Kisah Cinta Penulis Kecil

Kisah Cinta Penulis Kecil
Kebersamaan Mereka Dianggap Pacaran


__ADS_3

Sejak saat itu kebersamaan mereka semakin dekat seperti selayaknya pacaran. Namun mereka berjanji tidak akan ada perasaan cinta satu sama lainnya. Karena kedekatan mereka hanya sebatas sahabat dan seperti saudara. Karena mereka mengalami hal yang hampir sama kecewa dalam menjalin asmara dan berhenti mencintai dan menutup hati mereka.


Namun kadang kala mereka memanggil nya pakai kata sayang seolah mereka pacaran.


"Hay sayang. " Sapa Bela kepada Imam sembari memeluk dia dari belakang agar terlihat oacaran saat dia dan teman nya makan di kantin.


"Iya sayang. Kamu dari mana sayang? "Sahut Imam seakan membalas sentuhan sang kekasih dengan senyum mesrah.


" Dari dalam nyariin kamu. Ehh tau nya kamu ada disini. "


"Udah makan belum? Yok makan bareng! "


"Haaaaa." Melongok semua teman kerjanya di kantin kala itu seakan tak percaya dengan pemandangan yang ada seperti mimpi menganggap mereka pacaran.


"Gak salah dengar aku ini? Kalian pacaran? " Tanya Jaka sambil melongok kaget gak karuan.


"Kalau iya emang kenapa? " Tanya Bela sembari senyum pada mereka.


"Heran aja dia udah mau buka hati sama cewek. Dan aneh aja kamu kan kemaren punya pacar. Kenapasekarang malah pacaran sama si Imam? " Sahut sahabatnya itu.


"Nama nya kami saling mencintai. " Sahut gadis itu sembari memeluk erat Imam dari belakang sambil senyum-senyum.


Setiap hari seakan mereka mesra di pabrik kadang kala gandengan tangan sehingga dapat julukan Romeo dan Juliet.


"Minggir! Ada Romeo dan Juliet! " Ujar mereka menggoda.


"Bisa aja lu telur cicak. " Sahut Imam meledek teman nya.


"Oya karpet mana ini biar alas kaki mereka? " Canda mereka membuat setiap hari ramai di pabrik karena mereka.


Hingga suatu hari sang gadis berencana di jodohlan oleh orang tua nya karena terlihat sudah cukup berumur namun belum punya pasangan.


"Bela... Papa mau ngomong sesuatu sama kamu. "


"Ngomong apa itu, pa? "


"Kamu kan sudah cukup berumur. Jadi papa mau jodohkan kamu dengan anak papa. "


"Bella tidak mau. "


"Kenapa nak? "


"Bella sudah punya calon sendiri satu pabrik dengan Bella. "


"Siapa orang itu? Mengapa tidak perna datang kerumah? " Tanya ibu nya seakan ingin tau lelaki idaman putri mereka itu.

__ADS_1


"Nama nya Imam. Dia lelaki yang baik dan rajin bekerja, dia tampan, rajin ibadah lagi. Pokoknya the best lah. " Ujar dia seakan mengelak agar tidak jadi dijodohkan.


"Jika kamu benar punya pasangan, bawalah dia kerumah! Kami juga ingin kenal dengan calon menantu kami. " Kata papa nya dengan tegas.


"Nanti jika dia ada waktu ku bawa kerumah. "


"Ok.Kami tunggu ya. " Jawab ibu dengan merasa sedikit bahagia mendengar kabar bahwa sang putri sudah punya jodoh.


Saat berada di pabrik waktu sela istirahat tiba saja Bella menarik tangan Imam dengan paksa menarik kebelakang.


"Ihhh.Apaan sih kamu narik aku gini? Nafsu amat siang-siang. " Tanya Imam yang kaget sambil canda pada gadis itu.


"Kepala mu lah. Sini dulu aku mau ngomong sayang ku cintaku!"


"Ngomong apa sih kok ngebet banget?"


"Gawat.Orang tua ku mau jodohkan aku. "


"Ihh ya bagus dong kalau gitu aku bentar lagi punya momongan. "


"ohhh ku jitak lah kau lama-lama. "


"Ya terus mau gimana. " Tanya Imam dengan gaya sok geram pada gadis itu.


