Kisah Cinta Penulis Kecil

Kisah Cinta Penulis Kecil
cinta tak kesampaian ajal ku tiba 2


__ADS_3

awal mulah kisah kita perkenal kan seorang pemuda yang mendekati gadi cantik, periang, memiliki paras cantik dan suara merdu yang memiliki mimpi tinggi menjadi penyanyi terkenal.


Sebut saja nama aku peran lelaki yaitu ' Joy". Sedang kan peran perempuan bernama Irma"


Joy sangat tertarik pada Irma sejak dahulu, sehingga dia terus mendampingi dan akrab pada Irma setiap hari berharap Irma membuka hati nya untuk dia. Tetapi Irma hanya menganggap dia sudah seperti kakak kandung nya karena kebaikan nya.


"Joy. Nanti malam aku mau di undang manggung pengganti organ tunggal di desa seberang. Tapi, karena jauh aku gak ada temen nya pulang. "


"ya sudah. Biar aku yang menemani kamu lah nanti. "


"serius? " ucap Irma sangat girang karena dia sangat hoby menyanyi dan emang impian nya juga penyanyi.


"iya.Kemana pun kamu aku antar. "


"Ihh... Terimah kasih banget sayang. " Ucap nya bahagia sambil tanpa sadar Irma memeluk Joy sambil mencium. Perasan Irma biasa saja seperti memeluk abang nya.


"Tuhan... Aku bener gemeteran di peluk orang yang sangat dicintai. Walau pun dia tidak tahu perasaan ku sebenarnya. " Kata Joy dalam hati sambil merasakan jantung berdebar keras tak menentu.


Akhirnya mereka pun pergi ke acara pesta untuk manggung. Dengan sabar dan sangat tekun ia menunggu Irma yang manggung hingga larut malam dan selesai acara.


"Joy... Ayok kita pulang! " Ajak Irma dengan lembut dan senyum seakan terang sekali menghapus gelap nya malam kala itu sambil genggam tangan ku.


"ohhh ayok. Mau langsung pulang atau makan dulu kita? "


"Emmmm. Kalau makan, emang kamu mau teraktir? " Goda Irma dengan sangat lembut sambil berkedip mata indah nya seperti pelangi.


"Kalau untuk kamu jangan kan makan. Menempuh rumah tangga bersama kamu walau sengsara pun aku rela. " Goda ku agak nakal.


"Ihhhhh.So swet banget. Kamu bisa aja lah kalau gombal. "


Lalu kami makan bersama dan selesai itu kami pun pulang.


"Ehh.Thanks ya sudah nemeni aku manggung. Traktir makan, sampai antar pulang. " Ujar Irma senyum manja.


"iya sama-sama sayang. "


Lalu aku pulang dengan bahagia. Terus lah seperti itu kami setiap saat jalan bersama dan aku sangat nyaman.


Suatu hari aku mulai dalam perasaan ku sama Irma dan ku ajak jalan dia ke taman dengan suasana romantis.

__ADS_1


"Irma."


"iya."


"Aku boleh gak jujur sama kamu? " Kataku gugup takut dia malah marah pada ku.


"Mau jujur apa, sayang? " Kata Irma dengan senyum tak menyangka aku akan ungkap kan perasaan ku pada dia.


"Jujur sebenarnya aku dari dulu udah sayang banget sama kamu. Aku merasa nyaman banget sama kamu. Bisa melihat kamu senyum aja aku bahagia. "


"ahh.Sungguh demikian kah? " Tanya Irma dengan sedikit becanda tanpa ada keseriusan.


"Kamu mau gak jadi pacar ku? " Tanya ku sambil menggenggam tangan Irma yang lembut bagai kain sutra.


"Kamu becanda aja lah. Kita itu da temenan lama. Aku udah anggap kamu sebagai kakak kandung ku sendiri. " Jawab Irma senyum seakan dia sama sekali merasa aku lagi becanda.


"Aku serius loh. "


"Udah ah jangan bahas itu. Bentar lagi pacar ku datang. " Kata Irma manja yang seakan hati ku terasa di pukul balok kayu rasa nya menerimah pernyataan dia seperti itu.


"apa? " Aku berkata sangat kaget gak karuan dan sembari berkaca mata ku seakan bagai banjir bandang yang akan menjebol tanggul ku.


"Apa? Kamu sudah pacaran sama dia? Sejak kapan? " Tanyaku terkejut gak percaya ternyata dia pacaran dengan Anton sahabat ku sendiri secara diam-diam.


