King Of The Beast

King Of The Beast
Informasi Penting


__ADS_3

Pasukan asasin Dubuk berhasil menyelinap masuk kedalam kerajaan Beast. Namun, tidak ada yang tahu akan hal tersebut mengingat pasukan tersebut sangat lihai dalam hal penyamaran.


Tiger kembali dari perbatasan untuk menemui sang Raja melaporkan kalau serangan pasukan Dubuk dengan komando dari Codile dan Sank telah mundur.


Pertemuan Tiger dan Sang Raja hanya sesaat mengingat pria tersebut hanyalah melaporkan keanehan serangan itu dan pergi untuk mencaritahu apa yang sebenarnya Dubuk rencanakan.


Tiger kembali ke rumahnya, ia beristirahat di kursi sambil menyenderkan tubuhnya.


"Kamu sudah pulang?" tegur Triyas lembut.


"Ya, entah apa yang di rencanakan mereka, tiba-tiba menyerang kemudian mundur ketika pasukan kamu datang," jawabnya tidak berdaya.


Triyas tersenyum. "Kamu mau makan?"


Tiger tanpa ragu menganggukkan kepalanya. Triyas kembali tersenyum lagi, ia masuk kedalam dan membawakan makanan yang sudah disiapkan untuk Tiger.


Wanita itu melayani Tiger dengan penuh perhatian, membuat Tiger merasa sangat nyaman dan senang kalau setiap hari diperlakukan seperti itu.


"Apa rencana kamu selanjutnya?" tanya Triyas disela Tiger yang sedang menikmati hidangannya.


"Kemungkinan yang mulia raja akan membuat tim untuk mencari informasi lanjutan," jawabnya enteng.


"Emmm... apakah di kerajaan Beast ada kelompok Ras baru yang dibawa kemari?" tanya Triyas memastikan.

__ADS_1


"Tidak ada, kenapa memangnya?" tanya Tiger masih santai menyantap makanannya.


"Tadi siang aku melihat Ras yang tidak pernah ada di kerajaan Beast, mereka memakai jubah hitam," ungkap Triyas.


Seketika Tiger langsung menghentikan makannya, ia menatap wanita yang kini sudah hidup serumah dengannya itu secara terang-terangan dengan seksama.


"Kamu tidak salah lihat kan?" tanya Tiger memastikan.


"Entahlah, tapi semenjak aku di sini, memang tidak pernah melihat mereka sebelumnya," jawab Triyas apa adanya.


"Terima kasih, ini informasi yang sangat penting, kamu memang wanita hebat!" Tiger minum kemudian beranjak dari duduknya. "Aku pergi dulu!" lanjutnya berpamitan.


Triyas sontak saja terkejut, baru saja ia senang dengan pujian Tiger, tapi pria itu sudah meninggalkannya begitu saja. Padahal ia berharap Tiger akan melakukan hal romantis terhadapnya.


...***...


Sementara itu Tiger bergegas pergi ke Istana, ia langsung menemui sang Raja ditempatnya untuk memberitahu apa yang dilihat Triyas.


Mendengar Tiger datang kembali untuk menemuinya. Raja Leon bingung dengan komandan pasukannya tersebut, tapi ia tetap menemui Tiger secara langsung di paviliun kerajaan tempat Tiger meminta bertemu.


"Ada apa lagi?" tanya Raja Leon yang datang sendirian menemui Tiger.


"Salam yang mulia!" sapanya sopan.

__ADS_1


"Sudah jangan basa-basi, tidak seperti biasanya saja kamu ini," tegur Raja Leon.


Tiger tersenyum. "Yang mulia, sepertinya saya sudah tahu apa niat Dubuk dengan tiba-tiba mengirim pasukan ke perbatasan!"


Raja Leon mengerutkan keningnya. "Apa maksudmu?"


"Triyas melihat Ras baru di wilayah Ras macan putih, menurutnya mereka tidak pernah terlihat sebelumnya," ungkap Tiger.


Raja Leon mencoba mencerna perkataan Tiger. Ia kemudian terkejut ketika menyadari kalau ada penyusup didalam kerajaan Beast bersamaan dengan penyerangan dadakan Pasukan Dubuk.


"Apa maksudmu, mereka sengaja menyusupkan pasukannya untuk membuat serangan kejutan?" tanyanya memastikan.


Tiger mengangguk. "Kemungkinan terbesarnya, mereka akan menyerang kita disaat lengah!"


"Cih, ternyata dia masih saja sangat licik, apa kita perlu menginterogasi seluruh warga, Tiger?" tanya Raja Leon memastikan.


Tiger menyeringai. "Tidak perlu yang mulai, kita jangan buat seluruh warga kerajaan Beast panik, jika mereka ingin menyerang secara diam-diam, maka kita akan memberikan sebuah kejutan untuk mereka!" jawabnya yakin.


Raja Leon tidak tahu apa maksud Tiger, tapi ia sangat yakin kalau komandan pasukannya yang satu itu pasti akan membuat perhitungan yang matang untuk mengalahkan para pasukan Dubuk yang menyelinap.


"Aku serahkan rencana ini padamu, Tiger!" perintah Raja Leon tegas.


"Tentu saja yang mulai, saya mohon pamit undur diri!" jawabnya sopan.

__ADS_1


Raja Leon menganggukkan kepalanya. Tiger bergegas pergi dari sana untuk membahas rencananya bersama dengan komandan pasukan lainnya, agar dapat mengalahkan para pasukan yang menyelinap tersebut


__ADS_2