
Setelah apa yang terjadi dalam asmaranya, kini Imam menjadi penyendiri, jarangbergaul, dan setiap kali di dekati wanita selalu seperti melihat hantu dia langsung ngacir menjauh. Sampai dia jadi bahan ejekan semua teman kerja nya.
"Woyyy.Ngelamun aja kau. Kesambet setan baru tau kau. "Kejut sahabatnya yang kala itu satu kerjaan dengan dia.
"Kau setannya kan? " Jawab nya semprotan kepada Bayu sahabatnya itu
"Kurang ajar kau. Itu si Bella udah lama suka sama kau. Gas lah apa lagi coba? Udah cantik, baik, kaya lagi. "Goda nya agar Imam mau membuka hatinya untuk Bella gadis cantik yang lama mengagumi ketampanan nya.
" Udahlah. Males aku bahas soal cinta. Makan itu cinta! " Jawab nya cuek dan sewot seakan sudah tak mau mengenal cinta.
"Ya bodoh nya lah kau jadi kawan. Kesempatan bagus di sia-siakan. "
"Udah ku bilang makan itu cinta! Kalau kau mau sama dia ambil aja untukmu. "
"Itu dia datang. "
"Hayyyy, Imam. " Sapa gadis itu dengan senyum dan rambut yang di gerai sepanjang hampir kenak perut nya.
"Hay juga. Ehh ku tinggal ya ada telepon. "elak Imam sambil memegang telepon dan pergi dari mereka.
" Kamu gimana sih? Kok aku malah di cueki gini? Kurang cantik apa coba aku, bayu? Udah cantik aku kan? "Tanya Bella sangat kesal sambil megangi rambut hitam lebat dan wajah cantik nya menghadap kaca besar diruangan itu.
" Ya gak tau juga. Mungkin dia masik trauma kali. "
"Trauma soal apa? "
"yaelah.Hari gini ketinggalan berita kamu. "
"Kepo ni. Kasih tau dong! " Rayu Bella sembari tangan di rapatkan seakan memohon penjelasan.
"Setahun lalu dia gagal nikah. "
"Lah kok bisa? "
"Makanya denger dulu jangan nyamber aja kayak bensin! "
"Iya bawel. "
"Dia kemarin mau menikah dengan pacarnya bernama Intan. Dia gadis yang sangat cantik dan orang kaya hampir seperti kamu lah gitu. Tapi orang tuanya menolak karena dia miskin. Terus si Intan dinikahkan sama cowok Amerika yang kaya raya. "
"Terus gimana? "
__ADS_1
"Nabrak tembok. "
"Ihhh kurang ajar kau. Aku serius pun. "
"Sejak saat itu dia jadi penyendiri gak mau dekat sama cewek. Banyak cewek yang suka sama dia ditolak. "
"Apa dia traumah. "
"Katanya sih gitu. "
"Masak gara-gara gagal nikah jadi trauma gak mau kenal cewek? "
"Gak tau itu. Homo mungkin dia? Ahahahahahahahah. " Tawa Bayu menjadi-jadi ngeledek sahabatnya.
"Bangsat lu. Temen sendiri di gitukan. " Marah gadis itu sambil mukul pelan kepala Bayu.
"Selain itu dulu pas di kampung kakak nya juga gagal nikah karena mahar yang sangat besar yang di ajukan ibunya sehingga depresi karena gagal nikah. Terus kakak nya bunuh diri dengan gantung di kamar. Gak lama kemudian ibunya minum racun. "
"Jadi dia sebatang kara? "
"Dia terus diasuh tetangga nya sampai dia besar. "
"ohhh jadi gitu. Pantas aja dia sampai kayak gitu. "
Karena si Imam sikapnya seakan menjauh dari semua wanita yang ada. Kini teman nya semua mengira dia suka sama sesama jenis alias gay.
"Bro aku curiga sama mu." Kata Jaka sambil senyum mengejek nya.
