
Wolfi di buat terkejut ketika mendengar kalau keponakannya merupakan komandan pasukan kerajaan, ditambah ternyata semua cerita Codile yang ada di surat itu salah.
Ras Serigala gunung memang mengalami penurunan populasi, tapi bukan karena dipaksa berperang, melainkan mereka memang berinisiatif masuk ke pasukan kerajaan, ditambah para wanita dari Ras Serigala gunung lebih sedikit dari prianya, karena itulah populasi mereka berkurang.
Sebab itulah Raja Leon membuat kebijakan agar berbeda Ras pun di ijinkan untuk menikah.
"Codile sialan, akan ku bunuh dia!" raung Wolfi marah.
"Sudahlah Paman, jangan bertindak gegabah, ingat anak istrimu di rumah, apalagi dengar-dengar Codile sudah bergabung dengan Kerajaan Hyena, bukan hal yang mudah untuk melawan mereka," ucap Wolfin yakin.
"Benar tuan Wolfi, ada baiknya Anda perhitungkan baik buruknya terlebih dahulu, sebelum menyerang kerajaan Hyena, karena mereka sangat licik," sahut Raja Leon.
Wolfi menghela napas. "Kali ini aku yang salah Leon, aku meminta maaf karena telah membuat keributan tiba-tiba," ucapnya sopan.
Raja Leon tersenyum. "Sudahlah lupakan saja, yang penting sekarang kamu sudah tahu kebenarannya."
"Wolfi, ajak pamanmu berkeliling, aku akan menyiapkan jamuan untuknya," perintah Raja Leon sembari beranjak dari duduknya dan meninggalkan tempat tersebut.
Pangolin bergegas mengikuti sang Raja, sementara itu Tiger masih menatap tajam Wolfi, ia masih sedikit marah dengannya, walaupun Raja Leon telah memaafkan pria tersebut.
"Pak tua, urusan kita belum selesai!" tegur Tiger tegas.
Wolfi mengerutkan keningnya. "Memangnya aku takut denganmu, anak ingusan?!"
Wolfin yang melihat pamannya meladeni provokasi Tiger, ia menggeleng-gelengkan kepalanya sambil menghela napas berat. Ia sangat tahu kalau sifat pamannya sangat mirip dengan Tiger yang keras kepala dan mudah marah.
Wolfin menoleh ke arah Panter dan yang lainnya, tapi mereka diam-diam pergi dari sana, tidak ingin melihat pertikaian dua sosok tempramen tersebut, membuatnya tersenyum getir.
...***...
Tiger dan Wolfi pun pergi ke tempat latihan, kebetulan pasukan kerajaan sudah selesai berlatih, sehingga tempat tersebut cukup sepi.
Wolfi hanya duduk dengan santai menyaksikan pamannya dan Tiger yang akan bertarung, karena tidak mungkin melerai mereka jika salah satu diantara mereka belum ada yang kalah.
"Lebih baik kau mengakui kekalahan mu saja sebelum aku membuatmu babak belur," ucap Wolfi sambil membuang seluruh senjata dan baju yang melekat di tubuhnya.
"Terus saja ngoceh Pak Tua, sebelum kamu akan mengakui kekalahan mu," balas Tiger yang sama seperti Wolfi membuang senjata yang ia bawa ke tepi lapangan.
Wolfi menatap tajam Tiger dan memasang kuda-kuda bertarungnya. Tiger juga melakukan hal yang sama, ia berubah menjadi sangat fokus menghadapi Wolfi.
Swuzzz
Keduanya melesat dengan sangat cepat secara bersamaan menyerang satu sama lainnya.
Bang
__ADS_1
Bang
Duak
Duak
Adu pukulan dan tendangan mereka lakukan dengan sangat cepat, keduanya tampak saling menahan dan menyerang satu sama lain.
Kemampuan bertarung mereka begitu mengagumkan, membuat Wolfin yang melihat hal tersebut merasa kagum.
Bang
Duak
Tiger berhasil menendang perut Wolfi hingga pemimpin Ras Serigala putih tersebut terhempas. Ia tidak membiarkannya dan melesat ke arah Wolfi lagi. Namun, Wolfi tiba-tiba menghilang dari pandangannya.
Bang
Duak
Untung saja Tiger menyadari kehadiran Wolfi yang muncul dibelakangnya, sehingga ia mampu untuk menahan tendangan Wolfi dengan kedua tangannya yang disilangkan di depan dada.
