
...Pangeran kedua Yun Taen...
Alcie berjalan-jalan setelah menyelesaikan masalah dengan tuan kasino itu. "Yan, apa kamu bisa tebak apa yang di inginkan oleh tuan kasino?"
^^^"Kamu pasti sudah tau jawabanku,"^^^
"Karena kau di dalam tubuhku jadi gak bisa gitu?"
^^^"Benar."^^^
Alcie menggumam kecil lalu ia tertarik dengan salah satu toko yang menjual berbagai jenis ramuan dan obat-obatan. "Yan, apa kamu tahu herbal lainnya?"
^^^"Di sini hanya herbal biasa, bahkan di danau itu juga banyak."^^^
"Yaudah deh." Alcie tidak jadi mampir ia memilih pulang. Ya tentu saja dia pulang melompat dari tembok luar bagaimana mungkin ia lewat jalur utama.
"Nona, aku menunggu dirimu dari tadi." Kata Xi Sara dengan panik.
"Ada apa?"
"Tuan besar dalam perjalanan pulang." Alcie heran kenapa ayahnya kembali pulang dengan cepat bahkan terkesan seperti ingin menyampaikan sesuatu.
"Baguslah," jawab Alcie.
"Sepertinya ada masalah di kediaman."
"Xi, tugasmu kau tahu apa?" Xi Sara pun mengangguk dan segera pergi untuk mencari informasi tentang apa yang membuat tuan Wu kembali tanpa kabar dari jauh hari.
Alcie pergi dari paviliun cahaya, Yan meminta ia untuk mencari obat dan kultivasi. Alcie menuju ke sebuah pesisir gunung bertempat sebelah barat tempat berburu kaisar kerajaan.
"Yan, aku sungguh tidak pernah menyangka kalau bisa jadi kultivator." kata Alcie menarik membuang nafas setelah melakukan rileksasi.
^^^"Aku tahu, kau memang selalu menentang si tua."^^^
"Aku bukan menentang, tapi bagiku ilmu keabadian seperti ini hanyalah mitos belaka."
^^^"Di tempat ini sekarang yang kau pikirkan apa?"^^^
"Ya pasti kau sudah tau itu."
Alcie melihat ke sekeliling, ia merasa kalau ada orang yang sedang memperhatikannya. "Yan, kau itu seperti apa?" tanya Alcie.
^^^"Menurut kamu?"^^^
Alcie mendesah malas. "Entahlah, aku merasa kau seperti kakek. Sangat bawel." balas Alcie.
^^^"Jangan samakan aku dengan si tua, Kami memang sama dari segi umur tapi aku masih tampan."^^^
"Ck, narsis sekali."
Alcie berdiri ia mendengar suara panah berterbangan. Alcie melompat ke atas pohon dan melihat situasi sekitarnya. "Ini kamp perburuan milik keluarga kerajaan pantas saja sejak tadi aku merasa kurang aman."
Alcie menggunakan jurus menghilang dari tempat dengan cara cepat. "Uh, sial sekali!" maki Alcie memegang dadanya.
^^^"Sudah tahu tenaga dalammu belum sempurnanya memaksakan diri." timpal Yan.^^^
"Ck, kalau gak di coba gimana aku tahu!" Alcie membela diri. Yan mengomentari kalau jika di coba terus malah akan membuat Meridian Ara semakin buruk.
"Benar, aku harus mengobati diriku secara penuh." Alcie sekarang bingung karena berada di tengah hutan dan tempat perburuan ini sangatlah luas juga terkenal dengan banyak hewan yang sangat berbahaya.
"Yan, aku mengandalkanmu jika sesuatu terjadi."
^^^"Bagaimana aku keluar? Bahkan hanya kau sendiri yang mampu mengeluarkan aku dari sini."^^^
"Maksudmu? Kau bisa keluar?"
^^^"Tentu, aku ini bukan manusia bukan dewa juga bukan iblis. Masalahnya adalah levelmu mengeluarkanku sangatlah jauh."^^^
"Baik, aku mengerti sekarang."
Alcie turun dan berjalan kaki, ia sudah paham jika terus mengandalkan tenaga dalam yang rusak hanya akan memperburuk situasi sekarang.
^^^"Xiao Nuan, sebelah barat dari sini adalah tempat berbahaya tapi sangat banyak tanaman untuk membuat pil dewa."^^^
"Siapa yang kau panggil?"
^^^"Aku di sini bersama siapa?!"^^^
"Tapi namaku bukan Xiao Nuan."
