
"Menggabungkan kekuatan kita."
Ucapan Leng membuat Xiao Nuan terdiam, ia berpikir tubuhnya sudah jauh lebih kuat daripada sebelumnya tentu saja sangat mudah untuk menggabungkan kekuatan mereka.
"Tapi untuk saat ini, aku tidak bisa." lanjut Leng.
"Kenapa?"
"Kekuatan itu harus ada bantuan energi Yan, dia adalah naga legenda pasti sangat mudah untuk melakukannya secara singkat."
Xiao Nuan membenarkan ucapan Leng. Lagipula ia tidak bisa mengambil paksa Yan dari tubuh Liu Xingsheng. "Apa kita harus menunggu lagi?" tanya Leng.
"Tidak, tunggu saja saat Liu Xingsheng marah aura dari Yan akan keluar kita bisa memanfaatkan itu."
"Tapi akan berbahaya bagi tubuh Liu Xingsheng."
"Bodoh, makanya aku mengajari beberapa jurus untuk mengontrol. Dia akan baik-baik saja jika bisa menggunakan jurus itu dengan benar."
Leng memuji Xiao Nuan dengan pemikiran cerdas ini. Mereka sudah bersabar selama lebih dari 3 bulan, Pasti kedepannya tidak akan sesulit kemarin.
"Setelah semuanya berakhir apa kalian akan tetap bersama?" tanya Leng.
Xiao Nuan terdiam tidak bisa menjawab pertanyaan Leng. "Entahlah, kami berasal dari dunia berbeda dengan kepribadian yang berbeda. Kedepannya kami akan mencari jalan masing-masing."
****
Ketika duduk bersantai menikmati indahnya kebun persik ini, Xiao Nuan di kagetkan dengan kedatangan pangeran Yun Taen. "Kau sudah kembali?"
Xiao Nuan bangun lalu memberikan salam.
"Xiao Nuan tidak pernah pergi." kata Xiao Nuan membalas ucapan pangeran Yun Taen.
Mendengar ucapan Xiao Nuan pangeran Yun Taen terkekeh. "Tidak pergi? Lalu kenapa kalian kembali dengan paman kaisar terluka?"
Xiao Nuan mendongakkan kepalanya menatap pangeran Yun Taen dengan dingin. "Sangat cepat, bahkan kedatangan kami belum sampai 1 hari. Pangeran sudah mengetahui semuanya dengan jelas."
Pangeran Yun Taen merasa seperti di tatap oleh hewan buas. "Tentu, aku mengetahui karena paman kaisar adalah keluarga kerajaan pasti akan melaporkan."
"Pangeran, aku baru ingat kami baru perpisahan dari toko obat. Suamiku belum pergi kemanapun. Jarak dari sini ke istana cukup jauh."
Pangeran Yun Taen tertarik karena setelah menghilang Xiao Nuan semakin lancar bersilat lidah. "Ternyata kemampuan bicaramu meningkat."
"Ah pangeran Yun Taen terlalu memuji, aku adalah istri sah dari pangeran Kaisar Liu Xingsheng. Sangat mudah untuk menyamakan kasta."
Pangeran Yun Taen merasa kalau saat ini Xiao Nuan sedang menegaskan status mereka sama rata. "Kita adalah keluarga, apa kamu bersikap seperti ini pada bibimu?"
Pangeran Yun Taen tidak bisa berkata apapun. Akhirnya ia meminta maaf, "Pangeran Yun Taen, anda jangan meminta maaf aku yang salah karena terlalu tegas."
Ucapan Xiao Nuan terdengar seperti merendahkan tata Krama yang di ajari oleh kerajaan. "Oh ya, suamiku akan melapor nanti. Tubuhnya terlalu lemah sekarang, aku tidak bisa ikut melapor mohon pangeran jangan tersinggung."
Setelah mengatakan itu Xiao Nuan pergi. Ia sudah menahan kesal sejak bertemu dengan pangeran Yun Taen. Ia melihat pangeran seakan ingin melihat kehancuran kerajaan.
