Killer Queen

Killer Queen
Episode 5


__ADS_3

...Liu Xingsheng dan Xiao Nuan...



Xiao Nuan turun tepat di depan paviliun. "Yan, sepertinya aku harus menyelidiki lagi karena membunuh tanpa bukti kuat. Aku bisa di tuduh sebagai pemberontak."


^^^"Dewi master, kami akan selalu mengikutimu keputusanmu kami akan menghargai semuanya."^^^


Yan mengangguk ia setuju dengan ucapan Leng, Xiao Nuan ia masuk ke kediaman hari ini ia kembali setelah 3 hari berada di hutan terlarang.


Kediaman pangeran kaisar/ paman kaisar sangat sepi. Liu Xingsheng memerintahkan pelayan untuk jangan membuat keributan apapun masalahnya.


Xiao Nuan beristirahat karena lelah. Setelah tubuhnya sudah rileks ia melihat kalau dirinya sudah berada di kamar seharian. "Kalian, menurut ku bagaimana kita melawan monster itu."


^^^"Dewi master, akan sangat sulit melawan monster itu." balas Yan.^^^


"Sesulit apa? Bahkan kita belum mencoba."


^^^"Leng, beritahu Dewi master."^^^


Leng menggeleng kepala. "Aku tak ingin mengingatnya. Sangat sulit melupakan kejadian itu." Xiao Nuan mengerutkan keningnya bahkan binatang dewa seperti Yan dan Leng pun enggan untuk menceritakan tentang monster itu.


"Kira-kira sekarang level monster itu berapa?"


^^^"Dia sudah bermutasi menjadi manusia, bukan lagi hewan itu bisa di simpulkan selama ini banyak level yang telah ia tembus."^^^


Xiao Nuan sedikit bingung karena baru mendengar monster bisa bermutasi menjadi manusia. "Wujudnya hanya manusia tapi kekuatan dan jati diri tetap monster." ujar Yan.


^^^"Selama ini hanya kamu yang mampu menahan Monster itu." ucap Leng.^^^


"Yan? Kamu bisa menahan Monster mutasi itu kenapa melarangku?" tanya Xiao Nuan.


^^^"Masalahnya dulu masih level 30 sekarang dia sudah sangat kuat. Aku kalah jauh!".^^^


"Kau harus berlatih!"


^^^"Binatang dewa seperti kami hanya bisa menembus level jika kami ikut kultivasi dengan tuan kami sendiri." timpal Leng.^^^


Xiao Nuan baru tahu kalau di dunia kultivator seperti ini peningkatan level tergantung pada tuan. Lalu ia teringat dengan ramuan Alchemist.


"Jangan khawatir, kalian akan naik level olehku." Xiao Nuan tersenyum tipis membuat Yan dan Leng memilikinya firasat buruk.


***


Selama dalam perjalanan Liu Xingsheng memikirkan Yan. Ia bingung kenapa ada naga yang memberikan surat atas nama Xiao Nuan.


"Apa dia telah melakukan kontrak darah?" pikir Liu Xingsheng.


Naga utusan Xiao Nuan memang kecil namun dari tanduk dan sisiknya ia bisa tahu kalau naga itu adalah binatang legendaris yang telah menghilang ratusan tahun lalu.


Dan sekarang pertanyaannya adalah dari mana dan kapan Xiao Nuan menemukan binatang legendaris itu. Banyak tetua di tanah carta mencari binatang legendaris namun mereka hanya menemukan binatang suci.


Itu juga sangat sulit menundukkan agar bisa kontrak darah. Liu Xingsheng mendapatkan tugas dari kaisar untuk menyelamatkan masyarakat yang berada di gunung.


Mereka terjebak karena longsor besar. Tiba-tiba Liu Xingsheng berpikir jangan-jangan tanah longsor itu karena Xiao Nuan yang melakukan kultivasi dengan hewan legendaris.


Semakin di pikir semakin rumit, Liu Xingsheng akan menyelidiki semuanya setelah menyelesaikan masalah tanah longsor. Lagipula Xiao Nuan tidak akan pergi kemanapun.


