Kisah Cinta Penulis Kecil

Kisah Cinta Penulis Kecil
Cinta Terhalang Mahar-2


__ADS_3

Awal kisah diperkenal kan dengan sosok bernama Dewi.


Gadis cantik dan lugu yang berasal dari keluarga sederhana yang mencintai lelaki sederhana juga. Hingga mereka berencana menujuh hubungan serius sebuah bahtera rumah tangga.


Dalam sebuah pernikahan, seperti biasa ada nama nya mahar, hantan, mas kawin, dan sederet keperluan lain nya. Begitu pula dengan pernikahan mereka.


Namun karena sang ibu melihat lelaki yang bernama Raka seperti orang mampu yang bisa dia minta segalanya, sang ibu mengajukan syarat jika dia menikahi putrinya dengan meminta emas jumlah besar, uang tunai cukup lumayan, rumah, tanah, dan keperluan lain nya yang terbilang tak masuk akal.


Mungkin karena mereka kala itu tidak memiliki apa pun dan rumah pun ngontrak, ibu merasa memiliki kesempatan meminta segalanya. Tanpa mereka fikir itu awal kehancuran mereka.


"Mas Raka kapan mau melamar Dewi? " Tanyak gadis itu lembut.


"Kalau bisa ya secepatnya. "


"Mas sudah siap kan bicara dengan orang tua ku? "


"Sudah sayang. "


"Ayok kita kerumah swkarang! "


"Baiklah."


Lalu mereka bersama datang kerumah sederhana Dewi. Sesampai disana tampak pemandangan sederhana rumah gadis itu dan di dalam tampak seorang wanita paruh baya yang sedang menonton tv bersama adik Dewi bernama Iman.


"Assalamu'allaikum."


"Wa'allaaikumsalam.Ehh ada tamu. Silahkan masuk nak! " Sapa ibu dengan senyum sambil melirik dari atas kepala ke atas kaki Raka.


"Apa kabar, bu? "


"Baik, nak. Saya ibu nya Dewi dan ini adik nya Dewi. " Tutur ibu perkenalkan diri.


"Nama ku Imam, kak. " Sahut adik dewi sembari bersalaman dengan ku.


"Nama ku Raka. Aku kekasih nya si Dewi. Dan niat kedatangan kemari mau meminta ijin ibu agar merestui kami mau bertunangan. " Jelas ku dengan lembut saat itu.

__ADS_1


"Sungguh? Silahkan saja! Wah ibu bahagia sekali mendengar nya. Kapan rencana? " Kata ibu seakan berbunga hatinya.


"Insyah Allah minggu ini. "


"Bagus itu. Lebih cepat lebih baik. Acara sederhana saja jangan mewah-mewah. Yang penting kalian sah menurut agama dan negara. "


"Jadi ibu setujuh? "


"Iya nak. "


Setelah mendengar jawaban sang ibu, aku merasa puas dan bahagia sehingga tak sabar langsung mengajak keluarga ku melamar Dewi dengan perlengkapan seperti biasa orang lamaran umumnya.


Kala itu kami pun tiba saat nya pertunangan di malam yang cerah. Alangkah terkejut saat itu tiba-tiba si ibu mengajukan syarat yang sangat tidak masuk akal. Sedangkan aku hanya orang biasa yang sederhana bukan lah orang kaya.


"Begini loh nak Raka. Ibu mauengajukan permintaan sebelum kalian nikah jika boleh. " Kata ibu malu-malu.


"Permintaan apa itu, ibu? Jika saya sanggup dan pantas akan saya penuhi."


"Ibu mau kamu bisa membelikan sebidang tanah dan rumah untuk kami. Karena Dewi kan selama ini yang mencarikan nafkah dan membayar rumah kontrakan kami. Jadi jika kamu menikah dan membawa nya, maka kami tak dapat lagi membayar kontrakan.


Ibu sudah tua. Adiknya Dewi pun masih kecil belum bisa bekerja. Lalu berikan uang sebesar Rp 30 juta tunai pada kami untuk bertahan beberara bulan. "


"Sudah nak. Ini semua kan demi kebahagiaan kalian juga. Bagaimana nak? "


"Apa? Senak saja ibu meminta seperti itu. " Lantang suara ibu ku yang sontak emosi saat itu juga mendengar permintaan ibunya Dewi.