"Curiga napa kau? "
"Jangan-jangan kau suka sesama jenis ya atau gay? "
"Ahahahahahahah.Bisa jadi bro. Soalnya dia gak mau dekat sama cewek gitu. Mungkin dia sukanya sama cowok juga. " Sahut Indra.
"Jadi sorong belakang pantat dong? "
"ahahahahahaahhahahah." Tawa mereka riang seakan pecah kala itu.
"Mata kalian itu lah. Gini ini aku masik normal ya. Amit-amit jabang bayi lah. " Jawab Imam kesal sambil berpaling meninggal kan mereka yang menertawakan nya.
"Ehhh.Imam aku suka pada mu. " Suara ejekan dari Bayu dan Jaka.
__ADS_1
"Udah gak waras kalian berdua ya. "
"Apa kau makan cabai banyak tadi? Soal nya mau ku pake. " Kata Jaka sambil tertawa membully Imam yang semakin emosi.
"Suka kalian lah. Yang ada kalian yang ngaca seumur hidup gak perna pacaran! Dasar jomblo abadi. "
"Buset kenak kik. " Terkejut dan malu mereka kenak skak sama Imam dan bahkan di ketawai sama cewek yang ada di sana kala itu.
"Hay... Entar kamu makan siang di kantin kan? " Sapa Bella menggoda dia.
"Enggak.Aku bawa nasi mau makan di belakang aja. " Jawab dia dengan dingin langsung pergi tinggalkan Bellah.
Meski di cueki, Bella mulai ngerti atas sikapnya yang cuek dan dingin karena masa lalu nya yang kelam.
Ketika siang tiba makan siang, Bella datang hampiri Imam yang sedang makan sendiri di belakang pabrik. Karena Bella itu adalah mandor di pabrik itu jadi dia lebih bebas kemana saja di pabrik itu.
"Emmmm." Suara gumal Imam yang hendak pergi karena kedatangan Bella.
"Tunggu! Kamu jangan pergu ku mohon! "Rayu Bella menghambat dia agar tidak pergi sembari menggenggam tangan Imam tang mengangkat bekal nasi yang dia makan.
" Ada apa? " Sahut Imam menunduk sambil duduk kembali.
"Aku tau kok kenapa kamu menjauhi aku. Mungkin kamu trauma atas kejadian dahulu. "
"oh." Jawaban singkat nya kepada gadis itu.
"Gak apa kok aku gak akan memaksa kamu menerimah aku. Kita berteman aja ya. Jika kita berteman, semua orang tidak akan mengejek mu lagi seperti gay. "
"Hmmm" Suara yang keluar dari Imam yang hanya angguk kan kepala saja saat itu.
Walau pun hanya seperti itu, Bella senang berharap kelak IMAM selanjutnya tidak menghindari dia ketika bertemu lagi. Apalagi sampai Imam mau menerimah cintanya.
Sejak saat itu mereka mulai mau ngobrol dan bertemu seperti biasa. Tetapi hanya sama Bella dia mau demikian. Jika bertemu gadis lain dia akan seperti melihat setan yang sangat seram sekali.
Setiap hari selalu di ledek teman nya dengan kata-kata gay atau pun suka sesama jenis. Bahkan tidak hanya laki-laki saja. Perempuan pun demikian mengejek dia.
Setiap kali mendapat ejekan itu dia selalu kesal. Tetapi Bella selalu menguatkan hatinya dan memberi support.
"Udah jangan dengarkan mereka! Kamu harus semangat sembuhkan luka hati kamu. Tenang kan fikiran kamu ya! " Kata semangat yang selalu di berikan Bella pada nya.
"Terimah kasih ya. Kamu sudah ngertiin aku dan memberi semangat pada ku. "
__ADS_1
"Iya sama-sama. Kamu kan sahabat terbaik aku."
Baru lah kala itu dia tersenyum lebar wajah berseri setelah lama nya dingin tanpa ada senyum dan tidak mau komunikasi dengan wanita. Seakan jiwa nya berangsur kembali hidup normal ada harapan baru.