Kisah Cinta Penulis Kecil

Kisah Cinta Penulis Kecil
Masa lalu Mengganggu


__ADS_3

Setelah mereka menikah dan tinggal bersama seakan hidup mereka sempurna dan tidak ada lagi halangan mereka bersatu.


Suatu hari mantan Bella yang kala itu ditangkap polisi karena buat onar diacara pernikahan mereka kini sudah bebas. Hampir setiap hari dia mengirim bunga dan barang bermacam-macam tanpa identitas yang membuat Imam curiga sekaligus penasaran seolah itu selingkuhan istri ku.


"Tinggg nung. " Suara bell rumah kami bunyi dengan keras karena ada yang berkunjung.


"Tidak ada siapa-siapa. " Kata ku saat membuka pintu namun tak ada seorang pun yang datang.


"Siapa sayang? " Tanya Bella yang dibelakang ku tanpa ku duga.


"Gak tau ne. Pas ku buka gak ada siapa pun di depan. "


"Itu apa di teras? " Kata dia sambil menunjuk kotak kado dan setangkai mawar merah beserta sepucuk surat.


"Coba ambil! " Kata ku.


"Haaaa.Kok ada bunga dan cincin ya? Punya siapa ini? "


"Loh bukan nya ini cincin tunangan kamu kemaren sama laki itu yang sempat gagal? "


"Kayak nya iya sayang. "


Karena penasaran kami semakin besar kami pun buka surat kecil yang ditulis lelaki itu.


"Untuk Bella tercinta.


Ini ku tulis kan surat dan cincin pertunangan kita waktu itu sebagai tanda sayang ku kepada kamu. Maafkan atas salah ku pada kamu.


Aku akan selalu menunggu kamu kembali, meski ku tahu kamu sudah miliknya.


Jika dia tinggal kan kamu, kembalilah padaku karena pintu hati ku selalu terbuka untuk mu. "


"Apa maksutnya ini? " Tanya ku sambil menatap wajah istri ku.


"Aku juga gak tau sayang. Apa dia sudah bebas dari penjara? "


"Kurang tahu. Sudahmungkin. "


"Ini cincin kan sudah ku pulangkan sama dia karena aku sudah gak mau sama dia. "


"Apa kamu masih komunikasi sama dia? "


"Gak ada sayang. Sudah lama kami putus koktak. "


"Ada apa ini kok ribut? " Kata ibu mertua ku yang berjalan menghampiri kami disusul dengan ayah mertua ku.


"Ini pa. Ada yang kirim ini kemari tapi gak tau siapa. Dan dia juga ngirim surat ini untuk Bella. Mungkin mantannya waktu itu."


"Sudah.Jangan bawak fikiran dan jangan diperbesar masalah nya. Mungkin ini cobaan awal rumah tangga kalian Tuhan. Kalian jangan sampai terkecoh dengan masalah kayak gini. Jika kalian terpancing maka dia akan senang rencana hancurkan kalian. " Kata ibu mertua.

__ADS_1


"Sini barang-barang itu biar papa yang urus! "


Lalu kami serahkan semua barang itu kepada mertua ku dan gak tau dibawa kemana barang itu.


karena sejak kejadian itu aku mulai diam dan agak minder melihat kejadian itu membuat istri ku merasa bersalah dan berfikir aku cemburu dan marah.


"Mas aku mintak maaf ya. "


"Maaf soal apa sayang? "


"Maaf soal kejadian tadi. "


"Iya gak apa kok. "


"Bener kamu gak marah? Karena sikap kamu diam saja aku hawatir kamu cemburu dan marah. "


"Gak apa kok sayang. Akudiam bukan karena marah kok, cuman aku diam karena gak ingin memperbesar masalah ini makanya aku diam saja."


"Bener sayang? "


"Iya loh. " Kata ku sambil senyum dan cium kening dia hingga menenangkan dia.


Setelah kejadian itu kami mulai kembali normal seperti biasanya melupakan kejadian itu.


