
Dubuk dan Marc melesat dengan cepat ke arah Raja Leon sambil menghunuskan senjatanya masing-masing.
Mereka sangat yakin bisa membunuh Raja Leon yang sudah berdiri pasrah di tempatnya.
"Matilah kau Leon!" raung Marc dan Dubuk secara bersamaan.
Swuzz
Bang
Bang
Duak
Marc dan Dubuk terhempas puluhan tombak kebelakang, ketika Wolfi pemimpin Ras Serigala putih datang menghajar mereka bersama dengan Tiger yang memang melihat Raja Leon terpojok langsung pergi ke sana.
Dubuk dan Marc berguling-guling ditanah, sebelum akhirnya mereka berhenti saat menabrak sebuah pohon.
Raja Leon membuka matanya, terlihat sosok Tiger dengan mode mengamuknya dan juga Wolfi yang sama menggunakan mode tersebut.
"Maaf terlambat tuan Leon," ucap Tiger dingin.
Raja Leon menyunggingkan senyum tipis. "Terima kasih Tiger, Wolfi."
"Aku sudah memutuskan untuk membantumu dan menghancurkan mereka para sampah, aku harap kita bisa kerjasama untuk kedepannya Leon," ucap Wolfi yakin.
"Aku juga menantikan itu Wolfi," Raja Leon ambruk ditanah, karena lukanya memang cukup parah
"Beristirahatlah, serahkan sisanya pada kami! Tiger Ayo!" perintah Wolfi.
Tiger menganggukkan kepalanya, mereka berdua langsung melesat dengan cepat secara bersamaan ke arah Dubuk dan Marc.
Terlihat Dubuk dan Marc tertatih-tatih beranjak dari tempat mereka terbentur.
"Cih, serigala tua itu!" gerutu Marc kesal.
"Marc bersiaplah, mereka datang!" seru Dubuk.
Marc langsung menghunuskan kembali pedangnya kedepan, saat melihat Tiger yang melesat ke arahnya dengan sangat cepat, begitu juga dengan Wolfi.
Swuz
Trang
__ADS_1
Trang
Pedang Marc dan cakar Tiger saling beradu satu sama lain, mereka berdua menggunakan kekuatan penuh masing-masing.
Swuz
Trang
Bang
Marc terkena tendangan Tiger, hingga ia terhempas puluhan tombak ke belakang, sosok tersebut benar-benar dibuat tidak berdaya oleh Tiger.
Swuz
Tiger tidak membiarkan Marc bernapas sedikitpun, ia menyerangnya tanpa ampun.
Marc yang sejatinya lebih lemah dari Tiger tentu saja ia kewalahan dengan setiap serangan yang dilakukan Tiger, apa lagi sosok tersebut menggunakan mode mengamuknya.
Srat
Srat
Argh!
Srat
Bang
Argh!
Marc terhempas kembali, pedang ditangannya jatuh, karena ia sudah terluka sangat parah.
Terlihat sosok tersebut berusaha untuk berdiri kembali dengan bersusah payah walaupun sudah berlumuran darah.
Tiger berjalan ke arah Marc, ia mengambil pedang Marc yang terjatuh di tanah. "Sekarang kau lihat sendiri Marc, semua penjahat akan kalah melawan kebaikan!"
Tiger berseru sambil melesat ke arah Marc dengan kecepatan penuh.
Marc yang baru berdiri membelalakkan mata lebar, tiba-tiba pandangannya jadi terbalik, ternyata kepalanya sudah terlepas dari tubuhnya karena tebasan yang dilakukan Tiger.
Kenapa ini terjadi padaku, mimpiku, semuanya kenapa tidak bisa ku gapai?!
Marc berbicara dalam hati sebelum ia benar-benar tewas.
__ADS_1
Brug
Kepala dan tubuh Marc jatuh ke tanah, dengan darah segar mengalir dari leher sosok tersebut.
Tiger menghela napas lega, akhirnya penghianat yang berniat menguasai kerajaan Beast tersebut sudah tewas.
Sementara itu Dubuk tampak masih beradu pukulan dengan Wolfi, pemimpin Ras Serigala salju tersebut seolah mempermainkan Dubuk karena tidak cepat membunuhnya.
Bak
Buk
Bak
Buk
Mereka saling beradu pukulan satu sama lain, bahkan Dubuk tidak bisa mengambil belatinya sama sekali.
Bang
Swuzz
Duarr
Dubuk terhempas puluhan tombak ke belakang ketika sebuah pukulan keras tepat mengenai wajahnya.
Wolfi menyeringai, ia melesat kembali ke arah Dubuk yang terlihat terbaring ditanah dan mencoba untuk berdiri.
"Brengsek, kenapa jadi begini?" gumamnya lirih.
"Cukup sampai di sini Dubuk!" seru Wolfi dari atas, karena sosok tersebut sengaja melompat tinggi.
Dubuk mendongak ke atas, matanya membelalak lebar ketika melihat Wolfi yang sedang melesat ke arahnya dengan sangat cepat.
Duak
Argh!
Duarr
Tanah di tempat itu bergemuruh ketika pukulan kuat Wolfi menghantam tubuh Dubuk hingga hancur, berikut dengan tanahnya yang berubah menjadi kawah besar.
Raja Leon dan Tiger yang menyaksikan hal tersebut menggeleng-gelengkan kepalanya, karena Wolfi terlalu berlebihan menggunakan kekuatannya.
__ADS_1