"Sangat sulit mengendalikan nafsu."
Xiao Nuan diam mendengarkan ocehan Leng yang menyudutkan dirinya tentang emosi. "Diam Leng, jika kau bicara lagi maka nanti malam Yan akan memakan burung bakar."
Seketika itu Leng langsung bungkam. Tidak ada manusia yang mampu mengintimidasi hewan roh, itu tidak berlaku pada Xiao Nuan.
****
Liu Xingsheng berjalan sendirian, ia di tinggalkan oleh Xiao Nuan. "Apa sebenarnya yang ada di pikiran istriku?!"
Sangat membingungkan jika berpikir istrinya kenapa. Ia berjalan sampai tepat dimana istrinya berada, "Itu dia, kenapa dia pergi begitu saja." gumam Liu Xingsheng.
Ketika ingin menghampiri Liu Xingsheng terdiam melihat keponakannya Yun Taen berada di sana. Terlihat mereka saling tidak menyukai satu sama lain.
"Bukankah keponakanku menyukai An'Er?!"
Bisa di dengar kalau mereka terlibat perseteruan yang sangat dingin. Dengan keahlian bicara Xiao Nuan ia mampu membuat pangeran Yun Taen tidak bisa berkata lagi.
"Untuk alasan apa, istriku bisa berbuat itu?" Liu Xingsheng bertanya pada diri sendiri. Istrinya memang tidak bisa di tebak tapi tidak mungkin kalau istrinya mempunyai masalah dengan keluarga kerajaan.
"Apa balas dendam yang An'Er katakan adalah keluarga kerajaan?"
Banyak pertanyaan yang muncul di kepalanya, tentang perubahan Xiao Nuan, jalan pikirannya, tujuannya dan hubungan yang sangat misterius. "Memecahkan kasus ini butuh waktu lama."
Liu Xingsheng memutar arah, ia tidak ingin melihat mereka lebih lama lagi. Dirinya juga punya urusan lain selain mengurusi istrinya yang tidak patuh.
"Berbulan-bulan warga Yuoyui bergosip tentang kediaman pangeran kaisar. Berita itu pun sudah reda seiring waktu berjalan,"
Liu Xingsheng kembali ke kediamannya, tapi sebelum itu ia menemui pengawal Feng. Ia meminta untuk menyelidiki lebih lanjut tentang Xiao Nuan.
Dalam sejarah kedatangan ibu Xiao Nuan, tidak ada cerita tentang penjinak binatang roh. Namun Xiao Nuan mampu melakukan segalanya seperti dewa.
Liu Xingsheng juga mengetahui beberapa hal tentang Xiao Nuan salah satunya, Xiao Nuan di hormati oleh beberapa bandit besar yang tersebar di beberapa negara maju.
Entah terbuat dari apa namun Xiao Nuan selalu menang melawan orang-orang itu, bahkan membuat mereka tekuk lutut dalam beberapa hari seperti kelompok bulan kembar.
Kelompok tersebut sangat sulit di netralkan, karena mereka sangat kejam dan tidak memiliki perasaan seperti batu. Feng mengatakan kalau kelompok itu sangat menghormati Xiao Nuan.
Karena Feng beberapa kali mengikuti kelompok tersebut untuk mencari tahu Xiao Nuan dulu. Benar saja, kelompok tersebut melakukan perjalanan beberapa saat lalu sebelum berpisah dengan Xiao Nuan.
Maka dari itu kejadian bertarung dengan Lien Hua, Liu Xingsheng segera datang karena sudah mendapatkan info. "Aku harus mencari tahu pada bandit itu untuk lebih jelasnya."
Liu Xingsheng ingin pergi ke tempat para bandit bertransaksi, sebelum ia pergi seseorang memanggilnya dari kejauhan ketika menoleh ternyata Xiao Nuan.
"Mau kemana kamu?" tanya Xiao Nuan.
Liu Xingsheng mengerutkan dahinya.
"Ada apa? Kenapa kamu menatapku seperti itu?!"