Tiger terhempas ditanah, kakinya terseret puluhan tombak kebelakang, tapi ia masih berdiri dengan tegap.
Wolfi kembali menyerang Tiger dengan cepat, ia tidak membiarkan Tiger bereaksi sama sekali.
Bang
Pengendalian Aura yang bagus, ternyata anak muda ini memang spesial.
Wolfi memuji Tiger didalam benaknya, karena ia baru pertama kali melihat anak muda seperti Tiger yang memiliki pengendalian aura yang sangat baik seperti Tiger.
Wolfi menyeringai. "Boleh juga kamu anak muda, aku rasa tidak ada salahnya aku menggunakan sedikit kekuatanku," ucapnya yang tiba-tiba langsung memperkuat tangan dan kakinya dengan aura.
Sontak saja Tiger cukup terkejut, ternyata Wolfi juga bisa mengendalikan aura dengan mudah.
Tiger lebih fokus lagi, karena ia yakin pertarungan tersebut akan tambah serius, sehingga ia juga menyelimuti kakinya dengan aura.
Swuzz
Bang
Bang
Kali ini kecepatan keduanya bertambah dua kali lipat, sehingga membuat pertarungan mereka tidak terlihat sama sekali.
__ADS_1
Duar
Duar
Tanah pijakan mereka, bahkan dinding pelatihan yang terkena serangan mereka dibuat hancur.
Wolfin yang melihat keduanya bertarung dengan sangat serius mulai khawatir, bisa-bisa tempat tersebut akan hancur.
Wolfin memikirkan cara untuk melerai Tiger dan pamannya, ia tidak mau tempat tersebut menjadi luluh lantak karena kedua sosok tersebut.
Duar
Duar
Pertarungan keduanya semakin Intens, sehingga orang-orang yang berada didalam Istana saja terkejut dengan suara ledakan demi ledakan yang terjadi ditempat pelatihan pasukan.
Pasukan Istana yang mendengar suara ledakan tersebut, mereka langsung melihat apa yang sebenarnya terjadi. Mereka semua tercengang ketika melihat pertarungan Tiger dan Wolfi.
"Hoi, hoi... apa-apaan ini? Apa mereka berdua akan menghancurkan Istana?"
"Gawat, mana tuan Tiger orang terkuat di sini, siapa yang bisa melerai Meraka?"
"Cepat beritahu Raja Leon!"
Para pasukan tentu saja sangat khawatir, pasalnya pertarungan tersebut sudah di luar nalar, mereka berdua terlalu kuat untuk bertarung di sana. Namun, ketika pasukan kerajaan akan memanggil Raja Leon terdengar suara ledakan yang cukup besar ditengah-tengah tempat latihan.
Booomm
Tempat tersebut bergetar hebat, asap tebal mengepul karena efek serangan itu yang membuat tanah berubah menjadi kawah besar.
Wolfin yang melihat sekilas kejadian tersebut menelan ludah, ia sangat yakin kalau pamannya benar-benar dikalahkan oleh Tiger.
Benar saja ketika asap tebal menghilang, perlahan terlihat Tiger yang sedang mencekik Wolfi di tanah.
"Beruntung ini hanya latih tanding, kalau tidak aku akan membunuhmu!" hardik Tiger geram.
Bukannya takut, Wolfi malah tersenyum. "aku tidak menyangka kalau kerajaan Beast memilik sosok berbakat seperti mu, anak muda," pujinya dengan suara sedikit tercekat efek cengkraman tangan Tiger.
Tiger melepaskan cengkraman tangannya, ia kemudian melompat keluar dari kawah tersebut dan mengambil senjatanya.
Wolfin bergegas menghampiri pamannya yang masih terbaring ditanah.
"Paman, kamu tidak apa-apa?" tanyanya khawatir sambil membantu pamannya berdiri.
"Aku tidak apa, ternyata keputusanku untuk datang kesini terlebih dahulu tepat, aku tidak bisa membayangkan jika menjadi musuh kerajaan Beast," ucapnya tidak berdaya.
__ADS_1
Wolfin tersenyum simpul. "Dia memang sosok terkuat di kerajaan ini, kami tidak ada yang berani menentangnya, apalagi kontribusi nya sangat banyak, sehingga seluruh warga saja mengakuinya."
Wolfi mengangguk mengerti, ia menatap Tiger yang sedang berjalan pergi dari tempat latihan pasukan kerajaan. Sosok tersebut tersenyum penuh arti melihat punggung Tiger yang semakin menjauh.