
Kedua sosok musuh besar kerajaan Beast tumbang seketika, saat Tiger dan Wolfi datang membantu Raja Leon. Namun, keanehan terjadi di tempat peperangan Ara prajurit, pasalnya para pasukan kerajaan Hyena tidak mundur sama sekali walau Komandan dan pemimpin mereka sudah tumbang.
Para kesatria Serigala salju juga sudah ikut membantu, membuat pasukan Kerajaan Hyena semakin kerepotan, akan tetapi pasukan musuh tak kunjung jua untuk menyerah.
"Baginda, ini ada yang aneh, kita sudah membunuh Marc dan Dubuk, tapi kenapa mereka seolah tidak perduli sama sekali?" tanya Tiger yang sudah berubah ke wujud semula.
"Benar juga, seharusnya mereka sudah tidak ada pemimpin lagi, tapi kenapa bisa seperti ini?" timpal Wolfi sambil memegang dagunya berpikir.
Raja Leon yang sudah terluka parah, sosok tersebut berusaha untuk berpikir keras, menempatkan posisinya ditempat Dubuk, apa yang akan ia lakukan jika menjadi sosok tersebut.
Raja Leon terkesiap. "Tiger, cepat kau pulang ke Istana!" perintahnya langsung.
"Maksud Ba... Brengsek kau Dubuk!" Tiger langsung berlari ke arah Wivern. Ia tahu apa yang ada didalam pikiran Raja Leon.
"Leon apa maksudmu?" tanya Wolfi yang belum tahu maksud Raja Leon.
"Kemarin ada sekelompok Ras Hyena yang menyusup kedalam Istana, kemungkinan besar Dubuk yang asli ada di sana," jawabnya yakin.
"Lalu siapa sosok tadi?" tanya Wolfi bingung.
Raja Leon menggelengkan kepalanya. "Entahlah, pantas saja tadi kekuatan Dubuk tidak terlalu kuat."
Wolfi mengangguk setuju, tidak mungkin jika Dubuk sangat lemah seperti tadi. Sosok tersebut memapah Raja Leon ke pos pengobatan mereka yang terluka.
Sementara itu Tiger sudah meninggalkan medan perang dengan wajah sangat geram.
...***...
Di Istana kerajaan Beast....
Benar dugaan Raja Leon, terlihat para prajurit tersisa di sana sedang dibantai kelompok penyusup dan Dubuk yang memimpinnya secara langsung.
__ADS_1
Trang
Trang
Slas
Para prajurit di bunuh dengan mudah oleh Dubuk dan bawahannya yang menyusup. Mereka memang bukanlah lawan yang sepadan untuk kelompok penyusup tersebut.
Pangolin yang melihat itu dalam Istana memberikan perintah kepada pelayan. "Cepat bawa Permaisuri dan para selir keluar dari kerajaan!"
"Baik tuan," jawab para pelayan ketakutan.
Para pelayan membawa Permaisuri dan para Selir keluar dari Istana lewat pintu belakang Istana.
Pangolin dan beberapa petinggi berusaha menahan pasukan Dubuk didepan Istana.
"Hahaha... menyerahlah Pangolin, kalian tidak akan bisa mengalahkanku!" seru Dubuk sambil tertawa lantang.
"Ini namanya strategi perang bodoh! Leon akan tewas ditangan Marc dan yang lainnya, sekarang saatnya aku menjadi Raja di seluruh Planet Beast!" serunya percaya diri.
"Jangan mimpi!" Pangolin langsung merubah bentuknya menjadi bola dengan duri yang menonjol di punggungnya lalu berputar dan melesat ke arah Dubuk.
Swuzz
Dubuk menyeringai melihat Pangolin yang seperti itu, ia memanggil bawahan terkuatnya, tampak bawahan tersebut memegang gada besar dan memukulnya.
Duak
Swuzz
Duar
__ADS_1
Pangolin terhempas menabrak dinding Istana hingga ia langsung tidak sadarkan diri seketika.
Petinggi lainnya tidak tinggal diam, mereka juga menyerang Dubuk, akan tetapi kekuatan mereka tidak selihai para komandan pasukan, karena mereka memang ahli strategi bukan ahli bertarung.
Slas
Slas
Hanya butuh waktu sebentar saja mereka langsung tumbang dengan bersimpuh darah.
"Hahaha... jebloskan mereka ke penjara bawah tanah, biarkan mereka membusuk di sana!" perintah Dubuk.
"Kejar Permaisuri dan para Selir, aku akan buat mereka menjadi Haremku!" lanjutnya memberikan perintah.
...***...
Sementara itu Permaisuri dan para Selir sudah keluar dari gerbang belakang Istana, mereka terus berlari bersama pelayan.
"Aduh!" permaisuri jatuh tersungkur ke tanah ketika gaunnya menyangkut di kakinya.
"Permaisuri, anda tidak apa-apa?" para Selir dan Pelayan membantunya untuk berdiri.
"Aku tidak apa-apa," jawabnya sambil kembali melarikan diri.
Akan tetapi mereka hanyalah wanita yang tidak bisa bergerak cepat, tugas mereka hanya melayani sang Raja, sehingga untuk melarikan diri saja sangat susah.
Para bawahan Dubuk dengan cepat mengejar mereka dan tiba-tiba ada didepan Permaisuri dan yang lainnya.
"Mau lari kemana kalian?!" seru salah satu bawahan Dubuk sambil menyeringai.
Sontak saja Permaisuri dan yang lainnya terkejut, mereka semua langsung ketakutan ketika melihat Ras Hyena yang ada didepannya.
__ADS_1