
Tanpa di sadari hubungan kami sudah cukup lama sampai bertahun lamanya.?Melihat hal itu orang tua kami tentu mendesak kami agar cepat menikah.
”Bella."Sapa dari orang tua nya yang sudah tampak rentan usia senja.
"Iya pa. " Jawab Bella lembut.
"Papa kan sudah tua, kaliankapan mau menikah? Agar nanti pas kami tidak ada, ada seseorang yang menemani dan merawat menjaga kamu. "
"Kayak nya masih lama lagi. "
"Kenapa? Bukan kah kalian sudah cocok dan lama berhubungan asmara?"
"Iya benar. Tetapi Imam masih mencari biaya memberangkatkan kedua orang tuanya haji terlebih dahulu sebelum menikah. "
"Subhanalla.Mulia sekali niat dia. "
"Kata nya itu sebagai wujud balas budinya yang sudah di terimah dalam keluarga nya dan menganggap dia anak sendiri. "
"Baiklah.Papa bangga sama niat nya. Tapi papa juga ingin mendengar langsung dari dia. "
"YA sudah besok dia ku bawa kerumah. "
"Iya nak. Kamijuga sudah rindu dengan dia. Dia sangat santun dan baik sekali. "
Malam itu aku di undang makan malam bersama keluaga Bella dan di sana lah mereka menawarkan agar kami cepat menikah.Namun sesuai yang dikatakan Bella aku akan memberangkatkan orang tua ku haji terlebih dahulu baru menikah.
"Nak Imam. Kami mau tanyak sesuatu boleh? "
"Boleh kok, om. Akan saya jawab dengan senang hati. " Kata ku sambil senyum dengan santun nya.
"Kalian kan sudah lama berhubungan asmara, Kapan rencana mau menikah? "
"Sepertinya masih lama lagi. "
"Mengapa? "
"Saya punya niat memberangkatkan orang tua saya haji sebelum menilah. "
"Apa alasan kamu seperti itu? "
Karena sejak saya sebatang kara kehilangan semua keluarga saya,mereka lah yang menerimah saya sepenuh hati menganggap saya lebih dari anak sendiri. Mungkinjika tidak ada mereka saya tidak ada lagi disini. "
"Wah muliah sekali ya. Saya bangga dengan kamu. Dan saya malu dengan kamu. "
"Mengapa begitu? "
"Saya punya harta berlimpah tidak perna niat berangkat haji padahal itu ibadah. Sedangkan kamu rela menabung untuk pergi haji. "
"Selama Tuhan masih di samping saya maka akan berusaha memenuhi itu om. Dan om sekeluarga juga belum terlambat jika ingin berangkat kok. "
__ADS_1
"Jadi sudah dapat banyak modal kamu? "
"Tinggal sedikit lagi. Insyah allah tahun ini berangkat. "
"Alhamdulillah.Ya sudah kamu fokus mencari modal itu dulu! "
'Iya om. Terimahkasih banyak. "
"Sama-sama. "
Malam yang cerah itu kami makan bersama dan mengobrol sampai tidak ingat waktu. Semuaterasa waktu berputar sangat cepat.
Sehabis makan aku pun pulang kerumah. Belum pun sempat duduk nyenyak, akusudah di suguhi pertanyaan yang sama seperti dirumah Bella.
Ternyata tidak hanya keluarga Bella yang mendesak mereka menikah. Keluarga ku pun demikian ingin kami cepat menikah.
"nak sini dulu!" kata ayah sambil melambaikan tangan untuk memanggil aku yang baru sampai.
"ada apa ayah? "
"Kamu baru dari rumah Bela? "
"Iya benar. "
"Gini loh nak. Kami kan sudah cukup tua usia kami. Kami gak bisa nemeni kamu selamanya. "
"Kalian kan sudah lama pacaran
Bagaimana jika kalian segera menikah saja agar ada yang nemeni kamu saat kami tiada. Kami lihat dia juga baik, orang tuanya baik dan terimah kamu apa adanya. "
"Ayah.Saya bukan tidak mau menikah. " Kata ku sambil bertekuk lutut menggenggam tangan ayah yang terlihat pekerja keras.
