King Of The Beast

King Of The Beast
Sebuah Keluarga


__ADS_3

Ke esokan harinya, Tiger bangun dari tidurnya. Ketika membuka matanya ia sudah tidak melihat Triyas di sampingnya.


Tiger beranjak dari ranjang mencari Triyas, ia takut kalau wanita itu akan meninggalkannya. Ternyata dugaannya salah, Triyas sedang menyiapkan sarapan pagi untuk mereka berdua.


Tiger menghela napas lega. "Aku kira kamu kemana," ucapnya seraya duduk di meja makan.


Triyas mengerutkan kening. "Maksud kamu?"


"Tidak, aku hanya takut kamu pergi dari sini," jawabnya enteng.


Triyas tersenyum simpul. "Mana ada aku pergi, enak di kamu gak enak di aku dong, sudah kamu sarapan dulu baru nanti berangkat," ucapnya sambil mengambilkan makanan untuk prianya itu.


Tiger menatap Triyas yang begitu perhatian terhadapnya, ia tidak pernah menyangka akan menemukan wanita yang begitu perhatian dengannya.


Sosok wanita seperti Triyas jelas membuat Tiger yang tidak pernah merasakan kehangatan kasih sayang didalam rumah begitu tersentuh.


Tiger menarik lengan Triyas, membuat wanita itu terkejut dan duduk di pangkuan Tiger. Mereka berdua saling menatap untuk beberapa saat.


"Terima kasih Triyas, kamu telah membuat hidupku lebih berarti lagi," ucapnya tulus.


"Kamu ini apaan sih, sudah sepantasnya kau melakukan ini, lagi pula sekarang kita sudah resmi menjalin hubungan. Jadi ini sudah menjadi kewajiban ku," jawabnya lembut sambil mengusap pipi Tiger.


Tiger tersenyum, ia mendekatkan wajahnya ke wajah Triyas. Ketika mereka sudah saling mendekatkan wajahnya tiba-tiba pintu rumah mereka di ketuk.

__ADS_1


Tok... Tok....


Seketika mereka berdua terkejut, Triyas langsung beranjak dari pangkuan Tiger. "Aku buka pintu dulu."


Tiger menganggukkan kepalanya sambil tersenyum lalu mulai memakan, makanan yang sudah disiapkan Triyas.


Sementara wanitanya itu pergi membuka pintu untuk melihat siapa yang berkunjung pagi-pagi buta.


"Kakak! Ada apa pagi-pagi seperti ini datang kemari?" tanya Triyas memastikan.


"Hehehe... kakak rindu makanan kamu, apa kakak boleh makan di sini?" tanyanya sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.


Triyas menghela napas, ia kira ada apa kakaknya datang pagi-pagi. "Ya sudah, ayo masuk! Kebetulan Tiger juga ada di rumah," ajak Triyas pada Kakaknya.


Triyas menganggukkan kepalanya sambil tersenyum lalu berjalan masuk kedalam rumah.


Tera hanya bisa menghela napas panjang, ternyata adiknya sudah mengambil keputusan menjadi wanita sosok komandan Kerajaan Beast. Ia mengikuti Triyas masuk kedalam ruang makan, tampak Tiger yang sedang lahap makan di sana.


"Kakakku mau numpang makan di sini, bolehkan Tiger?" tanya Triyas memastikan.


Tiger menoleh, melihat Tera yang bersama Triyas. "Tentu boleh, kita sudah menjadi keluarga," jawabnya santai.


"Terima kasih Tiger," ucap wanita itu sambil tersenyum simpul.

__ADS_1


Mereka pun makan bersama, sambil sesekali mengobrol bersama. Tera yang melihat begitu bahagianya Triyas ketika bersama dengan Tiger. Ia hanya bisa berharap agar hubungan mereka awet, pasalnya ia tahu betul resiko menjadi seorang istri Prajurit adalah kehilangan pasangannya.


Sebab itulah Tera hanya bisa berdoa agar Tiger selalu pulang dengan selamat ketika pulang dari misi, agar Adiknya tersebut tidak terlarut dalam kesedihan nantinya.


"Tiger, apa hari ini kamu akan ke Istana?" tanya Tera sopan.


Tiger menggelengkan kepalanya. "Aku akan pergi ke perbatasan, hari ini giliran aku berjaga di sana," jawabnya santai.


Tera menghela napas berat. "Hati-hati dalam melakukan misi, sekarang kamu juga perlu memikirkan perasaan Triyas, aku hanya bisa mengingatkan mu," ucapnya lembut.


Tiger menatap Triyas, perkataan Tera ada benarnya, sekarang ia sudah tidak sendiri lagi dan harus memikirkan perasaan wanitanya juga.


Triyas menatap Kakaknya dengan aneh, tidak biasanya ia berbicara bijaksana seperti itu, membuat wanita itu terheran-heran.


"Kakak tidak sakit, kan?" tanya Triyas pongah.


Tera mengernyitkan dahi. "Siapa yang sakit? Aku baik-baik saja."


"Tumben perduli dengan orang lain, bia...."


"Hais, kamu ini... mau bagaimana aku ini Kakakmu dan sudah menjadi Kakak Tiger juga, aku juga ingin Tiger tidak kenapa-kenapa, memangnya salah?" tanya Tera memotong ucapan Adiknya.


Triyas tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, begitu juga dengan Tiger. Mereka berdua kurang lebih tahu apa maksud dari perkataan Tera.

__ADS_1


__ADS_2