Liu Xingsheng mengalihkan pandangan ke sekitarnya. "Tidak, gak biasanya kamu ingin tahu kemana aku pergi!" balas Liu Xingsheng menaruh tangannya di belakang.
Xiao Nuan memegang dagu, ia terlihat berpikir. "Kamu kayak buru-buru, mau kemana?" tanya lagi.
Liu Xingsheng berjalan duluan.
"Pulang, kau ingin aku kemana?" tanya balik Liu Xingsheng.
Mendengar perkataan Liu Xingsheng, Xiao Nuan seperti linglung lalu mengikuti Liu Xingsheng dari belakang. Sampai beberapa saat Liu Xingsheng berhenti tiba-tiba.
__ADS_1
Xiao Nuan yang mengikuti langkah Liu Xingsheng langsung menabrak Liu Xingsheng yang berhenti tiba-tiba. "Kalo mau berhenti bilang-bilang dong." kata Xiao Nuan.
Liu Xingsheng melirik lalu kembali fokus ke depan. "Nanti malam aku akan ke istana, kamu harus ikut." ujar Liu Xingsheng.
"Gak bisa," tolak Xiao Nuan.
"Kenapa?"
Xiao Nuan mencari alasan yang lebih kuat, "Berhenti untuk mencari alasan, kamu keluarga kerajaan tentunya sangat wajib melapor."
Xiao Nuan menaruh tangan di pinggang, raut wajahnya terlihat marah. "Suamiku yang gagah, dengar ya! Aku cuman istrimu bukan keluarga kerajaan asli."
"Karena istriku, kamu harus mendampingi ku!"
"Kamu gila? Aku gak mau kok maksa. Kenapa gak maksa putri Cia Yin aja sih?!"
Liu Xingsheng terdiam ia menatap Xiao Nuan. "Kamu mendengarkan pembicaraan saya tadi ya?!" tanya Liu Xingsheng.
Xiao Nuan mengangguk.
"Kekasih masa kecilmu sangat menanti dirimu sejak lama, pergilah lagipula aku malas berurusan dengan keluarga kerajaan yang cuman tau aturan tapi gak di pake."
Wajah Xiao Nuan masih kesal. Liu Xingsheng mencoba mencari tahu apa yang membuatnya marah apa karena tadi bertemu dengan pangeran Yun Taen.
"Nanti malam harus sudah bersiap, aku tidak menerima penolakan apapun."
Liu Xingsheng meninggalkan Xiao Nuan di sana. "Ahhh, ini nih aku gak mau balik. Dia bisa seenaknya memerintahku!" Xiao Nuan berjalan dengan langkah di hentak-hentak.
...***...
Xiao Nuan sudah selesai berganti pakaian di bantu oleh beberapa pelayan kediaman pangeran kaisar. Wajahnya di tekuk tidak senang, pelayan tidak berani bertanya karena mood Xiao Nuan sedang buruk.
"Nyonya, tuan sudah menunggu di depan halaman."
Xiao Nuan mendesis kesal, pelayan menunduk mereka takut karena beberapa pelayan yang di hukum oleh Xiao Nuan mereka hampir sekarat.
Xiao Nuan keluar namun tidak ada siapapun hanya sebuah kereta kuda. "Nyonya, tuan terburu-buru akan sesuatu ia akan menunggu di gerbang istana."
Xiao Nuan tidak berbicara apapun, langsung naik ke kereta. Suasana di sana sangatlah mencekam karena Xiao Nuan seperti seekor harimau yang memantau banyak mangsa.
Pelayan yang membawa kereta gemetar ketakutan. "Nyonya, dia sama seperti tuan kalau sedang kesal." gumamnya sedikit tersedat.
Mereka sampai di gerbang istana, benar Xiao Nuan mencium aroma Yan di sekitar sini, berarti Liu Xingsheng sudah menunggunya.
Ia keluar dari kereta, wajahnya dingin dan tak berekspresi. "Tersenyum, kita akan bertemu dengan kaisar." kata Liu Xingsheng membantu Xiao Nuan turun.
"Gak usah ngatur!" timpal Xiao Nuan.
