Kisah Cinta Penulis Kecil

Kisah Cinta Penulis Kecil
Kepulangan Orang tua kami Dari Haji


__ADS_3

Setelah berminggu-minggu mereka pergi ke tanah suci, takterasa tinggal hitung hari lagi mereka pulang ke kampung halaman.


"Imam.Orang tua kita sudah mau pulang kata nya ya? "


"Iya sayang sekitar minggu depan mereka pulang. "


"Lalu kita jemput lah ya? "


"Iya nanti kita nyewa mobil jemput mereka di bandara bareng ya sayang. "


"Iya sayang. Terimah kasih ya. " Senyum gadis itu yang bahagia orang tua nya kembali karena dia sudah rindu juga dengan keluarganya. Tak jauh beda dengan aku yang bahagia dan rindu pada keluarga ku.


"Jadi kita buat acara keluarga apa gak?"


"Buat pun bisa sebagai wujud syukur kita pada Tuhan yang maha esa. Nanti kita undang beberapa anak yatim kerumah ya. "


"Iya sayang. "


Beberapa hari kemudian mereka ijin libur kerja saat yang barengan untuk jemput orang tua mereka di Bandara saat yang barengan.


Pagi itu sebuah mobil mewah datang kerumah mereka bersiap berangkat menjemput orang tua mereka di Bandara. Dengan semangat dan berseri mereka bersiap-siap pergi.


"Sudah siap? " Tanya ku sambil memegang tangan lembut Bella.


"Udah sayang. "


"Gak ada yang ketinggalan? "


"Gak ada kok. "


Dengan santai mobil itu melajuh kurang lebih tiga jam laamnya hingga kami sampai.


Tampak pesawat rombongan haji yang bersiap mendarat dengan selamat.


"Papa.Mama." Sapa gadis itu gembira sambil memeluk kedua orang tuanya.


"Ayah.Ibu.Bagaimana perjalanan nya? " Tanya ku gembira sambil mencium tangan mereka dan tak lupa pula ku cium tangan kedua orang tua gadia indah yang bersama ku.


"Alhamdulilah semua berjapan sangat lancar tanpa kendali. "

__ADS_1


"Syukurlah kalau begitu. "


"Kalian sendiri selama kami pergi bagaimana keadaan nya? Gak perna berantam kan? " Tanya papa nya gadis itu menggoda kami yang datang bersamaan.


"Gak ada kok om. Cuman Bella aja ngambek sedikit. " Kata ku sambil ketawa ngejek Bella.


"Enak aja . Mana ada aku merajuk ya. Kamu itu yang merajuk. " Sahut Bella sambil manyung yang kemudian dipeluk sang ibundanya.


"Ya sudah sebelum kita pulang makan bersama aja kita yok! " Seru ku agar kami menikmati suasana kedua keluarga pergi bersama. Karena jarang-jarang ada momen seperti ini.


"Ide bagus itu. " Kata mereka bersamaan dengan setujuh.


Lalu kami berangkat menujuh restoran yang tidak begitu jauh dari tempat kami menjemput keluarga kami.


"Om.Kami berniat buat acara bareng mengundang anak yatim sebagai wujut syukur kita yang berhasil berangkat haji bareng tahun ini. "


"Ide bagus itu. Kapan rencananya? " Sahut papa gadis itu dengan penuh semangat kala mendengar pernyataan ku.


"Ini masih kami rencanakan waktunya. Kalau bisa kita adakan disatu tempat aja biar ramai. "


"wah kamu mulia sekali niatnya. " Sahut ayah ku dengan penuh gairah.


Siang itu kami makan bersama di restoran itu penuh canda tawa sudah seperti yang berumah tangga saja kami saat itu. Sampai kami tidak ingat waktu sampai sore di tempat itu.


"Iya gak terasa ya ibu besan. " Sahut ibu gadis itu dengan terkejut.


"Ya sudah. Ayok kita punagn dan beristirahat! " Seru ayah kami barengan.


Kami pun bersama pulang dengan mobil mewah yang kami sewa untuk menjemput kedua orang tua kami.