Kediaman pangeran kaisar


Xiao Nuan bermalas-malasan, ia barusaja membuat exelir buat Yan dan Leng. "Kalian sekarang tembus berapa level?" tanya Xiao Nuan kurang bersemangat.


^^^"5"^^^


Xiao Nuan menghela nafas, kalian menghabiskan waktu 2 hari hanya naik 5 level sungguh di sayangkan ucap Xiao Nuan. Ia pun bangun dan duduk di hadapan tungku.


"Sekarang kita kultivasi bersama." Xiao Nuan mengeluarkan energi roh agar bisa menaikkan level dua hewan tersebut. Semakin lama semakin besar Yan dan Leng pun menyerap dengan baik.


Cahaya dari tubuh Xiao Nuan memancar sampai menembus kegelapan. Di luar seorang pria misterius menatap kediaman pangeran kaisar dengan tatapan sulit di artikan.


Setelah itu pria itu pergi dengan tangannya yang mengepal kuat. Xiao Nuan melepaskan energi roh bersekala besar. "Arrrrgggghhhh!"


perlahan ia membuka matanya. Melihat dua hewan legendaris itu sudah bermutasi menjadi kuat dan jauh bercahaya dari sebelumnya.


^^^"Dewi lihat rambutmu!" kata Leng.^^^


"Ada apa dengan rambutku?" Xiao Nuan lalu melihat ke arah cermin air. Ia terkejut karena rambutnya kembali berwarna coklat.


^^^"Sepertinya karena energi roh yang sudah melewati batas, sekarang Dewi master bisa mengendalikan tubuh sesuai keinginan." ujar Yan.^^^


Xiao Nuan melihat ke arah tangannya memang benar sekarang kuku di tangannya bisa berubah sesuai apa yang di pikirkan. "Besok adalah waktu baik untuk mencari monster itu."


^^^"Tapi bagaimana dengan negri Yuoyui?" tanya Leng^^^


"Kita akan kembali setelah membunuh monster itu.", Xiao Nuan harus membasmi dulu monster yang telah membunuh ayahnya. Masalah negri ini mereka tidak akan kemana-mana selagi Xiao Nuan tidak memberi peringatan.


...****...


Liu Xingsheng kembali setelah 2 minggu menenangkan masyarakat gunung yang panik karena akses kemanapun tertutup longsor.


Ia kembali dengan selamat membuat masyarakat di ibukota bersorak dan suka cita. Liu Xingsheng memberi informasi kepada kaisar tentang keberhasilannya.


"Kamu memang hebat, sangat sulit membuat mereka percaya."


Liu hanya mengangguk, ia sudah terbiasa dengan pujian namu kali ini kaisar terlihat murung. "Yang mulia, ada apa sepertinya anda sangat gelisah."


"Benar aku tidak bisa menyembunyikan lagi. Adik istrimu,"


"Ada apa dengan istriku? Dia baik berada di kediamanku bukan?" tanya Liu Xingsheng.


"Dia menghilang."


Liu Xingsheng langsung tersentak ia berdiri. "Yang mulia, anda memang dermawan. Tidak mungkin istri saya menghilang, saya harap anda jangan membuat rumor."


"Adik, aku mendapat kabar tersebut dari kepala pelayan Ding. Dia tidak bisa menghubungimu karena perjalanan. Prajurit istana sudah di kerahkan untuk mencari namun istrimu benar-benar menghilang seperti di telan bumi."


Liu Xingsheng langsung berlari dari aula tanpa pamit. Ia harus membuktikan dulu ucapan kaisar. Liu Xingsheng membawa kuda seperti orang gila.


Ketika sampai di kediaman kepala pelayan langsung berlutut dan meminta ampun. "Kenapa kalian tidak bisa menjaga permaisuriku!"


Liu Xingsheng masuk ke kamar Xiao Nuan. Kosong itulah yang sekarang ia lihat bahkan kamar ini seperti berminggu-minggu tidak di tempati.


