King Of The Beast

King Of The Beast
Akhir dari peperangan


__ADS_3

Tiger yang sudah berlumuran darah tidak gentar melawan pasukan Dubuk yang jumlahnya lebih banyak.


Swuzz


Duak


Duak


Sebelum pasukan Dubuk menyerang, Tiger melakukan serangan terlebih dahulu dengan begitu cepat.


Pangolin yang baru tersadar setelah dia dihempaskan menabrak dinding tersenyum melihat Tiger, ia sangat yakin kalau Tiger akan mampu mengalahkan Dubuk dan pasukannya.


Argh!


Argh!


Terdengar jeritan pasukan Dubuk yang menggema di dalam Istana, saat Tiger menyayat mereka dengan cakarnya.


Sosok tersebut tidak membiarkan mereka menyerangnya sama sekali, ia terus fokus melesatkan serangan walau tubuhnya penuh luka.


Pral


Pral


Terlihat Tiger mengoyak tubuh bawahan terakhir Dubuk yang berada di dalam Istana, membuat Dubuk menelan ludahnya sendiri melihat Tiger yang begitu beringas.


Tiger menatap Dubuk dengan tajam, raut wajah kebenciannya sangat kentara terlihat di sorot mata Tiger.


Dubuk mengeluarkan belati andalannya, ia tanpa ragu langsung meluapkan auranya, karena tahu kalau Tiger tidak mungkin di kalahkan dengan mudah.


"Kau sudah habis Dubuk! Semua bawahanmu sudah Tewas! Lebih baik menyerahkan agar aku bisa memenggal kepalamu tanpa rasa sakit!" seloroh Tiger dengan suara lantang.


"Cih, aku tidak mungkin menyerah! Akan ku bunuh kau!" balasnya dengan lantang juga.

__ADS_1


Swuzz


Trang


Trang


Belati dan cakar Tiger beradu, keduanya melakukan gerakan sangat cepat yang tidak dapat di lihat orang lain.


Hanya suara cakar Tiger yang seperti besi beradu dengan belati Dubuk.


Duar!


Dubuk terkena tendangan Tiger, hingga sosok tersebut terhempas puluhan tombak ke belakang hingga menghantam dinding Istana.


Dubuk bergegas berdiri lagi, akan tetapi Tiger sudah melesat ke arahnya, sosok tersebut terkejut, ia menyilang kan kedua belatinya ke depan untuk menghalangi serangan Tiger.


"Matilah kau brengsek!" raung Tiger sambil melesatkannya serangan cakar besinya.


Swuzz


Trang


Prang


Dubuk membelalakan mata lebar ketika serangan Tiger mampu memotong belati miliknya.


Pral


Argh!


Dubuk berteriak histeris ketika tubuhnya terbelah menjadi beberapa bagian oleh serangan Tiger hingga ia tewas seketika.


Tiger menatap mayat Dubuk yang terbelah menjadi beberapa bagian, auranya melemah sehingga ia kembali ke wujud semulanya.

__ADS_1


"Syukurlah semuanya sudah berakhir," ucapnya lirih.


Tiba-tiba pandangan Tiger jadi kabur, karena ia terlalu banyak menggunakan auranya sehingga sosok tersebut langsung ambruk ke lantai.


"Tiger!" Pangolin yang terluka, bersusah payah menghampiri sosok yang telah membunuh Dubuk.


...***...


Sementara itu diperbatasan, pasukan Kerajaan Beast yang di bantu serigala Es juga sudah memenangkan perang, bawahan Dubuk yang menyerah di kumpulkan menjadi satu untuk di hukum dengan setimpal.


"Paduka, kita akan apakan mereka?" tanya Panter kepada Raja Leon yang sedang di obati lukanya.


"Bawa mereka menjadi tawanan, jadikan mereka pekerja sumberdaya alam kita," perintah sosok tersebut datar.


"Dimengerti Paduka!" jawab Panter lugas, ia pun langsung menyuruh pemimpin kelompoknya agar mengikat tangan mereka semua agar tidak berusaha kabur.


Raja Leon memikirkan bagaimana Tiger yang sedang mengejar Dubuk, ia berharap kalau komandan perang nomor satunya itu dapat mengalahkan Dubuk sesegera mungkin.


Wolfi mendekat ke arah Leon, ia tahu kalau Raja kerajaan Beast tersebut pasti memikirkan Tiger.


"Dia itu pria yang kuat, aku yakin Dubuk akan dikalahkannya dengan mudah," ucapnya tiba-tiba.


Raja Leon menghela napas berat. "Aku harap juga begitu."


"Aneh kamu Leon, seharusnya kamu tahu betul kekuatan Tiger. Dubuk tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan diriku, sementara aku saja kalah dengan Tiger," ucapnya lagi tidak berdaya.


Raja Leon mengernyitkan dahi. "Apa maksudmu, Wolfi?"


"Aku sempat latih tanding dengannya, dia sangatlah kuat, jika saja waktu itu Tiger serius melawanku bisa dipastikan aku akan kalah telak, dia tidak serius saja mampu membuatku mengerahkan separuh kekuatanku," jawabnya sambil menghela napas berat.


Raja Leon sedikit terkejut dengan pernyataan Wolfi, walaupun ia tahu kalau Tiger kuat, tapi dalam pikirannya tidak sekuat itu.


Jika Wolfi saja bisa kalah dengannya, itu sama saja kalau Tiger merupakan sosok terkuat di kerajaan Beast.

__ADS_1


Kenyataan tersebut membuat Raja Leon benar-benar bisa bernapas lega, seandainya ia turun tahta, penerusnya sangat bisa di andalkan.


__ADS_2