"Bantu aku. "


"Ku bilang sama papa dan ibu ku kalau aku punya calon yaitu kamu. "


"Gilak kamu. Ngomong asal jeplak aja. "


"Hehehe.Maaf lah nama nya panik. Aku mintak tolong kita kerumah ku dan ngaku jadi pacar ku. Biar gak di paksa mau di jodohkan lagi aku. "


"Wani piro? "


"Yaaa dia mulai perhitungan. Bayarannya tak cium mau? "


"Males lah bau jengkol. Hahahahaha. "


"Muncung mu itu bau jengkol. " kata gadis itu sambil pura-pura manyong.


"Iya ku bantu. Tapi pura-pura pacaran aja ya. Bukan harus menikah. "


"Iya bawel. "


Akhirnya mereka sepakat kerja sama untuk pura-pura pacaran di depan orang tua Bella dan malam itu juga mereka kerumah gadis itu.

__ADS_1


"Om.Tante.Kenali nama ku Imam kekasih nya Bella! " Suara lembut dan santun lelaki itu dihadapan orang tua gadis itu.


"Ohhh.Ini nama nya nak Imam? " Tanya ibu yang senyum bahagia melihat putrinya membawa kekasih tampan dengan sambil salaman dengan pemudah itu.


"Iya tante. "


"Sudah berapa lama pacaran? " Tanya sang ayah yang penasaran.


"Kurang lebih empat bulan sejak kami satu kerjaan. Yakan Bella? " Sapa ku tiba-tiba kejut kan Bella yang sedikit canggung.


"I.. Iya bener." Jawab gadis itu gugup.


"Berarti sejak Bella gagal tunangan tidak lama kalian jadian ya? " Tanya ibu.


"Kurang lebih begitu lah. "


"Dengar-dengar kalian satu kerjaan ya?"


"Benar sekali om. Kan sekali kerja sambil bisa menjaga dia juga. "


"Wah so swet nya kamu. Perhatian banget sama Bella. Pasti beruntung sekali Bella dapatkan orang seperti kamu. " Jawab sang ibu semakin berbunga-bunga.


"Kemarin kami berniat menjodohkan Bella dengan lelaki lain. Karena dia kan sudah berumur juga, dan tidak perna lagi kami lihat bawa kekasih kerumah. Ternyata dia menjalin hubungan dengan kamu. Kami tidak jadi menjodohkan dia dengan lelaki lain. " Terang sang ayah dengan jelas kepada ku kala itu dengan sangat terbuka.


"Mungkin karena saya lagi sibuk bekerja, jadi belum ada waktu kemari aja kok, om. "


"Iya bisa jadi. "


"Kamu punya keluarga? "


"Ayah ibu dan kakak saya meninggal. Saya sebatang kara dan di asuh tetangga saya sejak usia 11 tahun sampai saya dewasa dan sampai sekarang. "


"Ohhh kami mintak maaf ya. Kami tidak bermaksut membuat kamu sedih. "


"Tidak apa kok, om. Semua kan sudah di tentukan sama Tuhan. Kita tidak bisa menolaknya. "


"Iya kamu benar"


Setelah perbincangan serta makan malam kala itu sampai lupa berapa lama mereka berbincang. Kini Bella bebas tidak jadi di jodohkan. Dan untuk meyakinkan mereka bahwa mereka bener pacaran, sesekali Imam datang kerumah gadis itu seperti selayak nya mudah mudi pacaran pada umumnya.


"Imam.Terimah lasih ya sayang. Akting kamu hebat pura-pura jadi pacar ku. Sekarang mereka percaya dan gak akan paksakan aku untuk menikah. "


"Siapa dulu dong? " ujar nya sambil membanggakan diri pada gadis itu.


"Kamu emang hebat sayang ku cintaku."Ujar gadis itu sangat senang. Padahal dalam hatinya dia berkata lebih.

__ADS_1


" Andai saja ini benar terjadi, kamu menjadi kekasih ku? Tentu aku akan sangat bahagia banget. "Ujarnya dalam hati sambil diam-diam melihat photo mesra mereka berdua selama ini agar meyakinkan orang tua nya bahwa mereka saling mencintai satu sama lain.


__ADS_2