"Kapan kalian melihat istriku?"


Pelayan Ding mengatakannya. "Sebelum nyonya pergi, saya melihat dia menginap di kediaman anda. Sepertinya dia sangat merindukan anda."


Liu Xingsheng langsung menuju kediamannya. Ia masuk ke dalam melihat sekeliling mungkin berharap menemukan sesuatu. Ia melihat sesuatu yang terselip di pakaian yang berada di lemari.


Setelah membaca isi secarik kertas itu Liu Xingsheng terlihat marah lalu meminta Fei Hung untuk menyiapkan pasukan elit dan mencari Xiao Nuan.


"Aku akan kembali dengan kejutan yang mungkin kamu tidak bisa terima."


***

__ADS_1


...Leng Hua iblis mutasi...



Xiao Nuan berada di negri hitam. Ia berhasil masuk berkat bantuan Leng. Negri hitam adalah negara yang bermayoritas iblis yang sudah berada di dunia selama ribuan tahun.


Ia masuk ke sini untuk mencari monster yang bernama Lien Hua. Dia adalah monster yang bermutasi menjadi manusia, selama beberapa minggu ia mencari akhirnya ia menemukan tempat baru Lien Hua.


Leng dan Yan berada di balik tubuh Xiao Nuan untuk menyamarkan identitas mereka. Di sini terlihat seperti kehidupan manusia pada umumnya.


Namun di sini yang di agungkan bukan kekayaan atau martabat tapi siapa yang kuat maka mereka berkuasa. Xiao Nuan mendapatkan info kalau Lien Hua adalah yang paling di takuti oleh penduduk negri hitam.


"Anda pesan apa?" tanya seorang saat melihat Xiao Nuan barusaja duduk di meja tamu.


"Air."


Pelayan itu mengangguk lalu meninggalkannya. Ia melihat sekeliling untuk melihat apa akan mendapatkan informasi tidak.


"Tuan agung dia membuka sayembara untuk menjadikan kaki tangannya."


"Apa tantangannya?"


"Merebut lonceng dari tangannya."


"Hal sulit, tapi pasti banyak orang yang mendaftar."


Xiao Nuan mendengarkan. Ia pun mencoba untuk mencari sayembara tersebut siapa tahu mereka miliki keberuntungan dan menemukan Lien Hua.


Setelah mendapatkan beberapa petunjuk Xiao Nuan berhasil mendapatkan Kouta masuk ke dalam sayembara. Di sini dia paling terlihat lemah apalagi dengan cadarnya yang menutupi membuat auranya misterius.


"Anda berasal dari mana?" tanya salah satu peserta.


Xiao Nuan tidak menjawab ia hanya menatap tajam membuat sebuah peringatan. "Hahahah, jangan pernah ikut sayembara ini kau hanya makhluk lemah."


Xiao Nuan tidak peduli ia hanya diam. Sayembara pertya adalah harus membunuh lawan agar bisa mendapatkan lonceng. setiap pertarungan pemenangnya akan mendapat satu lonceng.


Yang banyak mendapat lonceng dia yang akan menjadi kaki tangannya tuan agung. Xiao Nuan tahu di sini banyak yang akan mengeluarkan keahlian bela diri.


Pertarungan pertama mereka sudah mendapatkan lawan masing-masing, Xiao Nuan mendapatkan lawan yang sangat tangguh dari gua liuo.


Melihat semuanya melakukan terbaik Xiao Nuan menjadi sedikit berpikir lagi. Namun tekadnya untuk menemukan Lien Hua membuatnya kembali bersemangat.


Sekarang gilirannya melawan master Gua Liuo. Dia sangat kuat saat pertama kali melihat auranya sudah sangat terpancar pikir Xiao Nuan.


"Hei kau, menyerahkan sebelum aku membuatmu hancur menjadi abu."


Xiao Nuan hanya terkekeh. "Di sini kita bertarung bukan berdebat." Xiao Nuan mengeluarkan pedang dari dalam tubuhnya.