"Ehh... Ada bang Joy rupanya? "Kata Anton sambil senyum perasaan bahagia jumpa sahabat nya.


" Iya. Jadi kami pacaran sudah setahun lama nya. "kata Irma sambil senyum manja.


" Sungguh hancur dan luluh lanta perasaan ku kala ini bagai gelas hancur seribuh tak berwujud lagi. "Ujar ku dalam hati tanoa sepatah kata pun tertutur dari lidah ku.


" Ya uda yok kita jalan bareng bang Joy! " Ajak pacar nya pada ku.


"Gak lah bro. Aku capek mau cepat pulang biar tidur. " Kata ku lemas serasa hampa.


"Ohh ya sudah. Terimah kasih ya Joy. " kata Irma bhagia dan senyum.


Aku hanya senyum dan acuh kan jempol pada mereka dan beranjak pulang dengan tertatih seakan tak berdaya dan langsung pulang.


Keesokan hari aku hanya berbaring di tempat tidur seakan tak selerah mau berbuat apa pun sejak kejadian semalam.

__ADS_1


Ternyata di samping itu Irma menelpon ku ber ulang kali tak ku sadari hingga dia panik mencari ku kesana kemari.


Saat menjelang sore aku berjalan tanpa arah ke sungai yang agak jauh dari rumah ku. Bagai ling lung seakan hampa aku berjalan gak tau mau kemana. Hingga di persimpangan jalan aku melihat Irma dari kejauhan yang berantam dengan Anton. Ternyata dia memergoki Anton diam-diam selingkuh dari nya.


"Aku kecewa sama kamu. Aku pikir kamu setia, ternyata kamu buaya. " Suara seduh amukan Irma yang hancur dan kecewa penuh air mata.


"Sayang... Ini tidak seperti yang kamu kira. " Teriak Anton coba jelaskan pada nya namun dia sudah tidak peduli karena terlalu kecewa.


Irma lari ke jalan dengan wajah merah dan air mata memenuhi wajah indah nya kala itu. Disusul Anton yang mengejar nya dan tiba saja dari arah belakang lewat mobil avanza melajuh kencang tak terkendali mau menabrak Irma.


"Irma awas! " Teriak ku kuat agar Irma tidak tertabrak mobil sekaligus aku berlari dan.


"bruaaaaaakkkkkkk." Suara mobil menabrak tubuh ku yang habis mendorong tubuh Irma hingga tersungkur.


Kala itu tubuh ku ibarat dedaunan yang di hampas angin sangat dahsyat terpental dan kepala ku menatap batu. Sontak saja pengemudi berhenti dan keluar untuk menolong aku. Tak terkecuali Irma yang di iringi teriakan.


"Joooooooooooooy." Teriakan Irma seakan bagai menembus langit ke tujuh. Sambil berlari dan memeluk tubuh ku yang berlumur darah segar.


"ehhhh.Irma.


Kamu tidak apa-apa sayang? " Suara ku terpatah-patah sambil senyum memegang pipi Irma.


"iya.Kamu yang terluka karena aku. Maafkan aku. " Suara penyesalah dan tangisan Irma yang pecah kala itu.


"Irma.Apakah kamu sayang padaku? Apakah kamu cinta padaku? "


"iya aku sayang oada mu, joyyy. Aku cinta pada mu. Kamu harus bertahan, jangan pergi! " Tangisan Irma sambil memeluk erat tubuh ku yang lemah penuh darah.


"Terimah kasih, sayang. Jaga diri kamu baik-baik. Tugas ku selesai. " suara ku tertatih dan perlahan senyum hingga hambuskan nafas terakhir.


"Tidak joy. Kamu harus kuat! Kamu harus bertahan! Kamu jangan pergi! Jooooooooy. " Suara ngacau Irma yang gak karuan.


Meski begitu, nyawaku pun tak terselamat kan dan aku bahagis. Walau hanya sedetik aku hidup mendapat kan cintanya, setidaknya aku bahagia dia yang ku cinta terakhir kali dalam hidup sebelum aku pergi.


Cerita pun berakhir sampai di sini. Kadang cinta itu buta. Cinta memang tak harus memiliki.


Namun cinta yang tak mampu kita miliki, dapat membuat kita bahagia dengan melihat dia bagaia walau tidak bersama kita.


Itulah misteri cinta yang kita tak perna tahu kapan akan terjadi.

__ADS_1


__ADS_2