
Di lain sisi Marc yang sudah berhasil menghasut Dubuk untuk melakukan serangan besar-besaran ke Kerajaan Beast.
Bawahan Tiger yang diperintahkan untuk memberikan laporan kepada Raja Leon sudah sampai di Istana.
"Yang mulia ada pesan dari tuan Tiger!" serunya sambil bertekuk lutut dihadapan Raja Leon.
"Katakanlah!" perintah Raja Leon tegas.
"Kerajaan Hyena sudah mengumpulkan pasukannya, di tambah taun Marc membelot ke kerajaan Hyena!"
Sontak saja Raja Leon dan para petinggi kerajaan terkejut. Harci yang satu pemikiran dengan Marc, ia mengepalkan tangannya, karena rekannya itu malah meninggalkan dirinya seorang diri di sana.
Para petinggi kerajaan Beast mulai berdiskusi, mereka tidak pernah menyangka kalau Marc akan membelot ke pihak musuh.
"Apa berita yang kamu bawa Valid?!" tanya Raja Leon dingin.
"Benar yang mulia, saya hanya menyampaikan apa yang tuan Tiger katakan, tidak melebih-lebihkan!" jawabnya tegas.
Raja Leon mencoba untuk tetap tenang, ia menoleh menatap Harci yang notabenya selalu bersama dengan Marc.
"Harci, sekarang katakan padaku, kamu berada di pihak mana?!" tanya sang Raja dingin, ia sudah tidak ingin menyembunyikan kecurigaannya.
"Yang Mulia, apa maksud anda?" tanya Harci pura-pura bodoh.
"Harci, kita bukanlah anak kecil lagi, kamu sudah tahu hubungan kamu dan Marc! Katakan padaku apa sebenarnya rencana kalian?!" hardik Raja Leon dengan tegas.
__ADS_1
Harci tidak bisa menjawab pertanyaan Raja Leon, adapun jika dia mengatakan berpihak kepada kerajaan Beast, tentu semua yang ada di sana tidak akan percaya begitu saja dengannya.
Semua petinggi menggertakkan giginya melihat Harci yang tidak berbicara sama sekali.
"Yang Mulia, tangkap saja dia! Saya yakin dia terlibat dengan Marc!" seru salah satu petinggi.
"Benar yang Mulia, orang sepertinya tidak pantas mendapatkan pengampunan!" timpal petinggi lainnya.
"Hahahaha... kalian kira aku takut!" tiba-tiba Harci berdiri dan tertawa, sosok tersebut mengeluarkan pedangnya menghunuskan ke sang Raja.
"Bedebah kau Harci!" seru Buls pemimpin Ras banteng yang langsung berdiri.
"Kenapa? Kalian hanyalah kelompok Ras lemah, karena itulah selalu menjilat perkataan Leon!" raung Harci.
"Berani sekali kau memanggil yang mulia seperti itu, Harci!" Rise pemimpin Ras Rusa berdiri juga mengeluarkan pedangnya.
Rise dan Buls membungkuk hormat, Harci menyeringai melihat Raja Leon yang menghampirinya tanpa membawa senjata.
Pangolin yang melihat hal itu menghela napas. Ia sangat yakin kalau sang Raja sudah marah, karena itulah Raja Leon ingin mengatasi Harci sendiri.
"Jadi kamu lebih memilih berpihak dengan Dubuk, Harci?" tanya Raja Leon santai.
"Ya! Karena aku sudah muak dengan pemimpin lembek sepertimu!" serunya sambil berlari dengan cepat menyerang Raja Leon.
Swuzzz
__ADS_1
Pral
Kedebug
Sebuah kepala terjatuh di lantai, semua yang ada di sana terkejut dengan apa yang mereka lihat.
Brug
Setelah kepalanya jatuh, tubuh Harci juga ambruk di lantai, sosok tersebut tewas seketika dengan kepala yang terlepas dari tubuhnya.
Para petinggi kerajaan dan semua prajurit yang ada di sana tercengang melihat kemampuan Raja mereka, padahal mereka tidak melihat sama sekali pergerakan sosok tersebut, bahkan tangannya masih ada dibelakang punggungnya.
"Aku tidak suka dengan orang-orang yang sepertinya, alasan selama ini aku diam saja karena ingin memberikan kesempatan padanya, ternyata ucapan Tiger benar, karena terlalu baik mereka semakin ngelunjak dan puncaknya hari ini seperti yang kalian lihat."
Raja Leon diam sebentar kemudian melanjutkan. "Sekarang aku bertanya kepada kalian semua, apa masih ada di antara kalian yang akan membelot dari kerajaan Beast!" serunya dengan suara lantang.
Brug
"Saya akan selalu setia dengan anda dan Kerajaan Beast yang mulia!" ucap Pangolin sambil bertekuk lutut.
Brug
Seketika semua petinggi kerajaan bertekuk lutut semua dihadapan Raja Leon, mereka semua bersumpah akan setia dengan kerajaan Beast.
"Bagus! Sekarang aku mau kalian semua bersiap untuk menghancurkan kerajaan Dubuk! Sudah waktunya kita mendapatkan kedamaian sejati di tanah ini!" seru sang Raja.
__ADS_1
"Baik Yang Mulia!" jawab mereka serempak.
Semua petinggi kerajaan Beast kemudian pamit undur diri, mereka semua mengatur Ras mereka agar yang memiliki keberanian ikut berperang, tentu dengan suka rela, tidak ada pemaksaan ketika mengajak para warga. Namun, antusias para warga sangat tinggi, mereka juga ingin selamanya hidup damai tanpa di bayang-bayangi serangan dari kerajaan Hyena.