King Of The Beast

King Of The Beast
Perbedaan Jumlah


__ADS_3

Di gerbang perbatasan Kerajaan Beast dan Hyena....


Tiger juga terus waspada di sana bersama dengan Wolfin, tugas harian yang harusnya mereka lakukan, kini mereka menjaga perbatasan siang dan malam sambil mengawasi pergerakan musuh.


Tiger sedang ada di menara perbatasan mengawasi musuh menggunakan teropong, ia terlihat sangat serius ketika musuh mulai mengumpulkan semua pasukannya yang berjumlah puluhan ribu.


"Bagaimana laporan dari Istana Wolfin?" tanya Tiger ketika mendengar suara langkah rekannya itu mendekatinya.


"Mereka juga sudah bersiap, kemungkinan para warga juga akan dilibatkan," jawab Wolfin tidak berdaya.


Tiger menurunkan teropongnya, ia menghela napas berat. "Akhirnya hari ini tiba juga, Dubuk... aku pasti akan membunuhmu!" geram Tiger sambil mengepalkan tangannya.


Wolfin tahu kalau Tiger sangatlah marah, karena di antara komandan Pasukan, sosok tersebut yang begitu menginginkan kematian Dubuk, mengingat kedua orang tuanya di bunuh oleh Dubuk.


Semua orang jelas menginginkan kedamaian, akan tetapi kedamaian itu bisa tercipta ketika pimpinan musuh tewas. Tiger mengincar hal tersebut, ia pikir dengan mengincar Dubuk maka perang tersebut akan segera berakhir.


Semua pasukan musuh telah berkumpul semaunya setelah beberapa hari persiapan, bahkan mereka sudah mulai bergerak menuju gerbang perbatasan Kerajaan Beast.

__ADS_1


Pasukan Dubuk yang berjumlah Lima belas ribu prajurit itu bergerak bersamaan ke arah Kerajaan Beast, suara derap langkah kaki terdengar menggema sampai di gerbang perbatasan Kerajaan Beast.


"Kita lihat bagaimana reaksi Leon ketika melihat pasukannya kalah jumlah dengan kita!" ucap Codile percaya diri berjalan didepan puluhan ribu pasukan tersebut.


"Hahaha... yang pasti dia pasti akan pesimis melawan kita!" timpal Sank sambil tertawa.


"Jangan terlalu sombong, kita masih belum tahu mereka akan menggunakan warganya atau tidak," tegur vulture.


"Cih, jikapun para warga kerajaan Beast, kita tidak perlu takut sama sekali, mereka tidak akan sekuat prajurit kita!" ujar Codile yakin.


Ke empat sosok tersebut memang di tunjuk menjadi komandan perang, sehingga mereka berjalan didepan memimpin pasukan Kerajaan Hyena dan pengikut masing-masing.


"Marc, aku tidak melihat adanya tanda-tanda pasukan kerajaan Beast di gerbang perbatasan, apakah mereka ketakutan?" tanya Dubuk heran.


"Jangan naif Dubuk, mana ada Leon ketakutan, si licik itu pasti sedang melakukan rencana, tapi kamu tenang saja dengan jumlah kita yang lebih banyak, aku yakin pasti memenangkan peperangan ini!" jawabnya yakin.


."Aku harap juga seperti itu, agar aku bisa menguasai kerajaan Beast dan Hyena seutuhnya!" ucap Dubuk sambil menyeringai.

__ADS_1


Marc menyunggingkan senyum tipis. Ia membatin. "Teruslah bermimpi Dubuk, karena aku yang akan membunuhmu dan menjadi pemimpin yang baru!"


Pada dasarnya Marc memang hanya memanfaatkan Dubuk saja, karena ia tidak mungkin bisa memerintah pasukan Dubuk secara langsung.


Hanya dengan cara bersekutu dan memberikan beberapa informasi kepada Dubuk, sosok tersebut sudah percaya padanya.


Marc sangat yakin akan sangat mudah menguasai pasukan Dubuk jika Raja mereka telah ia bunuh nantinya.


Dubuk dan Marc memiliki pemikiran sendiri-sendiri dimana mereka ingin menjadi sosok nomor satu di Planet Beast.


...***...


Sementara itu pasukan Kerajaan Beast juga sudah mulai berangkat, mereka hanya berjumlah tuju ribu pasukan saja. Terdiri dari lima ribu prajurit kerajaan dan dua ribu warga yang ikut berperang.


Jumlah mereka hanya separuh dari jumlah musuh yang akan berhadapan dengan mereka.


Sebenarnya jika semua warga Kerajaan Beast ikut berperang, jumlah mereka akan dua kali lipat dari jumlah pasukan Dubuk, akan tetapi banyak dari mereka yang ketakutan dan tidak mau berperang.

__ADS_1


Raja Leon tidak mempermasalahkan hal tersebut, karena dari awal ia juga menyuruh bawahannya untuk membawa orang-orang yang rela mati demi kerajaan saja, bagi mereka yang tidak ingin ikut di biarkan saja.


Raja Leon tampak terlihat menunggangi kadal kendaraannya, didepan para pasukan dengan memakai Zirah perangnya dengan di apit Bird, Panter dan Buls, tidak ada dari mereka yang terlihat takut sama sekali.


__ADS_2