
Selepas masa kebersamaan menjalani hubungan yang penuh drama baik itu sedih senang mau pun emosi, kini tibalah saat bahagia itu akan menghampiri mereka.
Kini tiba saat mereka akan mengadakan pesta pernikahan yang lumayan meriah dan sangat dinanti semua orang yang mengenal mereka.
"Para hadirin sekalian seluaruh anggota pabrik. Ada pengumuman penting. Awal bulan ini sahabat kita Imam dan Bela akan menikah. Harap kehadirannya ya! " Terdengar suara lantang lewat micropon pabrik dengan keras.
"Horeeee . Akhirnya mereka menikah juga." Sorak semua temen dalam pabrik seakan itu juga kebahagiaan mereka.
"Haaa... Siapa pula itu yang ngasi pengumuman tanpa ijin ya? " Tanya Bella terkejut dan penasaran dengan asal suara itu.
"Iya.Yok kita lihat suara siapa itu! " Ajak Imam untuk ngecek asal suara itu.
Saat mereka sedang masuk keruangan itu alangkah terkejut nya itu adalah pemilik pabrik yang juga turut bahagia dengan acara mereka itu.
"Bapak? Ternyata itu suara bapak? " Tanya mereka serentak dengan bahagia sekalian terkejut.
"Iya benar. Selamat ya buat kalian berdua. " Sahut lelaki itu senyum dengan sambil menyalami kami berdua seraya memeluk ku erat seakan dia mengalami kebahagiaan itu juga.
"Terimah kasih, pak. " Sahut ku.
"Tetapi siapa yang memberi tahu bapak soal acara kami? "
"Kedua orang tua Bella yang tadi malam memberi tahu saya. Dan ayah nya juga teman saya sekolah dahulu. "
"Ohhh pantesan saja tahu. "
Hingga suatu hari tibalah acara pernikahan kami. Namun alangkah terkejut nya kami pabrik diliburkan beberapa hari untuk membantu kami melaksanakan acara itu seluruh anggota pabrik atas arahan dan perintah pemilik pabrik. Seolah-olah sudah seperti milik kami saja pabrik itu.
"Haiiii.Kami datang. " Sapa para teman kami yang mengejut kan kami karena mereka tidak bekerja malah datang kemari.
"Lo kalian kok datang? Apa gak pada kerja? Pagi sekali disini? " Tanya Bella terkejut karena dia belum dapat kabar pabrik diliburkan sedangkan dia mandor pabrik.
"Kami semua libur pabrik selama kalian menikah. Kami juga diperintah kan untuk membantu kami. " Jawab Jaka dengan jelas.
"Ya Allah ada saja lah bos kita itu. Apa gak rugi pabrik tutup berhari-hari gitu? "
"Ya gak tau juga sih. "
"Tenang saja. Semua sudah saya antisipasi kok. Lagi pula ini momen langkah sekali seumur hidup anggota kesayangan saya akan menikah. Jadi biarlah sedikit berkorban saya demi kalian. "Sahut sang pemilik pabrik yang tiba saja nyamber dari belakang kami.
__ADS_1
" Ya ampun, pak. Saya jadi merasa gak enak sama bapak. "Ujar Bella merasa sangat sungkan.
" Udah jangan kebanyaan gak enak. Ditambahi Ajinamoto biar gurih kan jadi enak. "Sahut sang pemilik pabrik malah dengan becanda.
" Ahahahahaha"Tawa mereka serentak sedangkan kami hanya senyum menunduk segan saat itu.
Semua keperluan sudah siap dan sangat mewah serta meriah acara itu. Tampak sosok tampan penuh wibawa mengenakan pakaian adat jawa lengkap dengan pernak pernik kala mempertemukan mereka.
Disambut gadis cantik penuh pesona bagai ratu kerajaan yang sudah siap menerimah kehadiran pangeran dalam hidup nya. Dengan iringan musik gamelan dan para pendamping mereka turut serta meramaikan acara kalau dalam bahasa Jawa nemok kan.
Seiring waktu hinggga mereka duduk bersanding di atas pelaminan bagaikan diatas kayangan.