Liu Xingsheng hanya menggeleng pelan, istrinya seperti bunglon dapat berubah kapanpun dan dimana pun. Mereka bergandengan menuju aula.
Keluarga kerajaan sudah menunggu karena mendapatkan kabar mereka berdua sudah kembali. "Salam yang mulia." sapa Liu Xingsheng.
Xiao Nuan memberi salam tanpa ekspresi membuat seluruh orang yang di sana mengerutkan dahi. "Adik, sejak kapan kamu kembali. Dimana kamu menemukan istrimu?" tanya kaisar.
"Dia berada di hutan sendirian, saya segera ke sana untuk menyelamatkannya." jawab Liu Xingsheng.
Xiao Nuan diam tidak mengatakan apapun membuat ratu menjadi jengkel. "Apa sebenarnya yang terjadi pada adik Wang? Kenapa kamu keluar dari kediaman diam-diam." kata ratu
Xiao Nuan mendongakkan kepala, tatapan matanya seperti silet yang siap menyayat. "Ada seseorang yang menipu istriku untuk lari keluar istana." sela Liu Xingsheng tidak memberikan waktu Xiao Nuan menjawab sendiri.
"Tidak, itu ... "
"Ada apa memangnya selir agung? Kenapa anda tertarik kemana saya pergi dan untuk apa?" tanya Xiao Nuan membuat selir agung tersenyum sinis.
"Adik Wang, kamu telah menikah dengan anggota tentunya sedikit berita buruk akan tersebar sampai ke penjuru negri ini."
Xiao Nuan memutar teh di cangkir, ia tersenyum yang Liu Xingsheng tahu apa selanjutnya. Namun ia tidak bisa mencegah karena sihir yang di koneksi ke tubuhnya oleh Xiao Nuan.
"An'Er, jangan sampai kamu melakukan hal aneh lagi." lirih Liu Xingsheng.
"Aku sangat menghargai ucapanmu, selir agung. Tapi aku lupa membawa kaca untukmu." kata Xiao Nuan membuat kaisar dan ratu kaget.
"Adik Wang, jangan keterlaluan. Selir agung hanya memberitahumu." ucap kaisar membela.
Xiao Nuan menaruh teh lalu melepas cadarnya. "Yang mulia kaisar, aku tahu dunia politik kerajaan sangat rumit apalagi wanita di sekitarmu mempunyai koneksi dengan beberapa perdana Mentri."
Kaisar menaruh cangkir teh dengan kasar. "Adik Wang, anda tahu apa hukumannya untuk wanita dari luar membuat permasalahan dengan keluarga kerajaan."
Xiao Nuan tersenyum tipis. "Kaisar? Sebenarnya aku mempunyai perhitungan dengan keluarga ini. Tapi ya sudahlah masa lalu tidak akan berubah apapun."
Xiao Nuan berdiri, ia menatap suaminya. Sihir pengendali membuat suaminya tidak bisa melakukan apapun. "Adik, kenapa kamu tidak mengajari istrimu ini?!" bentak ratu.
Liu Xingsheng hanya menatap pasrah, tubuhnya tersihir ia sedang berusaha untuk melepaskan sihir Xiao Nuan. "Kalian terlalu mengagungkan aturan, benar tidak pangeran Yun Taen?"
Xiao Nuan menatap pangeran Yun Taen dengan tatapan membunuh. Mereka langsung terdiam, Alcie Wang terkenal dengan pendiam tapi kenapa hari ini ia berubah setelah kabur.
"Adik Wang, kamu berubah banyak setelah kabur. Jangan-jangan kamu benar terhasut oleh selingkuhanmu."
Xiao Nuan menoleh ke arah selir agung. "Ya ampun, selir agung terlalu banyak tahu ya? Suamiku, coba jelaskan apa aku bersama pria?"
Xiao Nuan melepaskan sihirnya. "An'Er, hentikan. Jangan membuat masalah lagi." kata Liu Xingsheng.