^^^"Anggap saja nama itu menjadi namamu sekarang."^^^
"Tapi ada benarnya juga, jika aku menggunakan nama asli terus menerus akan membuat banyak pihak semakin tahu." gumam Alcie membenarkan.
***
Beberapa saat kemudian mereka sampai di tempat yang Yan tunjukan. Alcie mengambil tanaman yang akan di jadikan obat. "Jangan pernah menoleh jika ada yang memanggil namamu selain Xiao Nuan."
Ia mengangguk lalu kembali mengambil tanaman lain. Xio Nuan mengambil bahan lain seperti tanaman beracun dan lainnya. "Sepertinya aku mengandalkan racun untuk bertahan di sini."
Setelah itu Xiao Nuan mencari tempat nyaman untuk meracik tanaman beracun agar bisa ia pergunakan. Tidak waktu lama racun buatan Xiao Nuan pun jadi.
"Sekarang ayo. Pil ini tidak akan mengecewakanku bukan." Xiao Nuan memakan tanaman yang di ambil sambil bermeditasi untuk menyerap khasiatnya.
Aromaterapi dari tubuh Xiao Nuan menyeruak membuat beberapa binatang dewa muncul. "Sepertinya pil dewa bekerja dengan baik." kata Yan.
"Tentu, pil ini tidak pernah mengecewakan." Xiao Nuan mengelus salah satu binatang dewa yang sudah jinak efek aromaterapi. Binatang suci seperti ini sangatlah sulit di taklukkan apalagi hanya berbekal level tingkat pun tidak menjamin.
^^^"Ada yang datang!"^^^
Xiao Nuan langsung berdiri ia melihat ke arah selatan karena ia mendengar derap langkah kaki kuda dengan jelas. "Ternyata nona Wang, sangat membuatku kaget."
Xiao Nuan pun menghela nafas ternyata pangeran kedua. "Salam pangeran.", Xiao Nuan memberi hormat.
"Nona Wang, sedang apa di sini?"
"Aku mencari tanaman obat dan tersesat." jawab Xiao Nuan canggung.
Pangeran kedua Yun Taen hanya mengangguk. "Baiklah, nona jika tersesat mari ikut saya." Pangeran mengulurkan tangannya pada Xiao Nuan.
Ia mengambil uluran tangan pangeran dan naik kuda. Yun Taen membawa Xiao Nuan mencari jalan keluar dari hutan perburuan. 'Aroma ini sangat kuat, nona Wang bukanlah gadis bangsawan biasa seperti ada yang telah dia sembunyikan.' batin Yun Taen.
Yun Taen membawa Xiao Nuan ke kamp perburuan. Dugaan Xiao Nuan benar keluarga kerajaan sedang mengadakan acara mingguan.
Namun karena canggung ia memilih diam tidak melakukan apapun sampai Yun Taen membawanya untuk menghadap kaisar.
"Nona Wang, kenapa anda bisa bersama pangeran kedua?" tanya permaisuri.
"Izin menjawab, saya tersesat saat mencari tanaman obat." Kaisar dan permaisuri pun terkejut mereka tidak menyangka ada gadis bangsawan tersesat di tengah hutan belantara seperti ini.
"Pangeran kedua, lebih baik bawa nona Wang untuk beristirahat mungkin dia masih terkejut." perintah kaisar.
Yun Taen pun mengangguk dan membawa Xiao Nuan untuk beristirahat di kamarnya. "Maaf, di sini hanya ada kamar khusu keluarga kerajaan. Akan lama jika meminta prajurit membangun tempat sementara."
"Pangeran, saya sangat berterima kasih. Ini sudah lebih dari cukup."
"Tidak perlu sungkan, keluarga kita sangatlah dekat."
"Baik, tapi bagaimana juga anda adalah keluarga kerajaan sangat tidak nyaman jika terlalu berlebihan."
Yun Taen hanya terkekeh lalu duduk ia suka kepribadian Xio Nuan yang sangat menarik. "Kalau tidak salah, dari aroma ini adalah pil dewa."
__ADS_1
"Pangeran, anda sangat berbakat. Benar aku sedang mengonsumsi pil tersebut."
Yun Taen terkejut karena di dunia ini ada yang tahu cara mengonsumsi pil dewa. Bahkan racikan obat tersebut telah hilang puluhan ribu tahun lalu.
"Saya tidak menyangka nona Wang dari kediaman Wu sangat berbakat dalam obat-obatan."
Xiao Nuan terkekeh.
