua menaruh harapan untuk segera memusnahkan negri tersebut. Namun ia belum paham betul apa maksud dari perkataan yang terakhir.
***
Xiao Nuan melakukan perjalanan udara agar cepat sampai di negri merah. Ia berhenti di suatu hutan karena melihat sesuatu, "Yan, lihat siapa mereka."
Yan turun ke bawah, namun Xiao Nuan ikut turun menyusul. "Salam Lily merah." Ternyata kelompok bulan kembar. Mereka berada di hutan perbatasan untuk apa.
"Sedang apa kalian di sini?" tanya Xiao Nuan.
Salah satu ketua kelompok menghampiri Xiao Nuan.
"Kami sedang mengantarkan barang untuk negri merah." jawabnya.
Xiao Nuan kebetulan satu tujuan.
"Aku menuju negri merah, kita bersama pergi saja." mereka menerima dengan ramah.
Xiao Nuan tidak menyadari jika ada orang suruhan Lien Hua untuk mengawasi Xiao Nuan. Lien Hua sengaja memerintahkan orang agar bisa memberikan info.
Xiao Nuan berjalan menaiki kuda, menurut prediksi mereka akan sampai besok. Karena hari mulai larut malam mereka beristirahat sebentar.
"Lily merah, kenapa anda ingin ke negri merah?" tanya tetua.
Xiao Nuan yang bersandar memejamkan mata hanya berdeham.
"Ada urusan yang sangat penting." jawab Xiao Nuan setelah lama diam.
Mereka berbincang-bincang di depan api unggun. Hanya Xiao Nuan yang diam dan memejamkan mata. "Lily merah, kami sudah menyiapkan tenda kecil jika anda ingin istirahat."
Xiao Nuan bangun, jujur saja beberapa hari di kediaman Lien Hua ia sudah terbiasa dengan ranjang empuk. "Tidak usah, kalian saja."
Setelah mengatakan itu ia melompat ke atas pohon, ia menyandarkan tubuh di dahan besar. Rasanya lebih sejuk di sini, "Lily merah tampak lelah apa mungkin dia habis bertarung?"
"Mungkin, lebih baik biarkan dia istirahat."
Mereka bubar, ada yang tidur di bawah pohon, dalam tenda dan ada yang dekat api unggun. Xiao Nuan tidak tidur ia hanya memejamkan matanya.
Saat semuanya tidur Xiao Nuan membuka matanya. "Bintang, takdir apa yang telah kalian rencanakan untukku?" gumam Xiao Nuan.
Ribuan bintang menghiasi langit malam yang gelap, pemandangan ini sangat jarang di bumi. Ia heran apakah ia berada di bumi atau dunia lain.
"Aku harap takdir tidak sedang bercanda."
Xiao Nuan sangat merindukan kehidupannya dulu, ia bebas membunuh atau melakukan hal yang ia sukai tanpa ada larangan apapun selagi kakek tidak mengetahui itu.
Sekarang ia terjebak di sini, hanya membalas dendam orangtuanya. Itu jalan satu-satunya untuk kembali ke pelukan kakek.
Pagi hari
Xiao Nuan mendengar kelompok bulan kembar sedang ramai berbicara. Mau tak mau ia harus bangun dan melihat apa yang terjadi.
"Kenapa kalian sangat berisik." ucap Xiao Nuan dingin.
Tetua langsung minta maaf.
"Lily merah, jangan marah kami hanya bersiap untuk melanjutkan perjalanan karena hanya beberapa mil lagi."
Xiao Nuan menghela nafas karena semalaman ia tidak bisa tidur jadi sekarang ia sangat mengantuk. "Baik, ayo lanjutkan perjalanan."
__ADS_1
Xiao Nuan melompat turun ia berjalan ke arah tandu. Kali ini ia sangat lelah dan berinisiatif untuk masuk tandu, kelompok bulan kembar tidak keberatan saat melihat Xiao Nuan masuk.
Mereka melanjutkan perjalanan, tidak ada yang jalan kaki semuanya memakai kuda. "Kalau di negaraku mungkin kita sudah sampai dari beberapa hari lalu karena menggunakan pesawat."
...****...
Beberapa jam kemudian Meraka sampai di ibu kota negri merah, Xiao Nuan melihat keluar untuk memastikan sesuatu. "Kukira negri merah semuanya identik dengan merah."
Mereka terus berjalan sampai ke tempat kelompok bulan kembar mengirimkan barang, ternyata mereka melakukan perdagangan barang antik dan mahal.