"Sudah, bu. Tenang jangan terbawa emosi. " tutur ku menenang kan ibu yang sudah emosi.


"Iya bu jangan marah-marah disini! Gak enak sama tetangga. " Ujar ayah ku.


"Biar saja. Ibu tidak terimah. Batalkan saja semua nya. " Kata ibu dengan sangat marah.


"Jika tidak sanggup ya sudah. Saya juga tidak memaksa. " Ujar sang ibu Dewi dengan sombong nya.


Aku hanya diam dan tak mampu berkata apa pun dan kami membatalkan pernikahan kami seketika saat itu jua. Tamu undangan hanya berbisik menceritakan kejadian itu dan ramai jadi omongan tetangga.

__ADS_1


"Tengok itu! Gadis kampung yang miskin yang gak tau diri meminta harta pada calon nya. " Kata tetangga mereka saat beli sayur di warung ketika Dewi mau belanja sayur.


"Iya tu. Bukannya cantik kali dia. Pikirnya tu laki berak duit apa? "


"Huss. Jangan salahkan anak nya. Bisa aja anak nya gak minta, tapi ibu nya yang gilak harta dan meminta semua. " Nasehat penjual sayur pada sang ibu-ibu.


"Halaaaa. Paling mereka sekongkol anak sama ibu. "


"Bener tu. Masik untung ada yang mau."


Sontak saja tanpa kata apa pun Dewi pulang dengan menangis dan tidak jadi belanja sayur kala itu dan mengunci kamar nya.


"Tuhann.Mengapa hidup ku seperti ini? Apa salah ku? " Tanya Dewi dalam hati sembari menangis seduh di dalam kamar.


"Dewi... " Teriakan sang ibu memanggil.


Ber ulang kali ibu memanggil, namun tak ada jawaban dari Dewi .


"Dewi.Keluar kamu nak! Mana sayuran nya? Kenapa kamu pulang tanpa memasak apa pun? Jadi kita gak makan? " Teriak ibu semakin keras sembari menggedor pintu kamar Dewi.


"Puas ibu sekarang kan? Dewi gak jadi nikah karena ulah ibu. Sekarang dewi jadi bahan gosip ibu-ibu di kampung ini karena ulah ibu. Sekalian aja ibu bunuh aku biar mati sekalian! "


"Jaga muput kamu ya! Ibu lakukan ini semua untuk kebahagiaan kamu dan masa depan adik kamu. "


"Tapi gak kayak gitu caranya, bu. " Suara Dewi yang semakin terseduh dan tak tahan membendung banjirnya air mata.


"Terserah kamu. Capek ibu ngomong sama gadis bodoh seperti kamu. Makan itu cinta. "


Lalu sang ibu kesal dan pergi meninggal kan Dewi yang menangis di kamar. Kala iru dia hanyt dalam keheningan sedih yang mendalam. Mungkin semua wanita akan merasakan hal yang sama ketika berada dalam posisi Dewi.


Tak tahu berapa lama nya dia di dalam kamr itu menangis. Tanpadia sadari Dewi terlelap dengan posisi duduk di sudut kamar tidur.


Sejak saat itu Dewi jadi pengurung di kamar agar tidak terus di gosipin ketika bertemu orang di kampung. Karena di kampung sudah ramai berita soal gagal nya pernikahan mereka.


"Malu, sedih, kesal yang terus menghantui nya seakan memaksa dia menjadi wanita lemah dan tenggelam dalam kepedihan yang mendalam.

__ADS_1


Dewi coba menghubungi Raka berulang kali namun tak ada jawaban. MungkinRaka pun kesal dan emosi dengan semua pernyataan ibu Dewi. Dan keluarga nya pun melarang keras dia bertemu sang kekasih nya itu.


Sungguh tragis hubungan mereka.Berakhir bukan karena dusta atau orang ketiga,Melain kan karena harus di hancurkan oleh permintaan yang tak masuk akal dari orang tua si wanita.


__ADS_2