Xiao Nuan menghampiri suaminya lalu berkata dengan dingin. "Sudah ku bilang aku malas bertemu dengan keluarga kerajaan yang sangat sialan ini." umpat Xiao Nuan meninggalkan tempat itu.
Kesal dengan perlakuan Xiao Nuan kaisar memerintahkan pengawal untuk menangkap Xiao Nuan dan di berikan hukuman. Xiao Nuan menunggu di depan aula.
"Yang mulia, kami harus menerima perintah yang mulia kaisar. Tolong jangan melawan."
Di dalam kaisar sangat marah dengan Liu Xingsheng. "Adik, lihatlah setelah kabur istrimu malah semakin liar."
"Maaf, aku memaksa dirinya untuk ke sini. Aku tidak tahu ini akan terjadi."
Para pangeran dan putra mahkota hanya diam. Ini urusan tetua mereka hanya bisa diam karena jika ikut campur mereka juga kan terkena hukuman.
"Kenapa mereka belum kembali."
Raja keluar dari ruangan, ia melihat halaman aula yang sudah menjadi lapangan prajurit. Mereka terluka sedangkan Xiao Nuan berdiri dengan tatapan yang dingin.
"Yang mulai, dia terlalu kuat." ucap komandan besar.
Xiao Nuan menoleh ke arah keluarga kerajaan yang sudah berkumpul di pintu aula. Mereka terkejut dengan penampilan Xiao Nuan.
Rambutnya berubah menjadi ungu, mata biru yang tajam dan sebuah tanda merah di keningnya. "Dia iblis." teriak selir agung. Xiao Nuan langsung menggunakan sihir untuk membuatnya terangkat.
__ADS_1
Melihat itu Yun Taen tidak bisa diam, ia menyerang Xiao Nuan. "Jangan, nanti ... Kau kalah." kata Liu Xingsheng melemah saat Xiao Nuan membanting tubuh pangeran Yun Taen.
Liu Xingsheng menghampiri istrinya, ia berusaha menenangkannya. "Jangan emosi, kamu kendalikan semuanya." Xiao Nuan menata suaminya kesal.
Ia mengangkat tangan lalu membuat suaminya terikat dan mulut tertutup. "Sudah kubilang, aku malas bertemu mereka." ucap Xiao Nuan.
Selir agung berteriak minta tolong karena melayang di udara. "Alcie Wang, kamu melukai keluarga kerajaan hukumannya adalah di gantung. Jangan macam-macam!" peringat kaisar.
Xiao Nuan tertawa dengan kencang. "Dengan keadaan ini, kalian bisa apa?" tanya Xiao Nuan. Liu Xingsheng menggeleng ia harus menenangkan Xiao Nuan.
"*Yan, bantu aku jangan sampai An'Er melakukan hal gila."
^^^"Mau apa lagi, toh dia melakukan yang seharusnya dari dulu."^^^
"Maksudnya apa?"
^^^"Lihatlah sendiri, lagipula Xiao Nuan tidak akan membunuh mereka*."^^^
Liu Xingsheng tidak mengerti apa yang membuatnya seperti pada keluarga kerajaan. Ia menyesal karena membawa Xiao Nuan ke sini. "Aku harus menghukum orang yang telah mengatakan aku berselingkuh!"
Xiao Nuan terus mengangkat tubuh selir agung tinggi. "Lepaskan dia, mau kamu apa?" tanya kaisar. Putra mahkota tidak bisa diam saja ia mengeluarkan jurus energi roh.
Namun Xiao Nuan bisa menahannya hanya dengan satu tangan. "Kaisar, kau menghukum siapapun yang menyentuh keluargamu. Lalu apa aku tidak boleh menghukum wanita yang mengatakan diriku selingkuh?"
Kaisar terdiam, memang ia tidak.menghentikan selir agung saat mencemooh Xiao Nuan. Tapi ia tidak berpikir akan sepatal ini, ia juga tidak tahu kalau Xiao Nuan sudah berubah menjadi kuat.
"Sayang, apa aku benar selingkuh?" tanya Xiao Nuan menyentuh pipi Liu Xingsheng. Mereka hanya diam melihat apa yang di perbuat Xiao Nuan.