Seketika itu arena menjadi sangat ricuh. "Dia mempunyai pedang suci. " Master Gua sedikit terkecoh melihat pedang suci milik Xiao Nuan.


"Kita buktikan siapa yang akan menjadi debu." Xiao Nuan menyerang duluan ia tidak memberikan nafas pada lawannya. Setiap serangan sangat mematikan.


Arena semakin ramai dengan sorak Sorai dari pendukung masing-masing. "Master misterius itu siapa? Dia perempuan atau laki-laki?"


"Entahlah, tapi serangannya sangat menakutkan."


Master Gua Liuo kewalahan karena serangan Xiao Nuan yang seperti hujan. "Sial, aku harus menang." Master tersebut mengeluarkan jurus andalannya.


Namun Xiao Nuan mengeluarkan Leng yang mengepakkan sayap dengan agung. Seketika ribuan pisau es terbang ke arah master Gua Liuo.


"Sekarang kamu tahu siapa yang menjadi debu!" Xiao Nuan tertawa puas melihat lawannya terkapar karena serangannya. Kejadian barusan membuat tuan agung tertarik dengan Xiao Nuan.


Saat ini skor Xiao Nuan paling tinggi ia mendapatkan 17 lonceng, sedangkan satu lawan lagi mendapatkan 16 lonceng. pertarungan terakhir pun di mulai.


"Menjawab tuan agung, saya tidak tahu hanya dia yang tidak memiliki identitas." Tuan agung menatap setiap gerakan Xiao Nuan saat bertarung.


Jurus-jurus yang di keluarkan Xiao Nuan sangat familiar namun ia tidak bisa mengenali karena Xiao Nuan memakai cadar. Tidak hanya penampakan bahkan gerakan Xiao Nuan sangat menarik banyak perhatian.


Sayembara ini harusnya memakan banyak waktu namun negri hitam tidak bisa mengenali mana siang dan malam. Xiao Nuan melakukan pertarungan selama 3 hari.


^^^"Dewi master, sepertinya kita sudah menarik perhatiannya."^^^


"Itu bagus." Xiao Nuan tersenyum menatap ke arah tuan agung yang menyaksikannya dari tadi. Untuk serangan terakhir Xiao Nuan tidak ingin bertele-tele.


Ia mengeluarkan tapak pedang seribu, lawannya langsung terbelah menjadi dua. "Aku bersyukur karena sudah kalah dari dia sejak awal." kata master Gua Liuo.


Pertarungan terakhir ini melibatkan nyawa, siapa yang mati maka mereka kalah. Sekarang pemenang sayembara ini adalah Xiao Nuan.


"Selamat master, anda telah resmi menjadi kaki tangan tuan agung." ucap panitia.


Xiao Nuan di bawa ke hadapan tuan agung. Bisa di lihat tatapan mata tuan agung sangat berbeda dari iblis lainnya. "Siapa namamu?"


"Xiao Xiao."


Tuan agung tertarik karena bukan hanya talenta tapi juga namanya mengingatkan dia tentang sesuatu. "Sekarang kau adalah bawahanku. Lepaskan darahmu sebagai simbol."


Xiao Nuan langsung mengiris tangannya dengan pisau. Tidak di sangka giok yang terkena darah Xiao Nuan langsung meledak. Tuan agung langsung berdiri.


"Siapa kau sebenarnya?"


Xiao Nuan hanya menjawab. "Hamba hanya pengembara yang selalu mengelilingi negara-negara.", Tuan agung tidak percaya begitu saja.


"Cepat katakan utusan siapa kau!"


Xiao Nuan mendapat tekanan tinggi, aura kemarahan yang hitam menyelimuti sekitarnya. "Dewi master, dia adalah Lien Hua." Xiao Nuan langsung menatap mata tuan agung.


"Ck, tidak di sangka mutasi iblis bisa begitu tampan." Xiao Nuan tidak bisa mengambil resiko dia hanya mengangkat tangan hormat.


