King Of The Beast

King Of The Beast
Rencana musuh


__ADS_3

Dubuk dan para sekutunya mendiskusikan peperangan tersebut dengan sangat matang. Walaupun Marc sudah mengatakan kalau mereka kemungkinan bisa menang karena jumlah pasukan kerajaan Beast kalah dengan pasukan kerajaan Hyena. Namun, Dubuk masih mengumpulkan semua suara agar mencapai kesepakatan yang bisa membuat mereka saling bekerja sama.


"Baginda, bagaimana dengan pasukan penyusup? Kita sepertinya bisa memanfaatkan mereka, jika memberitahu mereka semua agar tetap sembunyi dan menyerang kita melakukan perang besar ini," usul salah satu petinggi.


"Benar juga, kita masih punya kelompok penyusup di sana, saya rasa itu ide bagus Baginda!" timpal petinggi lainnya.


Para petinggi merasa kalau rencana tersebut sangatlah bagus, pasalnya mereka semua belum tahu saja kalau satu kelompok penyusup telah di musnahkan.


"Ide bagus apanya? Bawahanku sudah memberikan laporan, kalau pasukan penyusup yang kalian kirim, kemarin malam telah dibantai habis oleh Tiger dan rekan-rekannya, walaupun sebagian dari mereka belum ketahuan, tapi aku yakin cepat atau lambat mereka juga akan ditangkap!" seru Marc tiba-tiba.


"Tidak mungkin, jika mereka sudah gugur seharusnya sudah ada informasi dari mereka, tapi burung pengantar pesan tidak memberikan pesan apa pun!" seru salah satu petinggi.


"Apa kamu kira Tiger dan keempat temannya bodoh? Mereka semua tentu akan menangkap semua burung pengirim pesan yang lewat, pikirkanlah itu baik-baik," ucap Marc lagi.


Seketika semua petinggi terdiam, perkataan Marc ada benarnya. Karena tidak mungkin di saat seperti ini pasukan kerajaan Beast tidak waspada.


Semua yang ada ditempat pertemuan tersebut terlihat sangat bingung, tidak ada yang memiliki ide lagi selain menyerang dengan kekuatan penuh seperti yang Marc katakan.

__ADS_1


"Marc, seberapa yakin kamu memprediksi kemenangan kita?" tanya Dubuk dengan suara dingin.


Marc menyeringai. "Asalkan kita berani langsung menyerang pemukiman warga, aku yakin kemungkinan berhasil kita akan berkali lipat!"


"Apa kamu gila Marc, kamu pikir mudah melewati gerbang perbatasan Kerajaan Beast?!" seru Codile yang sedari tadi diam.


"Benar kata Codile, resikonya sangat besar jika kita langsung menerjang, akan banyak pasukan berjatuhan menjadi korban kalau dengan cara itu," timpal Dubuk.


Semua orang membenarkan ucapan Codile juga, mereka tidak setuju dengan rencana Marc. Namun, Pria itu tetap tenang dan masih dalam pendiriannya, karena menurutnya itu cara paling efektif untuk memecah pasukan Tiger dan yang lainnya.


"Codile, bukanlah kau sudah sangat ingin memberikan pelajaran kepada Leon karena berani mengusir Ras kamu?


"Sank, kamu juga mengatakan ingin mendapatkan hak kamu di kerajaan Beast! Dan Kalian semua, apakah kalian akan terus bersembunyi seperti ini melihat pasukan kalian mati satu-persatu?!


"Ketahuilah, kita memiliki tujuan yang sama, menjatuhkan Leon dari tahtanya agar kita bisa menerapkan hukum yang kita mau, hukum dimana Ras terkuat berhak memimpin, bukan seperti sekarang dengan pemerintahan lembek Leo!" seru Marc dengan penuh penekanan.


Terlihat semua yang ada di sana mulai saling berbisik satu sama lain, mereka mulai terpengaruh oleh perkataan Marc.

__ADS_1


Codile mengepalkan tangannya, ia mengingat bagaimana Leon mengusir Rasanya dari kerajaan Beast tanpa kompromi.


Sank juga sama seperti Codile, ia juga ingin sesegera mungkin ingin membuat perhitungan dengan Leon.


"Ras Buaya siap untuk melakukan serangan ini!" seru Codile.


"Ras Ular juga siap melakukannya!" timpal Sank.


Vulture buka suara. "Aku juga mewakili Ras ku siap untuk bertarung bersama!"


Seketika tempat tersebut jadi ramai, para petinggi Kerajaan Hyena tidak tahu harus berbuat apa, mereka melihat Rajanya yang tampak menatap tajam kedepan.


"Siapkan seluruh pasukan! Kita akan berangkat menyerang kerajaan Beast secepatnya!" seru Dubuk lantang.


Para petinggi kerajaan hanya bisa menuruti perintah rajanya, mereka pun langsung mengambil sikap bersedia membantu sang Raja.


Marc menyeringai, rencananya menghasut Dubuk dan yang lainnya berhasil, kini dirinya hanya tinggal menjalankan rencananya sendiri untuk menguasai tahta Leon.

__ADS_1


__ADS_2