Hingga keesokan harinya kembali terulang dia mengirim bunga dan boneka kerumah kami.


"Loh ini kok ada barang lagi? Apa dia ngirim ini lagi? " Kata Bella dalam hati bingung dan hawatir aku marah lagi mengetahui hal ini.


"Emmmm ini. " Kata Bella tanpa berani berkata apa-apa menunjukan barang itu dan tampak tulisan dikotak bertuliskan I love you Bella.


"Sebenarnya mau nya ne orang apa ya?"


"Gak tau aku mas. " Jawab Bella pelan sambil menunduk kan kepala.


Lalu ku ambil dan membakar barang itu tanpa sepata kata pun dan istri ku hanya diam saja.


"Loh Imam bakar apa sayang? "Kata ibu mertuaku dengan lembut.


" Itu lah dia ngirim barang lagi kayak kemarin. Jadi Imam marah mungkin dibakarnya. "


"Mantan kamu itu? "


"Iya ma. Aku takut mas Imam marah besar dan mengira yang tidak-tidak padaku. "Kata Bella sambil berlinang air mata karena takut dan hawatir akan jadi masalah.


" Ya sudah biar nanti mama sama papa mu yang bicara sama dia. "


"Iya ma. "


"Beraninya dia buat onar lagi setelah anak kita menikah. Papa harus buat perhitungan sama mantan Bella itu. "

__ADS_1


"Sabar pa. Jangan sampai kepancing emosi dan malah akan buat nambah masalah. "


"Iya ma. Papa juga tau kok aturan harus ngapain. "


"Ya udah nanti kita coba tenangkan Imam ya. "


"Iya kasian Imam sama Bella. Baru aja nikah punya masalah kayak gini lagi. Papa juga hawatir mereka akan tengkar. "


Setelah habis total barang itu ku bakar, aku masuk kedalam rumah dengan raut kesal dan puas juga abis bakar semua itu.


"Nak Imam. " Sapa ayah mertua ku.


"Iya pa. "


"Papa mau ngomong sesuatu. Mari duduk bentar. " Kata nya lalu aku pun duduk tepat diantara ayah dan ibu mertua ku.


"Kamu harus sabar dan jangan terpancing emosi ya. Papa takut itu cuman akalan dia hancurkan rumah tangga kalian. Yang kalian tidak aneh-aneh dan tidak berbuat salah. "


"Iya pa aku ngerti kok. "


"Kamu marah sama Bella? "


"Tidak kok. Aku marah sama lelaki itu karena lancang dia ngirim barang untuk istri ku. "


"Ya sudah. Sekarang kamu hampiri Bella sedang nangis ketakutan hawatir kamu marah sama dia! "


"Bella nangis? "


"Iya dia sangat takut kamu marah sama dia karena itu. "


"Bella kan gak salah. Jadi untuk apa aku marah sama dia? Ya sudah ku hampiri dia dulu ya pa. "


"Iya nak. "


Lalu aku pergi ke kamar melihat wanita yang sangat ku cintai menangis seduh ketakutan aku akan marah. Hingga ku peluk dari belakang agar dia gak nangis lagi.


"Bidadariku kok nangis. "


"Mas aku minta maaf. Kamu jangan marah . Aku... "


"Iya sayang. Kamu gak perlu takut gini kok. Kamu gak salah apa-apa kok. "


"Aku takut kamu marah dan tinggali aku. "


"Selama kamu gak salah aku gak akan marah sayang. Aku percaya sama istri ku. "


"Terimah kasih ya sayang. "


"Udah jangan nangis! Ayok kita sarapan dulu! "

__ADS_1


"Iya sayang. "


Lalu kami pergi sarapan bareng orang tua kami seperti biasa sebelum kami berangkat kerja bareng dan melupakan semua masalah yang ada walau dihati Bella masih ada yang ganjal penuh rasa bersalah dan takut akan masalah keluarga kami semakin besar karena kehadiran masa lalu dia yang mengganggu kami.


__ADS_2