Karena mereka diam membuat Xiao Nuan kesal. Ia melepaskan ikatan suaminya. "Katakan pada mereka jangan membuatku kesal." kata Xiao Nuan.
"Tujuan kamu melakukan ini semua apa?" tanya Liu Xingsheng marah.
Xiao Nuan tersenyum manis. "Tujuanku? Entahlah, aku hanya tidak suka orang lain ikut campur dalam masalahku!" Xiao Nuan melirik tajam ke arah keluarga kerajaan.
Pangeran Yun Taen di bantu bangun oleh ratu dan putra mahkota. "Apa salah kami?" tanya putra mahkota.
Xiao Nuan berbalik ia menatap kesal.
"Salah kalian? Apa aku harus menjelaskannya?" tanya balik Xiao Nuan.
"Pertama kenapa kaisar diam saat adik iparmu di cemooh oleh selir? Kedua kalian mengangungkan aturan sedangkan istri dari kaisar banyak melakukan kesalahan? Apa hanya rakyat yang harus menuruti aturan kerajaan? Ke empat, pangeran Yun Taen terlalu ingin tahu apa yang terjadi pada rumah tanggaku." jelas Xiao Nuan.
"Adik Wang, jangan tersinggung pangeran Yun Taen tidak pernah ikut campur apapun tentang kalian!" ucap ratu.
"Tidak ikut campur? Lalu siapa yang mengawasi suamiku dan diriku selama jauh dari negri ini? Kau kira aku tidak tahu?" bentak Xiao Nuan.
Pangeran Yun Taen terkejut karena ninja yang terlatih tinggi bisa di ketahui oleh Xiao Nuan. "Coba tebak sendiri bagaimana pangeran Yun Taen tahu aku akan kembali cepat?"
Liu Xingsheng memegang tangan Xiao Nuan. "Cukup, cukup membuat keributannya jangan sampai rakyat tahu." Xiao Nuan melepaskan tangan Liu Xingsheng dengan kasar.
"Kamu bodoh? Kamu telah di mangfaatkan oleh mereka, kamu hanyalah anak dari luar kerajaan karena kekuatan militer mu tinggi mereka hanya ingin kau menjadi pelindung!"
Liu Xingsheng terdiam, memang itu yang terjadi. Lagipun dirinya tidak tergila-gila dengan tahta atau hal lainnya, bagi Liu Xingsheng hidup tanpa masalah adalah keinginannya.
"Ck, bisa gila aku lama-lama di sini." gumam Xiao Nuan.
Xiao Nuan menatap ke atas melihat selir agung yang masih berada dalam sihirnya, ia melepaskannya dengan kasar. Tubuh selir agung terjatuh ke tanah.
Pangeran Yun Akash berlari ke arah ibunya, ia tidak percaya melihat seseorang melukai ibunya di depan matanya sendiri. "Ayah, kenapa kamu diam saja saat ibu di lukai?"
"Nak, ini ...
"Dasar ******, kau wanita bodoh kenapa kembali lagi. Harusnya kau tak pernah kembali lagi jika membuat masalah terus!" kata Pangeran Yun Akash.
Xiao Nuan tersenyum miring. "Kaisar? Kamu tidak ingin menjelaskannya pada anakmu ini?" tanya Xiao Nuan dingin.
"Dasar lancang!" Pangeran Yun Akash mengeluarkan pedangnya. Ia menyerang Xiao Nuan, jangan meremehkan pangeran Yun Akash karena dia sama kultivator.
Melihat serangan pangeran Yun Akash, Xiao Nuan menjadi senang. Sekarang waktunya menguji kekuatan tubuhnya setelah terluka.
Ia tidak membalas hanya menahan dan menangkis serangan pangeran Yun Akash. "Apa itu kemampuan pangeran yang terkenal di Medan perang?" tanya Xiao Nuan.
Pangeran Yun Akash mengeluarkan jurus yang telah ia pelajari. Xiao Nuan dengan mudah membuat serangan itu hancur sebelum mengenai dirinya.