"Lalu? "
"Saya lagi mempersiap kan modal untuk ayah ibu berangkat haji tahun ini."
"Mengapa kamu mengutamakan itu, nak? Kebahagiaan kamu yang utama. Kalau tidak ada dana ya janga di paksa." Jawab ayah ku berderai air mata terharu mendengar niat ku itu.
"Udah.Ayah jangan memikirkan itu! Dana nya sudah ada dan tahun ini ayah dan ibu berangkat. "
"Kamu memang anak yang hebat nak." Kata ayah ku seraya memeluk ku erat karena terharu melihat niat ku.
"Ya sudah. Imam mau ganti baju, sholat, terus istirahat ya. "
"Iya nak. " Tampak senyum bahagia sekaligus air mata membuat mata orang tua ku berlinang.
Dengan fakta dan niat tulus ku itu membuat hati orang tua Bella tersentuh dan berniat juga mendaftarkan haji.
Karena keluarga Bella juga bisa di bilang keluarga cukup ber punya, tidaklah sulit mengeluarkan dana berangkat haji berdua.
__ADS_1
Tak berselang waktu lama tahun itu juga mereka berangkat di waktu yang sama menjadi satu rombongan kedua besan berangkat sama.
"Alhamdulilah akhirnya ayah ibu berangkat bareng dengan om tante. "
"Kami titip Bella ya nak selama kami berada di sana! "
"Tenang saja om. Saya akan menjaga dia seperti saya menjaga ibu saya tercinta. " Kata ku sambil senyum membuat Bella senyum tersipu malu.
"Ohh so swet nya. Kamu beruntung dapat kan pendamping hidup seperti nak Imam. Sudah baik, sholeh, sayang orang tua. " Ujar sang ibu sangat bahagis merasa putrinya terlindyngi oleh orang yang tepat.
"Ya sudak kami berangkat dulu ya! Jaga diri kalian baik-baik. "
"Iya ayah. " Jawab ku sambil memeluk kedua orang tua ku dan memcium tangan mereka begitu pula dengan orang tua Bella.
Akhirnya mereka berangkat di waktu yang bersamaan beberapa hari dan tinggal lah kami berdua menjalani aktifitas seperti biasa. Bekerja, bermesraan, dan saling melengkapi satu sama lain seperti selayak suami istri atau biasa di sebut Romeo dan Juliet.
Sesekali aku pun tinggal dirumah Bella menemani dia yang sendiri dirumah sebesar itu sama seperti aku yang di tinggal sendiri oleh orang tua ku.
"Bella.Kalau kita nikah nanti kamu mau tinggal dimana? "
"Kalau bisa bergantian seminggu disini seminggu rumah kamu. "
"Alasannya? "
"Kita sama-sama anak tunggal. Pasti mereka ingin dekat anak cucunya kelak. "
"Ohh begitu. "
"Iya.Bagaimana menurut kamu? "
"Aku si bagaimana baiknya aja akan mendukung. "
"Nah gitu dong. " Kata gadis itu tersenyum sambil memeluk aku.
"Kamu mau nya anak berapa? " Kata ku dengan sedikit menggoda.
"Kalau bisa sih sepasang. Tapi kalau Tuhan beri satu ya apa boleh buat. "
"Kalau aku maunya 10 . Ahahahaahaha. " Kata ku sambil ketawa riang melesengi dia.
"Enak aja kamu. Patahpinggang ku nanti. Satu aja kadang sudah lelah kok malah sepuluh. Emang sapi beranak sepuluh? "
"Bukan aku yang bilang ya. Kamu sendiri yang bilang kayak sapi. "
"Ihh jail banget si kamu. " Kata Bella sambil manyung seakan dia merajuk.
"Jangan merajuk dong sayang. Aku kan becanda saja. " ucap ku sambil memeluk dia sehingga kami berada dalam suasana romantis malam itu di bawah terangnya bulan bintang seperti sepasang suami istri.
Hingga waktu pun larut malam, cuaca semakin dingin. Kami pun masuk ke kamar kami masing-masing untuk istirahat karena besok kerja.
__ADS_1