
Setelah rancangan dan perjalanan yang sangat panjang kami lewati kini sampai lah saat yang kami tunggu untuk mengadakan pertunangan kami.
Malam itu tampak wajah gadis yang selama ini kucintai penuh warna bersinar bagai Cinderella menanti kedatangan keluarga kami untuk mengikat suatu hubungan.
Namun sesampai disana aku sudah menyiap kan rencana kejutan besar pada dirinya. Terlihat keluarga ku sudah berada di dalam dan sahabat ku semua turut hadir disana. Namun aku sengaja datang agak lama sampai dia panik takut aku tak datang.
Di acara itu sengaja kami menyewa badut untuk meramai kan acara kami. Tanpa dia sadari salah satu badut itu adalah aku.
"Pak.Mana si Imam kok belum terliha? " Tanya orang tua dia kepada ayah ku.
"Katanya bentar lagi sampai."
"Kok lama sekali. Tamu pada menunggu. "
Sedangkan aku hanya ketawa tanpa suara di balik tebalnya baju badut yang ku kenakan.
"Duhh kemana si Imam ya kok lama sekali? " Tanya gadis itu dengan sangat panik takut akan gagal acaranya.
"Bella kok lama banget si Imam ya? Tanya Jaka dan teman lain nya dengan panik.
" Gak tau itu janji nya jam segini kok belum sampai. "Jawab gadis itu mulai murung sedih. "
"Apa jangan-jangan dia gak datang ya? " Goda temen ku yang semakin buat dia hawatir.
"Ihh jangan gitu dong doa kelen jelek banget. " Jawab Bella dengan raut yang tampak sedih.
Tak selang lama datang tukang post membawa surat dan aku yang beroakaian badut datang menghampiri pos itu.
"Ada apa ya, pak? "
"Ini ada surat dari Imam untuk nak Bella. " Kata tukang pos sambil menjulurkan sepucuk surat. Lalu ku terimah dan ku bawa ke Bella.
"Mbak ne ada surat dari Imam. "
"Surat apa ya? "
"Tidak tau ini mbak. "
"Terimah kasih ya. "
"Kok ngirim surat ada apa ini? " Kata gadis itu semakin hawatir lalu membuka surat itu perlahan dan membacanya.
Untuk Bella
Maaf sebelumnya jika aku mengecewakan kamu orang tua dan semua hadirin disini. Aku sangat cinta kepada kamu, keluarga kamu juga sangat baik pada ku. Tapi aku tak bisa melanjutkan pertunangan ini karena ada keperluan mendadak ke luar negeri.
__ADS_1
Jika kita tidak jodoh ku harap kamu mengerti dan menerimah semua ini. Semoga kamu dapat kebahagiaan dari lelaki yang tepat.
Salan sayang
Imam.
Sontak saja wajah cantik yang dirias itu perlahan sembab dan penuh air mata tak ada hentinya dan suasana haru pun pecah seakan tak percaya dengan kejadian itu.
Suasana menjadi panik dan ramai. Dan ternyata dia tidak sadar semua orang ditempat itu sudah kompaan pada ku pura-pura panik dan tidak tahu.
Tampak gadis itu menangis dan duduk tersudut menangis.
"Imam.Kenapa kamu tega dengan ku? " Suara lirih tangisan gadis itu yang sejak tadi pecah.
"Kamu yang sabar ya Bella. " Kata Jaka mencoba tenangkan dia.
"Iya nak kami minta maaf ya. Kok Imam gak ada cerita sama kami ya soal ini? Kenapa dia tega tinggal kan kamu? " Kata ayah ku yang pura-pura tidak tahu seakan menyalah kan aku yang pergi tiba-tiba.
"Apa ini pak?" Kata orang tua Bella yang memang sudah dirancang buat kejutan dia.
"Kami juga tidak tahu pak. Tadi dia sudah siap-siap dan menujuh kemari. Pas pertengahan jalan dia kata nya ada perlu sebentar dan akan menyusul. " Jelas ayah ku.
"Lalu bagaimana acara ini? apa harus berakhir berantakan seperti ini? " Jawab ibu gadis itu sok panik.
"Jangan pergi! "
"Lepaskan! Aku sudah capek gak mau lagi hidup. "
"Lalu aku mau nikah sama siapa kalau kamu tidak mau hidup? " Kata ku di balik baju badut buat dia bingung.
"Siapa kamu? Apa maksut kamu? "
"Aku badut. Mengapa kamu tidak lihat aku siapa? "
"Apa kamu Imam? " Penasaran sekali gadis itu dan perlahan buka kepala badut yang ku kenakan dan dia melihat wajah ku.
"Imaaaaaaaaam." Teriakan lantang dia seakan menembus langit ketujuh.
"Iya ini aku. Maaf ya. "
"Surprice." Teriakan seluruh orang riruangan itu beserta orang tua dia juga ikut teriak.
"Kalian semua jahat ngerjain aku. "
"Hahaahahahah"
__ADS_1
"Maaf ya sayang. " Lalu aku memeluk gadis itu dan bajuku penuh basah atas air mata dia dan mencoba hapus semua air mata kesedihan dan kekecewaan itu.
"Ada lagi yang kamu harus tahu. "
"Apa itu? "
Tampak tukang pos itu datang dari belakang dapur bawa makanan ringan sambil senyum melihat gadis itu dan aku menunjuk kearah dia.
"Abang kan tukang pos tadi? Tanya dia kaget karena tukang pos masih ada disini dan malah makan cemilan dari dapur.
" Kamu tahu dia siapa? "
"Dia adalah Raka mantan kakak ku yang dulu gagal nikah. "
"Lalu dia kamu undang? "
"Iya bener dia datang bersama anak dan suami nya. " Tampak wanita dengan gaun indah berjalan menujuh kami bawa anak kecil imut yang ku temui di makam kak Dewi saat itu.
"Om Imam. " Panggil anak itu dan memeluk aku dengan erat.
"Mereka sengaja ku undang jadi saksi persatuan hubungan kita. Karena sejak awal mereka lah yang sadar kan aku dan kembali mau mengenal cinta sebelum kita jadian. "
"Selamat ya sayang. " Kata istri bang Raka sambil memeluk kekasih ku berusaha tenang kan Bella.
"Kalian semua jahat udah ngerjain aku."
"Tapi biar kayak di film drama Korea. " Kata ku sambil ngeledek.
Saat itu juga kami mulai meneruskan pertunangan kami dengan bertukar cincin di acara meriah malah itu yang sangat cerah dengan bulan bersinar terang serta bertabur bintang angkasa.
Muali dari yang kecil sampai yang tua menikmati acara pesta dan makan bersama membuat waktu berlarut begitu lama tanoa terasa hampir tengah malam berjalan.
Kini kami sudah resmi tunangan tinggal menunggu kapan waktu yang tepat untuk menikah.
"Cepetan nyusul keburu dia direbut orang. " Bisik ku pada Jaka coba memprovokasi agar mereka cepat nikah.
"Ah bisa aja lu. Kalian dulu diresmikan baru kami nanti nyusul. "
"Kalau gak keburu di tikung orang. "
"Ih jelek kali doa mu telur cicak. "
"Ahahahah takut kehilangan nie." Ledek ku buat dia tersipu malu dan langsung dekati Reny sang kekasih pujaan hati nya.
Tak terasa malam semakin larut. Acara pun selesai dan para tamu perlahan meninggalkan tempat tinggal kami yang saat ini acara kami.
__ADS_1