Kisah Cinta Penulis Kecil

Kisah Cinta Penulis Kecil
Di Ajak Nonton Bioskop


__ADS_3

Semua seakan berlalu begitu saja waktu yang bagai roda terus berputar. Hampir satu tahun mereka menjalani kebersamaan tanpa ada rasa cinta namun saling pura-pura menjalin asmara didepan semua orang.


"Mana si Imam ya? Kok lama bener dia pulangnya? " Tanya Bella gelisah gak menentu sambil lirik kiri lirik kanan kayak ayam jantan seperti lagu band Jamrud. Menanti sang lelaki itu pulang kerja. Namun yang di tunggu sempatnya ke toilet buang air besar.


"Woyyy.Napa kau kayak nyari emas gitu? "Kejut Imam dari belakang sambil senyum.


" Kamu ini ngageti aja. Iya emang lagi nyari emas Imam lah ini lama banget pulangnya. "


"Ya maaf. Aku abis laporan ke kantor bentar. "


"laporan apa sih? Kok tumben aku gak tau? "


"Is kepo. "


"Ohh gitu. Merajuk aku ini. "


"Laporan ke kantor yang di belakang itu ruangan 1,5 meter persegi untuk merenung. "


"Is jorok kamu. Pasti makan jengkol kan? "


"Cuman dikit nya. "


"ahahaahahahah." Tawa mereka kompak.


"Oya sayang. Kita langsung nonton bioskop yok! Kata temen ku ada film baru. "


"Kok tumben nnton bioskop? Biasa cman nonton toktok nya kamu. " Ujar Imam becanda.


"Gigik mu itu. " Kata gadis itu senyum sambil menampar wajah lelaki itu dengan lembut selayak candaan.


"Emang film apa? "


"Judulnya cinta manusia dan siluman singa. "


"Aiss film fantasi kok di tontom. "


"Kata temen-temen seru film nya penuh drama dan tragedi juga. Ada juga kemesraan nya pokok nya lengkap lah."


"Ah nanti mewek pula kamu. "


"Gak apa aku nangis sandar di badan kamu. "


"Gak apa si sandar di bahu ku


Yang ku takutkan ingus mu keluar di lapkan dibajuku pula. Huwahahahahaha"


"Kurang ajar. Aku gak seperti itu ya. "


"Ya udah ayok nonton."


Dengan menaiki sepeda motor tua mereka menujuh bioskop yang tak begitu jauh dari tempat mereka bekerja. Sebelum masuk tidak lupa beli tiket dan dua bungkus popcorn.


Di ruangan yang gelap mereka tak sadar menonton dengan mesrah berpelukan dan menangis sampai tak sadar diri bagai sepasang suami istri.

__ADS_1


Mereka semakin terbawa suasana hingga film pun berakhir dan mereka makan bareng di warung dekat sana.


"Gimana cerita tadi sayang? Romantis gak? "Tanya Bella sambil menatap wajah ku seakan mengagumi wajah ku.


" Biasa aja sih ceritanya. " Jawab Imam seakan cuek.


"Lah biasa aja pula. Tapi kamu juga mewek netes kan air mta. "


"Kamu tau mengapa aku menangis saat nonton tadi? "


"Emang napa? "


"Aku nangis saat dia kehilangan ayahnya yang saat itu menjadi raja terus tewas dalam pertempuran. Lalu aku juga sedih saat ratu singa kehilangan suaminya yang manusia biasa. "


"Emmm.Masak sih? "


Itu mengingat kan aku sama kedua orang tuaku dan kakak ku yang udah tiada. "


"Cup, cup, kamu yang sabar ya! " Rayu gadis itu coba kuatkan hati ku.


"Iya ku kuat kok ada kami disini. "


"Ohhh so swetnya. "


"Kamu sendiri napa sedihnya? " Tanya Imam balek.


"Mau tau aja? Atau mau tau banget? " Tanya dia menggoda ku.


"Suka mu lah iyem. " Sahut ku kerutkan wajah seakan kesal oadahal becanda.


