King Of The Beast

King Of The Beast
Perhatian Sang Kakak


__ADS_3

Di jaman yang masih mengedepankan peperangan membuat warga sadar kalau keluarga mereka yang bertugas menjadi prajurit pasti beresiko untuk meninggalkan mereka terlebih dahulu. Namun, itu semua tidak membuat warga kecewa, karena bagi mereka pengorbanan keluarga mereka sangatlah berarti untuk menyongsong kehidupan baru yang damai.


Tiger sudah bersiap untuk pergi ke perbatasan, seorang bawahannya yang membawa seekor Wivern sudah menunggunya di depan rumah.


"Aku berangkat dulu, kalian berhati-hati lah, karena kemungkinan para penyusup kelompok Dubuk masih berkeliaran di kerajaan Beast," ucap Tiger sebelum berangkat.


"Iya, kamu juga hati-hati di sana," jawab Triyas lembut.


Tiger mengangguk, ia langsung pergi menaiki Wivern. Bawahannya menyuruh Wivern tersebut untuk segera terbang.


Triyas melambaikan tangannya, wanita itu terlihat sangat senang, tidak khawatir sama sekali kalau Tiger kenapa-kenapa.


"Aku heran sama kamu, wanita lain jika di tinggal prianya ke medan perang pasti akan sedih, tapi kamu malah kelihatan senang," ucap sang Kakak tidak berdaya.


Triyas tersenyum. "Aku percaya kalau Tiger pasti akan baik-baik saja, lagi pula kalaupun aku sedih, memangnya apa yang bisa aku lakukan? Bukankah, yang ada malah aku akan membebaninya?" ujarnya seraya berjalan masuk kedalam rumah.


Tera menghela napas berat sambil mengikuti adiknya masuk kedalam rumah. "Triyas, tugas Tiger itu sangat berat, apa lagi aku mendengar dari tuan Troyan kalau dia merupakan Komandan perang nomor satu, artinya dia tidak akan memiliki banyak waktu untukmu."

__ADS_1


"Terus aku harus bagaimana Kak? Apa aku harus melarangnya bertugas? yang ada aku malah di musuhi seluruh warga kerajaan Beast," jawabnya sambil membereskan meja makan.


"Kenapa kamu bersikeras ingin bersamanya, Triyas? Bukankah masih banyak pria lain, misalnya tuan Troyan yang tertarik padamu?" tanya Tera memastikan.


Triyas seketika menghentikan aktifitasnya, ia menoleh menatap Kakaknya dengan tajam. "Apakah aku tidak berhak memilih priaku sendiri, Kak? Kenapa Kakak bersikeras menjodohkan ku dengan tuan Troyan? Apa karena dia calon pemimpin Ras kita?"


Triyas memutar bola mata malas, ia menghela napas. "Asal kakak tahu, jika tidak ada Tiger mungkin aku tidak akan bertemu dengan kalian lagi, walaupun secara tidak sengaja dia menyelamatkan ku, tapi bagiku dialah pria yang paling berarti di hidupku."


Tera tidak bisa berkata-kata lagi mendengar jawaban demi jawaban Adiknya yang benar-benar sudah sepenuhnya mengakui Tiger, akhirnya ia hanya bisa menerima kenyataan kalau sosok Tiger sudah menjadi bagian dari hidup Adiknya.


"Kak, aku sudah bahagia dengan Tiger, jika kami bisa bersama sampai nanti, itu sudah anugrah tersendiri buatku, jadi tidak ada yang perlu khawatirkan lagi," selorohnya yakin.


Tera menganggukkan kepalanya, ia tersenyum ke arah adiknya. Wanita yang dulu ia jaga dengan sepenuh hati kini sudah dewasa dan memutuskan untuk berumah tangga, kini dirinya hanya bisa mendukungnya agar sang Adik bisa terus melangkah maju.


...***...


Sementara itu Tiger sudah setengah perjalanan ke perbatasan, walaupun saat di rumah pikirannya tertuju dengan Triyas, tapi ketika sudah bertugas fokusnya hanya dengan Misi.

__ADS_1


"Tuan, apakah tadi istri anda?" tanya bawahan Tiger yang memang selalu bersamanya ketika naik Wivern.


"Kamu berani melirik dia!" hardik Tiger.


"Ti-Tidak tuan, mana berani saya melirik wanita anda," jawabnya ketakutan.


"Kalau begitu jangan banyak bertanya, fokus saja dengan misi kamu!" perintahnya tegas.


"Baik tuan!" jawabnya lugas.


Tidak ada pertanyaan lagi sepanjang perjalanan, bawahan Tiger fokus mengendarai Wivern.


Sementara itu terlihat Wivern yang di naiki Wolfin, karena hari itu memang tugas keduanya untuk berjaga di perbatasan, sementara Panter dan Bird yang berjaga di Istana kerajaan.


Terlihat Wolfin yang menyeringai ke arah Tiger, membuat komandan pertama itu tahu apa yang akan dikatakan rekannya itu ketika turun nanti.


Tiger menghela napas panjang, sepertinya hari itu ia akan di interogasi oleh orang-orang terdekatnya mengenai hubungannya dengan Triyas.

__ADS_1


__ADS_2