"Hamba hanya pengembara, jika tuan tidak menerima saya akan pergi." Xiao Nuan langsung melompat terbang.


"Tunggu," Lien Hua ingin mengejar namun Xiao Nuan sudah menjauh. Ia sengaja melakukan ini agar membuat Lien Hua semakin penasaran.


"Harusnya dia tidak mengetahui siapa asliku bukan?"


^^^"Tentu, kita sudah membuat penyamaran agar identitas asli tertutup."^^^


Xiao Nuan bersandar di pohon persik. Ia hampir beberapa bulan tidak. tidur karena di sini dunia fana hanya mengandalkan energi. "Lebih baik sekarang istirahat aku lelah menghadapi beberapa iblis sialan."


Xiao Nuan memejamkan matanya, hutan persik ini sedang tumbuh bunga itu berarti musim pertama sejak Xiao Nuan meninggalkan kediaman pangeran kaisar.


...***...


Lien Hua tidak sengaja menemukan seorang wanita bercadar. "Bukannya ini master yang telah membuat kekacauan Bebe hari lalu."


Lien Hua mendekati Xiao Nuan yang terlelap. "Sepertinya dia sedang tidur.", ia memerhatikan seluruh wajah Xiao Nuan. Lien Hua menggunakan sihir untuk membuka cadar.


Namun sayang ia tidak bisa membuka nya. "Entah sihir apa, namun wanita ini sangatlah tidak bisa di remehkan.", Lien Hua duduk di samping Xiao Nuan.


Ia memerhatikan Xiao Nuan cukup lama. "Ck, wanita ini kenapa bisa membuatku tertarik. Puluhan ribu tahun aku bermutasi belum pernah merasakan ketertarikan seperti sekarang."


Tidak lama Xiao Nuan bangun, ia merasakan ada seseorang di sekitarnya namun ia tidak melihat siapapun. "Mungkin perasaanku."


Xiao Nuan pergi meninggalkan hutan persik, Lien Hua mengunakan sihir tembus pandang. Jadi perasaan Xiao Nuan memanglah benar.

__ADS_1


Xiao Nuan kembali ke keramaian ia mencari hal menarik, tentunya juga mencari informasi lain tentang Lien Hua. "Huh, kalau saja dia bukan musuhku. Mungkin aku berpikir untuk membuatnya menjadi simpananku."


^^^"Dewi master, jangan lupa anda adalah wanita bersuami."^^^


"Statusku sekarang kalian bisa ketahui." Xiao Nuan memalingkan muka ia terlihat berbicara sendiri namun di balik jubahnya ada dua makhluk legenda yang kuat.


^^^"Leng, biarkan dia berimajinasi karena jika suami ada dia mungkin hanya bisa meratapi nasib."^^^


^^^"Kenapa seperti itu." tanya Leng^^^


^^^"Dia kalah oleh pria berambut perak itu."^^^


Keduanya tertawa karena telah terang-terangan membongkar rahasia Xiao Nuan. Memang pada nyatanya ia kalah oleh Liu Xingsheng. Makanya dia kabur dari kediaman.


Percuma izin Liu Xingsheng tidak akan pernah membiarkan dirinya pergi begitu saja. Apalagi terlihat jelas dari wajah Liu Xingsheng kalau dirinya mencintai Xiao Nuan.


Xiao Nuan kembali ke hutan persik, hanya tempat ini yang paling tenang. Ia naik ke atas pohon lalu bersandar. "Bagaimana keadaan suamiku di sana?"


^^^"Kenapa tidak pulang dan katakan rindu?"^^^


"Diam kau. Maksudku adalah apakah dia tetap menjadikanku permaisuri atau sudah menikahi wanita lain?!"


^^^"Mungkin saja Liu Xingsheng sudah menikahi putri Cia Yin." timpal Yun santai^^^


"Jika itu terjadi maka saat aku pulang akan menjadikan kediaman pangeran kaisar sebagai lautan darah." ketus Xiao Nuan. Ia berbicara dengan binatang dewa sungguh membuat gila, mereka tidak punya perasaan tentu saja akan berucap seadaanya.