"Darimana kalian mendapatkan ini?" Tetua menjawab mereka mempunyai pemimpin dari perdagangan ini.
"Tuan Haocun, dialah pemilik dari perdagangan yang kami kerjakan sekarang." , Xiao Nuan teringat dengan tabib yang sangat jenius namun ia tidak berani bertanya lagi karena mungkin banyak orang yang bernama Haocun.
Xiao Nuan menunggu di dalam kereta, ia malas bertemu dengan orang luar. Apalagi pakaiannya yang mencolok, seperti kalian tahu Xiao Nuan identik dengan baju merah dan cadar.
"Berapa lama kalian berada di sini?" tanya Xiao Nuan pada seseorang yang berada di luar.
"Sekitar satu mingguan."
Xiao Nuan merasa waktu 7 hari cukup membuat peringatan untuk negara ini. "Tuan, di sini ada dua kereta satu lagi kiriman ke mana?"
Tetua melirik ke arah tandu yang berisi Xiao Nuan. "Di dalam itu bukan barang, tapi nyonya kami." jawab tetua gugup.
Ia takut menyinggung Xiao Nuan. "Oh, ajak mampir ke dalam. Aku punya teh daun baru datang dari negri sebrang."
"Nyonya kami sepertinya tidak ...
"Baiklah, jika tuan berkenan untuk saya singgahi." sela Xiao Nuan keluar dari kereta. Tuan rumah terlihat kagum dengan aura Xiao Nuan.
"Anggaplah tempat sendiri, silahkan masuk."
Xiao Nuan mengangguk, ia berjalan mengikuti tuan rumah dari belakang. Kelompok bulan kembar hanya diam mereka tidak bisa apa-apa selain mengikuti.
Xiao Nuan di beri jamuan VIP di sini.
"Saya tidak menyangka akan kedatangan nyonya besar." kata tuan rumah yang bernama Heng Aiguo.
"Kami hanya memiliki bisnis kecil, mohon nyonya tidak tersinggung."
"Tuan Heng, anda terlalu murah hati. Aku hanya bersinggah sebentar anda tidak perlu repot-repot." balas Xiao Nuan.
Tuan Heng bukanlah orang biasa, bisnisnya sudah terkenal sangat beruntung jika bisa memiliki hubungan baik dengan tuan Heng.
"Selain ini tujuan nyonya kemana lagi?"
"Aku hanya bosan, jadi ingin menjelajahi tempat-tempat baru."
Tuan Heng dan Xiao Nuan terlibat percakapan kecil. Ia juga tak lupa untuk mencari informasi tentang istana kerajaan. "Akhir-akhir banyak kekacauan. Ratu baru selalu berkehendak sendiri banyak perdana Mentri yang gugur."
"Sangat sayang, negara ini dulu sangat makmur." ucap Xiao Nuan. Tidak heran tuan Heng bisa bertahan dengan bisnis di sini karena mempunyai hubungan baik dengan istana.
Xiao Nuan sengaja membeli baju baru saat keluar dari tempat tuan Heng. Ia tidak ingin mencolok depan banyak mata. "Dia benar Lily merah?"
Mereka sangat terpukau dengan kecantikan Xiao Nuan, ini pertama kalinya mereka melihat Xiao Nuan tanpa cadar. "Jangan menatapku seolah aku kembang kebanggaan negara."
Mereka menundukkan kepala saat mendengar teguran Xiao Nuan. "Dua hewan ini sedang hibernasi, huh sangat merepotkan." batin Xiao Nuan merasakan Leng dan Yan yang sedang tidur.
Xiao Nuan berjalan-jalan di sekitar ibukota, sedangkan kelompok bulan kembar mereka menjalankan tugas dari tuan Haocun. Mereka berjanjian untuk bertemu di satu penginapan.
Xiao Nuan berjalan menyusuri jalanan ramai sampai ia berhenti di dekat sungai dengan pohon-pohon yang indah di pinggiran. "Di sini masih ada hutan yang sangat indah."
Xiao Nuan berjalan menuju air sungai, ini sangat jernih namun ketika ingin menyentuh seseorang menghentikan Xiao Nuan. "Jangan menyentuh air itu, atau energimu akan terkuras masuk ke air."
Xiao Nuan yang terkejut ia lantas menoleh ke arah belakang, ternyata ada seorang pria tampan. Xiao Nuan menyimpulkan kalau pria ini dari keluarga kaya terlihat jelas pakaiannya dari sutra.