Taburan bunga serta suara marhaban dengan antusias semua saudara bahkan tamu pun turut serta tepung tawar yang biasa sigunakan dalam adat jawa seoerti umumnya.
Tampak Jaka pun sedang duduk berdua dengan Reny seakan jelas terlihat mereka melamun memandangi kami seakan menghayal mungkin.
"Woyy.Melamun aja kalian berdua. " Kejut salah satu sahabat kami yang emang resek orangnya tapi baik.
"Ahh kau ngageti aja pun cicak. " Jawab lelaki itu dengan sangat kesal karena kaget.
"Abis lu berdua melamun pula. Jangan-jangan kalian sedang bayangkan itu yang duduk kalian berdua ya? Hayongaku! " Gidanya yang membuat Reny tersipu malu.
"Tu tengok cewek mu! Dia malu-malu karena ketawan dia melamuni itu. "
"Heheeh tau aja kau. " Jawab Reny sambil tersipu malu.
"Tau lah. Aku kan pemang peramal. "
"Peramal pala mu peyang iku. " Kata Jaka agak kesal.
"Udah dimakan tuh makanan! Ntar dimakan kucing baru tau. "
"Iya bentar lagi suap-suapan kami. "
"Buset dah ngejek aku apa gimana lu? "Jawab laki itu merasa tersindir karena cuman dia yang belumpunya pasangan.
"Makanya kau cepat cari calon! Jangan jomblo mulu jadi gak ganggui orang pacaran. "
"Iya bener juga Jaka. Lihat semua punya pasangan! Kau mana pasangan mu?. " Sahut Reny yang gantian ngejek.
__ADS_1
"Ahahahahah kasian deh lu. " Ledek para temen yang lain buat dia malah senjata makan tuan.
"Tengok aja nanti aku dapat cewek yang sangat cantik! " Kata dia ngeles.
"Aminnn" Jawab mereka semua.
"Dulu Imam yang kita ejek jomblo abadi dan suka sesama jenis. Sekarang kami semua ounya pasangan. Tinggal kau yang sendiri. Jangan-jangan kau suka sama salah satu dari kami para cowok? " Ledek Jaka malah balek ngejek dia.
"Ahahahaha." Tawa semua orang pecah saat itu.
"Ya udah lah. Niat mau ngelesengi malah aku kenak batunya. " Jawab dia dengan sedikit kesal dan malu.
"Makanya kau jangan jail kalau gak mau di jailin! "
"Bener banget tu. "
"Iya maaf deh kalau gitu. "
Lelaki itu langsung berdiri dan menujuh pentas musik dia mau nyanyiin lagu untuk menghibur kami semua. Tak kami sangka dia punya suara emas dan bakat menyanyi yang terpendam dalam selama ini.
Sambil tepuk tangan dan berjoget kami repleks dibuat oleh suara merdu dia.
Hingga selesai lagu kami teriak untuk lanjut nyanyi lagi.
"Tambah.Tambah! " Seru kami soraki dia agak dia nyanyi lagi.
"Baiklah karena permintaan dapur, Saya akan bawakan beberapa lagu lagi. "
Lalu dia nyanyi dengan merdunya seakan mengguncang pentas musik acara pernikahan kami tanpa sadar hipnotis kami semua bahagia tanpa memikirkan masalah apa pun.
Sungguh emang pantas dia jadi penyanyi dan sampai dia bawakan beberapa lagu hingga hampir habis suara nya.
Setelah itu dilanjut kan dengan Jaka yang berduel dengan Reny bagai duet dari sepasang suami istri menyenyi bersama seperti Rhoma Irama dan Elvi Sukesi mungkin.
Sampai beberapa lagu semua hadirin dan tamu undangan menikmati suara emas mereka berdua seperti melihat panggung konser gratis saja kami hari ini.
Mereka pun dipaksa kawan yang lain nyanyikan beberapa lagu berbeda buat kami tenggelam dalam kebahagiaan tanpa batas.
Lalu dilanjut kan sahabat pabrik lainnya. Hingga tak ketinggalan pemilik pabrik pun turut duel dengan sang istri yang sangat cantik mempesona bagai bidadari surga.
__ADS_1