
Peperangan pengalihan tersebut berlangsung cukup lama, mengingat peperangan itu untuk mengalihkan perhatian pasukan kerajaan Beast dari para asasin kerajaan Hyena yang sedang menyelinap.
Bang
Bang
Tiger dan Codile masih bertarung dengan sengit, pukulan demi pukulan terus mereka lontarkan satu sama lain.
Tiger menggunakan auranya untuk menyelimuti kedua tangannya agar pukulannya semakin kuat.
Codile yang menyadari hal tersebut, ia juga m memfokuskan pengerasan tubuhnya di tangan untu menahan serangan tersebut.
Bang
Pukulan Tiger mengenai tangan Codile dengan keras, awalnya Codile menyeringai karena pukulan Tiger tidak berefek, tapi sesaat kemudian ia merasa tangannya sangat panas, ternyata pukulan Tiger berhasil melukainya.
Codile bergegas melompat mundur, ia melihat tangannya yang terkena bekas pukulan Tiger seperti terkena luka bakar.
"Sial, bagaimana mungkin dia sudah bertambah kuat seperti ini?" gumamnya bingung.
"Kenapa, apa kamu sudah mau menyerah, sampah!" raung Tiger yang kembali melesat menyerang Codile.
Codile terkejut, kali ini ia tidak akan menahan serangan Tiger lagi, melainkan lebih baik menyerangnya dengan cepat.
__ADS_1
Tiger mengerutkan keningnya, karena tadi Codile fokus bertahan tapi kali ini m lakukan serangan frontal kepadanya. Namun, Tiger tidak takut sama sekali, ia meluapkan auranya hingga menyelimuti seluruh tubuhnya.
Swuzz
Bang
Codile terhempas puluhan tombak kebelakang ketika sebuah tendangan telak mengenai perutnya.
Bersamaan dengan itu Panter juga berhasil memukul mundur Sank yang tampak terluka juga.
"Sial, mereka sangat kuat!" gerutu Codile.
"Kamu benar, jika seperti ini kita bisa mati, apa mereka belum selesai juga?" keluh Sank.
Mereka berdua menatap Tiger dan Panter sambil menyeringai kemudian memberikan perintah mundur keseluruh pasukan yang ikut berperang.
Semua pasukan Dubuk, bawahan Tiger dan Sank mundur seketika saat terompet tersebut di tiupkan.
Tiger dan Panter merasa bingung, apa yang sebenarnya sedang di rencanakan oleh kedua penghianat tersebut.
"Apa-apaan mereka? Sudah gila mengorbankan pasukan begitu saja kemudian pergi?" tanya Tiger bingung.
"Entahlah, ini aneh, biasanya mereka tidak seperti ini," jawab Panter yang sama bingungnya.
__ADS_1
"Tiger, apa yang sebenarnya terjadi, kenapa mereka tiba-tiba kabur?" tanya Wolfin.
"Aku juga tidak tahu, nanti kita diskusikan dengan tuan Pangolin dan Raja Leon, kalian fokus mengobati mereka yang terluka!" perintah Tiger tegas.
Wolfin dan Panter mengangguk, mereka mulai merawat pasukan yang mengalami luka-luka, sementara Tiger bergegas menemui sang Raja.
...***...
Sementara itu pasukan asasin Dubuk berhasil masuk ke wilayah kerajaan Beast, mereka sebagian berkumpul disebuah hutan yang ada didekat Ras macan putih dan sebagian lainnya mencari tempat persembunyian sendiri dengan berbaur menjadi warga.
"Tuan, sebaiknya kita bagi kelompok lagi, agar jumlah kita tidak membuat curiga warga yang hidup dekat dengan hutan ini," usul tangan kanan pemimpin asasin pasukan Dubuk.
"Kamu benar, bagi mereka menjadi beberapa kelompok lagi dan pilih pemimpin yang dapat di andalkan!" perintah pemimpin asasin.
"Dimengerti tuan!" tangan kanannya langsung menjalankan perintah membagi kelompok mereka.
Dubuk menyuruh mereka untuk melakukan penyerangan dimalam hari, tujuannya sangat jelas, agar mereka membunuh penghuni Istana secara diam-diam dengan teknik penyamaran mereka yang sudah biasa dilakukan para asasin.
Belum ada yang menyadari kehadiran mereka, hanya saja keanehan di medan perang membuat Tiger sepenuhnya sangat waspada, karena ia yakin Dubuk sedang melakukan sesuatu.
Pasukan asasin Dubuk tersebut mulai terbagi menjadi beberapa kelompok lagi dan berpencar, tentu saja mereka sangat hati-hati, sehingga gerakan mereka tidak dicurigai warga kerajaan Beast.
Sementara itu di rumah Tiger berada. Triyas yang sedang melakukan kegiatan sehari-hari, ia secara tidak sengaja melihat sekelompok orang mengenakan jubah lewat dijalan dekat dengan rumah Tiger.
__ADS_1
"Siapa mereka? Apakah para penghuni baru?" tanya Triyas kepada dirinya sendiri. Namun, wanita itu mengira kalau orang-orang tersebut merupakan penghuni baru kerajaan Beast, mengingat kerajaan Beast memang sering menerima warga baru untuk tinggal di sana, karena itulah ia tidak curiga sama sekali dengan orang-orang tersebut.