"Tidak seperti itu pangeran. Saya hanya ingin memperbaiki Meridian yang terluka."
"Bolehkah saya mengecek nadi nona." ucap Yun Taen saat mendengar kalau Meridian Xiao Nuan terluka.
Xiao Nuan mengulurkan tangannya. "Silahkan pangeran." Yun Taen menyentuh kulit Xiao Nuan dan memeriksa apa benar apa yang di katakan oleh Xiao Nuan barusan.
"Nona Wang, sepertinya pil dewa sangat efektif. Bahkan anda sudah menembus level 7." kata Yun Taen.
"Sangat mengagumkan,"
"Kalau boleh tahu, nona Wang darimana anda tahu pil dewa bisa menyembuhkan Meridian?" tanya Yun Taen.
Sudah tertebak Xiao Nuan yakin kalau ia tidak bisa lepas jika sampai Yun Taen tahu. "Hanya membaca dari buku di perpustakaan. Dan hanya mencoba tapi saya tidak berharap akan seperti ini."
"Nona Wang ternyata berbakat."
Xiao Nuan hanya tersenyum saat pangeran Yun Taen terus memuji. "Pangeran Yun Taen sangat mencurigakan. Kamu harus hati-hati." peringat Yun.
"Aku tahu, tapi sepenuhnya niat Yun Taen pasti sangat besar."
...***...
Xiao Nuan memberi salam kepada kaisar dan permaisuri, ia tidak bisa tinggal lebih lama apalagi keluarga kerajaan terlalu berbahaya jika sangat dekat.
Kaisar meminta pengawal kerajaan untuk mengantarkan Xiao Nuan sampai ke kediamannya. Sampai di kediaman Wu ia mendapatkan kejutan besar.
"Xi Sara, apa yang terjadi?"
Xi Sara hanya menunduk ia tidak berani menatap wajah Xio Nuan seperti sudah melakukan kesalahan. "Kau mengkhianatiku?" tanya Xiao Nuan menebak.
"Maafkan saya, nona."
Xi Sara bersujud meminta maaf pada Xiao Nuan. "Sudah ku beritahu pelayanmu ini tidak beres." kata Yan mengingatkan peringatan dulu.
"Ck, aku tidak menyangka ternyata di dunia ini ada musuh dalam selimut.", Xiao Nuan lalu meninggalkan Xi Sara di sana yang masih bersujud.
^^^"Apa yang kamu akan lakukan?" tanya Yan.^^^
"Tidak ada,"
^^^"Pelayan itu membuatmu agar kena hukuman."^^^
"Masalahnya aku masih tidak tahu, apa yang di perbuat Xi Sara." timpal Xiao Nuan santai.
..."Sudahlah, lagipula aku percaya tidak akan ada yang berani mencekalaimu, apalagi otakmu sekarang." ujar Yan....
Xiao Nuan tertawa lalu ia duduk menunggu apa yang akan terjadi setelah ini. Melihat beberapa pelayan tadi seperti sedang bergosip penting pasti akan terjadi hal besar.
BRAKKK
Pintu paviliun Xiao Nuan di buka paksa, terlihat ada nyonya besar, ke tiga putrinya dan tuan besar. "Aku baru sampai di sini, kau sudah membuat masalah." bentak tuan besar Wu.
"Ayah apa yang aku lakukan sampai membuatmu marah?" tanya Xiao Nuan.
"Masih berani bertanya,"
Xiao Nuan melihat ke arah Wu Ruan lalu mengerti. "Sepertinya ayah mendengar kabar burung.", tebak Xio Nuan.
"Alcie Wang, jangan keterlaluan pada ayah." bentak nyonya besar Wu.
Xiao Nuan mengangguk lalu berkata. "Kalau aku salah, coba katakan di mana salahku."
Xiao Nuan memegang pelipis merasa pening. "Bahkan masalah kencan saja bisa seperti maling saja."
"Xi Sara, apa kau lihat aku bersama pria?" tanya Xiao Nuan.
Xi Sara terlihat gugup karena sebenarnya ia tidak tahu. "Ayah, jika hanya berkencan kenapa kamu semarah ini?". Ia sungguh tidak paham kenapa zaman di sini sangat kuno.
"Kamu berani berkencan, padahal pangeran Kaisar sudah mengirim mahar untuk menikah denganmu." bentak nyonya wu marah besar.
"Pangeran Kaisar? Siapa dia?"
Xi Sara mendekati Xiao Nuan, ia berbisik sesuatu yang membuat Xiao Nuan terkejut. "Apakah kau yakin?" Xi Sara mengangguk kuat untuk membenarkan bisikkannya.
