King Of The Beast

King Of The Beast
Peperangan tiada Henti


__ADS_3

Perlahan-lahan pasukan Kerajaan Beast mulai kewalahan, walaupun sebenarnya kekuatan mereka lebih besar. Namun, jumlah yang tidak sebanding membuat pasukan kerajaan Beast kewalahan.


Mereka dipukul mundur pasukan kerajaan Hyena karena jumlah mereka terus berkurang.


Tiger yang berada dibarisan depan juga mulai kelelahan, karena terlalu banyak menggunakan auranya.


Panter bergabung dengan Tiger, mereka berdua masih saja bertarung di garis depan melawan pasukan kerajaan Hyena yang terus menekan pasukan mereka.


"Tiger, pasukan mulai terdesak, kita perlu melakukan sesuatu!" seru Panter sambil membunuh pasukan kerajaan Hyena.


"Sesuatu apa, kita dari tadi memangnya tidak bertarung, mereka terlalu banyak!" balas Tiger .


Trang


Trang


Pral


Suara pedang dan cakar yang yang menyayat pasukan kerajaan Hyena terus terdengar dari Panter dan Tiger, meskipun begitu mereka tetap masih kalah dalam jumlah.


Bird sudah tidak bisa berdiri lagi, sementara Wolfin sedang sibuk melawan Sank. Pasukan kerajaan Beast benar-benar sedang terdesak.


Sedangkan Raja Leon dan Buka sudah berhadapan dengan Marc dan Dubuk, mereka sengaja menjauh dari pertempuran untuk menghindari pasukan akan terkena dampaknya.


"Leon lebih baik kau menyerah saja!" seru Marc sambil menyeringai.


"Aku bukanlah pengecut seperti mu, Marc," jawab Raja kerajaan Beast tersebut dingin.


"Hahaha... apa kamu belum sadar juga Leon? Kalau kerajaanmu akan segera hancur!" ujar Mark sambil tertawa.


"Setidaknya aku akan berjuang sampai titik darah penghabisan!" balas Raja Leon dingin.


"Benarkah itu? Buls, mau sampai kapan kau di sisinya?" tanya Marc sambil menyeringai.


Raja Leon mengerutkan keningnya, ia menoleh ke arah Buls, salah satu komandan pasukannya tersebut berjalan ke arah Dubuk dan Marc untuk berhadapan dengannya.


Buls berdiri di antara Marc dan Dubuk, sosok tersebut ternyata salah satu pencetus pemberontakan kerajaan Beast.


"Leon lihatlah, sudah tidak ada lagi yang berpihak padamu, kecuali mereka para anak muda bodoh itu!" seru Dubuk dengan percaya diri.


Raja Leon menghela napas. "Aku tidak menyangka kau juga akan berhianat Buls, akan tetapi aku tidak keberatan sama sekali, karena lebih baik kalian cepat menunjukkan sifat asli kalian agar aku bisa membunuh semua penghianat."

__ADS_1


"Masih bermulut besar juga kau Leon! Dubuk, Buls, kita serang bersama!" seru Marc geram.


Dubuk dan Buls menganggukkan kepala, mereka mengeluarkan senjatanya masing-masing, kemudian langsung melesat ke arah Raja Leon.


Swuzz


Buls menggunakan gada berduri miliknya untuk menghajar Raja Leon dengan sangat kuat.


Duarrr


serangan gada Buls membuat tanah tempat Raja Leon berdiri berubah menjadi kawah, akan tetapi sosok tersebut tidak ada di sana.


Marc menyadari hal tersebut, ia menyerang Raja Leon yang sudah berpindah tempat menggunakan kecepatan nya.


Swuzz


Trang


Trang


Terdengar suara pedang saling beradu satu sama lain dengan sangat cepat.


Swuzz


Booomm


Terdengar ledakan besar lagi, tapi Raja Leon masih dapat menghindari serangan-serangan tersebut.


Raja Leon tidak dibiarkan begitu saja, mereka terus menyerangnya dengan membabi buta secara bersamaan.


Sosok orang terkuat di kerajaan Beast tersebut hanya bisa menghindari serangan mereka sambil sesekali menyerang walau sangat sulit untuk melukai salah satu dari mereka.


Swuzz


Trang


Trang


Booomm


Kombinasi Marc dan Buls membuat Raja Leon sangat kesulitan untuk menyerang, ditambah ada Dubuk yang selalu mengincar titik buta nya.

__ADS_1


Swuzz


Blarrr


Raja Leon membuka auranya, sosok tersebut langsung melesat dengan cepat ke arah Marc.


Trang


Trang


Pral


Argh


Marc terkena sayatan di tangannya, Buls yang melihat hal itu langsung menyerang untuk menyelamatkan Marc.


Boomm


Kali ini gada Buls ditahan oleh pedang Raja Leon, terlihat ekspresi serius pemimpin kerajaan Beast tersebut.


Swut


Swut


Dubuk melemparkan beberapa belati ke arah Raja Leon sambil dirinya melesat ke sosok tersebut.


Wung


Duak


Raja Leon menendang Buls untuk menghindari serangan Dubuk, pria itu berdiri tegap sambil menatap ketiga lawannya itu.


Marc, Dubuk dan Buls tampak serius, mereka saling menatap kemudian menganggukkan kepalanya masing-masing.


Swuzz


Swuzz


Blarrr


ketiganya secara bersamaan membuka aura masing-masing, mereka semua menyadari kalau Raja Leon tidak bisa dikalahkan dengan mudah.

__ADS_1


__ADS_2