
Farid.
Adalah lelaki yang jelek, miskin, dan kumal. Dia mencintai gadis cantik , tinggi semampai, kaya, dan pasti nya tidak sedikit pria yang rela berebut mendapat kan hati nya.
Suatu ketika di siang hari saat gadis berambut panjang, tinggi, berkulit putih dan berparas cantik itu ber nama Dina. Kala siang itu Dina sedang melamun di sebuah taman sendirian.
"Hai... Kamu lagi sendirian ya? " Sapa Farid dengan lembut kepada nya.
Dina yang terkejut dengan menarap nya sinis dari atas kepala sampai ke kaki betapa jelek dan kumuh nya lelaki itu dalam hatinya. Tanpa sepatah kata iya memandang seakan jijik melihat aku.
"Ditanyak kok bengong. " Ujar ku coba sadar kan dia.
"Ihhh.Apa sih lu bikin kaget aja? Gak usah sok akrab napa. " Jawab nya sewot sambil mengkerut kan wajah seakan ilfil.
"Saya kan mau ajak kenalan biar akrab."
"Udah gak perlu. Udah tau aku nama mu Farid kan?" Celetus nya marah.
"Iya.Boleh kan kita kenal dekat? "
"ihhhhhh.Gak banget deh dekat sama cowok jelek, miskin, dan kumal kayak kamu. " ujar dia sedikit menghina terang-terangan.
Karena malu aku pun menundukan kepala dan perlahan berpaling menghindar dari dia.
"Ih amit-amit aku dekat orang kayak kau. " Gerutu nya seakan jijik.
"Napa toh sayang? " Tanyak Rahmat dari belakang yang kekasih Dina yang dari tadi perhatikan dia ngomel sendiri.
"Cemana gak emosi coba. Udah lah panas banget, nunggu kamu lama banget, ehhh di tambah dibikin kesel sama si Farid yang buruk rupa itu sok akrab ngajak kenalan dan dekat sama aku. " Celoteh nya yang emosi tanpa henti kayak kreta api.
"Farid yang jelek dan miskin itu berani godai kamu? "
"Iya.Cewek mana coba yang mau sama dia? "
"Kurang ajar dia. Berani dia godai kekasih ku tercinta. Biar ku kasih pelajaran dia. "
Lalu mereka pergi jalan berdua sampai menjelang sore. Dan disore hari, Rahmat bertemu dengan aku di belakang bekas gedung olah raga.
"Hee. Sini kau kurang ajar! " Marah dia sambil menarik aku ke tempat sepi.
"Apa salah ku pada mu? " Kata ku dengan penasaran.
"Masik kau tanyak apa salah mu? Udah jago kau rupanya? Berani nya kau godai pacar ku si Dina? " Kata nya marah sambil ninju perut ku dan wajah ku beberapa kali hingga memar.
__ADS_1
"Aduhhh.Ampun aku gak berniat begitu." kata ku sambil menahan sakit, tapi aku gak berdaya melawan karena dia kekar badan nya dua kalinya badanku.
"Ngaca dulu kau baru dekati dia! " Kata lelaki itu sambil berjalan menjauhi aku.
Aku pun berjalan dengan rasa sakit di perut dan wajah ku akibat pukulan dari dia tadi.
Keesokan hari nya aku melihat Dina sedang mesraah di depan ku dan sengaja ngejek ku biar iri. Akuhanya mampu diam melewati mereka dengan tunduk kan kepala.
Tak lama kemudian mereka pun pulang. Saatku lihat Rahmad mengantar Dina pulang, aku gak sengaja melihat lelaki itu transaksi narkoba dengan pelanggan nya. Tapi gak sempat ku rekam karena gak bawa hp.
Aku pun menemui Dina yang sedang duduk santai di teras rumah nya.
"Dina."