"Ayah, katakan saja lebih tepat karena saat ini aku sedang sibuk." kata Xiao Nuan.
"Lancang, seperti ini kah kamu menyambutku?" tanya tuan besar Wu marah.
Xiao Nuan menatap adik-adik ia tahu ini perbuatan mereka agar dirinya salah dan terkena marah. "Kakak, padahal pangeran Kaisar sangatlah di idamkan oleh kakak ke dua."
Dari ucapan adiknya ia tahu kalau pangeran Kaisar bangsawan biasa. "Ayah, aku tidak tahu siapa pangeran Kaisar. kenapa anda tidak membawaku menemuinya?"
"Alcie Wang, kamu membuatku murka."
"Tuan Wu, tidak usah marah. Lagipula nona Wang sepertinya merindukanku." kata seorang pria masuk ke paviliun cahaya.
Mereka langsung memberi salam hormat. Xiao Nuan mengerutkan kening sampai akhirnya wajah dari pangeran Kaisar pun terlihat. ' Tuan pemilik kasino!'
Xiao Nuan merasa kejutan kali ini membuatnya tertarik. "Tuan, aku sungguh tidak menyangka.", kata Xiao Nuan saat ini mereka berada di taman dekat paviliun utama.
Pria yang di ketahui pangeran Kaisar pun hanya tertawa.
"Berarti kejutan saya berhasil."
Xiao Nuan berjalan melihat lotus yang belum mekar. "Tuan, maksudku pangeran Kaisar apa yang yang membuat anda tertarik padaku?"
"Entahlah, mungkin sebuah taruhan!"
"Jangan bercanda."
Pangeran Kaisar mendekat ke arah Xiao Nuan. Ia menekan tubuh Xiao Nuan sampai menabrak pagar pembatas. "Apa saya terlihat bercanda, nona Wang?"
Xiao Nuan menggeleng lalu menyingkirkan tangan pangeran Kaisar. "Pangeran Kaisar, jika hanya karna taruhan lebih baik tarik kembali mahar yang telah sampai di kediaman Wu."
"Kenapa?"
"Aku menikah hanya satu kali dalam seumur hidup, dan harus dengan orang yang mempunyai komitmen."
Pangeran Kaisar tersenyum.
"Di kediamanku tidak ada selir, menikahi mu bukan sebuah taruhan."
Xiao Nuan menatap pangeran Kaisar sebenarnya ia hanya belum siap menikah apalagi pangeran Kaisar sangat misterius. Banyak rumor beredar kalau ia seharusnya menjadi kaisar sekarang.
"Nona Wang, seharusnya tuan Wu sudah memberitahu dirimu." Xiao terkejut memang apa yang terjadi kenapa hari ini ia sangat kebingungan.
"Ibumu telah memberikan tanda pertunangan sejak kau lahir, sudah tentu sekarang aku memberikan mahar untuk segera menikahi kamu."
Xiao mengingat memori dari tubuh Alcie, namun ia tidak menemukan apapun tentang pangeran Kaisar. "Jangan berani membohongiku."
"Nona Wang, kamu gadis cerdas dan pastinya akan tahu apa yang terjadi selanjutnya.", Pangeran Kaisar meninggalkan Xiao Nuan di sana.
Mereka kembali ke dalam. "Kenapa sebentar? Bagaimana pangeran Kaisar?" tanya tuan besar Wu.
Xiao Nuan menghela nafas malas. "Ayah katakan, kenapa kamu tidak memberitahu aku tentang pertunangan?", pertanyaan itu membuat tuan besar Wu terkejut.
__ADS_1
Wu Eun dia adalah putri kesayangan tuan besar Wu yang baru saja menyelesaikan pendidikan sarjana muda. Ia sangat menyukai pangeran Kaisar tentu saja tuan besar akan melakukan apapun untuk menyenangkan putri kesayangan.
"Tuan Wu, usia Alcie Wang sudah matang bulan ini tanggal 15 rombongan kerajaan akan menjemput Alcie Wang untuk aku menikahinya." kata pangeran Kaisar.
Tuan Wu hanya terdiam ia melirik Wu Eun terlihat syok dan tidak terima tapi bagaimana pun pangeran Kaisar sudah bertunangan dengan Xiao Nuan dari dahulu.
"Baik yang mulia pangeran Kaisar."