Yelah. "


"Aku itu terharu sama lelaki yang setia hidup sendiri merawat ibu hingga meninggal, terusdia sangat baik selamatkan nyawa ratu Singa hingga di nikah kan sama ratu itu. "


"Terus apa lagi? "


"Terus mereka tetap bersatu hingga maut memisahkan walau rintangan sempat salah oaham antara manusia dan siluman. Sampai saat dia meninggal dan istrinya sendiri malam gelap merindukan dan menyanyi di bawah bintang. Ohhhso swet nya.


Andai aja kita bisa gitu ya. "


"Woy bangu. Mimpi kok ketinggian. Ntar jatoh baru tahu. "


"Gak apalah asal jatuh di pelukan kamu."


"Halah malah ngawor ne orang. Halu nya ketinggian. "


"Biari kok yeee. "


"Yang lebih kasian si anak ya. Dia gak tau sebenarnya dia siluman singa sampai ada yang tau terus di kucilkan gtu. " Kata ku mengingat kejadian di film itu.


"Iya.Tapi gak apa-apa juga akhirnya dia hidup bahagia kok kayak kita. " Kata gadis itu sambil senyum megangi pipi tembem nya.


"Kita? Lu aja kaleh. Ahahahahaah. "

__ADS_1


"Gigik mu lah. " Sewot gadis itu saat di ejek.


Tak sadar waktu sudah hampir larut malam kami jalan berdua mulai dari nonton, makan, sampai ngobrol gak karuan jam menunjukan jam 11 malam.


"Pulang yok da malam!" ajak ku pada gadis itu.


"Males lah. Aku maunya tinggal dirumah kamu aja. " Canda gadis itu sambil sok godai kedip kan mata sebelah.


"Napa matanya? Kelilipan pesawat garuda? " Tanya ku sambil ngejek.


"Pikir mu mata ku bandara apa? "


"Mirip.ahahahahaha."


"Yok lah pulang." Kata dia merajuk ku ledeki.


Kami pun beranjak pulang dengan motor tua andalan ku saat itu. Dia begitu indah senyum nya saat turun dari motor pas ku antar pulang.


"Mau singgah gak sayang? "


"Gak usah lah da malam. Salam aja sama kedua calon mertua ku. Haha. "


"Calon mertua dari Hongkong apa calon mertua boongan? "


"Suka mu lah yang mana kau mau asal kau bahagua! "


"Ya udah. Thanks ya udah nemeni aku seharian dan antar pulang. "


"Iya lah kalu gak ku antar pulang orang tua mu nyariin di bacok pula aku bawa lari anak nya. "


"Bagus kau ya.


Orang tua ku gak sejahat yang kau fikirkan. "


"Ya udah masuk sana. Cuci tangan, sikat gigi, cuci kaki, minum susu, terus minum obat cacing! "


"Enak aja kau. Sejak kapan gadis secantik aku cacing? "


"Sejak kebanyaan makan pocorn. "


"Ku jitak lah kau ya. "


"Ya udah ku pulang ya. "


Ok. Hati-hatidi jalan. Kalai jatuh bangun sendiri. "


"Siap komandan. "


Lalu aku pun pulang kerumah dan beristirahat. Begitu pula dengan dia yang langsung istirahat.


Meski pulang larut malam, orang tua nya tidak permasalahkan. Karena mereka tahu dia pergi bersama Imam sang kekasih. Walau sebenarnya kekasih bohongan.


Sesampai dirumah aku terus terbayang wajah nya, senyumnya, canda tawa, sentuhan lembutnya. Rasanya baru kali ini aku memikirkan wanita dalam kamar saat mau tidur.

__ADS_1


Ternyata Bella pun sama juga memikirkan aku seakan kasmaran melayang-layang sembari menghayalkan adegan romantis di film itu benar terjadi pada kami. Padahal kenyataan nya kami hanya sahabat dan pacar bohongan saja.


Keasikan melamun saru sama lain, kami gak sadar sudah jam dua malam belum tidur hingga kami tertidur pulas entah jam berapa kami tidur. Karena terlena lamunan yang mendalam kala itu saat malam yang cerah bertabur bintang indah di langit.


__ADS_2