"Astaga, kalian para pangeran membuatku gemas." kata Xiao Nuan saat melihat pangeran Yun Akash terkejut karena serangannya di gagalkan oleh Xiao Nuan.
"Siapa kau sebenarnya? Kau pasti iblis!"
Xiao Nuan menggeleng kepala.
"Anak dan ibu sama saja, kalau aku iblis maka kalian makan malam ku sekarang." Senyuman Xiao Nuan membuat Liu Xingsheng segera menahan tangannya.
"Jangan lukai mereka. Kenapa kamu jadi kayak gini!"
Xiao Nuan melihat ke arah suaminya, ia mengerutkan dahi lalu melepaskan tangan suaminya. "Kenapa kamu mengganggu kesenanganku?"
Liu Xingsheng mengeluarkan jurus yang Xiao Nuan berikan ia mencoba untuk menahan Xiao Nuan untuk tidak membuat keributan. Terjadilah pertarungan suami-istri.
Kaisar terkejut karena melihat mereka berdua saling menyerang bahkan dari aura yang ada keduanya seperti melibatkan nyawa. "Sepertinya akan seru jika salah satu dari kita kalah."
Xiao Nuan tersenyum karena membangkitkan jiwa roh Liu Xingsheng. "Tentu, selama suamiku senang aku akan melakukannya."
Xiao Nuan mengeluarkan pedang roh lalu menyerang Liu Xingsheng. Karena pedang roh menarik jiwa seketika tubuh Liu Xingsheng berubah.
Rambutnya memutih tanduk naga keluar, mata yang merah membuat seluruh orang yang ada di sana lebih terkejut. Mereka tidak tahu kalau Liu Xingsheng bukan manusia.
"Kita sudah melakukan kesalahan dengan mereka." kata kaisar. Ratu hanya mengangguk sedangan selir terlihat ketakutan. Pangeran Yun Taen terpana ternyata wanita yang ia inginkan jauh lebih kuat.
Namun melihat Liu Xingsheng, pangeran Yun Taen berpikir lain. Akan sulit membuat Xiao Nuan berada di pihaknya jika Liu Xingsheng sekuat ini.
Energi roh putra mahkota tidak sekuat Xiao Nuan. Dan tenaga milik pangeran Yun Taen dan Yun Akash tidak bisa menandingi Liu Xingsheng dalam mode perang.
Percikan api dari pertarungan suami-istri itu membuat para prajurit dan pelayan terkejut bahkan mereka tidak tahu ada pertarungan yang begitu hebat di malam seperti ini.
"Tubuhmu semakin kuat, aku suka." ucap Xiao Nuan.
"Lanjutkan!" Liu Xingsheng menyerang Xiao Nuan dengan bertubi-tubi bahkan tidak ada waktu untuk Xiao Nuan membalas. Jiwa pembunuh dari dalam diri Xiao Nuan bangku.
Tatapan matanya melihat ke arah cela yang di miliki Liu Xingsheng. mereka bertarung tanpa pedang karena Liu Xingsheng berhasil menjatuhkan pedang milik Xiao Nuan.
Mereka melakukan pertarungan menggunakan energi roh. "Yan, aku suka melihat kalian akur!" Xiao Nuan mengeluarkan jurus api neraka yang ia duplikat dari Lien Hua.
Ketika api neraka membakar, Xiao Nuan melihat Yan yang tidak bisa terkendali. "Kenapa kesenangan terjadi singkat?" gumam Xiao Nuan ingin membantu Liu Xingsheng namun malah masuk jebakan.
__ADS_1
Dengan petir milik Liu Xingsheng, Xiao Nuan terpukul mundur sampai menghantam aula istana. Tubuh seketika rusak karena perih milik Liu Xingsheng telah bersatu dengan Yan.
Sadar telah melukai istrinya Liu Xingsheng kembali ke kesadaran awal, ia langsung berlari ke arah Xiao Nuan yang terkapar. "Kau berkembang pesat." Liu Xingsheng memeluk Xiao Nuan.