King Of The Beast

King Of The Beast
Panter Vs Codile


__ADS_3

Ditengah-tengah peperangan para komandan pasukan kedua kubu saling berhadapan satu sama lain, mereka bertarung demi tujuan yang sama untuk sebuah kemenangan kerajaan mereka.


Bang


Bang


Panter dan Codile saling beradu pukulan satu sama lain, terlihat keduanya sama-sama kuat.


Swuz


Duak


Panter terhempas kebelakang ketika Codile menggunakan ekornya untuk menyerang Panter.


Komandan kedua pasukan kerajaan Beast tersebut yang tidak menyadari kibasan ekor Codile terkena serangan tersebut.


Tangan Panter berdarah efek menahan serangan ekor Codile yang bagaikan gada berduri tersebut.


"Hahaha... kau akan mati di tanganku Panter!" seru Codile sambil tertawa ketika melihat Panter terluka.


Panter menghirup napas dalam-dalam, kemudian mengeluarkannya. Aura sosok tersebut keluar, darah yang mengalir ditangannya berhenti ketika auranya menyelimuti seluruh tubuh sosok tersebut.


"Kami tidak mungkin kalah dari kalian!" seru Panter sambil melesat dengan cepat.


Swuzz


Bang


Bang


Panter memukul Codile dengan tubuh yang sudah di selimuti aura, akan tetapi kulit Codile yang sangat keras membuat serangan Panter tidak begitu menyakitkan.


"Cih, apa cuma seperti ini seranganmu?!" ejek Codile yang menahan serangan Panter dengan tangan kosong.


Panter menyeringai. "Kamu terlalu sombong!"


Slas


Pral


Urgh!


Codile meraung kesakitan ketika belati Panter yang sudah dilapisi auranya berhasil menyayat tangan Codile.

__ADS_1


Bang


Swuz


Codile kembali menyerang Panter dengan ekornya, tapi sosok tersebut menghindarinya dengan melompat mundur.


Darah segar menetes keluar dari tangan Codile, sosok tersebut benar-benar marah ketika melihat tangannya terluka oleh Panter.


"Bedebah kau Panter, ku bunuh Kau!" raung Codile yang meluapkan auranya juga, sosok tersebut mengeluarkan aura hijau yang menyelimuti seluruh tubuhnya.


Swuzz.


Gerakan Codile yang tadinya lambat, kini berubah menjadi cepat, sosok tersebut menyerang Panter dengan kekuatan penuh.


Bang


Bang


Duar


Pertarungan keduanya tampak sangat cepat, ledakan-ledakan kecil terjadi disekitar wilayah tersebut, membuat pasukan yang ada di dekat mereka terkena dampaknya dan berhamburan menghindar.


Bang


Bang


Duar


Bang


Swuzz


Duaar


Panter terhempas puluhan tombak kebelakang, ia terkena serangan Codile dengan telak.


Codile tidak membiarkan Panter begitu saja, ia kembali menyerang Panter yang masih terbaring di tanah tempatnya jatuh.


Duar


Terdengar ledakan sangat besar terjadi, tampak Codile yang menghantam tanah karena Panter berhasil menghindari serangannya.


"Cih, apa kau cuma bisa lari saja!" teriak Codile sambil melesat ke arah Panter yang menatapnya dengan tajam.

__ADS_1


Bang


Duar


Keduanya saling beradu pukulan, hembusan angin dari ledakan dua aura yang bertemu membuat pasukan yang ada di sana terhempas.


Panter menyeringai, tiba-tiba darah mengalir deras dari tangan Codile, sosok tersebut juga merasakan sakit ditangannya.


"Kau!" Codile akan menarik tangannya yang tertancap oleh belati Panter yang sengaja ia arahkan ke tangannya. Namun, Panter tidak membiarkannya, ia menggerakkan tangan satunya untuk menghunuskan belatinya ke dada Codile.


Swuzz


Pral


Codile memotong tangannya sendiri menggunakan auranya, ia pun langsung melompat mundur kebelakang.


Panter tersenyum penuh arti, ia membuang tangan Codile yang menancap di belatinya sambil menatap lawannya itu dengan tajam.


Codile memegangi tangannya yang putus berlumuran darah, ia segera membalutnya dengan aura, agar darahnya tidak terus mengalir keluar.


"Sejak dulu, mereka yang berbuat jahat pasti akan kalah, Codile!" seru Panter sambil melesat dengan sangat cepat.


Swuzz


Swuzz


Panter melemparkan beberapa belati ke arah Codile, akan tetapi sosok tersebut berhasil menghindarinya.


Panter menyeringai, ia menggunakan kecepatan penuh dengan memegang dua belati yang sudah di lapisi auranya.


Swuzzz


Pral


Pral


Argh


Codile meraung kesakitan ketika sayatan demi sayatan belati Panter mengenai tubuhnya, sosok tersebut tidak bisa mengimbangi kecepatan penuh Panter yang sudah di atas kecepatannya.


"Matilah kau Codile!" seru Panter lantang.


Panter berputar dengan cepat, sosok tersebut bagaikan tornado belati yang siap memotong-motong apa saja yang ada di depannya.

__ADS_1


Codile yang sudah sekarat tidak bisa melarikan diri, ia hanya bisa pasrah melihat Panter yang akan membunuhnya.


__ADS_2