
Setelah perjalanan panjang menjalin asmara, lalu mereka menikah dengan sangat meriah, meski ada sedikit gangguan dari mantan Bella yang sudah teratasi, kini kami sudah sah dalam rumah tangga yang kami impikan selama ini.
"Sayang terimah kasih ya kamu sudah mau menjadi pendamping hidup ku. " Kata ku dengan penuh mesrah seraya mencium kening istri ku sehabis lelah letih menjalani acara pernikahan.
"Iya sayang. Aku juga terimah kasih dan bersyukur kita bisa menjadi sepasang suami istri yang sah. " Jawab istri ku dengan penuh kegembiraan.
"Jadi kamu maunya kita tinggal dimana? " Tanya ku kepadanya.
"Kita kan sama-sama anak tunggal. Bagaimana kalau kita seminggu disini seminggu dirumah orang tua kamu biar sama adil? "
"Sepertinya ide bagus itu. Ok aku setujuh sayang. "
Setelah kesepakatan bersama kami putuskan untuk bergantian tinggal dirumah orang tua ku mau pun orang tua nya agar adil dan gak ada yang merasa diutamakan mau pun dibelakang kan.
Teoat saat itu kami sudah cukup lama libur kerja karena menikmati masa bulan madu sebagai pengantin baru dan berniat masuk kerja bareng seperti biasanya.
"Sayang.Sudah siap kita berangkat kerja? "
"Udah kok suami ku. "
"Yok kita berangkat! "
"Ok."
Kami pun berangkat bersama dengan menaiki sepeda motor andalan kami dengan mesrah dan penuh semangat. Ternyata di pabrik mereka semua sudah tahu bahwa kami akan masuk kerja hari ini.Mereka dengan antusias menyambut kehadiran kami. Sudah seperti raja dan ratu saja kami.
"Welcome Romeo dan Juliet. "Tulisan besar terpampang di depan pintu masuk pabrik buat kami terkejut dan tersipu malu sampai segitunya mereka menyambut kami.
" Horeeeee. Pasangan raja dan ratu datang. Selamat datang kembali di pabrik. "Kata semua teman bersorak gembira menyambut kami.
" Selamat ya. "Kata mereka bergantian sambil berjabat tangan seperti orang pemimpin negara saja mereka menyambut kami berlebihan.
" Ayo ndang cepat punya momongan! "Kata Jaka dengan raut menggoda kami.
" Iya bener cepetan! Kapan lagi? "Kata teman yang lain.
" Apanya kalian ini? Baru kemari kok da disuruh buat momongan. Masa bulan madu aja kami belum puas kok. "Kata ku sambil bercanda.
" Wah nampak nya ada yang mau gas abis sampai puas ni. "
"Ahahahaahahah.Busa aja lu telur cicak. " Kata Bela ngeledek temen kami.
__ADS_1
"Oya buat temen semuanya, kami ucapkan banyak terimah kasih atas kekompaan dan kebaikan kalian menemani dan bantui kami mulai dari pertunangan sampai nikah dan sekarang kalian sambut kami seperti ini . Ini sungguh luar biasa buat kami beruntung punya temen seperti kalian. " Kata ku dengan penuh syukur dan bahagia.
"Ohh so swet. " Kata Reny dengan gemes salah tingkah sendiri sambil megangi pipi tembem nya.
"Iya bro santay aja. Jangan perna sungkan. Kita ini saudara. " Kata salah satu temen.
"Woyyy malah ngelamun apa menghayal lu? " Celetus bela yang mengagetkan Reny tiba-tiba yang sedang menghayal seakan terbang melayang.
"Ehhh maaf. Ngageti aja kamu. "
"Ahahahahah menghayal dia bayangkan dia juga gitu. "
"Ah biasa aja. Sok tau kamu. "Elak Reny seakan malu hayalannya ketawan.
" Makanya cepat nyusul kalian! "
Reny yang tanpa kata malah melirik kearah Jaka yang seolah dia memberi kode.
