King Of The Beast

King Of The Beast
Gejolak Perang


__ADS_3

Berita tentang perang besar yang akan terjadi segera tersebar luas di kerajaan Beast, semua warga ada yang takut dan antusias.


Pada dasarnya Pro, Kontra tetap ada karena itulah Raja Leon langsung buka suara mengenai masalah tersebut, agar warga kerajaan Beast tetap tenang.


Raja Leon menyuruh mereka agar tetap tenang, bagi mereka yang ingin membela kerajaan maka dipersilahkan untuk ikut, jika tidak Raja Leon juga tidak memaksa mereka.


"Apa kamu akan ikut berperang?" tanya salah satu warga ke temannya.


"Tentu saja aku ikut! Aku ingin melihat dengan mata kepalaku sendiri Kerajaan Hyena hancur, agar keluargaku bisa hidup tenang!" jawab temannya.


"Kamu tidak takut tewas di sana?" tanyanya lagi.


"Hahahaha... jikalau aku mati, pengorbananku tidak akan sia-sia, karena dengan begitu kerajaan Beast akan damai!" seru orang itu sangat percaya diri.


Temannya itu mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti, kini ia yang tadinya ragu untuk ikut berperang, memantapkan tekadnya untuk iku ke medan perang.


Begitu banyak warga yang bersemangat akan ikut berperang, tentu saja kebanyakan kaum pria, para wanita hanya bisa berdoa agar keluarga mereka pulang dengan selamat dan membawa kabar gembira.


Sementara itu ditempat para penyusup, mereka semua jelas saja terkejut, karena tiba-tiba Raja Leon menyuarakan kalau mereka akan berperang dengan kerajaan Hyena.

__ADS_1


"Pemimpin, bagaimana ini? Sedangkan merpati pengirim pesan kita, semuanya telah dibunuh oleh pasukan Panter!" seru salah satu bawahan penyusup geram.


"Apa kalian bodoh? Dengan terjadinya perang ini, kita bisa memanfaatkan kekosongan penjaga yang ada di Istana, kita akan menggunakan kesempatan tersebut untuk menghancurkan bagian dalam kerajaan Beast!" ucapnya penuh dengan keyakinan.


Para bawahannya saling menatap mereka semua mengerti apa maksud pemimpinnya, kini mereka tidak bimbang lagi mengambil keputusan.


Dari awal pasukan penyusup memang untuk membunuh para petinggi kerajaan, agar internal kepemimpinan kerajaan Beast berantakan.


Sayangnya yang tidak diketahui kelompok tersebut, sebenarnya petinggi kerajaan Beast hanyalah sebuah tameng saja, agar berbagai macam Ras yang ada di sana tidak berselisih paham.


Dengan mengangkat pemimpin setiap Ras menjadi petinggi kerajaan, Raja Leon meyakini, kalau hal tersebut akan menjadi sangat efisien untuk mengatur seluruh warganya dan itu semua terbukti.


...***...


"Kakak!" teriak Triyas ketika melihat Kakaknya.


Tera jelas saja langsung menoleh saat mendengar suara adiknya. "Triyas! Kenapa kamu kemari?"


"Kak, apa kalian juga akan ikut berperang?" tanya Triyas sedih.

__ADS_1


Tera mengangguk. "Kami sudah menjadi bagian dari kerajaan Beast, tentu saja sebagian dari kami akan ikut berperang," jawabnya mantap.


"Kak, apa aku boleh minta sesuatu?" mata Triyas berkaca-kaca.


"Minta tolong apa?" tanya Tera sambil mengernyitkan dahi.


Triyas terlihat ragu untuk mengatakannya, tapi akhirnya ia buka suara. "Kak, tolong lindungi Tiger, bila perlu Kakak pertaruhkan nyawa untuk melindunginya."


"Apa! Dasar adik tidak tahu diri!" ucap Tera kesal.


Tera pikir Adiknya itu ingin mengucapkan kata-kata manis untuknya, siapa yang menyangka ia malah menyuruhnya untuk mengorbankan nyawa demi Tiger.


Padahal ia seorang Kakak tapi nyawanya seolah tidak berarti sama sekali dihadapan Adiknya, membuat Tera benar-benar sangat sedih.


"Hihihi... aku hanya bercanda Kak, kalian hati-hatilah di sana, saling menjaga satu sama lain, bila perlu Kakak bertarung lah dekat Tiger, aku yakin dia pasti akan melindungi Kakak," ucap wanita itu sambil menggenggam tangan kakaknya.


"Hais, kamu ini... hampir saja Kakak salah paham, kamu tenang saja, kami pasti akan saling menjaga satu sama lain," ucapnya sambil mengacak rambut adiknya.


Triyas malam itu menginap di pemukiman Ras macan putih, tidak tidur di rumah Tiger, karena malam itu suaminya tidak pulang, ia juga ingin ngobrol-ngobrol dengan Kakaknya tersebut.

__ADS_1


Persiapan perang terus dilakukan, semua senjata dikeluarkan dan berikan kepada mereka yang akan ikut berperang.


Kerajaan Beast tidak menganggap remeh lawan sama sekali, para warga yang ikut juga diberikan suntikan mental agar mereka tidak ketakutan ketika melihat banyak mayat bertumbangan dan darah berceceran nantinya.


__ADS_2