
Malam intim yang di lalui Tiger bersama Triyas, menyiratkan jika keduanya telah resmi menjalin sebuah hubungan mereka berdua kini sudah resmi menjadi pasangan secara tidak langsung.
Pernikahan di Ras Beast, tentu tidak seperti manusia. Jika keduanya sudah saling menerima satu sama lain, maka mereka sudah resmi menjadi pasangan.
Tiger menyadari hal tersebut, ia menatap wanita yang sedang berbaring di bahunya sambil sosok tersebut usap puncak kepalanya.
"Kenapa kamu memilih aku, Triyas? Kamu wanita yang cantik, pandai masak, diluar sana tentu saja banyak pria yang menginginkanmu?" tanyanya lembut.
Triyas mendongak menatap sosok yang sudah menjadi prianya tersebut sambil tersenyum. "Entahlah, yang pasti ketika aku dekat denganmu, aku merasa sangat nyaman," jawabnya sambil memeluk Tiger.
Tiger mengecup kening wanitanya itu. "Aku juga merasakan hal yang sama denganmu, terima kasih Triyas."
Triyas semakin mendekat erat Tiger, mereka berdua kemudian terlelap bersama setelah pergumulan mesra tersebut.
...***...
Sementara itu ditempat penyusup kelompok kedua berada, si penakut yang berhasil melarikan diri bergegas ke tempat kelompok tersebut berada.
"Tuan, gawat tuan!" teriaknya ketika sampai ditempat persembunyian kelompok kedua.
"Ada apa? tunggu bukankah kamu dari kelompok satu yang melakukan penyerangan malam ini?" tanya pemimpin kelompok kedua.
__ADS_1
Si penakut dengan napas tersengal-sengal, mencoba untuk menenangkan diri terlebih dahulu, baru kemudian ia buka suara lagi. "Tuan, kelompok satu semuanya sudah dikalahkan, kemungkinan besar rencana kita sudah diketahui musuh!"
"Apa! Kau jangan bercanda!" hardiknya tidak percaya.
"Tuan, buat apa saya berbohong, kenyataannya memang seperti itu, masih untuk saya bisa melarikan diri," jawabnya tidak berdaya.
"Terus bagaimana keadaan mereka sekarang?" tanya Pemimpin kelompok dua memastikan.
Si penakut menggelengkan kepalanya. "Mereka semua tidak ada yang selamat, empat komandan kerajaan Beast beserta pasukan terbaiknya yang menyerang kami, sehingga tidak ada harapan buat kami lolos."
Seketika semua yang mendengar informasi tersebut terkejut. Pemimpin pasukan kedua mengepalkan tangannya marah, karena ternyata rencana mereka sudah diketahui.
Semua pasukan penyusup saling berdiskusi satu sama lain, mereka sangat yakin kalau adukan kerajaan Beast akan semakin ketat menjaga Istana.
Para bawahannya mengangguk setuju, dari awal memang mereka sudah menyiapkan rencana tersebut memang untuk mengantisipasinya, karena itulah mereka tidak panik dan membuat rencana baru.
Malam itu pasukan penyusup dari kerajaan Hyena berdiskusi membahas rencana selanjutnya.
...***...
Sedangkan ditempat Panter, Wolfin dan Bird yang sedang berjaga didepan Istana bertanya-tanya kenapa Tiger tidak kunjung datang juga.
__ADS_1
"Bird, apa menurutmu Tiger berani menyentuh, Triyas?" tanyanya penasaran.
"Aku rasa tidak mungkin, selama ini dia tidak pernah menyentuh satu wanita pun, bahkan ke rumah bordil saja dia tidak pernah," jawabnya yakin.
"Belum tentu juga, kekuatan perasaan bisa membuat orang yang tidak biasa melakukan hal seperti itu bisa membuatnya langsung mahir," celetuk Wolfin.
Bird dan Panter mengernyitkan dahinya, secara bersamaan mereka bertanya. "Apa maksudmu?"
Wolfin menghela napas. "Kalian bukanlah sudah merasakannya ketika bersama dengan wanita? Sewaktu melakukan pertama kali memangnya ada yang mengajari kalian?"
"Astaga, kamu benar juga, jangan bilang kalau Tiger...." Panter menatap Bird, wajahnya langsung berubah menjadi jelek.
"Sial, kita berjaga di sini, dia asik-asik kan bersama Triyas," lanjutnya menggerutu kesal.
"Biarlah, lagi pula selama ini dia sudah sering berjaga sendirian jika kita sedang mabuk," ungkap Wolfin membela Tiger.
Panter hanya bisa mendengus kesal, ia marah bukan karena menyukai Triyas, melainkan dirinya yang sudah tidak bisa mengolok-olok Tiger lagi masalah wanita.
Kedua sahabat tersebut memang sering saling mengejek satu sama lain perihal wanita.
Wolfin dan Bird tahu akan hal itu, karena itulah mereka berdua hanya bisa tersenyum getir ketika melihat Panter yang merasa tersaingi oleh Tiger.
__ADS_1
Mereka bertiga melanjutkannya patroli malam itu bersama beberapa pengawalnya, sementara Tiger sedang tidur nyenyak bersama dengan Triyas.