Kisah Cinta Penulis Kecil

Kisah Cinta Penulis Kecil
Kembali Dari Kampung


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang mulai dari kampung sampai ke kota, akhirnya setelah beberapa hari di kampung halaman aku pun memutuskan kembali ke kota. Mungkin disana lah masa depan ku dan kebahagiaanku. Terlebih ada orang yang menunggu kepulangan ku karena pergi mendadak tanpa pamit. Ya siapa lagi dia kalau bukan Bella.


Sesampai di kota aku mulai bekerja kembali seperti biasa karena terobati sudah rindu ku pada keluarga ku yang sudah tiada dan di makam kan di kampung halaman.


Pagi itu aku pun mulai berangkat kerja seperti biasanya. Namun tampak Bella yang resah di pintu depan yang pasti menunggu kedatangan ku. Aku pun sengaja masuk dari belakang tanpa memberi memberi tahu dia bahwa aku sudah kembali. Sambil pura-pura kompakan pada temen ku semua untuk diam saja jangan beri tahu dia aku sudah kembali.


"Jaka.Imam belum masuk juga ya? " Tanya gadis itu penuh kepanikan.


"Belum kayak nya. " Jawabnya tegas padahal dia sudah tau Imam sudah ada di dalam pabrik.


"Kok lama juga ya dia pergi? "


"Ya sudahlah. Mungkin dia masih rindu keluarganya di kampung. Mending kamu masuk aja ngawasi orang kerja! " Bujuk nya agar Bella masuk dan menemui kejutan Imam sudah di dalam.


"Ya lah aku kedalam aja. "


"Bella.Itu ada anak baru masuk hari ini kata pak manager. " Sapa Tika yang teman kerjanya.


"Oya.Dimana dia? "


"Dia dalam ruangan operator. Kamu di suruh kesana ngawasi dia! "


"Oya aku kesana ya. "


"Ok."


Bella pun masuk keruangan operator tanpa tahu lelaki itu sebenarnya Imam yang menyamar sebagai anggota baru.


"Permisi, mas. Kamu anggota baru ya? "


"Iya." Jawab ku lembut sambil tunduk kan kepala memakai topi membuat dia tidak sadar bahwa ini aku sebenarnya menunggu dia dari tadi.


"Siapa nama kamu? "


Aku hanya diam saja tanpa memandang dia.


"Mas.. Aku nanyak siapa nama kamu? Kok malah diam saja? Ngomong dong! " kata gadis itu sedikit kesal karena di cueki.

__ADS_1


"Aku takut memandang kamu nanti kamu jatuh cinta. " Kata ku sambil memandang wajah nya dan membuka topi.


"Ya ampun. Ih kamu jahat banget sama aku. Aku nunggui kamu dari tadi tapi kamu diem-diem sudah ada di dalam. Kamu pergi gak pamitan tanpa kabar buat aku panik aja. Kamu ngerti gak sih? " Celoteh gadis itu ngomel seakan marah dan kesal namun air mata menetes di wajah nya tanpa henti.


"Maafkan aku sayang. " Kata ku sambil memeluk erat tubuh nya yang menangis dan baju ku seakan basah oleh air mata nya kala itu.


"Kamu jahat. " Kata dia menangis sambil memukuli dadaku dengan lembut.


"Iya aku minta maaf gak ngasi tahu dulu. Karena mendadak aku pulang kampung pagi sekali. Soalnya aku rindu sudah lama tidak berkunjung ke makam keluarga ku. Disana juga tidak ada sinyal, jadi tidak ada kabar untuk di hubungi. " Terang ku dengan seksama agar dia paham dan maafkan sikap ku yang pergi tanpa pamit.


"Cieeee sang Romeo dan Juliet melepas kan kerinduan nya berduaan. " Sapa teman-teman nya yang rupanya dari tadi sudah ada depan pintu ngintip mereka berdua.


"Nama nya dia cinta mati sama aku. " Kata ku sambil mainkan mata menatap gadis cantik itu.


