King Of The Beast

King Of The Beast
Pertarungan Raja Leon


__ADS_3

Raja Leon menatap tajam ketiga lawannya tersebut, ia tetap fokus untuk melawan mereka bertiga sekaligus.


Swuzz


Trang


Trang


Duak


Serangan belati Dubuk dapat di tangkis oleh Raja Leon, akan tetapi Buls juga ikut menyerang, sehingga Raja Leon menahan gada berduri Buls menggunakan pedangnya.


Swuz


Pral


Raja Leon terkena sayatan pedang Marc yang melesat ke arahnya, sosok tersebut menghempaskan Buls dengan tendangan sambil mundur ke belakang.


Swuz


Trang


Trang


Marc kembali menyerang dengan kecepatan penuh, membuat Raja Leon harus berjuang ekstra keras, karena serangan bukan hanya dari Marc saja.


Dubuk juga terus-menerus melesatkan belatinya ke arah Raja Leon, bersama dengan Buls yang selalu mengincarnya dengan kekuatan penuh.


Swuzz


Duaar


Raja Leon terus menghindari serangan demi serangan mereka bertiga, walaupun tubuhnya sekarang sudah penuh dengan luka sayat.


"Hahaha... lebih baik kau menyerah saja Leon!" seru Marc sambil melesat ke arahnya, pria tersebut terus menyerang tanpa henti bersama dengan dua rekannya.


Slas


Slas


Duak


Duarr

__ADS_1


Raja Leon terhempas puluhan tombak kebelakang ketika pukulan gada berduri Buls mengenai tubuhnya hingga menghancurkan sebuah batu besar yang ada di tempat tersebut.


Hoek


Raja Leon memuntahkan seteguk darah, sosok tersebut berusaha bangkit kembali dengan menyeka darah di sudut bibirnya.


Sang Raja tidak mengeluh sama sekali, ia masih menatap tajam kedepan untuk menghadapi ketiga musuhnya tersebut.


"Lihatlah Leon, kau hanyalah sampah, kekuasaan mu akan segera berakhir ditangan kami!" seru Marc.


Raja Leon menghirup napas dalam-dalam kemudian membuangnya, ia kemudian meluapkan seluruh auranya, tidak perduli jika harus tewas di sana, asalkan bisa membunuh mereka bertiga.


Dubuk, Marc dan Buls langsung waspada, karena mereka tahu kalau Raja Leon masih memiliki kekuatan mode mengamuknya.


Swuzz


Raja Leon melesat dengan kecepatan yang hampir menyamai kecepatan suara.


Slas


Pral


Pral


Buls langsung tumbang oleh serangan Raja Leon, ketika tubuhnya terbelah menjadi beberapa bagian.


Marc dan Dubuk dengan cepat meluapkan seluruh auranya juga, walaupun tidak sekuat Raja Leon setidaknya cukup untuk mereka sedikit menahan serangan Raja Leon.


Trang


Trang


Raja Leon terus menyerang Marc dan Dubuk dengan kecepatan penuhnya, dua sosok tersebut mulai kewalahan.


Tebasan demi tebasan Raja Leon terus terus mengenai mereka berdua, akan tetapi mereka masih sanggup bertahan karena memiliki aura yang hampir sama besarnya dengan Raja Leon walaupun belum bisa menggunakan mode mengamuk.


Trang


Duak


Duarr


Raja Leon berhasil menendang mereka hingga mereka terhampar puluhan tombak kebelakang.

__ADS_1


"Cih, ternyata dia masih sekuat ini," gerutu Marc sambil berdiri kembali.


"Kita harus cepat menyelesaikan ini, Marc!" ucap Dubuk yang sama kondisinya dengan rekannya itu.


"Ya kamu benar," jawab Marc.


Mereka berdua menggenggam senjatanya masing-masing, lalu menyerang bersamaan ke arah Raja Leon, tanpa menunggu di serang terlebih dahulu.


Swuzz


Trang


Trang


Kecepatan bertarung mereka bertiga sangatlah cepat, jika saja Raja Leon hanya melawan satu orang mungkin ia akan menang dengan mudah, tapi sayangnya kerjasama Marc dan Dubuk membuat sang Raja kerepotan.


Marc menahan pedang Raja Leon, sementara itu Dubuk menyerangnya dari samping menggunakan puluhan pisau yang ia lemparkan ke arah Raja Leon.


Raja Leon terpaksa menghindar, akan tetapi Marc menyadari celahnya, ia dengan cepat menyayat dada Raja Leon.


Swuzz


Pral


Darah segar terlihat mengalir deras dar sang Raja, sosok tersebut melompat mundur, tiba-tiba mode mengamuknya menghilang. Ia terhuyung sambil memegangi dadanya.


Raja Leon menancapkan pedangnya di tanah untuk menopang tubuhnya, terlihat sosok tersebut terengah-engah karena terlalu banyak menggunakan auranya.


Hos... Hos....


Terdengar napas Raja Leon yang terengah-engah, sosok tersebut menatap kedua lawannya dengan tidak berdaya, luka sayat di dadanya terus mengeluarkan darah.


Marc tertawa terbahak-bahak. "Hahaha... habislah riwayatmu Leon!"


Swuzz


Marc melesat ke arah Raja Leon dengan kecepatan penuh sambil menghunuskan pedangnya.


Dubuk juga melakukan hal yang sama menggunakan belatinya, mereka berdua ingin segera membunuh Raja Kerajaan Beast tersebut.


Raja Leon menghela napas berat, ia memejamkan matanya, sosok tersebut sangat sadar kalau dirinya akan terbunuh, karena tubuhnya sudah sangat sulit di gerakkan.


"Tiger, maaf aku hanya bisa sampai di sini saja, sisanya aku serahkan padamu," gumamnya pasrah.

__ADS_1


__ADS_2