Xiao Nuan sedang bersantai ia menggunakan kekuatannya sebagai uji coba. "Apakah ini berhasil?!" gumam Xiao Nuan. Saat ini ia menggunakan sihir menghilang tanpa terdeteksi.


Kali ini ia menciptakan sihir ini karena ingin tahu. Apakah sihir ini bisa tak terdeteksi walaupun orang lain berilmu tinggi. Saat ingin menghilangkan sihir Xiao Nuan melihat ke bawah ada orang yang menghampirinya.


Mereka terlihat berbincang serius. "Kita harus menyerang negri merah."


"Untuk saat ini kita hanya perlu melakukan secara diam-diam. Karena ratu negri merah adalah iblis rubah. Dia kebal akan kekuatan apapun."


"Dewa saja membiarkannya, kita harus memikirkan cara lain."


"Tuan agung, saya harap anda mendapatkan ide bagus secepatnya."


"Pasti, saya akan berusaha agar negri hitam ini semakin meluas. Keberadaan kita jauh lebih tinggi dari manusia."


"Betul, Negri manusia berada di bawah. Salah satu prajurit kita turun maka dunia mereka akan menjadi kurang tentram."


"Setelah ribuan tahun saya meninggalkan tempat itu, sekarang saya penasaran dengan keadaannya."


"Kunjungi saja, aku dengar ada Dewi yang beberapa waktu membuat gempar hutan suci."


"Saya penasaran sekali."


"Tuan agung, saya pergi dulu. Ada urusan lain di istana." Keduanya berpisah dari yang Xiao Nuan lihat seperti mereka tidak menyadari keberadaannya.


Dan juga pria tadi adalah kaisar yang di hormati oleh penduduk negri hitam. Untuk apa mereka ingin menundukkan negri merah, Xiao Nuan memang tidak suka mencampuri urusan orang lain.


Tapi melihat mereka ia menjadi penasaran. "Wahh, ternyata ada penguping." ujar tuan agung Lien Hua.


Xiao Nuan yang bersandar menutup mata langsung tersentak dan membuka mata. "Penguping? Tuan agung, anda salah saya berada di sini lebih dulu."


"Tapi tidak sopan seorang master tinggi menguping diam-diam." balas Lien Hua.


Xiao Nuan menarik nafas lalu menatap Lien Hua malas. "Terserah, saya sudah beberapa hari di sini tentunya lebih dulu dari anda."


"Peraturan di sini penguping tentang istana harus di bunuh." Lien Hua mencoba menggertak Xiao Nuan.


"Tuan agung, anda salah walaupun saya mendengar pembicaraan kalian tapi sayangnya saya tidak tertarik dengan masalah politik."


Xiao Nuan turun, ia meregangkan tubuhnya terasa kaku. "Tuan agung Lien Hua, saya tegaskan untuk terakhir kalinya, mengikuti sayembara bukan untuk tujuan apapun itu murni karena saya ingin tahu."


"Sangat kecil kemungkinannya seorang wanita berada di sini."


"Kemungkinan? Tuan agung, lihatlah saya. Saya berada di sini tepat di hadapan anda." Xiao Nuan berbalik ia memetik daun persik yang tua.


"Seperti daun, mereka akan jatuh pada saatnya." Setelah mengatakan itu Xiao Nuan langsung pergi begitu saja. Tuan agung semakin penasaran seperti keinginan Xiao Nuan.


Esok harinya Xiao Nuan sedang berada di pasar namun segerombolan orang membawa Xiao Nuan paksa mereka sengaja melumpuhkan titik sensitif kesadaran agar Xiao Nuan ikut bersama mereka.


Ketika sadar Xiao Nuan sudah berada di sebuah ruangan sang mewah. "Nona, anda sungguh hebat bahkan dalam keadaan tidak sadar cadarmu sangat sulit di buka."