"Ihh.Ngapai lagi sih kamu kemari? Apa kurang pukulan dari pacar ku semalam? "
"Terserah kamu mau menerimah cintaku apa gak. Tapi kamu harus tahu kalau pacar kamu itu gak baik. Dia pengedar narkoba. "
"Biaaaaarrrr" Suara air dalam gelas yang di siramkan Dina tepat di wajah ku karena kesal dia.
"Bagus kamu bicara ya. Kalau kamu tidak suka sama dia karena ku tolak dan dia mukul kamu, bilang aja. Gak perlu kamu jelek kan dia di depan aku. Dia anak baik-baik bukan seperti kamu tak tau diri dan suka fitnah. Biar ku laporkan kamu sama dia karena kamu fitnah dia. "
"Terserah kamu percaya tidak. Kamu akan melihat sendiri nanti. " Kata ku sambil pergi dan lap wajah ku yang basah karena siraman air dari Dina.
Tanpa berfikir panjang saat aku sedang duduk sendiri di taman mereka datang.
"Kurang ajar kau. "
"Plak.plak.plak." suara pukulan bertubi dari tiga orang itu mendarat di wajah dan badan ku hingga memar yang amat banyak.
"Sekali lagi kau ganggu dia atau bongkar rahasia ku sama dia, kubunuh kau! " Ujar nya sambil meludahi aku dan menunjuk ke wajah ku.
Aku pun pulang dan terbaring tiga hari merasakan lebam sekucur tubuh karena pukulan itu.
Hingga suatu hari aku melihat mereka menujuh ke hutan dan aku mengikuti tanpa rasa takut.
"Kita mau kemana, sih? " Tanya Dina bingung dan takut.
"Udah diem lu! Kita seneng-seneng pokok nya. "
Sesampai di gedung tua dekat hutan, ternyata sudah ada ketiga teman nya yang menunggu mereka merencana kan perampukan sekaligus pemerkosaan terhadap Dina. Karena DINA sangat cantik dan kaya, menjadi sasaran empuk mereka.
"Serah kan semua uang mu! " kata Rahmad sambil todong kan pisau pada Dina.
__ADS_1
"Ini ambil! Mohon lepas kan aku! " Rintih Dina yang ketakutan dan mulai sadar ucapan ku benar.
"Sekarang kau layani kami! "
Belum sempat teriak, mereka membuka paksa pakaian Dina dan mau berbuat kurang ajar. Dari belakang ku pukuli mereka dengan besi yang berserak di lantai hingga pada tersungkur.
"Farid maaf kan aku yang tidak percaya pada mu. "
"Udah gak apa. Kamu baik saja kan. "
"Iya."
"Ya sudah. Tunggu polisi datang sudah ku telepon. "
Saat mereka lengah dari arah belakang Rahmat menembak kan pistol ke arah aku dan kenak tepat di dadaku dan melarikan diri.
"Farid...... " Teriak Dina kaget dan ketakutan memeluk aku.
"Maaf kan aku sudah buat kamu kesal. Tugasku selesai. Selamat tinggal. " kata ku sambil terpatah-patah.
aaf kan aku. Aku sayang sama kamu.Kamu orang baik.
Aku pingsan dan di bawa kerumah sakit.Sedangkan Rahmad dan kawan-kawan di tangkap polisi.
Perasaan kami di ruangan yang luas sejauh mata memandang tidak melihat apa pun kecuali cahaya putih.
"Dina.Aku mencintai kamu. "
"Iya.Aku juga mencintai kamu. Kamu sudah sembuh? "
Tiba saja ada seorang lelaki tua menjemput aku.
"Ayo kita pergi, nak! "
Kami pun pergi tinggal kan Dina
"Farid jangan pergi! Aku sayang sama kamu. Faridddd. " Teriak dina hingga tersadar dia tidur di pangkuan ku saat dirumah sakit.
Di lihat aku sudah meninggal dan dia sangat menyesal dan menangis.
Cerita pun sampai di sini.
Mohon kritikan nya dan saran bagaimana jika kita buat part 4 nya?
__ADS_1