"Lah kok melihatnya kearah ku kamu sayang? " Tanya Jaka yang sok polos tidak paham maksut gadis itu.
"Ehhh bodoh. Itu nama nya kode keras. Cepetan lu jadiin keburu direbut Firman. Ya kan boy? " Kata ku seakan nakuti Jaka sambil memandang kearah Firman buat Reny hanya senyum kecil menunduk tersipu malu.
"Kan perumpamaan itu songong. Jangan baper napa lu! " Kata Jaka yang agak ngegas.
"Ahahahaha da mulai panas dia takut juga sayangnya direbut. "
"Gak loh bang biasa aja ku. "
"Biasa aja. Padahal dalam hati awas aja kalau bener kau rebut pacar ku tak cincang kau. " Kata Fika yang seakan menggoda.
"Gak lah. Aku mana sejahat itu. "
Setelah selesai berbincang panjang, kami lanjut bekerja seperti biasa nya dan dengan suasana baru sambil sesekali teman kami ngeledek kami.
"Ehhh Imam jangan capek-capek kerjanya! Kamu juga Bella jangan capek kali masik pengantin baru masik serunya pertempuran nanti malam. " Ledek mereka menggoda kami.
"Ahh lebay kalian. "
"Ahahaha."
Tampak Jaka sedang semangat nya kerja begitu juga Reny.
__ADS_1
"Wisss semangatnya yang sedang berjuang bareng mau mencari modal nikah. " Kata ku yang berbalik menggoda mereka membuat Reny hanya senyum kecil malu.
"Wisss ya jelas dong. Tapi biar cepat nyusul. " Kata Jaka dengan gaya sombongnya membalas ejekan kami.
"Banyak gaya. " Kata Reny sambil memukul bahunya dengan pelan buat Jaka nunduk sambil senyum sendiri.
"Sayang."
"Iya ada apa? "
"Nanti sore kuta ajak semua makan bareng di warung depan kita yang bandari mau? " Kata Bella.
"Emang kamu mau niat begitu? "
"Iya rencana. Tapi jika kamu gak setujuh ya sudah gak jadi. "
"Boleh kok sayang asal kamu sanggup bandari mereka dan gak keberatan. "
"Bener ya sayang? "
"Iya sayang. "
"Berhubung karena hari ini pertama kami kerja dan sekaligus ucapan terimah kasih kepada kalian semua, bagaimana kalau pulang kerja kita makan bareng semua boleh ikut kami bandari? " Kata kekasih ku mengajak semua makan bersama.
"Asikkk makan gratis. " Suara sorakan Jaka dengan keras dan penuh semangat.
"Ciahh si kucing garong ini kalau urusan makan gratis cepat kali. " Kata Fika.
"Enak kali kau bilang kekasih ku kucing garong. "
"Cie cie ada yang marah ne kekasihnya disebut kucing garong. " Kata kami bersamaan.
"Iya lah kok. "
"Ya sudah siapa yang mau ikut langsung aja pulang kerja ke warung depan makan kita. "
"Horeeee."
Akhirnya sore itu mungkin lebih dari 40 orang memenuhi warung itu untuk makan bersama dan lumayan banyak juga sih habis nya. Tapi gak apa lah sebagai wujut syukur sekalian terimah kasih kepada mereka semua. Mungkin jika tanpa mereka acara kami tidak akan berlangsung lancar sampai selesai. Kami pun sangat bersyukur karena memiliki teman seperti mereka seakan dunia milik kami berdua.
Tampak mereka bahagia makan bersama sudah buat kami sangat bahagia meski kami harus merogo kantong lumayan dalam juga sih. Namun bagi kami mereka adalah harta yang tak ternilai harga nya jika dibandingkan uang yang kami habis kan meneraktir mereka semua, tidak ada artinya dibanding rasa kesetiaan teman dab persaudaraan yang mereka berikan pada kami selama ini kami jalani.
__ADS_1