King Of The Beast

King Of The Beast
Berita Kemenangan


__ADS_3

Berita selesainya peperangan menggema di seluruh kerajaan Beast, semua warga kerajaan Beast bersorak gembira atas kemenangan yang di bawa pulang pasukan Kerajaan mereka.


Iring-iringan pasukan Dubuk yang menjadi tahanan perang disoraki warga kerajaan Beast, mereka berkumpul ditepi jalan menyambut pasukan kerajaan pulang.


Kemenangan tersebut tentu menjadi kabar sangat baik, karena dengan hancurnya kerajaan Hyena, sudah tidak ada lagi peperangan.


...***...


Sementara itu Permaisuri dan para Selir sudah kembali ke kerajaan, tampak Triyas yang begitu khawatir dengan suaminya.


"Paduka, bagaimana keadaan Tiger?" tanya Triyas ketika bertemu Raja Leon didepan Istana sedang mengatur pasukan membereskan tempat tersebut.


"Dia baik-baik saja, sedang beristirahat diruang tabib," jawabnya sambil tersenyum.


"Apa saya boleh ke sana Paduka?" tanya Triyas lagi.


Raja Leon menganggukkan kepalanya. Triyas langsung berterima kasih lalu segera berlari masuk kedalam Istana untuk menemui Tiger.


Wanita itu tampak sangat cemas dengan tergesa-gesa ia ke ruangan dimana Tiger di rawat.


"Tuan, apa Tiger didalam?" tanya Triyas kepada murid tabib yang berjaga.

__ADS_1


"Benar Nona, tapi saya di suruh untuk melarang siapapun masuk kedalam," jawab murid tabib sopan.


"Saya Istrinya tuan, bolehkan saya menemui Tiger," pinta Triyas dengan mata berkaca-kaca.


Murid tabib tampak bingung, karena ia diberikan perintah oleh Raja agar tidak membiarkan siapapun masuk kedalam.


Triyas *******-***** tangannya, karena ia sangat khawatir dengan Tiger, tapi murid tabib tidak memperbolehkannya masuk, membuat wanita itu semakin cemas dengan keadaan Tiger.


"Biarkan dia masuk!" seru Permaisuri yang ternyata mengikuti Triya.


"Yang mulia," murid tabib langsung bertekuk lutut.


"Maafkan hamba, karena hamba hanya menjalankan perintah dari Paduka Raja," lanjutnya berbicara dengan sopan pada Permaisuri.


"Baik yang mulia," jawab murid tabib yang mempersilahkan Triyas masuk kedalam ruangan tersebut.


Triyas bergegas masuk kedalam, ia melihat Tiger yang sedang terbaring lemah dengan balutan perban yang ada di sekujur tubuhnya.


"Tiger," Triyas langsung mendekat, mengusap puncak kepala prianya itu sambil menitihkan air mata.


"Bangunlah Tiger, aku tahu kamu pria yang kuat," ucap Triyas sambil menangis.

__ADS_1


Permaisuri memegang kedua bahu Triyas, mengusapnya dengan lembut. "Biarkan dia istirahat, kata tabib juga Tiger baik-baik saja, hanya butuh waktu untuk menyembuhkan luka dan auranya."


Triyas hanya mengangguk lirih, masih dengan air mata yang berlinangan membasahi pipinya.


Permaisuri memeluk Triyas, ia sangat tahu bagaimana perasaan Tiger. Karena dulu Raja Leon juga sering pulang dengan keadaan terluka parah.


Triyas di ajak duduk oleh permaisuri, wanita itu menemani Triyas hingga tenang kembali.


"Sudah jangan menangis lagi, Tiger juga tidak apa-apa," ucapnya lembut.


Triyas menghapus air matanya. "Terima kasih banyak Permaisuri, anda sudah sangat baik sekali dengan saya," ucapnya parau.


Permaisuri tersenyum. "Sudah aku katakan, Tiger sudah kami anggap seperti anak sendiri, karena kamu telah menjadi pendampingnya, sekarang kamu juga bagian dari keluarga kerajaan."


Triyas hanya mengangguk, dengan sisa-sisa tangisnya. Wanita itu tidak tahu harus berkata apa lagi.


Permaisuri terus menghiburnya, sebelum akhirnya ia pamit undur diri setelah Triyas benar-benar sudah tenang.


Selepas kepergian Permaisuri, Triyas menjaga Tiger dengan penuh perhatian. Wanita itu seolah tidak ingin meninggalkannya walau hanya sejengkal saja.


Panter dan yang lainnya saja, sampai tidak enak ketika akan menjenguk Tiger saat melihat Triyas yang ada didalam ruangan tersebut.

__ADS_1


Mereka lebih memilih untuk tidak mengganggu Triyas yang sedang menjaga sahabatnya tersebut.


__ADS_2