
Triyas tidak tahu apa maksud dari perkataan permaisuri, pasalnya wanita itu tidak mengetahui kalau Tiger merupakan calon Raja pengganti Leon.
Trul yang kebetulan baru datang tertegun saat mendengar perkataan Permaisuri. pria sepuh tersebut jelas terkejutnya dengan pernyataan Permaisuri.
"Yang mulia, apa maksud anda?" tanya Triyas ingin tahu.
Permaisuri tersenyum simpul, ia memegang pipi Triyas. "Tiger sudah kami anggap sebagai anak kami sendiri, semua yang tinggal dikerajaan Beast sudah tahu kalau calon penerus Baginda Leon itu Tiger, mengingat beliau tidak bisa memiliki keturunan."
Triyas tersentak kaget, begitu juga Trul yang mendengarnya, mereka tidak pernah menyangka sama sekali jika Tiger akan menjadi Raja Kerajaan Beast berikutnya.
"Yang Mulia, a-anda ber-canda bukan?" tanya Triyas memastikan.
Permaisuri menggelengkan kepalanya, ia menggenggam dua tangan Triyas. "Kami tidak bercanda, karena hanya Tiger yang pantas memimpin Kerajaan ini selanjutnya, saat itu tiba jagalah dia baik-baik. Tiger sudah tidak memiliki siapa-siapa sejak dia masih kecil, kedua orang tuanya tewas dimedan perang, Leon dan kami merawatnya, sekarang giliran kamu untuk merawatnya," ucapnya lembut.
Triyas mengangguk mengerti. "Saya tidak tahu sama sekali kalau Tiger sudah di anggap sebagai keluarga kalian, tapi sejak awal saya sudah bertekad untuk bersamanya, jadi apa pun yang akan saya hadapi nantinya, saya akan tetap bersama dengan dirinya."
Perkataan Triyas terlihat penuh tekad. Permaisuri tersenyum simpul mendengar itu, para Selir juga cukup senang dengan pernyataan Triyas.
Trul yang mendengar kenyataan tersebut, ia hanya bisa merutuki kesalahannya, karena ia yang merupakan kakeknya malah tidak memberikan apa pun untuk sosok tersebut.
Sementara mereka sedang membahas masa depan Kerajaan Beast. Tiger yang dari perbatasan dengan cepat pergi ke Istana.
Ketika sampai di Istana, Tiger tidak melihat satu penjaga pun tersiksa, ia juga melihat pasukan Dubuk yang sedang bertarung dengan kelompok Troyan.
"Brengsek! Ternyata dugaanku benar!" seru Tiger yang langsung menurunkan Wivernya.
Tiger langsung melompat dari Wivern masuk kedalam Istana, terlihat pasukan Dubuk yang sedang berjaga, sosok tersebut sangat geram.
Swuz
Slas
Slas
__ADS_1
Pral
Tiger melesat dengan cepat menggunakan pedangnya untuk mengalahkan para pasukan Dubuk yang berjaga didepan.
Terlihat Tiger begitu marah karena Istana sudah dipenuhi pasukan Dubuk.
Tiger masuk kedalam Istana tanpa rasa takut sedikitpun, sosok tersebut sudah sangat geram dengan Dubuk yang notabenya selalu membuat masalah selama ini.
Pasukan Dubuk yang melihat Tiger, mereka langsung menyerangnya, akan tetapi sosok tersebut benar-benar sudah siap menghadapi mereka semua.
Trang
Trang
Pasukan Dubuk mengayunkan senjatanya, Tiger juga menggunakan pedangnya untuk melawan mereka.
Suara benturan senjata mereka saling beradu, membuat Istana tersebut menjadi medan pertempuran.
Swuzz
Bang
Duak
"Matilah kalian semua bedebah!" raung Tiger marah.
Argh!
Argh!
Suara jeritan sebelum kematian pasukan Dubuk terdengar saat, sayatan pedang Tiger menembus tubuh mereka.
Swuzz
__ADS_1
Bang
Duak
Tiba-tiba komandan pasukan Dubuk datang menerjang Tiger dengan senjatanya yang berupa kapak besar, membuat Tiger terhempas menabrak dinding Istana.
"Jangan sok kuat kau Tiger! Kaulah yang akan mati di sini!" seru sosok tersebut sambil melesat dengan cepat.
Swuzz
Duarr
Kapak besar tersebut di ayunkan ke Tiger. Namun, Tiger masih bisa menghindarinya dengan melompat ke samping.
Tiger menatap sinis sosok tersebut, ia meluapkan auranya menyelimuti pedang miliknya.
Swuzz
Duar
Pedang Tiger yang sudah di selimuti aura berbenturan dengan kapal besar komandan Pasukan Dubuk.
Terjadi gemuruh yang sangat cukup besar, hembusan angin serangan keduanya, membuat tempat tersebut sedikit berguncang.
Tiger menatap tajam sosok tersebut sambil menggenggam pedangnya dengan erat dan menekankan pedangnya sangat kuat.
Kretak
Terdengar suara retakan dari kapak besar, komandan Pasukan Dubuk terkejut, karena pedang Tiger mampu membuat kapaknya retak.
"Kau pikir bisa membunuhku!" geram Tiger dengan suara dingin.
Kretak
__ADS_1
Kretak
Mata komandan pasukan Dubuk membelalak lebar saat pedang Tiger mulai membelah kapak besarnya, sosok tersebut benar-benar tidak menduga hal itu.