Pangeran Kaisar pergi meninggalkan kediaman Wu. Tanggal 15 dua hari lagi dari sekarang, 'Apa dia sudah gila? bagaimana bisa kediaman Wu memiliki kesempatan menyambut dalam 2 hari.' pikir Xiao Nuan.
Tuan Wu terduduk ia memegang pelipis. "Kenapa pangeran Kaisar datang melamar bertepatan dengan Wu Eun pulang. Sekarang menjadi rumit."
...***...
Tuan Wu semalam memerintahkan semua pelayan untuk mempersiapkan semuanya. Xiao Nuan masih memiliki perhitungan dengan Xi Sara.
"Kenapa kamu memfitnah nonamu sendiri?" tanya Xiao Nuan.
Xi Sara ketakutan ia hanya bersujud tidak berani menjawab apalagi tatapan Xiao Nuan seperti bukan dirinya dahulu. Satu kata salah akan sangat fatal nantinya.
"Nona, saya hanya mengatakan kalau nona sedang pergi keluar sebentar tapi mereka menyuruh saya bungkam dengan menculik kakak saya."
Xiao Nuan ingat kalau kakak perempuan Xi Sara seorang penyandang rehabilitasi. Ia kali ini melepaskan Xi Sara namun kedepannya tidak.
"Xi, mulai sekarang kamu pindah ke bagian pelayan normal.", Xi Sara terkejut ia tidak menyangka selama lebih dari 15 tahun bersama dengan Xiao Nuan kali ini nona nya mengambil keputusan final.
"Nona, saya akan menerima hukuman apapun asal jangan tinggalkan saya di sini." Xi Sara memohon.
Xiao Nuan kalau sudah mengambil keputusan akan sulit mengubah kembali. "Xi, tolong hargai keputusan nonamu." Setelah mengatakan itu Xiao Nuan meninggalkan Xi Sara yang masih memohon.
^^^"An'Er, dia setia pada satu tuan apa kau yakin melepasnya?" tanya Yan.^^^
"Dia sudah berani menyetujui sesuatu yang membuatku kecewa, sudah pasti tidak berguna apapun lagi." balas Xiao Nuan.
Dengan adanya masalah kemarin ia tidak mempercayai lagi semua orang di kediaman Wu. Walaupun Xi Sara hanya membuat hal tersebut karena desakan tapi bagi Xiao Nuan itu menunjukan kalau pelayannya tidak bisa setia.
..."Sangat sulit membuat seorang pembunuh bayaran percaya."...
"Yan'Er, aku tahu kamu juga pernah membunuh." jawab Xiao Nuan.
..."Darimana kau mempunyai pemikiran itu?"...
"Tidak mungkin, seorang iblis seperti dirimu juga suci."
Yan hanya tertawa lalu mengatakan kalau mulut Xiao Nuan sangatlah pedas. Xiao Nuan berterimakasih untuk pujian itu. "Darah lebih kental dari air, kau memang cucu si tua."
Hari pernikahan pun tiba, satu kereta besar dan mewah di iringi oleh banyak pelayan menjemput Xiao Nuan. Hari ini ia bukan lagi bagian dari kediaman Wu.
"Jadilah istri yang baik." kata tuan Wu.
"Tentu,"
Nyonya besar tidak berkata apapun ia sibuk menenangkan Wu Eun dan Wu Ruan. Mereka adalah orang-orang yang mengejar pangeran Kaisar namun tidak bisa.
Xiao Nuan naik ke kereta, terlihat Xi Sara sangat menyesal dan selalu meminta maaf jika ada kesempatan. "Pintu kediaman Wu akan terbuka jika kamu ingin berkunjung."
Xiao Nuan hanya mengangguk, rombongan pun berjalan menuju kediaman pangeran kaisar. Hari ini pernikahan pangeran Kaisar tentunya semua penduduk sangat senang.
Xiao Nuan sedikit tidak nyaman apalagi selama perjalanan banyak penduduk yang bersujud hormat. "Yan'Er, apa kamu tahu kenapa mereka seperti ini?"
^^^"Ini adalah bentuk suka cita dan rasa senang, tidak salah lagi pria itu seorang berpengaruh."^^^
"Yan'Er, untuk apa kau memujinya?"
^^^"Cara dia mengintimidasi kemarin membuat tekanan yang sangat tinggi apa kau tidak menyadarinya, An'Er?"^^^
Kemarin ketika bertemu dengan pangeran Kaisar ia lebih berpikir bagaimana seorang pemilik kasino bisa menyandang statusnya tinggi, tidak merasa tekanan tinggi dan merasa kesal karena pangeran Kaisar telah menyudutkannya.