Sepanjang perjalanan kami berjalan dengan becanda ria seperti ramai dipasar saja sampai hampir tiga jam lamanya kami tempuh perjalanan.


Sesampai dirumah kami sempatkan antar keluarga kekasih kami terlebih dahulu sebelum akhirnya kami pulang kerumah.


"Alhamdulilah om kita sampai dengan selamat. "Ujar ku penuh gembira dan membuka pintu mobil mereka keluar. Sambil mengangkatkan koper bekal calon mertua ku.


" Terimah kasih ya sudah menemani anak kami semata wayang. Dan terimah kasih sudah jemput kami pulang. "Ucap sang orang tua gadis itu seraya memeluk ku erat.


"Terimah kasih kembali om. Ini semua sudah kewajiban saya melindungi bidadari cantik seperti dia dan menjemput orang tua kami. " Kata ku sambil senyum menggoda gadis itu.

__ADS_1


"Cieee yang bidadari. " Goda ibunya pada gadis itu.


"Apaan sih ibu? Kamu terlalu berlebihan menggoda aku. " Jawab gadis itu tersipu malu sambil tunduk kan kepala.


"Ya sudah. Kami pamit dulu ya, pak! Sampai ketemu dilain waktu dalam keadaan sehat wa'affiat. " Sahut ayah ku sambil bersalaman dengan keluarga nya yang mungkin lelah.


"Baik pak. Hati-hati di jalan. "


"Iya pak. Assalamu'allaikum. "


"Walaikumsalam."


Lalu kami berjalan mobil kami menujuh rumah kami untuk istirahat.


"ALhamdulilah sudah sampai. "Kata ayah senyum penuh bahagia dan syukur.


" Sini biar Imam angkat semua perlengkapan ayah ibu! "


"Iya, nak. Perlu bantuan? "


"Sudah.Ayah dan ibu masuk saja untuk istirahat. Ini biar tugas saya. "


Mereka langsung masuk kedalam kamar dan rebahan. Sedangkan aku sibuk memberesi perlengkapan kedua orang tua ku.


"Bu.Kita beruntung ya miliki anak seperti Imam. Sudah tampan, baik, sholeh, , sopan, dan berbakti lagi sama orang tua. " Ucap ayah nya dengan penuh syukur dan sangat bahagia kala itu.


"Iya pak. Orang tua nya oasti sangat bahagia melihat dia. Walau sudah tiada, mereka pasti beruntung miliki anak seperti Imam. " Sahut ibu yang juga penuh syukur miliki aku sebagai anak nya.


Karena hari menjelang sore, aku mandi dan rebahan tanpa sadar sampai larut malam aku tertidur.


"Imam.Yok bangun makan malam! " Terdengar panggilan ibu ku dari depan pintu.


"Iya bu bentar. Loh sudah jam 9 malam rupanya. " Aku terkejut karena terlalu lama aku istirahat sampai di panggil ibu ku.


Lalu aku keluar dan bersiap makan malam bersama keluarga ku yang sudah sejak tadi menunggu kehadiran ku makan di ruangan dapur sederhana keluarga kami.


Tampak beberapa sayur yang sangat lezat masakan ibu ku yang beberapa minggu ini belum ku cicipi karena mereka pergi ke tanah suci bareng calon mertua ku.


Ku lahap dengan semangat masakan itu yang membuat kedua orang tua ku bahagia dan bersyukur aku tidak perna pilih makanan yang mereka masak. Selama itu sehat aku bersyukur di karuniayi masih bisa makan dengan apa adanya.

__ADS_1


Sehabis makan aku pamitan untuk istirahat karena capek seharian diluar jemput orang tua mau pun calon mertua ku yang ditemeni gadis cantik bidadari ku hingga aku terlelap karena esok harus bekerja lagi seperti biasa. Mungkin kali ini mencari modal nikah kami seperti yang diharapkan kedua orang tua kami tempo hari sebelum mereka berangkat haji.


Aku rela pernikahan ku ditunda demi melengkapi ibadah orang tua ku ke tanah suci kemarin.


__ADS_2