King Of The Beast

King Of The Beast
Kemenangan


__ADS_3

Pasukan Dubuk yang menyerah di giring masuk kedalam wilayah kerajaan Beast, mereka semua di ikat menggunakan tali seperti tawanan.


Tiga Komandan pasukan kerajaan Beast yang mengawal mereka semua, sementara Raja Leon dan Wolfi terbang menggunakan Wyvern ke Istana kerajaan Beast.


"Panter, menurutmu apa Tiger berhasil mengalahkan Dubuk?" tanya Wolfin kepada rekannya itu.


"Apa kamu bodoh?" Panter balik bertanya.


"Eh ... " Wolfin bingung karena Panter malah balik bertanya dan membodoh-bodohinya.


Panter menghela napas. "Tiger tidak sama seperti kita, kamu tahu sendiri kekuatannya akan semakin bertambah jika sedang terdesak, bahkan aku saja tidak yakin bisa mengalahkannya."


Wolfin tersenyum kecut, perkataan Tiger ada benarnya, semakin Tiger terdesak, bukannya ia takut kekuatannya malah bertambah.


Kejadian tersebut tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata, pasalnya hanya Tiger yang memiliki kemampuan tersebut.


Panter dan Wolfin juga sebenarnya ingin tahu darimana Tiger mendapatkan kemampuan seperti itu.


...***...


Sementara itu di Istana Kerajaan Beast, terlihat Tiger yang sedang terbaring lemah dengan balutan perban hampir di sekujur tubuhnya.


Pangolin dan Troyan tampak sedang menemaninya di sana sambil berbincang-bincang ringan.

__ADS_1


"Tuan Pangolin, apa anda bisa menceritakan bagaimana Kak Tiger bisa menjadi Komandan pasukan kerajaan Beast?" tanyanya sopan.


Pangolin menghela napas. "Tiger sudah dari usia muda selalu ikut ke medan perang, walaupun banyak yang melarangnya, tapi ia tidak mendengarkan mereka. Entah beberapa kali dia menyelinap ikut dengan pasukan perbatasan, setiap ada peperangan pasti selalu ikut."


Pangolin menatap Tiger lalu melanjutkan. "Puncaknya ketika ia membunuh komandan pasukan musuh di usianya yang masih belia, sejak saat itulah dia menjadi sangat dikenal seluruh pasukan kerajaan Beast. Kegemilangannya tidak sampai di situ saja, setiap dia ikut peperangan pasti akan memenangkannya, hingga ketika usianya sudah mencukupi, semua pasukan memanggilnya Komandan, tidak ada yang meragukan kemampuannya sama sekali."


"Jadi julukan Komandan melekat padanya langsung, tanpa pemberian sang Raja?" tanya Troyan kagum.


Pangolin mengangguk. "Memang benar itu bukan titah dari Paduka Raja, tapi bukankah bagis seperti itu? Artinya Tiger di akui sebelum Paduka Raja menunjuknya secara langsung.


Troyan mengangguk mengerti, ia menatap sosok yang merupakan saudaranya tersebut, walaupun mereka bukan kakak dan Adik kandung, tapi keduanya masih memiliki hubungan darah dari sang Kakek.


Kekaguman Troyan kepada Tiger tidak sampai di situ saja, pria itu benar-benar berharap bisa seperti sang Kakak, agar bisa melindungi Rasnya.


Sementara di luar Istana, Wyvern yang di naiki Raja Leon dan Wolfi sampai, mereka berdua terkejut ketika melihat bangunan depan Istana kerajaan Beast hancur, apa lagi banyak lubang-lubang bekas pertarungan di halaman.


Leon menggelengkan kepalanya, ia menghampiri salah satu bawahan Troyan yang sedang membereskan tempat tersebut.


"Apa kamu tahu dimana Tiger?" tanyanya langsung.


"Ada di ruang tabib Paduka, sedang bersama tuan Pangolin dan Troyan," jawabnya sopan.


"Terima kasih," ucapnya lembut kemudian bergegas ketempat Tiger berada.

__ADS_1


Wolfin juga mengekori Raja Leon, saat mereka masuk kedalam Istana, terlihat tempat tersebut sangat kacau.


Dinding banyak yang retak, mayat bawahan Dubuk yang sedang di bereskan juga berserakan dimana-mana.


Raja Leon tertegun ketika melihat kepala Dubuk yang tergeletak dekat dengan kursi singgasananya, tubuhnya juga tercerai berai di samping kepala tersebut.


"Ternyata dia berhasil," gumam Raja Leon sambil tertegun menatap tubuh Dubuk yang berserakan di lantai.


"Pantas saja tempat ini rusak parah, ternyata mereka bertarung didalam Istana," ucap Wolfi yang mendekat ke arah kepala Dubuk.


Raja Leon kemudian bergegas ke ruang penyembuhan, terlihat para tabib Istana sedang berkumpul didepan ruangan tersebut.


"Paduka," sapa mereka serempak saat melihat Raja Leon.


Raja Leon hanya mengangguk, ia tanpa ragu membuka pintu ruangan tersebut.


Pangolin dan Troyan yang sedari tadi sedang mengobrol sambil duduk, mereka berdua langsung berdiri dan membungkuk hormat.


"Paduka," sapa mereka sopan.


"Bagaimana keadaannya?" tanya Raja Leon sambil menghampiri Tiger yang tubuhnya hampir dibalut seluruh perban.


"Dia baik-baik saja tuan, hanya saja mungkin perlu waktu untuk menyembuhkan lukanya," jawab Pangolin jujur.

__ADS_1


Raja Leon menghela napas lega, setidaknya Tiger tidak apa-apa, tampak mata sang Raja berkaca-kaca melihat perjuangan Tiger.


Sosok yang sudah menganggap Tiger seperti anaknya sendiri itu sangat bangga padanya, mengingat pengorbanan Tiger begitu sangat besar untuk kerajaan Beast.


__ADS_2