"Sekarang aku malah penasaran bagaimana dengan wujudmu." kata Xiao Nuan berpikir.
^^^"Ketika kamu bertemu denganku, sudah pasti kau tidak terkejut."^^^
"Baiklah, aku akan segera mungkin meningkatkan kualitas ilmu agar cepat mengeluarkanmu."
Beberapa menit kemudian mereka sampai di kediaman pangeran Kaisar. Dengan menutup kepala berwarna merah ini ia tidak bisa melihat apapun.
Xiao Nuan melakukan proses adat pernikahan dan tata Krama sebagai nyonya dari kediaman pangeran kaisar. Ada kerajaan sangat sulit apalagi dengan perhiasan yang banyak di kepalanya.
"Cepatlah ini sangat berat!", bisik Xiao Nuan.
"Permaisuri ku, ternyata kau sudah tidak sabar." balas Pangeran Kaisar.
Xiao Nuan hanya merasa risih dengan pakaian dan aksesoris semua ini. "Kenapa keluarga kerajaan sangat ribet?", pangeran Kaisar tidak menjawab hanya meneruskan proses.
***
Xiao Nuan menunggu pangeran kaisar di kamar pengantin. "Kenapa prosesi pernikahan di sini sangat kental adat Chinese." gumam Xiao Nuan.
Ia ingin segera membuka penutup wajahnya karena merasa sesak tidak bisa melihat apapun selain merah. KREK pintu terbuka Xiao Nuan menegakkan tubuhnya.
"Waktunya tidur, kenapa kamu masih duduk di situ?" tanya pangeran Kaisar.
Xiao Nuan kesal.
"Pelayan seharian menjaga dengan ketat agar aku tidak membuka tudung ini." jawab Xiao Nuan kesal.
Pangeran Kaisar tersenyum kecil, tenyata wanita ini menunggu dirinya menyelesaikan proses terakhir. Pangeran Kaisar membuka tudung dengan perlahan.
Terlihat jelas wajah kesal Xiao Nuan. "Kenapa gak dari tadi, huh aku sampai begadang!" Xiao Nuan langsung merebahkan dirinya di kasur.
Pangeran Kaisar hanya menggeleng lalu duduk di kursi. "Sangat mengesankan wanita seperti mu menuruti prosesi.", Pangeran kaisar meminum teh perlahan.
Xiao Nuan menoleh ke arah pangeran kaisar yang telah menjadi suami sahnya. "Melanggar pun percuma karena ini tempatmu." jawab Xiao Nuan.
"Kemana pelayan setiamu?"
"Aku tidak punya pelayan pribadi."
Pangeran kaisar hanya menggeleng. "Dari yang terlihat pelayanmu setia kenapa kau meninggalkan dia di sana?"
"Ck, Pangeran Kaisar kamu sangat bawel!"
Pangeran kaisar merasa heran karena pertama kalinya ia di bilang bawel. Selama ini ia memang tidak banyak bicara hanya menggunakan isyarat tangan seluruh bawahannya akan mengerti.
"Tujuan sebenarnya kamu apa?" tanya Xiao Nuan.
Pangeran kaisar mengerutkan dahi, ia tidak mengerti apa yang di ucapkan oleh istri barunya ini. "Bicara yang inti saja.", Xiao Nuan mendengus.
"Kediaman Wu termasuk sangat berpengaruh di kota. Kamu pasti menikahi ku karena sesuatu!" tuduh Xiao Nuan.
"Aku hanya memenuhi keinginanku saja, kamu calon istriku selama lebih dari 20 tahun."
Xiao Nuan merasa kalau tujuan pangeran kaisar adalah melengserkan kaisar sekarang. "Jangan berpikir macam-macam. Aku hanya ingin hidup tentram tanpa ada politik."
Xiao Nuan terkejut karena pangeran kaisar mengetahui pikirannya. "Tidak sangka. Pangeran kaisar tidak pantas membaca pikiran orang."
"Kamu permaisuriku."
Xiao Nuan menghela nafas, sekarang hidupnya akan lebih buruk karena mempunyai suami yang tempramen sulit di tebak. "Sebagai nyonya kediamanku sudah pasti hanya kamu sendiri."
Pangeran kaisar mendekati ranjang. "Pangeran, kamu mau apa?", pangeran Kaisar tidak menjawab ia mengunci pergerakan Xiao Nuan.
__ADS_1
"Kenapa wajahmu merah sekali?" tanya pangeran Kaisar.
"Akhhh, brengsek!"