"Ini hanya sihir tambahan untuk menambah energi, tapi dengan sedikit trik jadi seperti air jernih." ucap Xiao Nuan melihat kembali ke dalam air.
"Kau mengetahuinya?" tanya pria tersebut.
"Tentu, ini sangat jelas dari pertama kali aku lihat." Pria di hadapannya langsung menatap Xiao Nuan dengan heran. Wanita secantik ini bisa mengenali sihir dan trik pastinya bukan wanita sembarangan.
"Nona, dari wajahmu aku baru pertama kali melihatmu di kota ini." kata pria itu.
Xiao Nuan terkekeh kecil.
"Tuan muda, anda sangat cerdas bagaimana bisa anda tahu kalau aku bukan berasal dari kota ini."
Pria itu hanya tersenyum malu. Xiao Nuan menjadi gemas saat melihat tatapan mata malu pria ini, "Yan, Leng. Selama ini aku selalu menemukan monster jelek sekarang aku melihat pria-pria tampan."
Xiao Nuan bertanya.
"Saya berasal dari negri luar, tuan muda dari mana?"
"Aku Cheng Fengyin penduduk asli negri ini." Xiao Nuan mengerutkan dahi yang bernama Cheng di negri merah hanyalah keluarga kerajaan.
Namun saat ini keluarga kerajaan hanya memiliki 4 orang, ratu siluman rubah, pangeran Cheng Fengyin, putri Jia Li dan pangeran Bao-Yu.
Xiao Nuan mengerti kalau di hadapannya adalah putra mahkota yang telah di cabut gelarnya oleh siluman rubah. "Pangeran Cheng sangat murah hati."
Raut wajah Cheng Fengyin langsung berubah, antara terkejut dan tidak percaya. Wanita di hadapannya bisa menebak status tanpa melihat tanda pengenalnya.
Cheng Fengyin sengaja tidak membawa tanda pengenal lagipula ia adalah pangeran biasa yang sudah di cabut gelar putra mahkotanya.
"Nona, bagaimana bisa anda mengetahuinya?" Xiao Nuan hanya terkekeh lalu mengatakan ia hanya menebak saja. Namun Cheng Fengyin tidak percaya jika Xiao Nuan hanya menebak.
"Pangeran, aku buru-buru. terimakasih atas waktunya,". Xiao Nuan pergi tanpa menjawab pertanyaan Cheng Fengyin yang menanyakan tentang asal tempat Xiao Nuan.
Xiao Nuan pergi terburu-buru karena Leng dan Yan sepertinya sudah bangun dan kekuatan mereka meningkat secara pesat. Xiao Nuan takut terjadi hal tak di inginkan.
Sekarang Xiao Nuan berada di hutan, ia melepaskan Yan dan Leng. Benar saja mereka terbang tinggi aura dan kekuatan mereka sangat besar bahkan Xiao Nuan tidak tahu apa penyebabnya.
"KALIAN TURUN DULU!" teriak Xiao Nuan. Leng dan Yan pun turun ke bawah. Saat ini Yan terlihat jelas seperti naga yang di agungkan warga China di masa depan.
"Apa yang membuat kalian menjadi seperti ini?"
Leng dan Yan mengatakan mereka tidak tahu. "Aku kira master yang membuat kami berubah bahkan membangunkan hibernasi kami." ujar Leng.
Yan mengatakan kalau energinya naik setelah Xiao Nuan keluar dari kediaman tuan Heng. "Tunggu, apa karena sungai tadi."
"Maksudnya?"
...****...
Xiao Nuan kembali ke sungai tersebut namun kali ini hari sudah malam. Ia mengeluarkan Leng dan Yan, Coba lagian terbang rendah di sekitar sungai.
Leng dan Yan langsung terbang ke tengah sungai, mereka semakin berkilau bahkan aroma roh menjadi kuat. Xiao Nuan bingung karena ini adalah sihir pengendalian energi roh yang sebenarnya mampu menyedot energi roh orang lain.
Xiao Nuan tersenyum miring ia memiliki ide lain. "Leng, Yan, teruslah berputar sampai asap itu berhenti keluar dari air." perintah Xiao Nuan.
__ADS_1
Kedua binatang dewa pun menuruti perintah Xiao Nuan. Mereka berputar di atas air sampai naik terus ke atas Xiao Nuan tersenyum puas saat melihat uap air berhenti keluar.