
Semua berawal dari keseharian mantan Bella yang selalu mengganggu dan mengirimkan barang-barang kerumah kami.Kamipun yang awal mula biasa saja tanpa hiraukan maasalah itu kini berubah menjadi kecurigaan karena ternyata diam-diam dia komunikasi lewat telepon seluler tanpa sepengetahuan ku.
"Kamukenapa sayang koksenyum sendiri?" Tanya ku penasaran karena curiga tidak biasa nyadia seperti itu.
"Ehhh nganu gak apa kok sayang."Sahut dia dengen erkejut sediki panik karena aku mulai curiga.
"Tapi kamu gak biasa nya kayak gni loh."
"Gak apa-ap loh sayang.Jangan parno gitu napa.Uda ah aku mau mandi dulu."
"Coba pinjam handhone kamu!"
"Apaan sih kamu ini?"
"Kalau gak ada apa-apa kok kamu gak mau hp mu ku lihat?"
"Udah ah aku males ribut aku mau mandii,terserah kamu mau percaya apa gak."Sahut dia dengan sewot sambil cemberut seakan tidak suka aku meminta melihat hp dia.
"Aneh,kok gak biasanya diagitu? Apa dia ada yang di sembunyikanya buat aku curiga aja."
"Ada apa toh nakImam?"Tanya ibu mertua ku dengan penasaran melihat ku kayak gini.
"Gak apa kok bu.Mungkin hanya perasaan ku aja yang gak enak."Jawab ku ngelak seakan tak mau ibu mertua ku tahu apa yang terjadi sebenarnya.
"Ibu tau kamu adayang isembunyikan dan di fikirkan nak.Coba cerita sama ibu nak!"
"Uda gak pa kok bu.Aku gak mau jadi buruk sangka."
"Ya sudah kamu sholat sunah sana! Minta petunjuk sama Allah supaya i beri jalan keluar serta petunjuk yang jelas!"
"Baik bu.'
Lalu aku pergi ambil air whudu dan sholat meminta petunjuk sma Allah agar di beri kesabaran serta etunjuk selama ini atas rasa penasaran ku.
Setelah hais sholat aku pu mulai tenang meski rasa penaaran ku masih ada menguasai hati.
"Mas yok kita berangkat kerja!"ajak Bella denga raut datar tanpa senyum seperti biasa nya.
"Ayok sayang."
Kami pun berangkat bersama menujuh pabrik,sepanjang perjalanan dia hanya diam saja tidak seperti biasa kami yang bercerita dan bercanda sepanjang perjalanan.
"Sayang kamu kenapa sih kokdiem aja?" Tanya ku penasaran yang dari tadi melihat dia hanya diam saja.
"Gak ada apa-apa loh."Jawaban singkat dia.
__ADS_1
"Gak mugkin kamu gak ada apa-apa kaya gini gak seperti biasa.Pasti ada yang kamu sembunyikan?"
"Kamu kenapa si mas?Kamu sudah gak percaya lagi sama aku? Apa kamu mulai nuduh aku selingkuh?'
"Bukan gitu sayang."
"Lalu apa?"
"Kamu gak biasa nya aja kayak gini diam aja kayak patung,nanti bentar-bentar kamu senyum sendiri,udah gitu hp kamu gk boleh ku lihat.Sebenernya kamu ada apa sih?"
"Kamu itu ya mas curiga terus.Padahal gak perna aku macam-macam sama kammu.Mungkin aku lagi capek aja nya udah lah aku capek males debat.Kalau kamu masik curiga terus bahas ini aku turun aja naik angkot."
"Ya sudah aku minta maaf karena curiga dan gak percaya sama kamu."
Akhirnya aku hetikan perdebatan ini agar kai gak berantam lagi.Dan kami pun melanjutka perjalnan ke pabrik dengan hanya diam saja tanpa sepatah kata yng keuar dari lidah kami dua.
