
Pelayan langsung memasang badan mereka untuk melindungi Permaisuri dan para Selir. Mereka berdiri didepan tanpa rasa takut sedikitpun.
"Permaisuri larilah, biar kami yang menghadapi mereka," ucap Pelayan sambil mengeluarkan pisau.
"Tidak, kalian juga harus ikut kami!" seru Permaisuri.
"Permaisuri, nyawa kalian lebih berharga dari kami," ucap salah satu pelayan.
Permaisuri menggelengkan kepalanya. "Tidak, kalian juga berharga buatku."
Permaisuri memang sangat menghargai pelayanannya, mengingat Raja Leon selalu menekankan kalau mereka bukanlah budak, melainkan keluarga, karena itulah tidak ada kesenjangan dalam hal kehidupan, mungkin hanya status yang membedakan saja.
"Banyak omong! Bunuh para pelayan dan tangkap Permaisuri!" perintah pemimpin kelompok.
Para pasukan Dubuk menyerang pelayan, para Pelayan memegang pisau mereka dengan erat.
Swuzz
Bang
Bang
Bruak
Para pasukan Dubuk terhempas, terlihat Troyan dan para pengawal pribadinya yang datang, mengingat ia seorang pangeran jadi Troyan sedikit tahu tentang rencana Dubuk, walaupun itu semua berkat Triyas.
"Permaisuri anda tidak apa-apa?" tanya Triyas lembut.
Permaisuri menganggukkan kepalanya. Triyas bernapas lega. "Tuan Troyan aku bawa mereka!" serunya sambil menarik Permaisuri dan para selir.
"Pergilah!" jawab Troyan yang menatap tajam pasukan Dubuk.
Pelayan bingung, tapi kemudian Troyan menyuruh mereka untuk ikut dengan Permaisuri dan Triyas.
Troyan dan beberapa pengawal pribadinya tersebut menahan pasukan Dubuk.
"Brengsek! Bunuh mereka semua!" perintah pemimpin kelompok tersebut.
__ADS_1
"Baik!" mereka semua langsung menyerang Troyan dan pengawalnya.
Swut
Duak
Duak
Mereka saling beradu pukulan satu sama lain, akan tetapi pengawal pribadi Troyan lebih unggul mengingat mereka merupakan orang-orang pilihan pasukan macan putih gunung.
Swuzz
Bang
Troyan memukul pemimpin pasukan hingga ia terhempas beberapa tombak ke belakang.
Pemimpin kelompok pasukan Dubuk sangat geram, ia mengeluarkan senjatanya dan kembali melesat menyerang Troyan dengan sangat cepat.
Swut
Slas
Slas
Duak
Troyan memukul siku pemimpin kelompok, hingga pedangnya terjatuh ditanah, tidak sampai di situ saja, Troyan menggunakan cakarnya dan merobek perut pemimpin pasukan Dubuk.
Pral
Argh!
Pemimpin pasukan Dubuk meraung ketika organ dalamnya berceceran keluar dan tewas seketika.
Pengawal Troyan juga berhasil membunuh pasukan Dubuk lainnya.
"Kita pergi dari sini, kita tunggu Tiger datang!" serunya memberikan perintah.
__ADS_1
"Baik tuan!" jawab mereka serempak langsung pergi dari sana.
...***...
Sementara itu Triyas membawa Permaisuri dan rombongannya ke rumah wilayah Troyan, karena hanya di sana ia bisa meminta perlindungan kepada kelompoknya.
"Triyas ada apa ini dan siapa mereka?" tanya Trul langsung ketika melihat Triyas.
"Tuan Trul, ceritanya panjang, mereka Permaisuri dan para Selir, kita harus melindungi mereka semua," jawabnya dengan napas tersengal-sengal.
"Apa! Maaf yang mulia, hamba tidak tahu," Trul langsung bertekuk lutut.
Trul memang belum pernah bertemu dengan Permaisuri, pasalnya ketika datang Ke Istana, Raja Leon tidak memperkenalkannya.
"Tuan, bangunlah... bukan saatnya untuk menghormati kami," ucap Permaisuri lembut.
"Anda benar, mari ke rumah saya," ajak Trul sopan.
Mereka semua bergegas ke rumah Trul, setelah masuk kedalam rumah Trul, pria sepuh tersebut pamit keluar untuk memberikan perintah pada orang-orang tersisa agar melindungi mereka semua.
"Nama kamu Triyas, apa kamu istri Tiger?" tanya Permaisuri lembut setelah sudah duduk didalam rumah Trul.
"Benar yang mulia," jawabnya sopan sambil menuangkan air minum untuk mereka semua.
"Nona biar saya saja," pelayan bergegas menggantikan Triyas, saat mendengar kalau Triyas istri Tiger.
Permaisuri tersenyum simpul. "Duduklah di sampingku, Triyas," ucapnya lembut.
"Hamba tidak berani yang mulia," jawab Triyas sopan.
"Tidak apa, anggap saja ini perintah," ucap Permaisuri lembut.
Triyas melihat ke arah para Selir, mereka bertiga menganggukkan kepalanya, seolah menyuruh Triyas duduk di sana.
Wanita itu akhirnya mau duduk di samping Permaisuri, walaupun sedikit gugup. Permaisuri tersenyum ketika melihat betapa gugupnya Triyas.
"Kamu wanita yang sopan, baik dan cantik, Tiger tidak salah memilih kamu, kelak kamu pasti akan menjadi Permaisuri yang lebih baik dari aku," ucap Permaisuri lembut.
__ADS_1
Triyas tersentak kaget, ia reflek menoleh ke arah Permaisuri untuk mencaritahu kebenaran dari kata-katanya.