"Iyalah aku panik tau. " Jawab nya sambil mringis menatap ku.


"Sangkin panik nya dia nyariin kamu kayak orang gilak tiap pagi nunggui depan pabrik. " Ledek jaka yang sambil tertawa lebar dia menggoda kami.


"Bener tu. Dipaksanya kami ngantar kan dia kerumah kamu. " Sahut teman nya yang lain.


"Mungkin takut kehilangan kamu kali. "


Lalu kami melanjut kan kerja seperti biasa nya tanpa ada masalah sedikit pun. Tampak wajah indah nya berdamping rambut panjang yang indah dia bekerja sambil senyum sendiri seperti bahagia banget tau aku sudah pulang. Kini dia pun makan sudah tidak payah lagi.


sela makan siang di kantin dia duduk sendiri karena aku lagi ada kerjaan jadi agak telat makan nya.


Dari belakang aku coba peluk dia dan cium pipi tembemnya namun dia tak ada rasa malu apalagi marah. Semua terasa biasa bagi kami yang setiap harinya seperti itu.


"Ummmmmuah."


"Maaf kan aku ya sayang uda buat kamu hawatir. "


"Iya loh gak apa-apa. Yang aku hawatirkan itu takut kamu kenapa-napa. "


"Bilang aja takut kehilangan aku. " Goda ku buat dia kebaperan mungkin.


"Bisa aja kamu. "

__ADS_1


"Tapi jujur ya kamu bener suka sama aku? "


"Emmmm.Bagaimana ya? " Jawab nya dengan sedikit ragu dan bimbang.


"Hayoooo."


"Kamu kan tahu dari dulu aku emang suka sama kamu. Terus kamunya gak mau ngenal cinta karena trauma masa lalu kamu yang gagal menikah. "Terang nya dengan jujur perasaan dia sebenarnya.


" Emang sih. "


"Kamu sendiri gimana? "


"Aku awalnya juga nurup hati gak mau kenal cinta. Tapi kemarin ke kampung dan bertemu mantan kakak ku yang dulu, dia sudah menyadar kan aku. Dia benar tentang aku gak boleh nyerah, harusyakin mungkin bukan jodohku, danTuhan pasti akan menyiapkan jodoh terbaik untuk ku. "


"Jadi kamu bertemu dia? "


"Iya ketemu bawa anaknya di makam.Dan aku sadar bahwa kamu bener serius mencintai aku. "


"Lalu bagaimana? "


"Kamu mau menjalin hubungan denganku menjadi kekasih ku? "


"Serius? " Kata gadis itu terkejut sekaligus berbunga-bunga.


"Ya serius lah. "


"Gak.Kamu pasti becanda kan? Kamu pasti bohongi aku kan? "


"Serius loh bawel. Mau apa gak? Kalau gak aku mau cari yang lain. "


"Ehh jangan kok. Iya aku mau. "Celetus gadis itu dengan tegas karena takut dia mencari cewek lain seperti yang dia katakan.


" Ya sudah. Mulai hari ini kita jadian ya."


"Iya sayang. "


Akhirnya setelah sekian lama mereka pura-pura pacaran, kini mereka pacaran beneran. Sedangkan teman yang lain gak tau bahwa kami baru saja jadian.

__ADS_1


Pikir mereka selama ini kami sudah pacaran karena sangat mesrah.Padahal cuman pacaran bohongan. Seiring berjalan waktu cinta itu datang dengan sendirinya setelah tersadarkan oleh kata-kata bang Raka yang ku temui di kampung sedang mengunjungi makam kakak ku. Kini aku sadar bahwa di dunia ini ada orang yang bener mencintai aku dan menerimah aku apa adanya tanpa memandang harta. Begitu juga orang tua Bella yang sepertinya setujuh dengan hubungan kami tanpa memandang aku berada dari keluarga miskin sedangkan dia dari keluarga kaya raya yang berkelimang harta tidak seperti masa lalu ku.


__ADS_2