Saat kerja aku hanya banyak melamun kurang fokus hingga aku terjatuh dari tangga.
"Kamu kenapa Iman?"Kata Jaka yang menolong aku.
"Gak apa-apa kok bro."
"Mana mungkin kamu gak apa-apa sampai jatoh gini.Pasti ada yang kamu fikirkan?"
"Sebenernya ada tapi ya sudah lah."
"Beberap hari ini aku penasaran dia kok sering diam aja,senyum sendiri,terus sama aku jarang ngomong,kalau ku lihat hp nya dia marah dan kalau di tanyak napa dia gak mau ngaku gitu seakan ada yang disembunyikan."
"Tunggu dulu.Dia bersikap kayak gitu?"
"Iya makanya itu yang jadi fikiran sama aku."
"Tapi jangan buruk sangka dulu bro.Mungkin aja ada yang kamu lupakan janji sama dia makanya dia kayak gitu sama mu."
"Gak ada loh bro.Aku gak perna janji apa-apa sama dia kok."
"Coba kita cari tau dulu.'
"Iya bro."
"Bella tu suami mu jatuh dari tangga di tolong Jaka." Kata kekasih nya Jaka yang panik beri kabar kepada istri ku.
"Apa sih dia kok ceroboh bnget?"
"Gak tau itu coba kamu lihat lah!"
__ADS_1
"Ok say,makasi ya infonya."
"OK."
Lalu istri ku pun bergrgas buru-buru menghampiri kami yang sedang ngurus luka dibadan ku.
"Mas kamu kenapa sih sampai jatuh kayak gini? Kamu pasti melamun aja ne kan?"
"Gak apa sayang.Cuman kecelakaan kerja dikit aja kok."
"Makanya lin kalihati-hati napa! Jangan melamun aja taunya jadi kayak gini kan?"
"Uda jangan ngomel aja kau.Nama nya juga apes siapa yang tau."
"Tapi kebiasaan nanti kayak gini melamun jadi jatuh terus nyusai orang lagi."Omelan istriku yang buat heran temen kami kok bisa dia bersikap seperti itu?
Selepas dia ngobati luka ku dengan wajah sedikit cemberut lalu dia keluar melanjutkan pekerjaan dan meminta ku istirahat tetapi dia sibuk melihat pesan di hp diaa dari mantan nya itu.
"Iya bro aneh ya sikap Bella kok gitu sama kamu?" Kata Jaka yang heran gak karuan melihat sikap istriku.
"Itulah alasan napa aku melamun tadi.'
"Tapi aneh nya dia keluar lihati hp aja sambil senyum sendiri kayak gak ada masalah gitu suami nya kayak gini pu."
"Iya dirumah pun gitu.Pas ku coba pegang hp nya ia marah."
"Apa mungkin dia selingkuh ya?"
"Itu yang aku gak tau."
"Atau jangan-jangan dia komunikasi dekat lagi sama mantan dia yang kemarin cari masalah ya?"
"Entahlah bro aku pusing."
"Ya sudah nanti kita cari tau ya."
"Thanks ya bro da nolongi aku."
"Bayarlah kok!"
"Wah da mulaiperhitungan dia sama aku."
"Abia lu kayak sama siapa aja pake makasi segala.Kita kan saudara ya wajar saling bantu."
"Ok lah bro kalau gitu."
__ADS_1
Selepas perbincangan panjang kami,Jakapun melanjutkan kerja dan aku pun pelan-pelan melanjutkan kerja sambil nahan sakit akibatjatuh tadi dari tangga.Mungkin ini sakit,tapi tak seberapa sakit jika dibandingkan kelak jika tu nanti dia emang ada hubungan dengan lelaki itu.
Akhirnya setelah sore kami pun pulang kerja kerumah masing-masing.Seperti saat berangkat kami sepanjang jalan hanya diam saja,sedangkan dia sibuk melihati hp karena terus getar ada pesan masuk mungkin dari dia.