
Perlahan-lahan pasukan Kerajaan Beast mulai kewalahan, walaupun sebenarnya kekuatan mereka lebih besar. Namun, jumlah yang tidak sebanding membuat pasukan kerajaan Beast kewalahan.
Mereka dipukul mundur pasukan kerajaan Hyena karena jumlah mereka terus berkurang.
Tiger yang berada dibarisan depan juga mulai kelelahan, karena terlalu banyak menggunakan auranya.
Panter bergabung dengan Tiger, mereka berdua masih saja bertarung di garis depan melawan pasukan kerajaan Hyena yang terus menekan pasukan mereka.
"Tiger, pasukan mulai terdesak, kita perlu melakukan sesuatu!" seru Panter sambil membunuh pasukan kerajaan Hyena.
"Sesuatu apa, kita dari tadi memangnya tidak bertarung, mereka terlalu banyak!" balas Tiger .
Trang
Trang
Pral
Suara pedang dan cakar yang yang menyayat pasukan kerajaan Hyena terus terdengar dari Panter dan Tiger, meskipun begitu mereka tetap masih kalah dalam jumlah.
Bird sudah tidak bisa berdiri lagi, sementara Wolfin sedang sibuk melawan Sank. Pasukan kerajaan Beast benar-benar sedang terdesak.
Sedangkan Raja Leon dan Buka sudah berhadapan dengan Marc dan Dubuk, mereka sengaja menjauh dari pertempuran untuk menghindari pasukan akan terkena dampaknya.
"Leon lebih baik kau menyerah saja!" seru Marc sambil menyeringai.
"Aku bukanlah pengecut seperti mu, Marc," jawab Raja kerajaan Beast tersebut dingin.
"Hahaha... apa kamu belum sadar juga Leon? Kalau kerajaanmu akan segera hancur!" ujar Mark sambil tertawa.
"Setidaknya aku akan berjuang sampai titik darah penghabisan!" balas Raja Leon dingin.
"Benarkah itu? Buls, mau sampai kapan kau di sisinya?" tanya Marc sambil menyeringai.
Raja Leon mengerutkan keningnya, ia menoleh ke arah Buls, salah satu komandan pasukannya tersebut berjalan ke arah Dubuk dan Marc untuk berhadapan dengannya.
Buls berdiri di antara Marc dan Dubuk, sosok tersebut ternyata salah satu pencetus pemberontakan kerajaan Beast.
"Leon lihatlah, sudah tidak ada lagi yang berpihak padamu, kecuali mereka para anak muda bodoh itu!" seru Dubuk dengan percaya diri.
Raja Leon menghela napas. "Aku tidak menyangka kau juga akan berhianat Buls, akan tetapi aku tidak keberatan sama sekali, karena lebih baik kalian cepat menunjukkan sifat asli kalian agar aku bisa membunuh semua penghianat."
__ADS_1
"Masih bermulut besar juga kau Leon! Dubuk, Buls, kita serang bersama!" seru Marc geram.
Dubuk dan Buls menganggukkan kepala, mereka mengeluarkan senjatanya masing-masing, kemudian langsung melesat ke arah Raja Leon.
Swuzz
Buls menggunakan gada berduri miliknya untuk menghajar Raja Leon dengan sangat kuat.
Duarrr
serangan gada Buls membuat tanah tempat Raja Leon berdiri berubah menjadi kawah, akan tetapi sosok tersebut tidak ada di sana.
Marc menyadari hal tersebut, ia menyerang Raja Leon yang sudah berpindah tempat menggunakan kecepatan nya.
Swuzz
Trang
Trang
Terdengar suara pedang saling beradu satu sama lain dengan sangat cepat.
Swuzz
Booomm
Terdengar ledakan besar lagi, tapi Raja Leon masih dapat menghindari serangan-serangan tersebut.
Raja Leon tidak dibiarkan begitu saja, mereka terus menyerangnya dengan membabi buta secara bersamaan.
Sosok orang terkuat di kerajaan Beast tersebut hanya bisa menghindari serangan mereka sambil sesekali menyerang walau sangat sulit untuk melukai salah satu dari mereka.
Swuzz
Trang
Trang
Booomm
Kombinasi Marc dan Buls membuat Raja Leon sangat kesulitan untuk menyerang, ditambah ada Dubuk yang selalu mengincar titik buta nya.
__ADS_1
Swuzz
Blarrr
Raja Leon membuka auranya, sosok tersebut langsung melesat dengan cepat ke arah Marc.
Trang
Trang
Pral
Argh
Marc terkena sayatan di tangannya, Buls yang melihat hal itu langsung menyerang untuk menyelamatkan Marc.
Boomm
Kali ini gada Buls ditahan oleh pedang Raja Leon, terlihat ekspresi serius pemimpin kerajaan Beast tersebut.
Swut
Swut
Dubuk melemparkan beberapa belati ke arah Raja Leon sambil dirinya melesat ke sosok tersebut.
Wung
Duak
Raja Leon menendang Buls untuk menghindari serangan Dubuk, pria itu berdiri tegap sambil menatap ketiga lawannya itu.
Marc, Dubuk dan Buls tampak serius, mereka saling menatap kemudian menganggukkan kepalanya masing-masing.
Swuzz
Swuzz
Blarrr
ketiganya secara bersamaan membuka aura masing-masing, mereka semua menyadari kalau Raja Leon tidak bisa dikalahkan dengan mudah.
__ADS_1