Xiao Nuan melihat ke arah suara ternyata Lien Hua. "Kenapa kau membawaku paksa? Apa tidak bisa kau bicara baik-baik?" bentak Xiao Nuan kesal.


Ia heran kenapa iblis ini semakin menunjukan sifat aslinya. "Bicara baik-baik? Kau sudah menghancurkan batu kontrak dan kemarin kau sendiri yang menolak."


"Saya tidak suka di tuduh."


Lien Hua berdiri ia tau kalau Xiao Nuan tersinggung karena ucapannya. "Maaf saya telah menyinggung anda, nona." Lien Hua mengatakannya tulus.


"Sudahlah sekarang tujuanmu membawaku apa?"


Lien Hua tersenyum kecil. "Ternyata anda sangat tidak sabaran dan terbuka." Xiao Nuan hanya menggumam tidak jelas. Lien Hua memberikan secawan teh.


"Hanya ingin bernegosiasi, kamu adalah kaki tanganku." Xiao Nuan mengambil lalu duduk di ranjang ia menatap kesal iblis di hadapannya.


"Tentang apa? Waktuku sangat singkat sekarang."


"Nona Xiao, kamu memang angkuh."


"Terima kasih atas pujiannya, tuan agung." timpal Xiao Nuan. Lien Hua merasa tertarik karena dari percakapan mereka Xiao Nuan tidak menunjukan rasa takut atau tertekan seperti master pada umumnya.


Lien Hua sangat menyukai hak tersebut. Diluah tidak hanya iblis tapi manusia juga menyukai Lien Hua berbeda dengan Xiao Nuan yang terlihat biasa saja.


"Tuan agung, sedikit kritikan. Saya tahu kamu tampan tapi pakaianmu sangat terbuka tentu saja banyak orang yang memiliki dada seperti itu."


Lien Hua tertawa akhirnya ia tidak bisa menahan lagi. "Hahahah, nona Xiao. kamu memang cocok menjadi selirku." Xiao Nuan menepis tangan Lien Hua.


"Selir? Bahkan di jadikan ratu olehmu aku tidak Sudi." Xiao Nuan berjalan ke arah jendela. Ternyata dirinya ada di kamar Lien Hua sungguh berani sekali iblis itu membawa dirinya ke kamar.


"Nona Xiao, anda jangan terlalu angkuh itu bisa membuatmu terjebak." kata Lien Hua.


"Tidak usah mengajariku, lagipula tuan agung pandai bercanda." Xiao Nuan melirik ke arah Lien Hua sebentar.


Lien Hua menghampiri Xiao Nuan. Ia ikut melihat pemandangan kota besar di negri hitam. "Ikut denganku, kita harus menundukkan negri merah."


Xiao Nuan mendeham lalu menolak mentah-mentah. "Baru pertama kali ini aku memilih anak buah yang tidak mau di atur."


"Caramu kurang efektif. Negri merah pasti sudah mempersiapkan diri sebelum negri ini mengirim pasukan. Apalagi ratu di sana adalah ratu iblis rubah. Kau pikir akan menang?"


Lien Hua memang berpikir demikian hanya saja ia perlu masukan. "Kalau mau menundukkan negri itu, kamu harus menyerang inti dari negri itu sendiri."


"Maksudnya membunuh rubah wanita itu?" tanya Lien Hua.


"Bodoh, itu sama saja bunuh diri." Lien Hua langsung mengumpat kasar. Ia mencekik Xiao Nuan. "Berani kamu mengutukku!"


Xiao Nuan mengangkat tangannya DDDRRRRTTTT, Lien Hua merasakan seluruh tubuhnya seperti tersengat oleh sesuatu tekanan besar.


"Wanita gila." maki Lien Hua.

__ADS_1


Xiao Nuan memegang lehernya yang sakit. Pria di hadapannya sangat kasar ia harus lebih hati-hati. "Walaupun aku bawahanku jangan pernah berpikir kau bisa mengendalikanku."


__ADS_2